Connect with us

Traveling

Puncak Sosok Bantul ; Satu Lagi Destinasi Wisata yang Hits di Jogjakarta

Published

on


Finroll.com – Kabupaten Bantul kembali menghadirkan tempat wisata malam yang Instagramable dari ketinggian. Adalah Puncak Sosok, mampirlah jika mudik ke Yogyakarta.

Berlokasi di Dusun Jambon, Desa Bawuran, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Puncak Sosok dapat dicapai dengan melakukan perjalanan darat sejauh 16 kilometer dari jantung Kota Yogyakarta.

Untuk rutenya, pengunjung hanya perlu menuju Jalan Pleret-Patuk, nantinya sebelum tanjakan menuju Cino Mati pengunjung mengambil arah ke utara dan di sana sudah ada plang petunjuk jalan menuju Puncak Sosok.

Sesampainya di Dusun Jambon, pengunjung harus melewati jalan cor blok yang menanjak. Tak hanya menanjak, jalan itu terbilang sempit, bahkan hanya bisa dilintasi satu unit mobil. Meski cukup jauh, pengunjung akan dimanjakan pemandangan indah perbukitan nan hijau di sepanjang jalan tersebut.

Beberapa menit menanjak, pengunjung akan sampai di area parkir Puncak Sosok. Dari area parkir tersebut, pengunjung masih harus berjalan kaki menyusuri jalan cor blok yang menanjak hingga akhirnya sampai di Puncak Sosok.

Sesampainya di Puncak Sosok, pengunjung akan disambut pemandangan TPST Piyungan dari ketinggian. Berjalan ke arah barat, pengunjung akan menemui spot foto dan jalan setapak menuju gardu pandang di Puncak Sosok.

Berjalan lebih jauh, nantinya tampak sebuah panggung dari bambu berada di ujung jalan setapak tersebut. Selain itu, di sisi sebelah kiri panggung terdapat 6 bangunan dari bahan bambu dan beratap jerami kering. Ke-6 bangunan itu adalah food court yang menyediakan aneka makanan, minuman dan penyewaan alas duduk atau tikar.

Suasana di Puncak Sosok sendiri terbilang sangat tenang, asri, dan jauh dari bisingnya kendaraan bermotor. Semilir angin juga menambah kesyahduan saat menikmati pemandangan Yogyakarta dari ketinggian, khususnya saat sore dan malam hari.

Tampak pula beberapa pengunjung tengah berswafoto ria di beberapa spot foto. Tak hanya itu saja, sebagian besar pengunjung tampak duduk santai beralaskan tikar sembari menikmati pemandangan alam yang disajikan dari Puncak Sosok.

Rudi Haryanto, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jabal Kelor atau yang menaungi Puncak Sosok mengatakan, bahwa Puncak Sosok tergolong tempat wisata baru di Kabupaten Bantul, khususnya Kecamatan Pleret. Mengingat Puncak Sosok baru dibangun sejak tahun 2017.

“Puncak Sosok ini baru berusia sekitar 1 setengah tahun. Untuk nama Puncak Sosok sendiri karena orang sini (Dusun Jambon) dari dulu menyebut daerah sini dengan Sosok, karena ada di Puncak lalu dinamakan Puncak Sosok,” ujarnya saat ditemui detikcom di Puncak Sosok, Kamis sore kemarin (30/5/2019).

Rudi melanjutkan, awal mula ide menyulap Puncak Sosok sebagai tempat wisata berasal dari pemuda Karang Taruna di Dusun Jambon. Hal itu karena mereka melihat Puncak Sosok dapat berpotensi menjadi tempat wisata seperti di kawasan wisata di Mangunan, Kecamatan Dlingo.

“Kita sempat terkendala akses jalan. Tapi setelah dibackup dana kas desa akhirnya kita mulai mengeraskan jalan di tahun 2017 dan dilanjukan mengecor jalan pada bulan Desember tahun 2017,” ucap Rudi.

“Setelah akses jalan sepanjang 550 meter jadi, Puncak Sosok langsung dijadikan tempat acara dari Polda, dan mulai dari situ mulai dikenal dan ramai didatangi pengunjung itu bulan April 2018 sampai saat ini,” sambungnya.

Menurut Rudi, banyaknya pengunjung yang datang karena Puncak Sosok karena kerap digunakan sebagai lokasi kompetisi downhill, mulai skala lokal hingga skala nasional.

Karena itu, secara bergotong royong warga mulai membuat trek downhill dengan rute Puncak Sosok hingga Puncak Gebang. Rute trek sendiri sepanjang 1,4 kilometer.

“Selain itu treknya kan tidak begitu tinggi, jadi banyak yang minat mengadakan lomba (downhill) di sini. Tapi untuk konsep awal Puncak Sosok tetap menyuguhkan panorama alam dari ketinggian,” katanya.

“Di mana saat sore hari pengunjung melihat langsung Kota Yogyakarta, karena Puncak Sosok langsung menghadap ke arah Barat. Dan saat malam hari pemandangannya juga sangat bagus, karena tampak nyala lampu warna-warni dari ketinggian,” imbuh Rudi.

Karena banyak pengunjung yang berasal dari pesepeda, Puncak Sosok mulai buka dari jam 5 pagi. Sedangkan untuk menikmati pemandangan Kota Yogyakarta dari ketinggian, Puncak Sosok buka hingga jam 12 malam setiap harinya.

Mulai dari banyaknya pengunjung yang datang itulah, Rudi dan kawan-kawannya mendapatkan pundi-pundi rupiah untuk mengambangkan fasilitas di Puncak Sosok. Seperti halnya pembangunan spot foto menyerupai jembatan panjang dari bambu di sebelah barat panggung.

Di mana dari jembatan tersebut pengunjung bisa berswafoto ria dengan latar belakang pemandangan Kota Yogyakarta baik saat pagi, sore dan malam hari. Namun diakuinya pengunjung paling banyak berfoto di belakang 6 warung di samping panggung dan di atas panggung tersebut.

“Biaya masuk ke Puncak Sosok itu sukarela, dan uangnya kami pakai untuk membangun fasilitas lainnya. Rencananya, kami mau mengembangkan area di bawah panggung untuk camping ground dan area permainan anak-anak,” katanya.

“Terus kalau besok ada rezeki lebih mau melakukan pelebaran akses jalan, karena saat ini hanya bisa dilintasi satu mobil saja,” imbuhnya.

Rudi menambahkan, menjelang libur lebaran tahun ini, Puncak Sosok juga melakukan persiapan dengan membersihkan area gardu pandang dan memperbaiki tanah yang semula digunakan sebagai jalur downhill. Selain itu, selama libur Lebaran, khususnya saat sore hari akan ada pertunjukan musik akustik di panggung utama.

“Penerangan sudah diperbaiki, parkir sudah diperluas, kurang masalah air bersih untuk pengunjung saja. Tapi sudah kami atasi dengan menambah bak air dari 2 jadi 4 buah bak air ukuran besar berbahan plastik,” katanya.

Perlu diketahui, di Puncak Sosok sudah terdapat fasilitas musala, kamar mandi, beberapa tempat duduk dan beberapa gazebo untuk beristirahat pengunjung.

Salah seorang pengunjung, Nur Wibowo (25), warga Dusun Geneng, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul mengatakan, bahwa ia sudah beberapa kali ke Puncak Sosok dengan bersepeda. Menurutnya, Puncak Sosok sangat pas untuk dijadikan tempat melepas lelah usai bersepeda.

“Saya sudah 4 kali ke sini (Puncak Sosok) karena tempatnya nyaman dan pemandangannya indah. Apalagi kalau capek bersepeda terus istirahat sambil melihat pemandangan di sini kan enak,” ujarnya.

Wibowo menambahkan, bahwa ia menilai area Puncak Sosok perlu mengalami perbaikan, khususnya untuk menambah pohon perindang atau tempat berteduh. Selain itu, kekurangan lainnya masalah aroma sampah dari TPST yang kerap tercium saat angin berhembus dari arah selatan.

“Terus akses jalan yang di bawah (menuju Puncak Sosok) masih belum halus, dan fasilitas pendukungnya perlu ditambah. Kalau 2 hal itu direalisasi pasti semakin banyak pengunjung yang datang ke sini, karena tempat ini (Puncak Sosok) sudah didukung dengan pemandangan yang indah,” pungkasnya.

Advertisement

Kuliner

Hadir Di Kawasan Kemang Jaksel, Kedai kopi Lain Hati Resmikan Kedai Yang Ke-222

Published

on

Finroll.com — Kedai Kopi Lain Hati sebuah brand waralaba kopi kekinian kerjasama dengan artis cantik sekaligus presenter Ririn Ekawati melaunching kedai kopinya yang ke 222, dibilangan Kemang Jakarta Selatan.

Deo Cardi Nathanael selaku Manager Marketing kedai Kopi Lain Hati menyampaikan, “ Puji Syukur hari ini kedai Lain Hati mengumumkan kehadiran kedai ke 222 kami selama 8 bulan sejak grand opening 15 April 2019 lalu.

“Selain kerjasama kemitraan, kerjasama dengan sosok Ririn Ekawati juga mencakup penunjukan Ririn sebagai brand ambassador Lain Hati, serta kolaborasi kehadiran empat menu racikan artis cantik yang menjadi menu baru di kedai Lain Hati,” ungkap Deo Cardi Nathanael saat launching Kedai Kopi Lain Hati di Kemang Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Deo menjelaskan, kerjasama dengan sosok Ririn Ekawati ini bukan yang pertama bagi Lain Hati, sebelumnya kami juga bekerjasama memperkenalkan 4 produk racikan Ririn dan juga terkait pemilihan Ririn sebagai brand ambassador Lain Hati,” jelas Deo.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Ririn Ekawati menyampaikan bahwa memiliki kedai kopi merupakan impiannya sejak lama. Hal tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan pihak Lain Hati,” imbuhnya.

“Awalnya boleh dibilang hanya ikut-ikutan, tapi gak tahu kenapa dikasih jalannya, terus sama kopi Lain Hati diajak kerjasama menjadi BA (Brand Ambassador) mereka,” ungkap Ririn.

Selain Kopi Lain Hati kita juga memperkenalkan 2 varian produk terbaru Lain Hati, yang berkolaborasi dengan brand cokelat Cadbury yakni Es Cucok Cadbury dan Es Kopi Jatuh Cinta Cadbury,” sambung Deo.

Kedua minuman tersebut menggunakan powder coklat Cadburry. “Kami ingin eksistensi di industri ini. Kalau brand lain menawarkan “Kenangan” dan Janji, kami justru menawarkan pindah ke Lain Hati, atau selingkuh,” pungkas Deo.(red)

Continue Reading

Traveling

Pererat Ukhuwah, PT Patuna Gelar Silaturahmi Akbar Jamaah Haji Khusus

Published

on

Finroll.com — PT Patuna Mekar Jaya (Patuna Travel) gelar silaturahmi akbar calon jamaah haji khusus di Manggala Wanabakti, Senayan, Jakarta, Minggu malam (17/11/2019).

Dengan mengusung tema “Mempererat Ukhuwah Menggapai Ridho dan Rahmat Illahi”, pertemuan ini merupakan ajang sosialisasi bagi calon jamaah haji yang akan melaksanakan ibadah haji tahun 2020 – 2026 mengenai mekanisme pelaksaan ibadah di tanah suci.

Komisaris utama PT Patuna Mekar Jaya, Mama Hj Emma Murtika Amirsyah dalam sambutannya mengatakan, pertemuan ini tidak lain hanya ingin mendekatkan calon jemaah haji Patuna pada semua karyawan Patunanya, agar mengenal lebih dekat bagaimana Patuna,” ujarnya.

Pertemuan ini lanjutnya diselenggarakan dalam rangka menjalin silaturahmi para jamaah haji khusus Patuna dari seluruh Indonesia yang keberangkatannya masih menunggu waktunya atau waiting list.

“Kalau jamaah haji kan yang manggil Allah jadi tidak bisa dipaksakan. Kalau kata Allah berangkat tahun sekian, ya sudah ditetima saja. Alhamdulillah. Karena belum tentu semua bisa dipanggil sama Allah kesana,” ungkap Hajah Emma yang akrab di panggil Mamah Emma ini.

Dikatakannya, pertemuan kali ini dibagi menjadi dua seksi, yaitu khusus jamaah haji dari Jawa Tengah dan Jawa Barat diadakan di Patuna seluruh Jakarta pada Minggu lalu, sedangkan Jamaah Jabodetabek dan jamaah dari luar pulau Jawa diadakan hari ini Minggu 17 September 2019, di Gedung Manggala Wanabakti.

Mamah Emma berharap, pertemuan kali ini hubungan antar jamaah dan Patuna Travel kedepan tetap berjalan dengan baik, meskipun keberangkatannya masih menunggu atau waiting list,” harapnya.

Lain halnya dengan Direktur Utama PT. Patuna Mekar Jaya, Drs. H. Syam Resfiadi Amirsyah menyampaikan bahwa, pertemuan ini maunya diadakan setiap tahun sekali, namun dengan kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan maka baru kali ini lagi dapat dilakukan.

Syam menjelaskan ada beberapa alasan kenapa hal ini tidak dapat dilakukan tiap tahunnya, dikarenakan bahwa pergerakan perkembangan dunia haji dan umroh begitu cepat dan dinamis, walaupun hal ini merupakan bisnis ibadah, namun hal ini tidak lepas dari pengaruh external atau faktor makro ekonomi di Indonesia dan dunia secara global,” jelasnya.

Saat ini lanjut Syam, total jumlah jemaah haji yang terdaftar di Patuna Travel ada sekitar 3.500 jamaah, yang bisa hadir pada malam ini sebanyak 1800 jemaah, setiap harinya bertambah 4 jamaah yang mendaftar di Patuna.

Mulai dari semua cabang di Manukwari sampai dengan cabang Banda Aceh. Namun tidak di pungkiri bahwa jumlah jamaah haji terbesar masih berasal dari Jabodetabek.

“Ini merupakan wujud bukti nyata bahwa Patuna masih dipercaya oleh masyarakat yang akhirnya mendaftar di Patuna Travel,” tegasnya.

Saat ini lanjutnya, untuk umroh PT Patuna mengalami perubahan strategi, yang awalnya siap dengan semua paket mulai dari paket promo ekonomi paling bawah hingga dengan harga yang termahal.

Kondisi paket yang ada pada saat ini tentunya akan berbeda pada paket yang ada pada 2 tahun lalu. Program akan tetap dilakukan hanya ada 2 program saja yaitu program awal dimana ada paket Arbainnya, dan program tengah atau program singkat, sementara program akhir akan ditiadakan.

Kami (PT Patuna ) sudah mempunyai 4 program pilihan yaitu program paket coklat, paket hijau, paket biru dan paket ungu. Pada 3 Desember mendatang, PT Patuna dijadwalkan oleh Derektorat Bina Umroh dan Haji khusus Departemen Agama untuk singkronisasi data jamaah Patuna, terutama bagi jamaah yang akan betangkat pada 1441 H atau 2020 nanti,” ungkap Syam.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Nizar Ali memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Patuna atas terselenggaranya kegiatan program menyapa jamaah, termasuk jamaah waiting list.

Menurutnya, Patuna Travel telah amanah dalam melayani jamaahnya selama ini, hingga dia pun memberikan rekomendasi kepada masyarakat bahwa Patuna Travel penyelenggara ibadah haji dan umrah yang dapat dipercaya.

Nizar Ali menghimbau kepada para jamaah agar terhindar dari hal – hal yang tidak diinginkan hendaknya jangan memilih paket yang tidak rasional. Pilihlah paket yang nasional yang tentunya dapat bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya,” tutupnya.

Dalam kegiatan tersebut berbagai hadiahpun diberikan oleh PT Patuna dengan total nilai sebesar 10 juta rupiah.(red)

Continue Reading

Kuliner

Buat Makan Siang, Ini 5 Tempat Makan Legendaris Jakarta yang Hits

Published

on

By

Bicara tempat makan legendaris, hampir semua orang pasti percaya kalau kulinernya memiliki citarasa lezat yang enggak perlu dipertanyakan lagi. Puluhan tahun didirikan secara turun-temurun, membuat menu makanannya memiliki rasa yang otentik.

Jadi, enggak salah jika makanan legendaris selalu diburu banyak pembeli. Jika kamu juga sedang ngidam makanan legendaris di sekitaran Jakarta, VIVA.co.id sudah merangkum lima di antaranya buat kamu. Intip yuk!

Bubur Kwang Tung

Kuliner legendaris ini terletak di sekitaran Pecenongan. Di sini, kamu bisa mencicipi bubur ala Hong Kong. Buat kamu yang muslim enggak perlu takut, meski berlabel kuliner Tionghoa, restoran ini memberikan jaminan makanan halal. Ditambah, restoran ini buka 24 jam penuh. Kalau mau ke sini jangan sendirian ya, karena dalam setiap penyajiannya, bubur ini bisa dimakan untuk 3-5 orang.

Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
Jangan ngaku pecinta kuliner kalau belum mencicipi nasi goreng satu ini. Nasi goreng Kebon Sirih sudah jadi langganan orang-orang Jakarta sejak 1958. Meski terletak di pinggir jalan, warung nasi goreng ini enggak pernah sepi pengunjung.

Nasi goreng di sini disajikan secara spesial menggunakan resep turun-temurun. Potongan daging menjadi ciri khas dari setiap sajian nasi goreng di sini. Sebagai tambahan, ada juga menu sate kambing, ayam, dan sate hati kambing. Sesuai namanya, warung nasi goreng ini terletak di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Soto Betawi H. Husein
Ingin makan yang kuah-kuah, coba mampir ke Soto Betawi H. Husein. Tempat makan yang berada di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, ini sudah ada sejak 1988. Warung soto ini sudah terkenal akan kelezatannya, enggak heran kalau tempat ini selalu ramai pengunjung. Uniknya, kuah soto Betawi yang terkenal dibuat dengan santan dicampur dengan susu, sehingga terasa gurih. Ada berbagai menu yang disajikan, antara lain soto daging, soto paru, atau soto campuran daging dan jeroan.

Alamat: Jl. Padang Panjang No. 6C Pasar Manggis Setiabudi Jakarta Selatan DKI Jakarta 8 8, RT.8/RW.8, Ps. Manggis, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12850

Restoran Trio

Restoran Trio berdiri sejak 1957. Bangunannya identik dengan cat berwarna hijau. Menu di sini sangat beragam, total ada 200 makanan. Namun yang paling banyak dipesan pengunjung ada sekitar 40-an makanan. Sebagian besar menu-menunya adalah makanan ala Tiongkok, seperti lumpia udang ala Shanghai, sapi cah kalian, ayam nanking, dan lain-lain.

Warung Tinggi Coffee

Kalau makan beratnya sudah, sekarang giliran ngopi biar enggak ngantuk. Tinggi Coffee dikenal sebagai warung kopi tertua di Jakarta yang didirikan pada 1878. Untuk menemani secangkir kopimu, kamu bisa memesan kue cubit atau kue tradisional lainnya. Tinggi Coffee berada di Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending