Connect with us

Politik

Prabowo Siapkan 3 Nama Menteri, Istana Sebut Semua Berpeluang

Published

on


Finroll.com – Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan Eko Sulistyo merespons kabar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah menyiapkan tiga nama untuk menjadi menteri dalam pemerintahan periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Eko mengatakan semua orang punya peluang menjadi seorang menteri. Menurutnya, pemilihan menteri tetap berada di tangan Jokowi.

“Secara prinsip semua orang punya peluang jadi menteri sesuai aturan UU. Apalagi yang berasal dari partai politik,” kata Eko kepada CNNIndonesia.com, Selasa (30/7).

“Presiden sebagai ‘chief of excecutive’ sekaligus pemegang hak prerogatif untuk memilih menteri-menterinya sebagai pembantu presiden. Jadi semua itu berpulang pada pilihan presiden,” ujar Eko menambahkan.

Eko mengatakan Jokowi terlebih dahulu akan berkonsultasi dengan partai pendukungnya dan juga wakilnya Ma’ruf Amin ketika memilih calon pembantunya nanti. Meskipun, keputusan terakhir ada di tangan presiden terpilih 2019-2024 itu.

“Jadi peluang itu (tiga nama dari Prabowo) tetap terbuka menurut saya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Eko menyebut Jokowi juga belum menyampaikan soal peluang Gerindra merapat dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Menurutnya, pertemuan Jokowi dengan Prabowo maupun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo lebih kepada silaturahmi politik.

“Presiden belum menyampaikan (peluang Gerindra masuk koalisi). Yang terjadi selama ini lebih bersifat silaturahmi politik. Dan ini baik untuk tradisi politik dan penguatan demokrasi kita,” tuturnya.

Politik

Sejumlah Rekomendasi Rakernas PDIP Wajib Dijalankan Tiga Pilar Partai

Published

on

Finroll.com — Akhir dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan (PDIP) sukses diselenggarakan, di JIExpo Kemayoran, Minggu (12/1/2020) malam.

Sejumlah rekomendasi telah dihasilkan dari Rakernas yang mengusung tema ‘Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional’ tersebut.

Ketua Stering Committee Rakernas I PDIP 2020, Sukur H Nababan, mengatakan, Rakernas I PDIP telah selesai diselenggarakan, yang dirangkai dengan peringatan HUT ke-47 PDIP.

“Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi Partai, Prananda Prabowo telah mengkaji dan merumuskan tema dan materi atas arahan Ibu Ketua Umum, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Steering Committee Rakernas,” kata Sukur Nababan, dalam keterangan persnya yang diterima Finroll.com, Minggu (12/1/2020).

Menurut Sukur Nababan, terdapat sejumlah rekomendasi yang dihasilkan dari Rakernas I PDIP.

“Berdasarkan perintah ketua umum, sejumlah rekomendasi yang telah diputuskan dalam Rakernas, wajib dijalankan oleh tiga pilar partai di semua tingkatan, serta wajib ditindaklanjuti dalam rapat kerja daerah dan rapat kerja cabang,” jelasnya.

Rekomendasi tersebut, kata Sukur Nababan, didalamnya termasuk pula pembangunan lima prioritas industri nasional untuk mewujudkan Indonesia berdikari yang PDIP perjuangkan, yaitu, industri sandang pangan dan papan, industri Kesehatan farmasi dan obat-obatan tradisional, industri bahan baku industri, industri energi (khususnya energi baru dan terbarukan (EBT), dan industri pariwisata

“Pembangunan seluruh industri tersebut, harus dipastikan sebagai upaya untuk pemenuhan kesejahteraan rakyat,” tandas Sukur Nababan.

Lebih lanjut Sukur Nababan menambahkan, pihaknya juga menyampaikan terima kasih dan apreasiasi kepada ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, seluruh jajaran DPP PDIP, panitia, SC dan OC, peserta, media, dan UMKM yang telah mengikuti pameran rempah.

“Terima kasih Ibu Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, atas kepercayaan yang diberikan. Semangat dan dedikasi Ibu untuk rakyat, bangsa dan negara, menjadi inspirasi kami. Kami siap menjalankan perintah partai hasil Rakernas I 2020 untuk solid bergerak wujudkan Indonesia negara industri berbasis riset dan inovasi nasional,” kata Sukur Nababan.

Continue Reading

Politik

Partai Bulan Bintang Umumkan Susunan Pengurus DPP Periode 2019 – 2024

Published

on

Finroll.com — Partai Bulan Bintang (PBB) resmi mengumumkan struktur organisasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBB periode 2019-2024, yang diberi nama Kabinet PBB Maju, di Markas Besar DPP PBB, Pasar Minggu Jakarta Selatan Rabu (30/10/2019).

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra terpilih kembali menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) periode 2019 -2024, berdasarkan hasil muktamar V PBB yang diselenggarakan pada (25/9) lalu di Belitung.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra mengatakan, kepengurus PBB saat ini sangat ramping dibandingkan dengan kepengurusan sebelumnya.

“Kalau dulu kepengurusan ada 200 orang, saat ini menjadi 33 orang 11 diantaranya adalah perempuan,” ungkap Yusril Ihza Mahendra.

Menurutnya, perampingan itu akan mempercepat penyelenggaraan rapat dan pengambilan keputusan. Dengan jumlah pengurus yang tidak terlalu banyak ini akan memudahkan keputusan,” tuturnya.

Yusril berharap dengan sedikit kepengurusan ini tidak sulit untuk berkomunikasi, mudah untuk menyelenggarakan rapat dan cepat untuk dapat segera mengambil keputusan dan lebih cepat bekerja,” ungkapnya.(red)

Continue Reading

Politik

Jaga Peluang, Partai Demokrat Ulangi Politik Dua Kaki atau Oposisi?

Published

on

By

Nama Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak masuk dalam jajaran menteri yang diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak ada pula wakil Partai Demokrat lain dalam daftar 38 menteri Kabinet Indonesia Maju.

Kabar Demokrat merapat ke barisan Jokowi berhembus setelah Pilpres 2019. Demi mengusung AHY di Pilpres 2024, Demokrat secara intensif menjalin komunikasi dengan Jokowi.

AHY sendiri terhitung dua kali sowan ke Istana. Pada 2 Mei dan 22 Mei 2019. Kemudian sepuluh hari sebelum pelantikan, SBY turun gunung. Ketua Umum Partai Demokrat itu menemui Jokowi di Istana Kepresidenan pada 10 Oktober 2019. Namun Jokowi tak memastikan jatah kursi untuk Demokrat.

“Ya mungkin ada pertimbangan masih bisa berubah,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10).

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Budi Mulia Silvanus Alvin menilai Demokrat akan kembali menerapkan politik dua kaki seperti yang mereka lakukan sejak tahun 2014. Menurutnya, itu akan dilakukan Demokrat ketika tidak ada kadernya yang masuk dalam kabinet.

Sebab sejak debut di Pemilu 2004, Demokrat tak pernah menjadi oposisi. Namun saat ini mereka mengalami nasib yang sama seperti pada 2014. Mereka tak punya akses ke pemerintahan.

“Demokrat ingin bermain dua kaki, luwes. Istilahnya di kiri bisa, di kanan bisa. Di depan masuk di belakang pun juga masuk. Supaya nanti politik 2024 sudah mulai, itu akan jadi momentum bagi Demokrat,” kata Alvin kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/10).

Sejauh ini, sejumlah petinggi Demokrat menyatakan bakal mendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf dalam menyejahterakan masyarakat. Sikap itu diambil meski tidak ada kader Demokrat dalam kabinet.

Namun menurut Alvin, AHY dan Demokrat tentu tak akan seratus persen mendukung kabinet Jokowi karena tak mendapat jatah menteri. Namun di sisi lain, Demokrat tak akan sepenuhnya menjadi oposisi karena punya kepentingan di 2024.

Demokrat, ucap Alvin, akan tetap memelihara peluang masuk kabinet dengan bermain dua kaki. Menurut Alvin memasukkan AHY ke pemerintahan adalah cara terbaik menyiapkan Putra Mahkota Demokrat itu untuk Pilpres 2024.

Menurutnya, masih ada peluang Demokrat masuk ke kabinet. Mengingat Jokowi melakukan reshuffle kabinet enam bulan setelah dilantik di periode pertama lalu.

“Kalau misal memang Demokrat mengincar kursi tertentu di dalam kabinet, nah Demokrat bisa tunjukkan hal itu dengan cara kritisi kebijakan dengan solusi yang lebih baik. Dengan seperti itu, Jokowi bisa saja membuka peluang reshuffle,” ujar dia.

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan ada dua langkah yang mungkin diambil Demokrat setelah tak dimasukkan dalam kabinet.

Langkah pertama adalah mengambil posisi sebagai oposisi. Ia melihat Demokrat punya potensi untuk menjadi lawan pemerintah seperti pada Pilpres 2019. AHY, kata Adi, bahkan punya potensi untuk jadi simbol oposisi.

“Memang agak susah kalau AHY jadi simbol oposisi, kecuali merubah style menjadi oposan. Apa saja yang dilakukan pemerintah dikritik dengan lebih sering dan lebih agresif menyerang pemerintah, bisa ambil alih oposisi yang saat ini dikomandoi PKS,” ujar Adi kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/10).

Meski begitu, Adi lebih yakin Demokrat memilih jalan kedua, yakni bermain politik dua kaki. Sebab mereka punya kepentingan untuk menyiapkan AHY untuk jadi calon presiden lima tahun mendatang.

“Tentu pilihan jalan tengah ini ada harapan kalau di kemudian hari reshuffle, Demokrat bisa masuk. Tentu ini membangun batu bata kekuatan politik 2024,” ucap dia.

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin telah melantik menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Terdiri dari berbagai kalangan.

Ada dari kalangan partai politik, akademisi, serta ahli di bidangnya masing-masing. Setidaknya, 22 menteri berasal dari kalangan profesional dan 16 dari partai politik.

Gerindra, yang merupakan lawan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019 lalu, turut serta dalam koalisi pemerintahan. Mereka mendapat dua kursi menteri dalam kabinet.

Prabowo Subianto didapuk sebagai Menteri Pertahanan. Kemudian, Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Sementara Demokrat, PAN, dan PKS, yang merupakan mitra Gerindra di Pilpres 2019 dengan mengusung Prabowo-Sandiaga Uno, tidak ikut serta dalam koalisi pemerintah. Tidak ada kader mereka yang dipilih Jokowi menjadi menteri dalam Kabinet Indonesia Maju.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending