8 Hal yang Ditawarkan Ibu Kota Baru Nusantara, Ada 0% Kemiskinan pada 2035

  • Bagikan

Pemerintah kian serius mematangkan pembangunan ibu kota negara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Terbaru, pemerintah memperkenalkan nama ibu kota negara baru sebagai “Nusantara”.

Nama tersebut telah disetujui Presiden Joko Widodo. Hal-hal lainnya terkait pemindahan ibu kota negara juga terus disiapkan mulai dari penyusunan rancangan Undang-Undang, infrastruktur, dan lainnya.

Delapan prinsip

Dilansir dari laman resmi IKN, ikn.go.id, ada delapan prinsip dari ibu kota negara:

  1. Mendesain sesuai kondisi alam Lebih dari 75 persen kawasan hijau di kawasan pemerintahan IKN 100 persen penduduk dapat mengakses ruang terbuka hijau rekreasi dalam 10 menit 100 persen konstruksi ramah lingkungan untuk setiap bangunan bertingkat institusional, komersial, dan hunian.
  2. Bhinneka Tunggal Ika 100 persen integrasi seluruh penduduk, baik lokal maupun pendatang 100 persen warga dapat mengakses layanan sosial atau masyarakat dalam 10 menit 100 persen tempat umum dirancang menggunakan akses universal, kearifan lokal, dan desain inklusif.
  3. Terhubung, aktif, dan mudah diakses
    80 persen perjalanan dengan transportasi umum atau mobilitas aktif
    10 menit ke fasilitas penting dan simpul transportasi
    Kurang dari 50 menit koneksi transit ekspres dari kawasan inti pusat pemerintahan ke bandara strategis pada 2030.
  4. Rendah emisi karbon
    Instalasi kapasitas energi terbarukan akan memenuhi 100 persen kebutuhan energi IKN
    60 persen peningktan efisiensi energi dalam bangunan umum yang baru pada 2045
    Net zero emissions di IKN pada 2045.
  5. Sirkuler dan tangguh
    10 persen dari lahan seluas kawasan pemerintahan IKN tersedia untuk kebutuhan produksi pangan
    60 persen daur ulang semua timbulan sampah pada 2045
    100 persen air limbah akan diolah melalui sistem pengolahan pada 2035
  6. Aman dan terjangkau
    10 kota terbaik menurut Global Liveability Index pada 2045
    Semua permukiman di kawasan pemerintahan IKN memiliki akses terhadap infrastruktur penting pada 2045
    Perumahan yang adil dengan perbandingan 1:3:6 untuk jenis perumahan mewah, menengah, dan sederhana.
  7. Kenyamanan dan efisiensi melalui teknologi
    Memperoleh peringkat very high dalam perangkat e-Gov Development Index oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB)
    100 persen konektivitas digital dan TIK untuk semua penduduk dan bisnis
    Lebih dari 75 persen kepuasan bisnis dengan peringkat layanan digital.
  8. Peluang ekonomi untuk semua
    0 persen kemiskinan di IKN pada 2035
    PDB per kapita negara berpendapatan tinggi
    Rasio Gini regional terendah di Indonsia pada 2045.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->