Selasa, 30 November 2021

Honda Mobilio Bukan Tidak Laku, tapi Harus Mengalah dengan Brio


FinrollAuto, JAKARTA — PT Honda Prospect Motor (HPM) masih berkutat dengan krisis chip semikonduktor. Hal ini akhirnya menyebabkan perusahaan harus menjadikan Honda Mobilio sebagai tumbal.

Business Innovation and Marketing & Sales Director PT HPM Yusak Billy mengatakan bahwa pabrik saat ini memprioritaskan mobil dengan jumlah pemesanan tertinggi, yakni Honda Brio. Krisis semikonduktor membuat kemampuan produksi Honda terbatas. 

“Saat ini kami prioritaskan produksi Brio karena memang permintaan Brio ini sangat tinggi. Mobilio juga cukup banyak permintaannya, tapi harus mengalah sama Brio,” kata Billy mengutip Tempo, Senin (29/11/2021).

Adapun HPM akan terus memonitor perkembangan krisis chip semikonduktor yang terjadi saat ini. Menurut Billy, produksi Honda di Indonesia di bulan ini sudah mulai meningkat dan akan berlanjut hingga tahun depan. 

Menurut Billy, akibat dari prioritas produksi ini, banyak yang beranggapan bahwa Honda Mobilio tidak laku. Padahal menurutnya, permintaan terhadap LMPV itu cukup tinggi. Dalam satu bulan penjualan Honda Mobilio mencapai 350-400 unit.

“Kemarin di GIIAS juga tidak jelek, on spot sekitar 50 unit. Jadi bukan karena tidak laku, tapi karena chipnya tidak ada, jadi harus ngalah sama Honda Brio,” ucapnya.

Adapun HPM mencatat penjualan mobil pada Oktober 2021 naik 82 persen atau sebanyak 6.104 unit dibandingkan bulan sebelumnya. Lonjakan penjualan ini terjadi setelah sebelumnya, atau September, anjlok 54,2 persen secara bulanan.

Pada September, Honda mengalami kondisi terparah krisis semikonduktor. Produksi mobil Honda di Indonesia merosot 57,8 persen secara bulanan. Akan tetapi pada Oktober 2021, produksi naik 94,9 persen menjadi 5.852 unit. Kondisi ini belum sepenuhnya normal, mengingat pada bulan-bulan sebelumnya produksi Honda di Tanah Air mencapai level 7.000–10.000 unit. 



Sumber / Bisnis.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT