Connect with us

Nasional

Raja Ampat Kampanyekan Penggunaan Tumbler Untuk Kurangi Sampah Plastik

Published

on


Raja Ampat Kampanyekan Penggunaan Tumbler Untuk Kurangi Sampah Plastik

Finroll.com – Pemerintah Kabupaten Raja Ampat Papua Barat, saat ini terus menggencarkan kampanye penggunaan tumber (tempat isi ulang air minum). Hal ini dilakukan agar kebersihan lingkungan terjaga.

“Para pemangku kepentingan pariwisata yang ada di Raja Ampat berkomitmen menjaga kebersihan laut sehingga keindahan laut Raja Ampat tetap lestari,” imbuh Bupati Raja Ampat, Abdul Faris di Waisai, Kamis (29/11).

Menurutnya, apabila pengunaan tumbler bisa diaplikasikan secara maksimal maka sampah botol plastik akan berkurang, begitu juga sampah plastik pada umumnya.

Baca Lainnya: Ikan Paus Mati di Wakatobi Makan Sampah, Apa Kata Menteri LHK?

Meski demikian, hal ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah namun juga lembaga konservasi yang ada di Raja Ampat harus mendorong masyarakat setempat, untuk mengkampanyekan kebersihan laut dari cemaran sampah plastik.

Abdul menegaskan, kampanye penggunaan tumbler ini tidak hanya berlaku kepada warga lokal, namun para wisatawan juga didorong mulai menerapkan hal yang sama. Baik ketika melakukan aktivitas di wilayah perairan maupun destinasi wisata.

Diharapkan, kedepannya kampanye ini bisa menjadi salah satu upaya tegas pemerintah dan stakeholder terkait agar pembatasan penggunaan plastik bisa berdampak positif untuk menjaga lingkungan, dan mencegah dampak sampah plastik kepada biota laut.

Sumber : Antara

Advertisement Valbury

Nasional

Baduy Minta Dihapus dari Tempat Wisata, Lebak Belum Bersikap

Published

on

By

Warga Baduy Luar saat antre untuk melakukan pencoblosan Pemilu 2019 di Desa Kanekes, Lebak, Banten, 17 April 2019. Kini warga Baduy minta dihapus dari tujuan lokasi wisata. (ANTARA FOTO/ Dziki Oktomauliyadi)

Finroll.com, Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, belum bisa bersikap mengenai surat terbuka dengan cap jempol tiga jaro (kepala desa) Suku Baduy minta dihapus sebagai tujuan lokasi wisata.

Alasannya, pemkab belum menerima surat penghapusan perkampungan Baduy dari destinasi wisata di Indonesia tersebut.

“Kita kan belum dikasih tembusannya, kita baru tahu dari media nih, jadi langkah kami nanti kita konfirmasi dulu ke Jaro pemerintah, ke Puun, dari situ kita secepatnya konfirmasi ke mereka,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Lebak, Imam Rismahayadi, ditemui di ruangannya, Rabu (8/7).

Para Jaro dan Puun Kampung Adat Baduy itu berada di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.

Menyikapi permintaan dari suku Baduy tersebut, Pemkab Lebak mengapresiasi atas surat terbuka yang juga dikirimkan ke Gubernur Banten dan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu. Pasalnya surat itu bertujuan untuk memperbaiki kawasan Adat Baduy.

“Semoga ini jadi awal yang baik bagi Baduy ke depan. Kita serap dulu aspirasi mereka, nanti kami tindak lanjuti, kita ikuti. Kalau melihat kinten-nya untuk kebaikan, menjaga alam, menjaga tradisi, sesuai aturan adat,” terangnya.

Sementara itu, pihak tour and travel yang biasa melayani perjalanan ke perkampungan Suku Baduy mengaku kecewa andai kawasan adat itu ditutup sebagai destinasi wisata. Pasalnya, minat orang untuk mengetahui Baduy dan menikmati keindahan alamnya dinilai sangat tinggi.

“Kalau benar ditutup sayang banget, karena itu asetnya orang Lebak, kalau Baduy ditutup. Baduy itu identik dengan Lebak. Jangan ditutup, harusnya diberi arahan yang betul, agar [wisatawan] tidak membawa sampah ke atas,” kata pengelola tour and travel Alenta Jaya, Agus Solihan di tempat yang sama.

Agus mengaku kerap membawa wisatawan ke Baduy, bahkan sampai 300 orang. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara, dia membatasinya hanya boleh empat orang saja untuk satu kali perjalanan.

Dia mengklaim selalu menyarankan wisatawan yang dibawanya untuk tidak menggunakan tempat minum plastik dan harus memakai botol/gelas sendiri (tumbler). Kemudian pemandu wisata (guide), harus mengingatkan para wisatawan yang dituntunnya agar membawa kembali sampah masing-masing ke bawah dan tidak membuangnya di wilayah perkampungan Baduy sekitarnya.

“Di Baduy sebenernya bersih, kalau sekarang termakan zaman, berubah karena ulah wisatawan juga, karena akses bisa masuk siapa saja. Untuk menjaga wisatawan itu kan sebenarnya ada di guide. Harusnya sih masyarakat adat mereka itu yah, harusnya pemerintah masuk ke dalam, mengelola sampah,” kata Agus.

Sebelumnya, empat perwakilan lembaga adat Baduy mengirim surat terbuka ke Presiden Jokowi. Surat tertanggal 6 Juli 2020 tersebut berisi tentang Baduy minta dihapus dari destinasi wisata Indonesia.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Nasional

200 Siswa Positif, Secapa TNI AD Bandung Jadi Klaster Baru

Published

on

By

Petugas kesehatan mengambil sampel darah warga saat Rapid Test covid-19 secara Drive-Thru di Taman Balai Kota Bandung. (ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)

Finroll.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengumumkan klaster baru Covid-19 di dua zona, yakni industri dan institusi pendidikan kenegaraan. Kedua klaster itu kini menjadi perhatian serius pemerintah provinsi Jabar.

Klaster industri berada di pabrik Unilever di Kabupaten Bekasi. Sedangkan, klaster kedua merupakan klaster institusi pendidikan di Bandung raya dengan 200 siswa terkonfirmasi positif berdasarkan pemeriksaan Swab.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Berli Hamdani menuturkan, untuk klaster institusi pendidikan yang dimaksud salah satunya terjadi di Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa TNI AD) yang berlokasi di kawasan Hegarmanah, Kota Bandung.

“Institusinya saat ini baru yang teridentifikasi baru di Secapa Sukajadi. Saat ini sudah dilakukan pemeriksaan mulai dari rapid test kemudian dari hasil rapid test sudah di tes swab oleh tim Kesdam (Kesehatan Daerah Militer),” ucap Berli dalam jumpa pers di Bandung, Rabu (8/7).

Tak hanya pemeriksaan corona, Berli menyampaikan bahwa tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar dan Kota Bandung sudah meminta para siswa Secapa AD yang terpapar virus untuk melakukan isolasi mandiri. Kawasan Secapa AD juga sudah melaksanakan penyemprotan disinfektan.

Berdasarkan hasil sementara tes swab di Secapa AD, Berli mengatakan, ada sekitar 200 siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19. Beberapa di antaranya ada yang dirawat di Rumah Sakit Dustira dan RSPAD Gatot Subroto.

“Jumlah yang terkena kemarin kita masih belum fix, perkiraan di atas 200 yang terpapar,” ujar Berli.

Kasus positif baru tersebut, lanjut Berli, sudah dimasukkan ke Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar). “Jadi, terakhir ada 105 dari 126 penambahan kasus itu dari Secapa. Itu bukan rapid tapi swab,” ucapnya.

Berdasarkan pemantauan CNNIndonesia.com di situs pantau Pikobar, terjadi kenaikan kasus selama beberapa hari terakhir. Salah satunya terjadi pada 4-6 Juli 2020.

Jika pada sebelumnya atau pada 3 Juli, terdapat 29 kasus baru, pada esoknya atau 4 Juli jumlah kasus meningkat menjadi 93. Pun demikian dengan jumlah kasus pada 5 Juli dilaporkan kembali terjadi peningkatan menjadi 106 kasus. Lalu, pada 6 Juli naik lagi menjadi 126 kasus.

Ketua Gugus Tugas Penanggulangan covid-19 Jabar, Ridwan Kamil sebelumnya mengatakan terdapat dua klaster baru virus corona di Jabar.

“Daerah Industri, kita sedang lakukan tracing yang masif,” kata Ridwan Kamil dalam keterangan pers di Mapolda Jabar, Selasa (7/7).

Klaster industri, kata Ridwan Kamil, merujuk kasus positif corona yang cukup masif di PT Unilever Indonesia di Kabupaten Bekasi. Pelacakan, lanjut Emil, dilakukan hingga ke tempat tinggal para karyawan, baik di kontrakan hingga indekos.

“Karena itu, kita melakukan tracing dan tracking kepada mereka. Itu sudah terkendali dari sisi penyebaran,” tutur Emil.

Selain sektor industri, Emil menuturkan bahwa ada sejumlah institusi pendidikan kenegaraan yang menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19. Klaster ini berada di wilayah Bandung raya.

“Klaster Kedua ada di institusi pendidikan kenegaraan di Bandung raya. Tidak satu, ada beberapa. Itu juga sudah dikondisikan dan hari ini sampai minggu depan kita akan melakukan tes PCR kepada keluarganya,” ucapnya.

Meski tak merinci institusi yang dimaksud, Emil mengatakan bahwa kemungkinan penyebaran Covid-19 coba diredam dengan pelacakan secara agresif. Untuk satu orang yang positif Covid-19, pihaknya akan melakukan pelacakan minimal kepada 1-4 orang anggota keluarga.

“Kita tes keluarga terdekatnya atau riwayat kontaknya untuk memastikan hal tersebut bisa dikendalikan,” tegasnya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Nasional

Update Corona 8 Juli: 68.079 Positif dan 31.585 Sembuh

Published

on

By

Petugas medis dengan busana APD menunggu warga yang akan melakukan tes usap (swab test) Covid-19, Jakarta, 20 Mei 2020. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Finroll.com, Jakarta – Jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia mencapai 68.079 kasus hingga Rabu (8/7). Sebanyak 31.585 orang dinyatakan sembuh dan 3.359 orang lainnya meninggal dunia.

Pemerintah hari ini berhasil memeriksa sebanyak 22.183 spesimen. Dengan demikian total kumulatif yang telah diperiksa mencapai 968.237 spesimen.

“Dari hasil pemeriksaan ini terjadi penambahan konfirmasi positif 1.853 orang, sehingga total kumulatif menjadi 68.079 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (8/7).

Selain kasus positif, pasien yang dinyatakan telah sembuh juga bertambah sebanyak 800 orang. Sementara pasien yang meninggal dunia bertambah 50 orang.

Angka tersebut merupakan data yang dihimpun Gugus Tugas Penanganan Covid-19 selama 24 jam dari Selasa (7/7) pukul 12.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB siang ini.

Sehari sebelumnya, Selasa (7/7), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat total kasus positif di Indonesia mencapai 66.226 kasus. Di mana sebanyak 30.785 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 3.309 lainnya meninggal dunia.

Yuri mengatakan perkembangan kasus harian ini tidak tersebar merata di seluruh Indonesia. Ada beberapa wilayah yang memiliki pertambahan dengan jumlah tinggi, namun ada beberapa yang tidak sama sekali melaporkan adanya penambahan kasus positif.

Dalam perkembangannya, Jawa Timur kini menjadi provinsi yang mendapatkan perhatian khusus selain DKI Jakarta. Angka positif corona di Jatim terus meningkat, bahkan jumlahnya kini telah melampaui DKI Jakarta.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta perguruan tinggi di Jatim aktif membantu menangani kasus virus corona. Meski saat ini kampus-kampus telah ikut berperan dalam penanganan Covid di Surabaya, namun menurut Muhadjir itu belum dilakukan secara maksimal.

Muhadjir juga berjanji pemerintah pusat akan segera memenuhi fasilitas baik untuk perguruan tinggi maupun di beberapa titik di Jatim dalam rangka mempercepat penanganan Covid-19. Fasilitas itu salah satunya alat tes virus corona.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menargetkan waktu dua pekan untuk kepada Jatim untuk menekan angka kasus positif Covid-19 di Jatim.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku pihaknya masih terus berupaya menekan laju penyebaran virus corona, meski kenyataannya target tersebut meleset karena kasus di Jatim terus meroket.

Ia menegaskan penyekatan-penyekatan dilakukan di kawasan Surabaya Raya, yakni Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik tetap dilakukan. Mengingat, penyumbang kasus terbanyak di Jatim ialah ketiga daerah tersebut.

“Format penyekatan beberapa titik Surabaya Raya. Kami bersama-sama bagi masker di mana saja. Kemudian luaskan jejaring dengan berbagai elemen,” ujar Khofifah kemarin.

Lebih lanjut Pemprov Jatim juga akan mengoptimalkan RS Darurat atau RS Lapangan Covid-19 di Jalan Indrapura Surabaya, dengan one gate system. Melalui one get system itu, maka proses rujukan pasien Covid-19 di Jatim diharapkan bisa lebih efektif, cepat, dan tak menumpuk di satu rumah sakit saja.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending