Senin, 20 September 2021

Banyak Motor Tidak Kuat Nanjak di Tanjakan Cinomati Yogyakarta, Ini Penyebabnya


Beredar video beberapa kendaraan terutama sepeda motor nampak kesulitan saat melewati tanjakan di kawasan Bantul, Yogyakarta. Dalam video yang diunggah oleh akun Tiktok bernama @arissugiarto22, terlihat beberapa motor kesulitan saat akan melewati tanjakan yang dijuluki dengan tanjakan “Cinomati” tersebut.

Bahkan tidak sedikit pengendara motor yang berhenti di tengah tanjakan karena motor tidak kuat menanjak. Ada juga beberapa pengendara sampai terjatuh dari motornya karena kehilangan keseimbangan. Jalur tersebut merupakan jalur alternatif menuju kawasan wisata Mangunan yang juga merupakan jalur penghubung Kabupaten Gunung Kidul dan Bantul. Jika jalur utama terindikasi macet, maka google maps akan menunjukkan jalur tanjakan Cinomati sebagai jalur alternatifnya.

ayooogasss….

Namun, jalan di kecamatan Pleret, Bantul, Yogyakarta ini diketahui memiliki tanjakan curam sepanjang 2,5 kilometer dan memiliki tingkat kemiringan sampai dengan 45 derajat. Menanggapi hal ini, Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani, mengatakan, pada saat akan melakukan perjalanan, pengendara diharapkan mengetahui jalur yang akan dilaluinya dan mengetahui momentum.

“Ketika kita mengetahui bahwa rute yang akan dilewati itu menanjak dan cukup tinggi, maka yang perlu diperhatikan itu pertama kita harus mengambil momentum yang pas untuk dapat mencapai atas,” kata Agus kepada Kompas.com, Senin (20/9/2021). Agus menambahkan, pengemudi harus sudah mengambil ancang-ancang dari bawah sebelum menanjak. Hal ini dimaksudkan untuk membantu kinerja mesin agar kuat menanjak sampai ke atas.

“Apabila tiba-tiba di tengah tanjakan berhenti atau kecepatan berkurang karena ada obyek yang mengahlangi, maka tindakan yang dilakukan yakni mengendari kendaraan dengan cara zig-zag,” ucap Agus.

Karena dengan cara zig-zag, Agus menjelaskan beban motor akan menjadi lebih ringan jika dibandingakan dengan mengendarai motor dengan keadaan lurus. “Pada saat di tanjakan terjal, postur atau posisi pengendara diusahakan agar sedikit membungkuk ke depan untuk menyeimbangkan beban motor tersebut,” katanya. Jika nantinya masih tidak kuat, Agus menyarankan untuk mengurangi beban kendaraan. Jika nantinya sampai berhenti, pengendara harus menggunakan kedua rem agar kendaraan berhenti dan mengurangi beban motor.

Sumber : Kompas.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT