Connect with us

Nasional

Redakan Trauma, 20 Psikolog TNI-Polri Dampingi Keluarga Korban Lion Air

Published

on


Redakan Trauma, 20 Psikolog TNI-Polri Dampingi Keluarga Korban Lion Air

Finroll.com– Sejumlah 20 psikolog TNI-Polri terus mendampingi keluarga korban Lion Air JT610. Hal ini  dilakukan untuk membantu keluarga korban melalui masa sulit setelah kehilangan anggota keluarga.

“Untuk pelaksaan pendampingan, ada sekitar 20 orang psikolog dari Diro Psikologi Mabes Polri, Psikologi Rumah Sakit, dan tambahan dari Psikologi TNI AU,” ujar Kepala Rumah Sakit Bhayangkara RS Sukanto, Jakarta Timur, Kamis (1/11) yang dikutip dari Antaranews.

Baca Lainnya: Nilai Ganti Rugi Korban Lion Air JT610 Sebesar Rp1,25 Miliar Per Orang

Anggota Tim Pendampingan Psikologi, AKP Angelia menjelaskan, kondisi keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 beragam. Ada yang sudah bisa menerima keadaan kehilangan anggota keluarga, dan ada yang belum.

“Yang pasti, tidak bisa kami sampaikan dalam bentuk angka karena psikologis, tapi bagi siapa yang datang mau mencurahkan, akan kita terima dan dampingi,” paparnya.

Menhub minta Lion Air juga ikut beri pendampingan keluarga korban

Menteri Perhubungan Budi Karya, sebelumnya juga meminta pihak Lion Air ikut turun tangan dalam memfasilitasi keluarga korban kecelakaan. Ia meminta agar pihak maskapai bisa bekerja sama dengan Polri.

“Saya juga minta kepada Lion Air bertanggung jawab agar bisa memberikan fasilitas yang baik dan ramah. Memberikan semacam satu komunikasi psikologis bersama-sama Polri agar keluarga korban tetap semangat,” ujarnya di RS Polri Jakarta Timur, (30/11) yang dikutip dari CNN Indonesia.

Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala menyebut jika pihaknya sudah mempersiapkan dan melakukan pendampingan psikologi kepada keluarga korban di posko utama.

Nasional

Tiga Negara Terbitkan Peta Laut Elektronik Selat Malaka-Singapura Edisi Terbaru

Published

on

Keterangan foto : MSS-ENC terbaru edisi ke-6

Finroll.com — Kantor Hidrografi dari dari tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura, bersama dengan Japan Hydrographic Association (JHA), secara resmi mengumumkan rilis edisi ke-6 Peta Laut Elektronik Selat Malaka dan Singapura/Malacca and Singapore Straits-Electronic Navigational Chart (MSS ENC), Kamis (17/10/2019).

Edisi ke-6 dari MSS ENC merupakan edisi yang terbaru, menggantikan edisi ke-5 yang terbit pada tanggal 15 November 2016.

Selesainya edisi ke-6 MSS ENC tidak lepas dari kerjasama dan komunikasi yang baik dari ketiga negara yang dimulai sejak kegiatan 2nd MSS ENC Workshop 18-19 Juni 2019 di Jakarta sampai dengan hari ini, dimana Indonesia sebagai koordinatornya.

Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos, S.H, M.H mengatakan bahwa edisi ke-6 MSS ENC terdiri dari 6 cell yang meliputi Selat Malaka mulai dari One Fathom Bank, Perairan Riau Indonesia hingga Selat Singapura bagian timur. MSS ENC ini adalah ENC resmi, yang memenuhi standar dan spesifikasi International Hydrographic Organization (IHO).

Penggunaannya bersama dengan ECDIS akan memenuhi persyaratan dari konvensi Safety Of Life At Sea (SOLAS) tentang keselamatan navigasi kapal-kapal.

“MSS ENC menjadi model kerjasama regional antar kantor hidrografi suatu negara yang menjadi percontohan organisasi hidrografi internasional lainnya” kata Chief Hydrographer Indonesia tersebut.

Sementara itu, Kadispeta Pushidrosal, Kolonel Laut (P) Oke Dwiyana, S.H, M.M menambahkan bahwa terkait keselamatan pelayaran pada 5 area critical yaitu batu berhanti, karang banteng, selatan Pulau Sebarok, Cape Richardo dan one fathom bank, dibuat dengan high density bathymetri menggunakan kerapatan contour 1meter.

MSS ENC edisi ke-6 menggabungkan data-data baru dari survei hidrografi bersama di Selat Malaka dan Selat Singapura yang dilakukan oleh Indonesia, Malaysia dan Singapura pada tahun 2018.

Mengingat bahwa Selat Malaka dan Selat Singapura adalah salah satu rute pelayaran tersibuk di dunia, pembaharuan data pada MSS ENC ini akan meningkatkan tingkat keamanan dan keselamatan navigasi serta efisiensi untuk kapal yang lewat di kedua selat tersebut.

Malacca Singapore Strait Electronic Navigational Charts (MSS ENC) adalah produk ENC dari negara littoral states yaitu, Indonesia, Singapura, Malaysia, di Selat Malaka dan Selat Singapura sejak tahun 2005, bersama Japan Hydrographic Assosiation /JHA, sebagai distributor ENC.

MSS-ENC dibuat untuk keselamatan pelayaran di Selat Malaka dan Selat Singapura, yang dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran terpadat di dunia.(red)

Continue Reading

Nasional

Bakamla RI (Indonesian Coast Guard) Bakal Tambah Tiga Kapal Patroli Baru

Published

on

Finroll.com — Bakamla RI (Indonesian Coast Guard) bakal memiliki tambahan 3 unit kapal patroli baru yang merupakan karya anak bangsa.

Peresmian masuknya 3 unit Kapal Negara (KN) ke jajaran Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) itu secara resmi akan dilangsungkan dalam suatu upacara yang akan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Ka Bakamla RI) Laksdya Bakamla A. Taufiq R., di Galangan PT. Citra Shipyard, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Jumat (18/10/2019).

Adapun pemberian nama dan penempatan tugas dari ketiga kapal negara itu masing-masing sbb: KN Pulau Nipah-321 akan ditugaskan mengabdi di wilayah Zona Barat (Batam).

Pemberian nama kapal ini diangkat dari nama sebuah pulau terluar Indonesia yang terletak di perbatasan Indonesia – Singapura, merupakan wilayah dari pemerintah kota Batam, provinsi Kepulaian Riau.

Pulau ini berada di sebelah barat laut dari pelabuhan Sekupang di Pulau Batam yang dapat dilihat dalam jalur perjalanan ferry dari Pelabuhan Sekupang menuju Nipah adalah 1°9’13” LU, 103°39’11” BT, sejak Indonesia dipimpin Presiden Megawati mulai direklamasi karena hampir tenggelam.

Saat ini kawasan tersebut ditempati prajurit TNI di bawah Komando Lanal Batam.

Sementara itu KN Pulau Marore-322 ditugaskan memperkuat jajaran Zona Tengah di Manado. Pulau Marore adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Laut Sulawesi dan berbatasan dengan Filipina.

Pulau Marore ini merupakan bagian dari wilayah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Pulau ini berada di sebelah utara dari Pulau Sangihe dengan koordinat 4°44’14” LU, 125°28’42” BT.

Sedangkan KN Pulau Dana-323 akan ditugaskan untuk memperkuat jajaran Zona Timur, berkedudukan di Ambon. Pulau Dana, Pamana, atau Dana, Dona dan Ndana adalah sebuah pulau terluar Indonesia yang terletak di sebelah Barat Daya Pulau Rote dan berbatasan dengan negara Australia.

Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau ini merupakan wilayah paling selatan dari Republik Indonesia juga Benua Asia secara keseluruhan.

Masing-masing KN tersebut memiliki panjang 80 meter, lebar 7.90 meter, tinggi 14.4 meter, kecepatan hingga mencapai 22 knot dan memiliki mesin penggerak 2 unit MAN/2862LE433. Konstruksi kapal baru ini terbuat dari bahan baja.

Ketiga kapal patroli sepanjang 80 meter milik Bakamla RI yang digarap sejak 3 Oktober 2017 itu diketahui merupakan tipe kapal patroli yang dibangun di Indonesia, dimana seluruh tahapan pembangunan kapal mulai perencanaan desain hingga konstruksi fisik dan instalasi sistem murni dilaksanakan oleh tenaga ahli putra-putri bangsa dengan pengawasan penuh oleh Satgas pembangunan kapal Bakamla RI.

Ketiga kapal tersebut telah melalui serangkaian tahapan dengan sangat baik selama proses pembuatannya di galangan, mulai tahap pembangunan, launching pengapungan kapal pertama kalinya di air, hingga tahap pengujian yang terdiri atas tiga rangkaian yaitu Uji Kelaikan Pabrik, Kelaikan Dermaga, dan Uji Kelaikan Laut.

Dengan berbagai rangkaian uji, ketiga kapal patroli tersebut telah memenuhi persyaratan kelayakan untuk diserahterimakan dari Galangan kepada Bakamla RI.(red)

Continue Reading

Nasional

HUT Ke-72, Kasau Beri Kado Buku “Heroisme PGT Dalam Operasi Srigala” Untuk Korpaskhas

Published

on

Buku berjudul “Heroisme PGT Dalam Operasi Srigala” menjadi kado buat Korpaskhas yang berulang tahun ke-72.

Finroll.com — Penyerahan buku dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., yang didampingi Kadispenau Marsma TNI Fajar Adriyanto, M.Si (Han), kepada Dankorpaskhas Marsda TNI Eris Widodo Yuliastono seusai upacara peringatan HUT ke-72 di Mawing I Paskhas, Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Buku yang ditulis tim Subdisjarah Dispenau, mengisahkan perjuangan penyusupan 119 prajurit PGT/Pasukan Gerak Tjepat (sekarang Korpaskhasau) dengan cara diterjunkan dari pesawat terbang di daerah Klamono dan Teminabuan, Sorong pada Mei 1962.

Meski pertempuran tidak seimbang, karena PGT diserang Belanda menggunakan kekuatan udara dan darat serta didukung kelompok yang memihak Belanda, namun dengan semangat pantang menyerah prajurit PGT berhasil mengibarkan Bendera Merah Putih di Teminabuan, Irian Barat untuk pertama kalinya.

Peristiwa ini telah berdampak psikologis bagi Belanda, dan memberikan semangat kepada pasukan kawan, baik Angkatan Darat maupun Angkatan Laut.

Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna SE MM mengapresiasi torehan tinta emas prajurit PGT sebagai dedikasi dan pengabdian kepada NKRI. Kemudian Kasau memerintahkan Kadispenau untuk menulis kisah tersebut dalam sebuah buku.

Setelah enam bulan Tim Subdisjarah melakukan survey ke lapangan, wawancara dengan pelaku sejarah, mengumpulkan berbagai bahan dan merangkai tulisan, tepat satu minggu sebelum HUT ke-72 Korpaskhas, buku “Heroisme PGT Dalam Operasi Serigala tahun 1962” selesai dan sekaligus menjadi kado dari Kasau kepada Korpaskhas.(red)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending