Connect with us
[adrotate group="1"]

News

Polri Akan Serahkan Buron Djoko Tjandra ke Kejagung Malam Ini

Published

on


Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Finroll.com, Jakarta – Bareskrim Mabes Polri akan mengeksekusi buron kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra ke Kejaksaan Agung pada Jumat (31/7) malam ini.

“Iya, malam ini [Polri akan eksekusi penyerahan Djoko Tjandra ke Kejaksaan],” kata Karopennas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Awi Setiono saat dikonfirmasi, Jumat (27/7).

Proses eksekusi Djoko Tjandra akan dilakukan tepat satu hari usai ditangkap polisi dan berada di Indonesia sejak Kamis (30/7) malam.

Perjalanan Djoko Tjandra sehingga bisa ditangkap oleh kepolisian berjalan panjang. Djoko sendiri menjadi buron polisi sekitar 11 tahun usai berhasil kabur dari jerat hukum pada 2009.

Djoko Tjandra divonis bebas karena perbuatannya dalam kasus Bank Bali bukan tindak pidana melainkan perdata pada 2000 silam. Meski demikian, Delapan tahun usai vonis bebas, Kejaksaan Agung mengajukan PK atas putusan bebas Djoko Tjandra ke Mahkamah Agung (MA) pada 2008 lalu.

MA lantas menerima PK yang diajukan oleh jaksa. Majelis hakim menyatakan Djoko dinyatakan bersalah dan menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara. Selain itu, uang miliknya di Bank Bali sebesar Rp546,1 miliar dirampas untuk negara.

Akan tetapi, sehari sebelum vonis tersebut, Djoko Tjandra melarikan diri. Sejumlah pihak menduga Djoko Tjandra bersembunyi di Papua Nugini. Ia lantas masuk dalam pencarian orang (DPO) alias buron.

Setelah belasan tahun dalam pelarian, Djoko Tjandra menghebohkan publik. Dia diketahui berada di Jakarta pada bulan Juni 2020 lalu. Jaksa Agung ST Burhanuddin menyebut Djoko Tjandra datang ke PN Jakarta Selatan untuk mendaftarkan PK pada 8 Juni lalu.

Sebelum mendaftarkan PK, Djoko Tjandra sempat membuat e-KTP di Kelurahan Grogol Selatan, Jakarta Selatan. Meskipun demikian, keberadaan Djoko Tjandra kembali tak terdeteksi.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman sempat mengungkapkan keberadaan surat jalan Polri untuk Djoko Tjandra. Dalam surat itu terungkap Djoko Tjandra melakukan perjalanan dari Jakarta ke Pontianak, Kalimantan Barat.

Alhasil, kepolisian menangkap Djoko Tjandra di Malaysia pada Kamis (31/7). Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit mengatakan ada kerja sama antara Polri dengan Kepolisian Malaysia sehingga Djoko berhasil ditangkap.

Kapolri Jendral Idham Aziz menjanjikan proses hukum terhadap Djoko Tjandra akan dilakukan secara transparan dan tak akan ditutupi kepada publik.

Ia memandang upaya tersebut merupakan komitmen kepolisian untuk selalu transparan dan objektif untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Proses hukum Djoko Tjandra akan terus dikawal. Terbuka dan transparan serta tidak akan ditutup-tutupi,” kata Idham.

Sumber : CNN Indonesia

Advertisement Valbury

Nasional

Warga Keluhkan ‘Tembok’ Birokrasi Saat Urus Pasien Covid-19 Masuk Wisma Atlet

Published

on

Seorang pria asal DKI Jakarta (IF) viral di twitter setelah menceritakan pengalamannya saat menemani istrinya mencari layanan kesehatan untuk isolasi mandiri di Rumah Sakit Darurat wisma Atlet. Ia harus melewati proses yang panjang dan terbilang rumit.

FINROLL.com – Istri IF dinyatakan positif Covid-19 setelah melakukan swab test di salah satu Klinik di Kemang, Jakarta Selatan pada 18 September 2020.

“Terima kasih doanya teman-teman, istri saya positif Covid-19. Mau cerita sedikit tentang proses dan situasi di lapangan seperti apa. Jaga diri lebih baik dari pada kena Covid, asli lebih ribet dan biaya tak terduga yang benar-benar tidak terduga,” cuit IF di akun twitternya, Minggu (20/9).

Saat dihubungi merdeka.com, IF membenarkan bahwa selama hampir satu hari penuh kewalahan menemani istrinya melewati proses yang rumit sebelum istrinya bisa diisolasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet.

“Iya, saya harus ke puskesmas dulu. Lalu ke RSUD Tanah Abang, terus ke RS Mitra Keluarga Kemayoran, baru ke Wisma Atlet,” ujar IF kepada merdeka.com, Senin (21/9).

Selain itu, ia juga harus mengeluarkan uang sekitar Rp 7-8 juta untuk membayar biaya scan thorax, ambulans dan Alat Pelindung Diri (APD). Rinciannya, untuk biaya scan thorax di RS Mitra Keluarga Kemayoran Rp 6 juta, kemudian Rp 1,5 juta untuk biaya Alat Pelindung Diri, dan Rp 470.000 untuk biaya ambulans yang mengantarkan istrinya dari RS Mitra Keluarga Kemayoran ke RSD Wisma Atlet.

“Saya keluar uang sekitar sekitar Rp 7-8 juta, sebagian dibiaya asuransi kantor. Saya keluar uang pribadi sekitar Rp 2 juta-an,” ungkapnya.

Ia mengetahui istrinya positif Covid-19 pada Jumat (18/9) pagi. Namun istrinya baru bisa diisolasi di RSD Wisma Atlet pada Sabtu (19/9) dini hari.

Selama 18 jam, IF bercerita bersama istrinya dengan sabar mengikuti semua proses birokrasi yang telah ditetapkan. IF berharap, tidak ada lagi pasien positif Covid-19 yang harus melewati proses yang panjang seperti dirinya itu.

Oleh karena itu, ia menyarankan kepada siapa saja yang ingin diisolasi mandiri untuk langsung ke tempat layanan kesehatan terdekat agar bisa diberikan surat rujukan, karena tanpa surat rujukan, Wisma Atlet tidak akan mau menerima pasien.

“Harus bawa surat rujukan dulu, kalau sudah bawa surat rujukan, baru deh cepat prosesnya. Lalu bisa telepon ke 119, nomor Wisma Atlet dan telepon ke 112 untuk ambulans,” ujarnya.

Dia juga berharap pemerintah bisa membiayai berbagai macam biaya kesehatan para pasien positif Covid-19 yang mau melakukan isolasi mandiri.

“Saya pikir, kalau istri saya harus diisolasi di RS swasta, bisa belasan juta biayanya. Untungnya istri saya bisa diisolasi di Wisma Atlet. Totalnya sekitar Rp 7-8 juta. Tapi bagi sebagian orang mungkin uang segitu besar,” katanya.

Saat ini, IF merasa lega, karena istrinya sudah bisa dilayani dengan baik. Menurutnya, pelayanan yang diberikan oleh RSD Wisma Atlet kepada pasien gejala ringan sangatlah baik. Sehingga lanjut IF, sayang sekali jika proses agar bisa diisolasi di Wisma Atlet harus sesulit yang ia lalui. (Merdeka.com)

Continue Reading

International

FinCEN Files! Skandal Uang Kotor Dunia Rp 28 Ribu T

Published

on

FinCEN Files yang berisi sekumpulan dokumen penting nan rahasia di dunia perbankan dan keuangan bocor ke publik. Dokumen itu berisi 2.500 lembar halaman, sebagian besar adalah file yang dikirim bank-bank ke otoritas Amerika Serikat (AS) antara tahun 2000 sampai 2017.

FINROLL.COM – Di dalamnya terdapat skandal”penggelapan dana hingga pengemplangan pajak dari lembaga keuangan besar dunia. Terdapat penjelasan soal bagaimana beberapa bank terbesar di dunia mengizinkan kriminal mentransaksikan “uang kotor” ke seluruh dunia dan nilainya mencapai sekitar US$ 2 triliun atau sekitar RP 28.000 triliun.

“File yang bocor adalah wawasan tentang apa yang bank ketahui tentang arus besar uang kotor di seluruh dunia,” kata Fergus Shiel dari Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ) dikutip dari BBC International, Senin (21/9/2020).

Shiel menambahkan bahwa transaksi US$ 2 triliun yang dijelaskan dalam beberapa file hanyalah sebagian kecil dari laporan aktivitas mencurigakan (suspicious activity reports/SAR) yang diajukan selama periode tersebut.

Selain transaksi itu, ada juga data yang membahas soal bagaimana oligarki Rusia telah menggunakan bank untuk menghindari sanksi yang seharusnya menghentikan mereka memasukkan uang mereka ke Barat.

“Dokumen-dokumen ini adalah beberapa rahasia sistem perbankan internasional yang paling dijaga ketat … Bank menggunakannya untuk melaporkan perilaku yang mencurigakan, tetapi itu bukan bukti perbuatan salah atau kejahatan,” tulis BBC.

Secara rinci, dokumen-dokumen tersebut di dapat melalui foto oleh Buzzfeed News. Ini kemudian dibagikan dengan grup yang berisi jurnalis investigasi dari seluruh dunia. Para jurnalis itu mendistribusikannya ke 108 organisasi berita di 88 negara.

FinCEN sendiri merupakan akronim dari Jaringan Investigasi Kejahatan Keuangan AS. Mereka berisi orang-orang di Departemen Keuangan AS yang bertugas untuk memerangi kejahatan keuangan. Biasanya, setiap ada masalah transaksi ditemukan, yang dilakukan dalam dolar AS, akan dikirim ke FinCEN, mencakup transaksi dengan dolar yang terjadi di luar AS.

Menurut laporan, salah satu yang terlibat skandal adalah HSBC. Bank tersebut telah mengizinkan penipu untuk memindahkan jutaan dolar uang curian di seluruh dunia, bahkan setelah mengetahui dari penyelidik AS bahwa skema tersebut adalah penipuan.

JP Morgan mengizinkan sebuah perusahaan untuk memindahkan lebih dari US$ 1 miliar melalui rekening London tanpa mengetahui siapa yang memilikinya. Bank kemudian menemukan bahwa perusahaan itu mungkin dimiliki oleh mafia dalam daftar 10 Orang Paling Dicari FBI.

Ada juga laporan soal salah satu rekan terdekat Presiden Rusia Vladimir Putin yang menggunakan Barclays Bank di London untuk menghindari sanksi yang ditujukan untuk menghentikannya menggunakan layanan keuangan di Barat. Sebagian uang tunai digunakan untuk membeli karya seni.

Selain itu, Bank sentral Uni Emirat Arab juga dilaporkan gagal menindaklanjuti peringatan tentang perusahaan lokal yang membantu Iran menghindari sanksi. Bank-bank AS juga dikatakan terlibat pencucian uang Korea Utara (Korut).

Dalam laporan itu, Deutsche Bank juga disebut memindahkan uang kotor pencucian uang untuk kejahatan terorganisir, teroris dan pengedar narkoba. Sementara Standard Chartered memindahkan uang tunai untuk Arab Bank selama lebih dari satu dekade setelah rekening klien di bank Yordania digunakan untuk mendanai terorisme.

Continue Reading

Nasional

Menteri Agama Fachrul Razi Positif Covid-19

Published

on

Menteri Agama Fachrul Razi terkonfirmasi positif Covid-19. Meski demikian, saat ini kondisi fisiknya dalam keadaan baik. (ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI)

Menteri Agama Fachrul Razi dikabarkan terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19). Meski demikian, kata Staf Khusus Menteri Agama Kevin Haikal, saat ini kondisi fisik Fachrul dalam keadaan baik.

“Pada 17 September, Menag melakukan tes swab dan hasilnya positif. Namun, alhamdulillah kondisi fisik beliau hingga saat ini terpantau baik, tidak ada gejala-gejala mengkhawatirkan,” kata Kevin di dalam keterangan resminya, Senin (21/09).
Lihat juga: Kasus Corona Tinggi, Menag Minta Umat Beribadah di Rumah

Kevin menjelaskan saat ini Fachrul tengah menjalani proses isolasi dan istirahat. Hal itu merupakan bagian dari wujud komitmen Fachrul dalam menaati peraturan protokol kesehatan dan memutus mata rantai kemungkinan penyebaran.

“Kami mohon doa dari masyarakat, semoga prosesnya berjalan lancar serta Menag bisa lekas sembuh, semoga hasil swab berikutnya negatif, sehingga Menag dapat menjalankan tugas-tugasnya kembali,” kata dia.

Terpisah, Juru Bicara (Jubir) Kementerian Agama, Oman Fathurahman menambahkan Fachrul sementara akan fokus menjalani proses isolasi dan pemulihan kesehatan.

Untuk pelaksanaan tugas birokrasi, lanjut Oman, Fachrul sudah mengoordinasikan dan sekaligus mendelegasikannya kepada Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Saadi serta memberi arahan kepada para pejabat terkait.

“Pelaksanaan program Kemenag, utamanya dalam ikut mencegah penyebaran Covid-19 di lembaga pendidikan agama dan keagamaan serta lembaga keagamaan menjadi perhatian Menag. Beliau minta agar itu berjalan dengan baik. Bantuan yang disalurkan juga agar tepat sasaran dan akuntabel,” ujar Oman menyampaikan pesan Menag.

Fachrul, kata Oman, meminta agar masyarakat mematuhi anjuran pemerintah dengan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Ia menyatakan semua orang bisa terinfeksi virus tersebut tanpa peduli latar belakang apapun.

“Mari kita saling berempati, saling menguatkan, dan berikhtiar dengan mematuhi protokol kesehatan. Semoga pandemi ini bisa segera teratasi,” kata Oman.

Sejumlah menteri era pemerintahan Jokowi-Ma’ruf dinyatakan positif Covid-19. Beberapa di antaranya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Selain itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo juga sempat dikabarkan terinfeksi virus corona.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman dan anggotanya Pramono Ubaid Tanthowi dinyatakan positif Covid-19. Dewan Pengawas KPK Syamsuddin Haris juga dikabarkan terpapar virus corona. (CNNINDONESIA.COM)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending