Connect with us
[adrotate group="1"]

Medan

Ratusan WNA Asal Bangladesh Ditemukan Dalam Kondisi Kelaparan di Medan

Published

on


Ratusan WNA Asal Bangladesh Ditemukan Dalam Kondisi Kelaparan di Medan

Ditemukan dalam kondisi kelaparan di sebuah toko di Medan, ratusan WNA asal Bangladesh ini tidak memiliki kelengkapan dokumen keimigrasian.

Finroll.com – Saat ini Imigrasi Kelas I khusus Medan masih melakukan pendataan terhadap ratusan WNA asal Bangladesh tersebut. Ratusan WNA tersebut diduga berada di Medan lebih dari sebulan.

Kepala Kantor Imigrasi Medan, Fery Monang Sihite mengatakan, ratusan WNA tersebut sempat diamankan di Mapolrestabes Medan.

“Tadi malam kejadiannya sekitar 23.30 kami bekerja sama dengan kepolisian dan instansi terkait lainnya. Kami dapat informasi bahwa di daerah Medan Sunggal ada WN Bangladesh yang ditempatkan di lokasi tertentu tanpa dilengkapi dokumen seperti paspor. Sampai saat ini kita cari dokumen mereka untuk dilakukan penelitian secara keimigrasian,” kata Fery di Medan, Rabu (6/2).

Diduga meraka disembunyikan oleh oknum agen yang akan mengirim WNA tersebut ke Malaysia. Namun, pihak Imigrasi Medan masih belum bisa memberikan keterangan pasti terkait WNA asal Bangladesh itu.

Saat ini pihak Imigrasi Medan masih terus selusuri informasi kedatangan mereka yang diketahui melalui Bandara International Ngurah Rai, Bali dan Bandara International Adisutjipto, Yogyakarta.

“Belum saya dapatkan informasi soal itu, jadi prioritas saya karena mereka dalam keadaan tidak mendapatkan makanan. Selanjutnya kita coba upayakan agar nanti dokumen keimigrasiannya bisa kami dapatkan. Sampai saat ini kami belum dapat dokumen perjalanan mereka. Namun dari beberapa informasi yang kami dapat sampai dengan pagi tadi mereka masuk melalui Yogyakarta dan Bali. Kalau masuk melalui jalur laut atau udara masih kami gali lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara ini ratusan WNA asal Bangladesh tersebut ditempatkan sementara di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Belawan. Untuk selanjutnya pihak Imigrasi Medan akan mendata dan mendeportsi ke negara asal mereka.

“Tadi sudah kita kirim ke Rudenim karena pertimbangan ruang detensi Imigrasi Klas 1 Medan yang tidak memungkinkan. Sehingga 193 WNA ditempatkan saat ini, sambil menunggu proses yang lebih lanjut di Rudenim Belawan,” ujar Fery.

Berdasarkan keterangan dari salah seorang WNA yang diamankan, ada 21 warga negara Myanmar etnis minoritas-Muslim Rohingya. Namun, Imigrasi Medan belum bisa memastikan apakah ada sebagian etnis Rohingya yang turut dalam rombongan ratusan WNA tersebut.

“Saya tidak bisa berandai-andai. Nanti saya sampaikan ini tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ternyata ini mencari suaka atau mengungsi. Kita akan dapatkan dokumennya dulu kemudian lakukan pengembangan lebih lanjut. Untuk pihak-pihak yang terlibat jika memang ada indikasi tindak pidana keimigrasian tentunya akan kami berikan sanksi sesuai aturan berlaku,” ungkap Fery.

Untuk diketahui, masuknya WNA Bangladesh ke Sumatera Utara tanpa dilengkapi dokumen yang lengkap bukan yang pertama. Pada 17 Desember 2018 lalu, sebanyak 30 warga negara Bangladesh diamankan petugas kepolisian di Pelabuhan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara.

Puluhan warga negara Bangladesh itu diduga akan diselundupkan ke Malayasia. Mereka masuk ke Indonesia melalui jalur resmi. Namun nantinya akan diselundupkan ke Malaysia melalui pelabuhan Tanjung Tiram, Batubara. Kemudian, Rudenim Belawan mendeportasi 30 WNA Bangladesh itu pada 11 Januari dan 12 Januari 2019. (Berbagai Sumber)

Advertisement Valbury

Medan

Bom Medan, Polisi Buru Pelaku Kedua

Published

on

By

Wakapolda Sumatera Utara Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan Tim Densus 88 masih melakukan pengejaran terhadap sosok yang diduga pelaku bom bunuh diri melakukan aksinya di Mapolrestabes Medan. Kepolisian menyebut sosok tersebut sebagai imam.

Terduga pelaku RMN yang meledakkan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11), menurut polisi tak beraksi sendirian.

“Saat ini kita masih mengejar sosok yang disebut imam-nya. Kita sudah mengantongi identitasnya,” kata Mardiaz di RS Bhayangkara Medan, Rabu malam (13/11).

Sejauh ini, kata Mardiaz, Kepolisian telah menggali keterangan dari sejumlah saksi yang diduga memiliki kaitan dengan terduga pelaku bom bunuh diri. Penggeledahan sejumlah lokasi juga telah dilakukan.

“Dari penggeledahan di rumah terduga pelaku bom bunuh diri, ditemukan busur panah dari besi, kemudian ada ditemukan pipa, tapi dari bambu. Dan juga telah dilakukan olah TKP Tim Inafis dan besok kita sampaikan hasilnya” jelasnya

Ledakan terjadi di Mapolrestabes Medan pada Rabu pagi kemarin (13/11). Setelah melakukan penyelidikan, Kepolisian menyebut ledakan tersebut berasal dari bom bunuh diri.

Sekitar pukul 08.20 WIB, RMN tiba di Mapolrestabes Medan. Dia lalu diminta petugas untuk melepaskan jaket dan penutup wajah atau sebo. RMN tidak keberatan.

Dia kemudian menuju gedung tempat pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). RMN sempat berada di ruang tunggu dan berbaur dengan masyarakat yang ingin membuat SKCK.

Setelah itu, RMN menghampiri anggota polisi yang baru selesai apel di lapangan. Saat itulah bom meledak, yakni pada pukul 08.45 WIB. RMN tewas di tempat.

Kepolisian menyebut ada 6 korban luka akibat bom tersebut. Empat diantaranya adalah personel polisi, satu orang pegawai lepas, 1 orang warga sipil. Tak ada korban jiwa selain RMN.

Polisi langsung menggeledah kediaman RMN di Jalan Jangka, Gang Tenteram, Kecamatan Medan Petisah, Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11). RMN merupakan seorang pria kelahiran Medan, 11 Agustus 1995.

Mabes Polri kemudian meminta ada peningkatan kewaspadaan dan pengamanan di seluruh kantor polisi di Indonesia.

“Sesuai dengan standar pengamanan prosedur untuk seluruh anggota Polri melaksanakan peningkatan kewaspadaan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Rabu (13/11).

Continue Reading

Medan

Saksi Bom Medan: Ledakan Kuat Sampai Lantai Bergetar

Published

on

By

Ledakan terjadi di Markas Komando Polres Kota Besar (Polrestabes) Medan sekitar pukul 08.45 WIB, Rabu (13/11). Ledakan diduga merupakan bom bunuh diri.

Berdasarkan keterangan salah seorang saksi bernama Lila yang saat itu sedang mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), ledakan terjadi sangat kuat hingga menimbulkan getaran. “Aku pas di depan ruangan pengurusan SKCK itu. Tiba-tiba bunyi ledakan kuat, sampai bergetar lantai. Setelah itu langsung keluar asap banyak kali,” katanya kepada Antara, Rabu.

Setelah ledakan, katanya, seluruh orang yang berada di dalam ruangan langsung berhamburan keluar. “Kami langsung keluar keluar semua, awalnya sempat dilarang polisi keluar karena takut terjadi ledakan lagi, jadinya kami sempat dijaga,” ujarnya.

Saksi lainnya bernama Adrian mengatakan, pascaledakan terlihat serpihan batu dan kaca berserakan di halaman apel Polrestabes Medan.” Ada tiga truk kepolisian tadi di situ, kaca-kacanya pecah. Banyak batu-batu juga disitu,” ujarnya.

Ledakan diduga merupakan bom bunuh diri dilakukan seorang pria menggunakan atribut pengemudi ojek online dan meledak di sekitar kantin Polrestabes Medan.

Continue Reading

Medan

Polresta Medan Diguncang Bom Bunuh Diri

Published

on

By

Sebuah bom meledak di Polrestabes Medan, Jalan HM Said, Sumatera Utara. Insiden tersebut terjadi pada Rabu (13/11) pagi, sekitar pukul 08.45 WIB.

Informasi yang dihimpun, pelaku berjumlah dua orang. Satu pelaku dilaporkan meninggal karena meledakkan diri. Sementara satu pelaku lain belum diketahui nasibnya.

Kejadian ini pun membuat geger masyarakat Medan. Saat kejadian, Polrestabes Medan sudah mulai melakukan pelayanan kepada masyarakat. Banyak masyarakat yang tengah membuat SKCK untuk keperluan pendaftaran CPNS.

Diduga bom di Polrestabes Medan adalah bom bunuh diri. Belum diketahui jaringan pelaku dan juga korban yang ditimbulkan akibat peristiwa ini.

Saat ini, garis polisi telah dipasang di lokasi kejadian. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending