Selasa, 14 September 2021

Viral Video Lampu “Disko” di Masjid Istiqlal, Ini Penjelasannya


Baru-baru ini beredar sebuah video di media sosial yang menampilkan pencahayaan atau lighting warna-warni di dalam Masjid Istiqlal, Jakarta. Rekaman pencahayaan berdurasi 42 detik itu ramai diperbincangkan netizen, karena dianggap tidak sepatutnya tempat peribadatan dilengkapi fasilitas laiknya lampu ‘disko’.

Hal ini sebagaimana diunggah oleh Fahmi Alkatiri melalui akun Twitter @FKadrun. Unggahan video ini telah disaksikan oleh 433.900 orang.

Bagaimana duduk perkara sebenarnya? Sejatinya, konsep lighting Masjid Istiqlal tidaklah seperti yang terekam dalam video. Sebab, pencahayaan warna-warni tersebut merupakan bagian dari proses maintenance.

Hal ini dijelaskan oleh Perencana Tata Cahaya Revitalisasi Masjid Istiqlal A Danang Ismoyo kepada Kompas.com, Minggu (12/9/2021). Dia mengatakan, pencahayaan yang terekam dalam video tersebut merupakan bagian dan proses maintenance biasa yang rutin dilakukan setiap 6-12 bulan sekali. “Seharusnya tidak ada warna-warni di langit-langit Masjid Istiqlal. Jika ada warna-warni, berarti sedang dalam tahap maintenance,” kata Danang. Menurut dia, tata cahaya yang dibawa ke dalam Masjdi Istiqlal berkonsep cahaya ‘Nur’. Sementara, warna putih terdiri dari berbagai macam warna, termasuk red, green, blue (RGB). Adapun lampu masjid menggunakan LED red green blue amber white (RGBAW). Pemilihan teknologi terbaru tersebut akan memberikan warna cahaya seperti cahaya matahari.

“Memang benar ruangan interior Masjid Istiqlal dapat ‘diwarnai’ sesuai keinginan dengan menggunakan teknologi ini. Tapi konsep yang sudah diprogram tidak akan menampilkan hal tersebut,” jelasnya. Dengan demikian, tampilan lampu warna-warni yang terekam pada video yang beredar di media sosial akan terjadi saat proses maintenance atau pemeriksaan kualitas pencahayaan lampu.

“Sebagai bangunan publik, apalagi tempat ibadah, tidak mungkin melarang jemaah untuk melakukan ibadah di dalam masjid saat maintenance,” tuturnya. Danang menjelaskan, saat proses maintenance harus melalui proses pemeriksaan satu per satu jaringan kabel ke ruang kontrol. Hal ini mengingat di ruang void interior masjid terdapat 3.300 lampu RGBAW. “Masing-masing memiliki IP address sendiri. Jika ada yang tidak beres, harus dikoordinasikan dengan ruang kontrol,” ujar dia.

Pada hari tertentu khususnya malam hari, semua lampu di langit-langit Masjid Istiqlal akan menyala putih. Konsep ini akan membuat ruangan masjid terang layaknya saat beribadah di luar ruangan.

Sehingga, masyarakat yang beribadah akan merasa seperti di bawah terik matahari, terang, saat siang hari, dan layaknya berada di bawah naungan awan. “(Itu) Biasa dilakukan di Masjidil Haram. Rasa ini yang dibawa ke dalam Istiqlal,” imbuhnya. Intinya, dengan teknologi yang ada, cahaya lampu akan berjalan seperti awan, terkadang menyuguhkan nuansa terik maupun terang. “Semuanya dilakukan dengan ritme yang subtle dan tenang. Bukan ajep-ajep,” tandasnya.

Sebagai informasi tambahan, Masjid Istiqlal didesan menggunakan teknologi pintar tata cahaya terbaru yakni smart lighting. Ribuan lampu diberikan IP address. Satu IP address mengendalikan 20 lampu. Pengaturan lampu bisa melalui aplikasi Pharos dari smartphone yang khusus dipegang pengelola Masjid Istiqlal.

Di ruang utama void Masjid Istiqlal terpasang 300 titik lampu utama dan 3.300 titik lampu ambiens. Lampunya menggunakan LED RGBAW. Dengan teknologi itu, saat di dalam Masjid Istiqlal terasa terang seperti sedang di luar ruangan. Namun, nuansanya tidak panas terik, melainkan seperti cahaya yang sedang tertutup awan. Kemudian, ruangan kubah dalam memakai teknologi Dynamic White sebanyak 192 lampu. Hasilnya, kubah dalam Masjid Istiqlal bisa berubah warna dari full white ke warm white yang bernuansa agak kuning. Sementara kubah luar Masjid Istiqlal memakai konsep cahaya bulan. Ada 20 lampu LED RGB 100 watt di sekeliing kubah dengan pilihan warna mengimitasi cahaya bulan. Ada full moon, red moon dan blue moon. Cahaya putih untuk kubah luar dirancang mengikuti siklus bulan. Jika bulan purnama, lampu akan dinyalakan 360 derajat.

Jababeka industrial Estate

Jika sedang bulan sabit, ada titik lampu yang dimatikan separuh, lalu efek ini dirotasi. Sehingga orang bisa melihat efek bulan sabit di kubah Masjid Istiqlal secara 360 derajat. Perlu diketahui, renovasi Masjid Istiqlal dilakukan sejak Mei 2019 kemudian diresmikan Presiden Jokowi pada Januari 2021 lalu. Menelan anggaran sebesar Rp 511 miliar. Renovasi meliputi penataan kawasan, pekerjaan struktur, pekerjaan arsitektur berbasis bangunan cagar budaya, mechanical electrical plumbing (MEP), tata udara dan tata cahaya, pekerjaan interior, serta signage.

Sumber : Kompas.com

Komentar

mood_bad
  • Belum ada komentar.
  • Tambahkan komentar

    BACAAN TERKAIT