Tak Cuma Bangun Infrastruktur, Ke Mana Larinya Uang Pajak RI?

  • Bagikan
finroll tak cuma bangun infrastruktur, ke mana larinya uang pajak
finroll tak cuma bangun infrastruktur, ke mana larinya uang pajak

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan uang pajak tidak hanya digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur saja. Tapi banyak hal, terutama saat pandemi Covid-19.

Menurutnya, selama pandemi Covid-19 uang pajak sangat penting untuk menangani dampaknya baik dari sisi kesehatan hingga perekonomian. Dari sisi kesehatan yakni membiayai masyarakat yang terinfeksi Covid-19 di Rumah Sakit, memberikan insentif bagi tenaga kesehatan, menyediakan obat-obatan hingga APD.

Dari sisi perekonomian, memberikan bantuan sosial terutama bagi masyarakat miskin yang paling terdampak Covid-19. Juga memberikan bantuan bagi UMKM serta insentif perpajakan bagi sektor usaha.

“Selama ini kita selalu bicara hasil pajak seolah-olah hanya untuk bidang yang mudah dilihat seperti membangun infrastruktur sekolah. Namun sebetulnya pajak juga membangun berbagai hal yang luar biasa penting,” ujarnya dalam Pajak Bertutur, Rabu (25/8/2021).

“Jajaran tenaga kesehatan yang selama 17 bulan bertarung menghadapi covid-19 di lini terdepan mereka mendapatkan tunjangan dan dukungan termasuk perlindungan dalam bentuk APD vaksinasi itu semuanya adalah dari pajak. Pajak juga sangat penting pada saat kita harus membangun rumah sakit dan seluruh penyelenggara negara itu dibiayai oleh pajak,” imbuhnya.

Lanjutnya, dalam kondisi sulit ini, uang pajak juga hadir memberikan bantuan bagi sektor pendidikan melalui pemberian kuota internet bagi murid serta tenaga pendidik. Ini disalurkan melalui kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama.

“Jajaran dan seluruh para pendidik di Indonesia baik itu di sekolah negeri madrasah itu semua mendapatkan dukungan dari pajak. Ada 35,95 juta murid-murid penerima bantuan internet termasuk mahasiswa, para murid sekolah negeri, madrasah, pesantren dan juga tenaga pendidik, dosen, guru. Inilah yang merupakan salah satu hal yang perlu kita sadari, negara yang kuat dari sisi penerimaan pajak nya dia akan juga kuat untuk bisa melindungi bangsanya,” jelasnya.

Bendahara negara ini menjelaskan, untuk insentif dari uang pajak selama masa pandemi ini diberikan untuk banyak sektor. Pembebasan PPN untuk sektor properti, diskon PPnBM, PPh Pasal 21 karyawan ditanggung pemerintah (DTP) hingga PPh UMKM Final DTP.

“Ini adalah wujud nyata dari instrumen pajak yang bisa bermanfaat untuk memberikan perlindungan dan juga memberikan manfaat pada saat masyarakat dan dunia usaha membutuhkan. Inilah Apa yang disebut konsep saling terus bergotong-royong. Oleh karena itu pajak adalah tulang punggung penting bagi suatu negara, tidak ada negara merdeka di manapun di dunia yang tidak mengumpulkan penerimaan pajak,” tegasnya.

Sumber : cnbcindonesia.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

-->