Connect with us

Bulutangkis

Piala Sudirman Tak Kunjung Pulang, Rudy Hartono: Indonesia Punya Segudang PR

Published

on


Finroll.com – Legenda hidup bulutangkis Rudy Hartono menyebut Indonesia mempunyai segudang pekerjaan rumah menyusul kegagalan di Piala Sudirman 2019. Tugas berat pemain.

Indonesia lolos ke semifinal Piala Sudirman dengan perjuangan susah payah. Hendra Setiawan cs terpaksa bermain lima partai melawan Taiwan untuk bisa memastikan kemenangan tempat di babak empat besar.

Langkah tertatih-tatih ditunjukkan Skuat Merah Putih sejak babak penyisihan grup. Di fase itu, Indonesia menang mudah atas Inggris, namun kemudian dikalahkan Denmark dengan skor 2-3. Hingga kemudian, Hendra Cs tetap lolos ke perempatfinal sebagai juara grup karena unggul selisih kemenangan atas Denmark yang menjadi runner-up.

Tapi, ketika berhadapan dengan Jepang di semifinal, Indonesia tak berkutik. Dari head-to head kedua tim, Jepang, yang tampil sebagai unggulan pertama, memang dijagokan untuk menang.

Pada laga yang berlangsung Sabtu (25/5), Indonesia hanya mampu merebut satu poin dari nomor ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Sementara itu, tunggal putra Anthony Ginting, tunggal putri Gregoria Mariska, serta ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu takluk di tangan para pemain Jepang. Indonesia kalah 1-3 dan gagal melaju ke final.

Rudy mengatakan sejak awal dirinya tak yakin dengan komposisi Indonesia melawan Jepang. Apalagi, di sektor tunggal Indonesia masih banyak tertinggal.

“Untuk mengatrol itu ya tunggal putranya harus dilihat. Tunggal putra kita masih lebih menjanjikan dari tunggal putri. (Walau mengambil pelatih dari luar) enggak bakal bisa. Semua itu bukan (semata-mata) hanya pelatih,” kata Rudy kepada, Minggu (26/5/2019).

“Orang Jepang beda. Gampang mengatrolnya. Hari ini programnya 10, satu bulan berikutnya 12, dua bulan berikutnya 14, naik terus. Indonesia naik sebentar, turunnya lebih jauh,” dia menjelaskan.

“Orang juara itu mainnya luar biasa, tak perlu disuruh pelatih. Saya mau tanya, dulu saya juara All England tiga kali tak ada pelatih yang mendampingi. Saya berangkat sendiri, berlatih sendiri kok bisa,” ujar pria berusia 69 tahun ini.

“Terus, pernyataannya sekarang, oh dulu lawannya tak kuat? Iya tak kuat. Tapi, sekarang dikasih apa-apa sama pelatih, masih tak bisa juara? Bukan masalah dulu lawannya enggak kuat, dulu enggak ada duit. Sekarang duit seabrek-abrek masih saja enggak bisa? Itu mikirnya ke mana.” kata Rudy tegas.

Untuk itu, juara delapan kali All England ini menekankan perlunya kesadaran si atlet. Sementara, peran pelatih memberi dukungan dan mengingatkan hal-hal yang kurang.

“Jadi, harus ada kesadaran pada si atletnya. Nah, boleh pelatih membawa peran tapi perannya memberi semangat, menyadarkan ini kamu mainnya terlalu pelan, tadi main harus ada variasi, jangan kasih kesempatan lawan untuk lebih dulu menyerang kamu,” ujar dia.

Sebagai contoh tunggal putra Jonatan Christie. Dia kalah menghadapi Chou Tien Chen (tunggal Taiwan) karena lebih dulu diserang. Padahal secara usia, peraih medali emas Asian Games 2018 itu mempunyai tenaga lebih besar.

“Buat apa ngikuti-ngikutin, diserang dulu sama lawan mati, out. Beda, kalau Jonatan lebih fit dan lebih berani menyerang karena apa? Dia mempunyai cadangan tenaga. Ya kalau begitu kekuatannya ditambah, daya tahan dan kecepatanya ditambah, diukur sampai kapan? Dua tahun lagi oke. Baru ada cadangan tunggal putra ikut juga berperan,” legenda asal Surabaya itu menyarankan.

“Lalu ganda putri sekarang kita tanya, loh ganda putri di mana? Materinya ada enggak? Mana yang muda sampai sekarang belum keluar? Ganda putri kita kecil-kecil begitu, caranya gimana nguatin? Ya, bikin defense-nya kayak tembok. Tembok enggak nyemash diem saja,” ujar dia.

“Namanya bertahan tunggu lawannya capek baru diserang, itu namanya defence balik serang. Bisa enggak pemain putri kita begitu? Ya enggak tahu pelatih ganda putrinya bisa enggak menebak kira-kira lawan ini akan nyemash ke sini, balik ke sini, siapa yang ambil kalau lawan nyemas di tengah,” dia menuturkan.

“Jadi, memang segudang PR-nya. Tetapi, itu akan jadi tidak segudang kalau pemainnya sendiri yang sadar. Ini kan semua tergantung pemain. Bagaimana mau berhasil di pertandingan kalau di latihan dia tak mau benar-benar serius. Ada pepatah Inggris practice make you perfect. Jadi itu lah yang harus dilakukan. Kalau latihan serius pasti bertanding serius, enggak usah dikasih tahu. Yang enggak latihan saja, bertanding bisa serius kok. Apalagi yang latihan serius,” dia menegaskan.

“Makanya, harusnya ada reward and punishment. Kalau salah, dihukum demi menyadarkan. Kalau latihan tidak 100 persen ngapain dikirim, kalau sasaran latihan belum masuk ngapain dikirim. Itu ya bidang pembinaan tanyakan. Kita mengirim karena harus memenuhi ini itu, ya sudah kalau memenuhi ini itu, kapan majunya. karena apa ? hanya ngikutin,” ujar Rudy.

“Ya memang berat. Tapi kepentingan nasional kayak Sudirman, Thomas, Uber tak bisa terpenuhi. Berpikir lah. Kan di sana di gaji, pikirkan. Jangan terima gaji saja,” kata dia.

sumber: detik

Advertisement Valbury

Bulutangkis

Teges / Indah Ingin Bikin Kejutan di PBSI Home Tournament

Published

on

By

Pebulutangkis Indonesia, Teges Satriaji Cahyo Hutomo/Indah Cahya Sari Jamil. (PBSI)

Finroll.com, Jakarta –  Pasangan junior, Teges Satriaji Cahyo Hutomo/Indah Cahya Sari Jamil, akan ikut ambil bagian pada Mola TV PBSI Home Tournament sektor ganda campuran yang bergulir Rabu (1/7/2020). Mereka berharap bisa membuat kejutan pada event ini.

Teges/Indah menjadi anggota termuda skuad ganda campuran pelatnas dan bakal bersaing dengan 10 pasangan yang lebih senior. Mereka ingin memberi perlawanan sengit saat berhadapan dengan senior-senior mereka.

“Pasti ada keinginan untuk mengalahkan yang lebih senior, kami mau buat kejutan,” kata Indah melalui rilis PBSI yang diterima Bola.com, Selasa (30/6/2020).

“Di turnamen ini kami maunya bisa bersaing dengan para senior kami. Walau di atas kertas mereka lebih kuat, tapi kami tak ingin mereka menang mudah. Kami ingin mereka dapat bola-bola susah dari kami,” jelas Indah yang bersama Teges telah meraih gelar juara di ajang Dutch Junior International 2020 dan German Junior 2020.

Melihat hasil undian, Teges/Indah berada dalam grup yang cukup berat. Teges/Indah menjadi penghuni grup D Mola TV PBSI Home Tournament bersama Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang merupakan unggulan kedua serta pasangan Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktvina Kandow.

Main Lepas

“Maunya main lepas saja, lawan yang lebih senior kan tidak ada beban. Kami akan coba keluarkan kemampuan maksimal kami dan semoga apa yang sudah kami latih bisa keluar semua,” tutur Indah.

“Kami sudah lama tidak ada pertandingan, kami kangen suasana di turnamen. Sekarang ada home tournament ini kami bisa merasakan lagi tegangnya bertanding. Kami bisa latihan dari sini dulu, jadi kalau ke pertandingan resmi nanti sudah tidak kaget,” lanjut Indah.

Pertandingan penyisihan grup ganda campuran Mola TV PBSI Home Tournament akan dimulai Rabu (1/7/2020) pada pukul 08.30 WIB. Teges/Indah akan berlaga di pertandingan ketiga dan langsung berhadapan dengan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

Bulutangkis

PBSI Home Tournament: Adnan / Mychelle dan Rinov / Pitha Raih Kemenangan

Published

on

By

Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso saat mengikuti PBSI Home Tournament. (Istimewa)

Finroll.com, Jakarta –  Dua pasangan ganda campuran: Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari memulai PBSI Home Tournament dengan catatan positif, Rabu (1/7/2020).

Rinov/Pitha masih terlalu tangguh bagi pasangan muda Muhammad Yusuf Maulana/Lanny Tria Mayasari. Pada laga penyisihan Grup C PBSI Home Tournament, Rinov/Pitha menang straight game 21-12, 21-9 dalam waktu 29 menit atas Maulana/Lanny.

Sementara Adnan/Mychelle memenangkan laga pertama di babak penyisihan Grup B dengan menghentikan perlawanan Ghifari Anandaffa Prihardika/Angelica Wiratama dalam dua game langsung, 21-12, 21-15.

“Dari awal kita harus menekan terus, nggak boleh lengah. Strategi kami memang mau main menyerang lebih dulu, jangan sampai kami yang diserang lawan duluan,” kata Adnan usai pertandingan.

“Kami harus siap dari awal permainan, nggak boleh nyoba-nyoba lapangan, jadi harus nyerang dari awal,” tambah Mychelle.

Rinov / Pitha Terkejut

Aksi Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari pada babak pertama Thailand Masters 2020, Rabu (22/1/2020). (PBSI)

Sementara itu, sebagai pasangan yang lebih senior, Rinov/Pitha sebetulnya mengira akan mendapat perlawanan yang lebih sengit dari Maulana/Lanny pada laga pertama PBSI Home Tournament.

Menurut Rinov/Pitha, Maulana/Lanny adalah pasangan muda yang punya kualitas permainan yang baik.

“Mungkin mereka berada di bawah tekanan, sebetulnya mereka bagus kok. Kami semua di tim ganda campuran itu gap-nya nggak terlalu jauh. Mungkin tadi ada faktor tegang, jadi poinnya jauh,” jelas Rinov.

“Kami bersyukur bisa tampil baik hari ini karena sebetulnya kondisi saya tidak seratus persen fit, tapi tadi kami bisa langsung in ke pertandingan,” tutur Pitha. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

Bulutangkis

PBSI Home Tournament: Kalah di Partai Puncak, Kevin / Reza Mengaku Tidak Bisa Menunjukkan Performa Terbaik

Published

on

By

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Moh Reza Pahlevi Isfahani di ajang Mola TV PBSI Home Tournament, Kamis (25/6/2020). (PBSI)

Finroll.com, Jakarta – Pada partai puncak Mola TV PBSI Home Tournament, Jumat (26/6/2020), pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Moh. Reza Pahlevi tidak bisa menunjukkan performa terbaik.

Alhasil keduanya harus menyerah dua game langsung dari Fajar Alfian/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dengan skor 18-21, 18-21.

Sejatinya pertandingan kedua pasangan berlangsung sangat seru. Apalagi Fajar/Yeremia dan Kevin/Reza merupakan dua pasangan ganda putra terbaik di kompetisi PBSI Home Tournament.

Namun penampilan Fajar/Yeremia lebih stabil, sedangkan Kevin/Reza masih naik-turun. “Hari ini dari awal nggak enak mainnya, seperti belum dapat pola yang pas, jadi nggak pede duluan. Sekalinya dapat poin, fokusnya hilang lagi,” ungkap Reza setelah pertandingan.

Kevin juga mengakui bahwa ia jarang mendapat kesempatan untuk melakukan sambaran cepat di depan net yang menjadi andalannya.

“Tadi memang nggak ada kesempatan saja, bukannya sengaja disimpan. Semua kan tergantung kondisi di lapangan,” jawab Kevin.

Hasil Akhir Klasemen Ganda Putra PBSI Home Tournament

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Moh Reza Pahlevi Isfahani di ajang Mola TV PBSI Home Tournament, Kamis (25/6/2020). (PBSI)

Klasemen Akhir Ganda Putra PBSI Home Tournament

1. Fajar Alfian/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan

2. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Moh. Reza Pahlevi Isfahani

3. Muhammad Rian Ardianto/Daniel Marthin

4. Marcus Fernaldi Gideon/Muhammad Shohibul Fikri

5. Hendra Setiawan/ Pramudya Kusumawardana Riyanto

6. Mohammad Ahsan/Leo Rolly Carnando

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending