Jumat, 9 Juli 2021

Gedung DPR Jadi RS Darurat Covid 19


Dokter sekaligus influencer Tirta Mandira Hudhi mengusulkan agar halaman gedung DPR menjadi rumah sakit darurat untuk penanganan pasien Covid-19. Menurut dia, halaman gedung DPR cukup luas, sehingga bisa dimanfaatkan untuk pembangunan rumah sakit darurat.

“Saya usul karena halaman luas. Pengamanan top. Saya rasa bisa dimanfaatkan,” kata Tirta saat dihubungi, Kamis (8/7/2021).

“Kalau dalam gedung tidak boleh. Terlalu banyak aktivitas,” tambahnya. Ia pun menyatakan tak setuju dengan usulan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) agar pemerintah membuat rumah sakit Covid-19 khusus bagi para pejabat. Tirta menegaskan akses kesehatan merupakan hak semua warga negara.

“Kesehatan hak semua rakyat. Dan kita mengutamakan pasien bukan dari jabatan, melainkan dari kegawatdaruratan melalui triase,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal PAN Rosaline Irine Rumaseuw berpendapat, pemerintah perlu membuat rumah sakit khusus bagi para pejabat yang terinfeksi Covid-19. Usul ini dilontarkan Rosaline berkaca dari pengalamannya yang sangat sulit mencarikan tempat tidur rumah sakit bagi para pejabat belakangan ini.

“Saya sedih, (dalam) satu, dua bulan ini banyak membantu pejabat negara untuk refer ke rumah sakit yang ada di Jakarta, pemerintah lupa bahwa harus menyediakan fasilitas kesehatan buat pejabat negara,” kata Rosaline, dalam acara rilis survei Median, Rabu (7/7/2021).

Menurut dia, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto yang biasa dijadikan rujukan bagi pejabat negara pun sudah tidak mampu menangani di tengah lonjakan kasus Covid-19. Rosaline mengatakan, pejabat negara mesti mendapatkan keistimewaan karena pekerjaannya memikirkan rakyat.

“Kementerian Kesehatan harus sudah mulai waspada karena pejabat negara ini harus diistimewakan, dia ditempatkan untuk memikirkan negara dan rakyatnya. Bagaimana sampai dia datang ke emergency terus terlunta-lunta,” ucapnya.

PKS Setuju

Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera setuju usulan gedung DPR dijadikan RS darurat. Menurutnya, kompleks parlemen adalah tempat strategis dan luas.

Jababeka industrial Estate

“Setuju. Semua sumber daya, punya tempat strategis, luas dan mudah dijangkau,” katanya kepada merdeka.com, Jumat (9/7).

Menurutnya, gedung DPR disulap jadi RS darurat adalah cerminan anggota dewan peduli dengan rakyat. Dia mendorong RS darurat di gedung DPR segera terlaksana.

“Plus itu cermin wakil rakyat peduli dengan rakyat. Segera aksi,” kata anggota Komisi I ini.

Mardani menambahkan, ada banyak gedung dan ruangan DPR yang bisa dimanfaatkan jadi RS darurat. Dia yakin kerja atau rapat anggota dewan tidak terganggu dengan adanya RS darurat.

“Ada banyak ruangan dan gedung. Dengan kapasitas cuma 20 persen yang hadir fisik dan 80 persen virtual masih banyak gedung bisa dijadikan tempat rapat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Politikus Partai Demokrat Benny K Harman menyarankan halaman dan gedung DPR/MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, dijadikan rumah sakit darurat. Usulan ini sebagai langkah antisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

“Sebaiknya halaman dan gedung DPR/MPR dijadikan rumah sakit darurat,” kata Benny saat dikonfirmasi, Jumat (9/7).

Benny menuturkan, kolapsnya fasilitas kesehatan dan banyaknya pasien Covid-19 yang terlantar harus segera ditangani. Salah satunya dengan membangun sebanyak mungkin RS darurat.

“Karena Rumah sakit sudah penuh sehingga banyak pasien Covid terlantar dan harus tunggu antre berjam-jam,” ucapnya.

Anggota Komisi III DPR itu menyebut, penggunaan gedung DPR dan gedung milik pemerintah lainnya harus dilakukan demi menyelamatkan rakyat.

“Untuk keselamatan rakyat, keselamatan dan kesembuhan pasien Covid,” tegasnya.

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT