Rabu, 14 Juli 2021

“Kartu Kesehatan Covid-19” Jadi Syarat Wajib untuk Masuk Mall hingga Transportasi Umum di Perancis


Perancis mewajibkan semua orang menunjukkan kartu kesehatan Covid-19 mulai Agustus, jika ingin memasuki restoran, kafe, pusat perbelanjaan (mall), rumah sakit, atau naik kereta jarak jauh di negaranya.

Aturan itu diumumkan Presiden Perancis Emmanuel Macron, ketika negara itu memperketat pembatasan untuk menahan lonjakan kasus akibat varian Delta

Kartu kesehatan Covid-19 (digital) tersebut, menunjukkan bahwa seseorang telah divaksinasi atau memiliki tes Covid negatif terbaru.

Syarat itu akan sama-sama diperlukan bagi siapa pun yang berusia di atas 12 tahun untuk memasuki bioskop, teater, museum, taman hiburan, atau pusat budaya setidaknya mulai 21 Juli, kata presiden, dalam upaya untuk menekan lebih banyak orang Perancis mengambil vaksin Covid-19.

“Anda sudah mengerti – vaksinasi tidak serta merta wajib bagi semua orang, tetapi kami akan memperluas izin kesehatan secara maksimal, untuk mendorong maksimal Anda untuk pergi dan divaksinasi,” kata Macron melansir Guardian pada Senin (12/7/2021) .

Macron juga mengumumkan vaksinasi Covid-19 wajib untuk pekerja di layanan kesehatan dan di panti jompo.

Pemeriksaan vaksin terhadap para pekerja tersebut akan dimulai pada September, dengan risiko sanksi atau denda bagi yang tidak mematuhinya.

Vaksin wajib juga berlaku untuk semua sukarelawan atau staf yang berhubungan dengan orang lanjut usia atau orang yang rentan di rumah mereka, termasuk bantuan di rumah.

“Negara kami menghadapi lonjakan epidemi di seluruh wilayah kami, di daratan Perancis serta di luar negeri,” kata Macron di awal pidato yang disiarkan televisi.

“Situasinya terkendali, tetapi jika kita tidak bertindak sekarang, jumlah kasus akan meningkat secara signifikan dan akan menyebabkan peningkatan rawat inap,” katanya.

CIMB NIAGA

Ancaman Varian Delta Perancis telah memvaksinasi 40 persen dari populasinya dan vaksin tersedia secara luas untuk siapa saja yang berusia 12 tahun ke atas.

Macron mengatakan dosis tersedia dan mendesak orang Perancis melakukan tugas “kewarganegaraan” mereka untuk mendapatkan vaksin Covid-19, yang akan diakui dengan lebih banyak kebebasan.

Sementara, pemerintah akan “melakukan pembatasan khusus pada yang tidak divaksinasi daripada pada semua orang”, ujarnya.

Setelah pidato Macron, situs pemesanan medis Perancis, Doctolib, melaporkan banyaknya orang yang ingin membuat janji untuk vaksinasi Covid-19.

Perancis juga akan meniadakan tes Covid-19 gratis mulai musim gugur. Semenjak aturan itu berlaku, orang tanpa resep dokter harus membayar sendiri tesnya.

“Ini untuk mendorong vaksinasi daripada melakukan banyak tes,” kata Macron. Pengumuman Macron mewakili perubahan arah bagi pemerintah setelah beberapa bulan secara bertahap mencabut pembatasan.

Pemerintah Perancis dan penasihat kesehatan khawatir dengan kecepatan penyebaran varian Delta. Menteri Kesehatan Olivier Veran menyebut varian Delta sebagai “musuh baru”, karena jauh lebih menular daripada jenis sebelumnya.

Guardian melaporkan pada Senin (12/7/2021), jumlah kasus baru Covid-19 Perancis melonjak menjadi sekitar 4.200 sehari, menurut angka resmi terbaru yang tersedia.

Adapun jumlah kematian di rumah sakit, dalam empat dalam 24 jam terakhir terbilang rendah. Sekitar 7.000 orang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 di Perancis.

Kebijakan Covid-19 terbaru Eropa

Langkah-langkah itu juga menyorot berbagai strategi yang diikuti di sebagian besar negara Eropa. Pemerintah Inggris, pada Senin (12/7/2021) mengumumkan akan melanjutkan rencana “Hari Kebebasan” minggu depan, dengan mencabut sebagian besar pembatasan pandemi di Inggris.

Italia telah mewajibkan vaksinasi virus corona bagi petugas kesehatan dan apoteker.

Di Denmark, restoran dan acara publik memerlukan kartu digital, yang menunjukkan bahwa pemegangnya telah divaksinasi penuh atau baru saja menjalani tes negatif.

Beberapa negara bagian Jerman memerlukan hal yang sama untuk restoran.

Sumber : kompas.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT