Connect with us

Sepakbola

Real Madrid Cuma Bisa Menunggu Barcelona Terpeleset Agar Raih Juara La Liga

Published

on


Luka Jovic mencetak gol pertamanya untuk Real Madrid pada laga melawan Leganes. (dok. Real Madrid)

Finroll.com, Jakarta – Real Madrid gagal membawa pulang poin di Estadio Benito Villamarin, Sevilla, Minggu (8/3/2020) pada pekan ke-27 Liga Spanyol. Los Blancos, sebutan Real Madrid, kalah 1-2 dari Real Betis.

Kekalahan tersebut membuat Real Madrid lengser dari puncak klasemen. Posisi teratas kini menjadi milik Barcelona yang mengemas 58 poin, unggul dua angka dari Los Blancos.

Dengan selisih poin yang sedikit, bek Real Madrid, Sergio Ramos percaya timnya masih bisa menyalip Barcelona untuk jadi juara Liga Spanyol. Terlebih, masih ada 11 pertandingan di Liga Spanyol yang dimainkan.

“Masih tersisa banyak pertandingan di Liga Spanyol, kami tidak berhasil membawa pulang angka untuk mempertahankan posisi pimpinan klasemen,” ucap Ramos, seperti dikutip dari situs resmi klub.

“Sekarang saatnya kita harus mampu meraih tiga angka dalam setiap laga. Sementara di waktu bersamaan, kamu menunggu tim yang berada di atas (Barcelona) gagal meraih angka,” kata kapten Real Madrid itu menambahkan.

Pertahanan Real Madrid Lengah

Sergio Ramos tengah berbisik kepada Zinedine Zidane dalam laga Real Madrid Vs Real Betis. (AP Photo/Daniel Ochoa de Olza)

Saat menghadapi Real Betis, Ramos mengakui pertahanan Real Madrid lengah. Bahkan, tim asuhan Zinedine Zidane disebut Ramos tidak memberikan tekanan berarti ke lawan.

“Kami telah lengah dibelakang. Kami seharusnya memberikan tekanan yang lebih besar, lebih keras bertarung dan itulah yang tidak terjadi,” ujar mantan bek Sevilla tersebut.

“Masih tersisa 11 pertandingan lagi dan begitu banyak angka yang dipertaruhkan. Jika kami ingin menjadi juara kami tidak boleh membuang-buang kesempatan,” kata Ramos menegaskan.

 

Sumber asli: Real Madrid

Disadur dari: Liputan6.com (Cakrayuri Nuralam/Edu Krisnadefa, Published 10/3/2020)

(bola.com)

Sepakbola

Liga Inggris Berencana Gunakan Suara Penonton Video Game

Published

on

Finroll – Jakarta,  Liga Inggris berencana menggunakan suara penonton dari video game FIFA 2020 untuk menjaga atmosfer pertandingan sisa musim di masa pandemi virus corona.

Premier League rencananya akan bergulir tanpa penonton pada 17 Juni mendatang. Suara suporter dari video game akan menjadi opsi untuk memeriahkan stadion yang tak akan melibatkan suporter.

Suara bising dari tribune diharapkan bisa jadi penyemangat pemain di lapangan sekaligus menjadi tontonan menarik bagi penggemar yang terpaksa menyaksikan pertandingan di rumah.

Suara tambahan dari video game bakal jadi salah satu usulan yang akan dikemukakan pada rapat lanjutan klub Liga Premier, Kamis mendatang.

Sebelumnya, sejumlah gagasan untuk menjaga atmosfer pertandingan juga bermunculan. Termasuk mosaik atau poster fan yang mewakili klub yang terlibat duel, tayangan replay 360′ serta kamera taktis yang dioperasikan penyedia analisis, Second Spectrum.

Premier League rencananya bakal kembali bergulir pada 17 Juni setelah terhenti sejak Maret karena pandemi Covid-19. Sejumlah klub kontestan sudah kembali berlatih meski tetap melakukan protokol kesehatan yang ketat.

Seluruh pemain, pelatih, maupun staf diwajibkan melakukan tes Covid-19 secara bertahap sejak pertengahan Mei. Tes kesehatan dilakukan untuk mencegah penyebaran corona saat kompetisi Premier League resmi digelar.

Total 92 pertandingan sisa akan disiarkan langsung di media partner seperti Sky Sports dan BT Sports. Selain itu Amazon Prime dan BBC juga mendapat jatah hak siar di sejumlah pertandingan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Sepakbola

Virus Corona Buat Pendapatan Ronaldo dan Messi Merosot

Published

on

By

FINROLL.COM — Pendapatan dua megabintang sepak bola, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi masih kalah dari petenis berperingkat empat dunia, Roger Federer, gara-gara pandemi virus corona.

Dikutip dari Mirror, Federer merupakan atlet dengan pendapatan paling tinggi dalam satu tahun terakhir. Dengan total bayaran mencapai 86,2 juta poundsterling atau setara dengan 1,5 triliun selama 12 bulan belakangan, Federer berada di posisi puncak.

Angka 86,2 juta poundsterling yang diraih Federer pada tahun ini didapat dari pensponsoran. Pada tahun lalu, pendapatan petenis asal Swiss tersebut 81 juta poundsterling.

Dengan rekor itu, Federer menjadi petenis pertama yang bisa berada di posisi teratas dalam daftar tahunan versi Forbes. Prestasi tersebut membuat Federer naik tiga peringkat dari tahun lalu (posisi keempat) di mana Lionel Messi menjadi pemuncak daftar.

Pada tahun ini, La Pulga, julukan Messi harus puas berada di peringkat ketiga dengan total pendapatan 84 juta poundsterling.

Pemasukan Messi itu masih kalah dari pesaingnya, Cristiano Ronaldo, Striker Juventus itu hanya unggul sedikit atas Messi setelah memiliki pendapatan 85 juta poundsterling.

“Pandemi virus corona memicu pemotongan gaji untuk bintang sepak bola, Messi dan Ronaldo, membuka jalan bagi pemain tenis untuk naik peringkat sebagai atlet dengan bayaran tertinggi di dunia untuk pertama kalinya,” kata Editor Senior Forbes, Kurt Badenhausen.

“Federer adalah orang lapangan yang sempurna bagi perusahaan, menghasilkan portofolio pensponsoran yang tidak tertandingi dari merek-merek chip biru bernilai US$100 juta setahun untuk tenis yang hebat,” tutur Badenhausen.

Di bawah Federer, Ronaldo, dan Messi secara berurutan ada Neymar, trio pebasket LeBron James, Stephen Curry, dan Kevin Durant. Dari posisi kedelapan hingga 10 menjadi milik pegolf Tiger Woods serta dua pemain american football Kirk Cousins dan Carson Wentz.

Tyson Fury yang berada di peringkat ke-11 jadi petinju dengan bayaran tertinggi. Sementara itu, Naomi Osaka yang berada di posisi ke-29 menjadi atlet wanita dengan bayaran tertinggi. (sry)

Continue Reading

Sepakbola

Penonton Berpeluang Datang ke Wembley Saat Final Piala FA

Published

on

By

FINROLL.COM — Federasi Sepak Bola Inggris (FA) disebut sedang mempertimbangkan rencana memperbolehkan penonton hadir di dalam stadion saat final Piala FA pada 1 Agustus mendatang.

Dikutip dari Mirror, maksimal 10 ribu suporter dari masing-masing tim bisa menyaksikan final Piala FA secara langsung di Stadion Wembley.

Target membawa 20 ribu penonton dari kedua klub pada final Piala FA nanti bisa terwujud asalkan tingkat infeksi virus corona di Inggris turun di bawah separuh.

Salah seorang pejabat senior di Stadion Wembley optimistis pihaknya bisa mengontrol aliran suporter baik saat masuk maupun keluar stadion.

Dengan aturan lockdown yang mulai mereda di Negeri Ratu Elizabeth itu, situasi akan berbeda bisa terjadi dalam dua bulan ke depan.

Menjauhkan suporter dari sisa pertandingan di Liga Inggris di masa pandemi Covid-19 dipandang sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Meskipun langkah itu diambil sebagai antisipasi menghindari lonjakan kedua dari infeksi virus corona.

Akan tetapi, otoritas sepak bola di Inggris yakin mereka bisa diberikan lampu hijau kembali menggelar pertandingan dengan penonton di beberapa stadion melalui percobaan secara bertahap pada musim depan yang diperkirakan dimulai September.

“Suporter akan diizinkan kembali untuk menyaksikan olahraga di beberapa tahap, tidak hanya di sepak bola. Kami tahu tidak ada peluang stadion terbuka untuk penonton dan kapasitasnya dipenuhi,” ucap seorang administrator sepak bola.

Administrator itu menyebut diskusi untuk mengembalikan penonton ke stadion secara bertahap telah dilakukan, namun harus memenuhi izin dari pemerintah.

“Itu [penonton kembali] dimulai dari angka yang lebih kecil dan dalam jumlah bisa diatur, dan Wembley kemungkinan jadi tempat yang bagus untuk memulai, karena merupakan stadion terbesar di negara ini,” kata administrator. (sry)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending