Connect with us
[adrotate group="1"]

Bulutangkis

Ranking BWF: Anthony Ginting Tembus 3 Besar, Shesar Hiren Juga Naik Peringkat

Published

on


Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting. (PBSI)

Finroll.com, Jakarta – Dua tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Shesar Hiren Rhustavito, berhasil memperbaiki posisinya di ranking BWF. Pada peringkat terbaru BWF yang dirilis Selasa (18/2/2020), keduanya masing-masing naik dua level.

Perbaikan posisi Anthony Ginting dan Shesar Hiren Rustavito tersebut tak lepas dari poin yang diraup dari Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu 2020, pekan lalu. Pada kejuaraan tersebut, tim putra Indonesia sukses menyabet medali emas.

Pada laga final, Indonesia menundukkan Malaysia dengan skor 3-1. Anthony Ginting ikut menyumbang poin pada laga final tersebut, namun Shesar Hiren tak sempat turun karena pertandingan sudah berakhir pada partai keempat. Pemain yang akrab disapa Vito tersebut disiapkan sebagai tunggal ketiga alias main pada partai kelima.

Anthony Ginting naik ke ranking ketiga. Ini merupakan pencapaian terbaiknya sepanjang berkiprah di ajang bulutangkis dunia. Adapun Shesar Hiren kini menempati posisi ke-18.

Tunggal putra Indonesia lainnya, Jonatan Christie, masih bertahan di peringkat delapan. Dia tak memperbaiki posisi karena tampil kurang gereget sepanjang perhelatan Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu 2020. Jonatan ikut menyumbang poin saat menghadapi Filipina di perempat final, tapi kalah pada laga melawan Korsel, India, dan Malaysia.

Tiga ganda putra Indonesia juga masih menguasai posisi lima besar. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menempati peringkat satu dan dua, sedangkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto bercokol di peringkat kelima.

Berikut ini ranking BWF yang baru dirilis Selasa (18/2/2020).

Tunggal Putra

Tunggal putra Indonesia, Shesar Hiren Rustavito. (PBSI)

1. Kento Momota (Jepang) 111.918 poin

2. Chou Tien Chen (Chinese Taipei) 80.548 poin

3. Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia) 78.332

4. Anders Antonsen (Denmark) 78.012 poin

5. Viktor Axelsen (Denmark) 77.168 poin

6. Chen Long (China) 76.880 poin

7. Jonatan Christie (Indonesia) 74.590 poin

8. Shi Yu Qi (China) 66.541 poin

9. Ng Ka Long Angus (Hong Kong) 66.502 poin

10. Sai Praneth (India) 58.567 poin

18. Shesar Hiren Rhustavito (Indonesia) 47.770 poin

22. Tommy Sugiarto (Indonesia) 46.000 poin

Tunggal Putri

Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung. (PBSI)

1. Chen Yu Fei (China) 98.265 poin

2. Tai Tzu Ying (Chinese Taipei) 95.775 poin

3. Akane Yamaguchi (Jepang) 89.600 poin

4. Nozomi Okuhara (Jepang) 87.186 poin

5. Ratchanok Intanon (Thailand) 78.485 poin

6. Pusarla V. Sindhu (India) 72.914 poin

7. He Bing Jiao (China) 70.140 poin

8. Carolina Marin (Spanyol) 68.520 poin

9. An Se-young (Korsel) 64.718 poin

10. Michelle Li (Kanada) 62.379 poin

24. Gregoria Mariska Tunjung (Indonesia) 44.000poin

33. Fitriani (Indonesia) 35.614 poin

38. Ruselli Hartawan (Indonesia) 34.220 poin

Ganda Putra

Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. (PBSI)

1. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (Indonesia) 104.403 poin

2. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia) 101.757 poin

3. Li Jun Hui/Liu Yu Chen (Indonesia) 82.930 poin

4. Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) 82.103 poin

5. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (Indonesia) 77.204 poin

6. Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang) 73.133 poin

7. Lee Yang/Wang Chi-Lin (Chinese Taipei) 66.263 poin

8. Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) 62.368 poin

9. Choi Solgyu/Seo Seung-jae (Korsel) 59.860 poin

10. Satwiksarairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India) 57.500

26. Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso (Indonesia) 41.530 poin

47. Berry Angriawan/Hardianto (Indonesia) 26.710 poin

Ganda Putri

Ganda Putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu. (PBSI)

1. Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (China) 100.110 poin

2. Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (Jepang) 93.233 poin

3. Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang) 91.508 poin

4. Lee So-hee/Shin Seung-chan (Korea Selatan) 79.432 poin

5. Kim So-yeong/Kong Hee-yong (Korsel) 79.432 poin

6. Du Yue/Li Yin Hui (China) 77.656 poin

7. Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang) 74.062 poin

8. Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Indonesia) 71.705 poin

9. Nami Matsuyama/Chiradu Shida (Jepang) 61.021

10. Li Wen Mei/Zheng Yu (China) 59.670 poin

18. Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta (Indonesia) 44.963 poin

34. Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Indonesia) 31.530 poin

Ganda Campuran

Ganda Campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, saat menghadapi pasangan Taiwan Lee Yang/Yang Ching Tun pada laga Indonesia Masters 2020 di Istora, Jakarta, Kamis (16/1). Praveen/Melati menang 20-22, 21-12 dan 21-12. (Bola.com/Yoppy Renato)

1. Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China) 111.802 poin

2. Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (China) 99.312

3. Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand) 82.083 poin

4. Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang) 81.043 poin

5. Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (Indonesia) 76.647 poin

6. Seo Seung-jae/Chae Yu-jung (Korsel) 67.948 poin

7. Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia) 64.950 poin

8. Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (Indonesia) 62.331 poin

9. Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (Malaysia) 61.922

10. Tang Chung Man/Tse Ying Set (Hong Kong) 59.033 poin

15. Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow (Indonesia) 48.815 poin

20. Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari (Indonesia) 45.220 poin

38. Adnan Maulana/Mychelle Crystine (Indonesia) 33.070 poin

(bola.com)

Bulutangkis

BWF Batalkan Empat Ajang Badminton di September

Published

on

By

China Open 2020 dibatalkan karena Covid-19. (Dok. PBSI)

Finroll.com, Jakarta – Federasi Badminton Dunia (BWF) membatalkan empat turnamen di bulan September karena pandemi virus corona (Covid-19).

Keempat turnamen itu adalah: Taipei Open (Super 300), Korea Open (Super 500), China Open (Super 1000), dan Japan Open (Super 750).

Awalnya, Taipei Open akan digelar pada 1-6 September, Korea Open pada 8-13 September, China Open 15-20 September, dan Japan Open pada 22-27 September. BWF membatalkan sejumlah ajang itu dengan alasan kesehatan.

“Keputusan membatalkan turnamen ini dibuat demi kepentingan kesehatan para pemain, penonton, relawan dan anggota asosiasi,” kata Sekretaris Jenderal BWF Thomas Lund dikutip dari situs resmi BWF.

“Kami sangat kecewa harus membatalkan turnamen, tetapi merasa kesejahteraan semua orang yang terlibat adalah yang paling penting saat ini,” ucap Lund menambahkan.

Meski kecewa, BWF tetap mengapresiasi dari anggota asosiasi yang telah berupaya keras guna bisa mewujudkan turnamen itu. Menurut Lund, anggota asosiasi yang akan menjadi tuan rumah turnamen-turnamen itu telah menunjukkan komitmennya kepada BWF.

“Kami berbagi kekecewaan dengan banyak orang di seluruh dunia yang menantikan kembalinya badminton, dan menghargai semua dukungan terus-menerus dari para penggemar dan mitra kami, karena kami terus menavigasi sisa musim 2020,” tutur Lund.

Selanjutnya BWF dan para mitra secara ketat akan memantau dan mematuhi semua pedoman pemerintah tentang turnamen yang akan datang. BWF juga akan memperbarui sisa turnamen tahun 2020.

“BWF akan terus menyesuaikan diri dengan perubahan untuk memastikan setiap kegiatan badminton 100 persen mematuhi aturan dan peraturan Organisasi Kesehatan Dunia [WHO], otoritas kesehatan setempat, dan pembatasan perjalanan internasional serta domestik,” kata Lund.

China Open merupakan turnamen level Super 1000 pertama yang dibatalkan pada tahun ini karena pandemi virus corona. Sebelumnya, All England yang digelar pada 11-15 Maret sukses diselenggarakan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Bulutangkis

Gregoria Jumpa Putri KW di Final PBSI Home Tournament

Published

on

By

Penampilan Gregoria Mariska Tunjung di semifinal PBSI Home Tournament, Jumat (24/7/2020). (PBSI)

Finroll.com, Jakarta – Gregoria Mariska Tunjung melaju ke final Mola TV PBSI Home Turnament sektor tunggal putri setelah menaklukkan Saifi Rizka Nur Hidayah 21-16, 21-13, Jumat (24/7/2020). Di babak final, Gregoria sudah ditunggu Putri Kusuma Wardani yang lebih dulu lolos.

Pada laga kontra Saifi, permainan benar-benar dikendalikan oleh Gregoria. Ia membuat Saifi tidak dapat mengembangkan permainan. Bola-bola sulit dan arahnya tak terduga yang menjadi andalan Gregoria, seringkali gagal diantisipasi lebih awal oleh Saifi.

Satu pengembalian Saifi yang menyangkut di net membuat Gregoria memastikan tempat di final.

“Saifi itu tipe pemain yang ulet, tidak mungkin saya bisa mematikan bola dalam sekali dua kali pukulan saja,” kata Gregoria dalam wawancara selepas pertandingan, seperti dilansir PBSI.

“Saya sudah siap capek karena ada beberapa reli, sedangkan Saifi kurang siap dengan pukulan-pukulan saya dan agak kaget. Waktu saya kasih pengembalian yang mengagetkan, dia tidak bisa mengembalikan dengan baik,” tutur Gregoria.

Di final, Gregoria Mariska Tunjung berpeluang membalas kekalahannya dari Putri di babak penyisihan grup M. Kala itu Gregoria dikalahkan lewat laga sengit rubber game dengan skor 23-25, 22-20, 11-21.

Berlangsung Alot

“Putri postur tubuhnya tinggi, dia bisa mengambil bola dalam beberapa jangkauan saja. Saya harus siap mengolah bola. Dia tidak mudah dimatikan, serangan bagus, diajak reli juga oke. Harus lebih nekad saja,” komentar Gregoria soal Putri.

Gregoria memperkirakan laga final akan berlangsung alot. Ia harus benar-benar mempersiapkan diri dengan mengatur istirahat dan pola makannya.

Babak final akan dimainkan sore ini setelah pertandingan perebutan juara ketiga yang dimulai pukul 15.00 WIB. (Bola.com)(GE)

Continue Reading

Bulutangkis

PBSI Home Tournament: Komang Bikin Kejutan Taklukkan Fitriani

Published

on

By

Penampilan Fitriani pada PBSI Home Tournament, Rabu (22/7/2020). (PBSI)

Finroll.com, Jakarta – Kejutan kembali mewarnai di penyisihan grup Mola TV PBSI Home Tournament sektor tunggal putri. Setelah Ester Nurumi Tri Wardoyo mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum, kini giliran Komang Ayu Cahya Dewi menaklukkan unggulan kedua, Fitriani.

Komang menang dua gim langsung dengan skor 21-13, 21-19. Fitriani sebetulnya berpeluang untuk memperpanjang permainan saat menyusul 17-18 di game kedua.

Namun, Satu pengembalian Fitriani yang keluar lapangan membuat harapannya pupus dan kembali kehilangan gim kedua.

“Saya tidak menyangka bisa menang karena kak Fitri jauh lebih senior dari saya. Tadi yang penting itu semangat. Di awal kak Fitri membuat banyak kesalahan-kesalahan sendiri, lalu di akhir dia mulai main aman dan menekan saya,” jawab Komang, melalui rilis dari PBSI.

“Waktu akhir gim kedua itu saya mencoba mengembalikan fokus dan masuk ke permainan saya lagi. Soalnya kalau mengikuti permainan kak Fitri bisa berbahaya,” ujar atlet binaan PB Djarum ini, tentang pertandingan pertamnya di Mola TV PBSI Home Tournament.

Pelajari Permainan Fitriani

Komang mengatakan telah mempelajari permainan Fitriani. Ia bahkan sampai bertanya kepada para pemain tunggal putri tentang pola permainan Fitriani.

“Pola main kak Fitri itu tahan-tahanan. Hari ini saya merasa kak Fitri tampil di bawah performa dan banyak kesalahan sendiri. Tadi kalau rubber game bisa berbahaya,” ucap Komang. (Bola.com)(GE)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending