Connect with us

News

Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mencapai 38,2 Persen

Published

on


Finroll.com — Hingga awal September 2019, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) melaporkan progres konstruksi kereta cepat Jakarta Bandung mencapai 32,8 persen. Angka tersebut merepresentasikan keseluruhan persiapan dalam mega proyek tersebut untuk menyambut operasi pada tahun 2021 mendatang.

Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra menyebutkan, selain tembusnya satu dari 13 tunnel lainnya dalam proyek ini, kereta cepat Jakarta Bandung juga akan segera memasuki milestone baru di mana girder pertama dari struktur elevated kereta cepat akan segera diinstalasi.

“Pemasangan ini akan menjadi langkah baru bagi proses pembangunan di mana struktur elevated mendominasi lebih dari 60 persen dari keseluruhan trase sepanjang 142,3 km,” ujar Chandra di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Sementara disisi lain, lanjut Chandra, Tunnel Boring Machine kereta cepat yang akan menembus jalan tol Jakarta – Cikampek untuk proses konstruksi Tunnel 1 di Halim juga akan segera beroperasi dalam waktu dekat ini.

Sejalan dengan pembangunan yang terus dilakukan secara progresif, proyek kereta cepat Jakarta Bandung secara paralel juga sedang mempersiapkan sistem operasi dan perawatan sarana dan prasarana.

“Salah satu yang sedang masif dipersiapkan adalah kebutuhan sumber daya manusia mulai dari struktur organisasi hingga jumlah personil untuk persiapan operasional di masa mendatang. Kami menargetkan untuk melibatkan 1700 personil pada saat operasional kereta cepat nanti,” ungkapnya.

Kemudian terkait pengembangan kompetensi SDM, KCIC kemudian menggandeng PT MRT Jakarta yang juga merupakan pionir sarana perkeretaapian modern di Indonesia.

Kedua perusahaan itu bersepakat untuk saling melakukan transfer knowledge berkaitan dengan pemeliharaan kereta dan operasionalnya yang mencakup pengembangan sumber daya manusia, inovasi serta strategi pengembangan TOD dan bisnis non kereta lainnya.

“KCIC dan MRT sama – sama merupakan pionir perkeretaapian modern di Indonesia, sehingga ini merupakan kesempatan besar baik bagi KCIC maupun MRT untuk saling belajar mengenai sistem satu sama lain,” tuturnya.

Selain kereta, pengembangan TOD di sepanjang jalur pun masuk dalam rencana pengembangan bisnis ke depan.

“KCIC memiliki komitmen untuk menghadirkan kereta cepat Jakarta Bandung, sebagai kereta cepat pertama di ASEAN, dengan kualitas pelayanan prima dan turut menghidupkan kawasan baru di sekitar jalur yang nantinya akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di kedua kota megapolitan tersebut,” pungkasnya.(red)

Advertisement

Nasional

Jokowi Minta Aparat yang Tak Bisa Atasi Karhutla; Kata KSAD Semua Sudah Berusaha Maksimal

Published

on

By

Presiden Jokowi meminta pucuk pimpinan TNI dan Polri mencopot jajarannya yang tak bisa menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Bagaimana tanggapan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa?

Ditemui wartawan usai ziarah ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara Yogyakarta, Andika tak bisa berkomentar banyak. Ia hanya menyebut seluruh jajaran TNI di lokasi sedang bekerja keras untuk memadamkan api.

“Wah kalau itu (perihal sanksi kepada yang gagal memadamkan api) saya tidak tahu, tidak tahu. Tapi yang jelas semua sudah berusaha maksimal Mas. Semua di wilayah nggak ada yang tidak serius, semua berusaha keras,” katanya, Kamis (19/9/2019).

“Tapi memang api kan sudah terlanjur ya, sudah terlanjur meluas. Ya sekarang ini menurut saya fokusnya adalah bagaimana membuat api itu kemudian padam,” sambungnya.

Terlepas dari persoalan sanksi ke jajarannya, Andika menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas para pelaku pembakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan. Dalam penanganan Karhutla ini pihaknya bekerjasama dengan Polri.

“Memang salah satu tugas (aparat) bagaimana harus ada pelajaran bagi mereka yang memang kemudian terbukti membakar (hutan dan lahan) ya memang harus ada proses hukum. Itu (penindakan) pasti akan terus dilakukan Mas,” pungkas Andika.

Continue Reading

International

Ketika Obama “Nyinyir” Kepada Trump

Published

on

By

Presiden ke-44 Amerika Serikat (AS) Barrack Obama memberi tips bagaimana seharusnya menjadi sosok seorang presiden. Obama menyarankan agar Presiden menghindari menonton TV dan bermain media sosial.

Hal ini dikatakan Obama di sela-sela diskusi yang diselenggarakan sebuah perusahaan perangkat lunak, Splunk. Ketika dirinya ditanya bagaimana mengurai informasi saat masih menjadi presiden AS periode Januari 2009 – Januari 2017.

“Kepresidenan itu seperti minum dari selang kebakaran, kamu tidak akan bisa menyerap informasi itu sendiri,” katanya dikutip dari The Guardian, Kamis (19/9/2019).

“Kamu harus memastikan memiliki tim yang menyaring informasi seefektif mungkin sehingga bisa mendapatkan kerangka dasar apa masalah sebenarnya.”

“Hal lain yang membantu adalah tidak menonton TV atau membaca media sosial,” tambah Obama.

“Itu adalah dua hal yang saya sarankan, jika Anda presiden, bukan untuk dilakukan,”.

Meski tidak menyebut nama Presiden AS Donald Trump secara langsung, sebagian pihak percaya bahwa saran ini sebetulnya secara implisit ditujukan Obama pada Trump, penerusnya itu.

Trump kerap mengkritik saluran TV yang tidak sepaham dengannya dan terus berkomentar pada banyak hal termasuk kenegaraan, dalam akun Twitter pribadinya.

Obama mengatakan terlalu banyak menghabiskan waktu di media sosial dan menonton TV, bisa membuat penyelenggaraan negara tidak berjalan efektif.

“Itu akan menciptakan banyak kebisingan dan mengaburkan penilaian [presiden],” tegasnya.

“Kamu akan mulai salah mengira intensitas atau hasrat sekelompok kecil orang dengan perasaan yang lebih luas tentang bagaimana perasaan suatu negara. Itu akan mempengaruhi keputusan dengan cara yang tidak sehat.”

Dalam laporan CNBC International, selama 2018, setidaknya ada 4000 cuitan langsung dan bukan re-tweet dari akun pribadi Trump selama jam perdagangan pasar. Sebanyak 146 cuitan terbukti telah menggerakkan pasar.

Cuitan Trump sangat berpengaruh ketika ia menulis tentang kebijakan perdagangan dan kebijakan keuangan. Terutama jika ada kata “China”, “miliar”, dan “produk”.

Continue Reading

Peristiwa

Breaking News : Gempa M 5,6 Terjadi di Tuban Jatim

Published

on

By

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang kawasan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (19/9/2019) sekitar pukul 14.06 WIB.

Titik gempa berada di 58 km barat laut Tuban atau pada koordinatl 6.4 lintang selatan (LS)-111.84 bujur timur (BT).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui situs resminya menyatakan, gempa dengan kedalaman 656 km itu tidak berpotensi.

Hingga berita ini ditulis belum diketahui dampak yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending