Connect with us

Nasional

Relasi Jokowi dan China dalam 4 Tahun Terakhir

Published

on


China dianggap dekat dengan pemerintahan Jokowi karena membantu mimpi meluaskan infrastruktur. Pertanyaannya, seberapa dekat?

“Untuk memenangkan suara, pemimpin Indonesia membutuhkan uang Cina untuk membangun kereta api dan pelabuhan. Untuk membangun kereta api dan pelabuhan itu, dia perlu menerima pekerja Cina yang bisa bikin dia kehilangan suara,” tulis Jeffrey Hutton di SCMP, Mei kemarin.

Pemimpin yang ia maksud adalah Presiden Joko Widodo. Kesimpulan analisis yang dipacak Hutton sebagai lead tulisannya bisa jadi dilema paling tepat dalam menggambarkan situasi Jokowi saat ini.

Sejak terpilih jadi presiden ketujuh Indonesia, 2014 silam, Jokowi memang fokus pada pembangunan infrastruktur. Pada tahun pertamanya, Jokowi langsung menaikkan porsi anggaran infrastruktur menjadi 14,64 persen dari APBN. Dalam periode sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hanya mengalokasikan 9,48 persen. Sesuai data Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), pada 2018 porsi itu dinaikkan lagi menjadi 18,46 persen.

Jokowi sadar ekonomi Indonesia tak akan tumbuh baik jika tak gigih membangun infrastruktur. Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam wawancara dengan Rosianna Silalahi menjelaskan mengapa pilihan Jokowi membangun infrastruktur harus dilakukan.

Menurutnya, pasca-krisis moneter 1997-1998, utang Indonesia membengkak. Sehingga presiden setelahnya harus berhemat untuk memperbaiki, minimal, infrastruktur keuangan.

Hal itu yang akhirnya menurut Sri Mulyani mengakibatkan tertundanya pengembangan sumber daya manusia. Kurangnya infrastruktur akhirnya melambatkan ekonomi, dan memicu masalah lain yang harus diselesaikan, macam kemacetan.

Sehingga, “Kalau kita tunda (rencana pembangunan infrastruktur), tidak akan memecahkan masalah juga,” kata Sri. “Oleh karena itu kebutuhannya makin besar,” tambahnya.

Pertumbuhan infrastruktur Indonesia memang terbilang lamban, kalau tidak mandek. Laporan Bank Dunia tahun 2007 menyebut kualitas infrastruktur Indonesia terus merosot sejak krisis 1998. Daya saing Indonesia menurun. Padahal rating Indonesia lebih tinggi dari Cina, Thailand, Taiwan dan Sri Lanka pada 1996, menurut Global Competitiveness Report’s, hal itu terjadi sebaliknya pada 2002.

Ini menambah kuat alasan pemerintah Jokowi untuk jorjoran di sektor infrastruktur. Masalah selanjutnya adalah mencari modal.

Tren Investasi Cina Meningkat, tapi Bukan Satu-Satunya

Meski belum mendominasi, investasi Cina di Indonesia mengalami tren meningkat. Utang dari swasta Cina bahkan meningkat pesat.

Data Badan Koordinasi Penanaman Modal menunjukkan realisasi investasi penanaman modal asing atau Foreign Direct Investment dari Tiongkok ke Indonesia tercatat 1.734 proyek senilai 2.665 miliar dolar AS. Angka ini meningkat dari 1.052 pada 2015, masa setahun setelah Presiden Jokowi menjabat. Nilainya 628,34 juta dolar AS pada tahun itu.

Beberapa proyek kerja sama itu di antaranya Kerjsama Ekonomi antara Menko Perekonomian RI dan Komisi Nasional Pembangunan dan Reformasi RRT; Kerjasama Pembangunan Industri dan Infrastruktur antara Komisi Nasional Pembangunan dan Reformasi RRT dengan Menteri BUMN; dan MoU antara Menteri BUMN dengan Komisi Nasional Pembangunan dan Reformasi RRT Untuk Proyek Pembangunan Kereta Cepat Jakarta–Bandung.

Selama empat tahun terakhir, angka PMA di Indonesia dari Cina memang mengalir deras. Pada 2017, angka realisasinya menjadi 1.977 proyek senilai 3.361,70 juta dolar AS, dan bahkan sudah mencapai angka 1.202 proyek selama Januari-Juni 2018.

Mei tahun lalu, Jokowi bahkan tak sungkan-sungkan menembak langsung Presiden Cina Xi Jinping untuk menawarkan investasi ketika bertemu di Beijing.

“Saya ingin mengundang secara khusus pemerintah Presiden Xi untuk bekerja sama dengan pemerintah Indonesia di tiga mega proyek,” kata Jokowi di pertemuan itu sebagaimana dilansir Antara.

Mega proyek pertama yang ditawarkan oleh Jokowi ialah proyek koridor ekonomi terintegrasi, konektivitas, industri, dan pariwisata di Sumatera Utara. Proyek ini mencakup pembangunan fasilitas Pelabuhan Kuala Tanjung dan akses jalan dari Kota Medan hingga Sibolga.

Mega proyek kedua adalah investasi di Sulawesi Utara untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di Bitung-Manado-Gorontalo dengan pembangunan akses jalan, jalur kereta api, dan pelabuhan serta bandara.

Dan mega proyek ketiga ialah peluang kerja sama investasi proyek infrastruktur energi dan pengembangan pembangkit listrik di Provinsi Kalimantan Utara.

Utang pemerintah Indonesia dari Cina pada 2016 diketahui mencapai 1,035 miliar dolar AS. Sementara, ada sekitar 13,815 miliar dolar AS utang swasta Indonesia yang dialirkan dari Cina. Jika melihat data dari 2010, nilai utang pemerintah dari Cina memang menunjukkan peningkatan setiap tahun.

Pada 2014, utang swasta Indonesia dari Tiongkok mencapai 6,883 miliar dolar AS. Pada tahun lalu utang swasta Indonesia dari Tiongkok telah mencapai 13,816 miliar dolar AS atau meningkat hampir dua kali lipat selama dua tahun terakhir.

Meski begitu, Cina bukan satu-satunya pemberi utang bagi Indonesia. Ia bahkan tak termasuk lima negara utama pemberi utang bagi pemerintah Indonesia. Cina hanya berada di urutan keenam. Pada 2016, Jepang adalah pemberi utang terbesar dengan angka 14,634 miliar dolar AS ke pemerintah Indonesia. Perancis memberikan utang sebesar 2,446 miliar dolar AS. Kemudian ada Jerman dengan pemberian utang 1,882 miliar dolar AS.Sementara soal kontribusi negara-negara kreditur utang, Cina berada dalam peringkat keenam untung utang pemerintah, dan posisi ketiga untuk utang sektor swasta Indonesia.

Namun, mengapa hubungan Cina-Indonesia terus disoroti?Selain angka investasinya yang terus meningkat, Cina punya tempat yang sensitif dalam konstelasi politik Indonesia. Bias anti-Cina sudah mengiringi perjalanan politik Presiden Jokowi sejak masih Gubernur Jakarta. Ia jadi target kampanye hitam bahwa dia punya “kakek keturunan Cina.”

Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing yang ditandatangani Presiden Jokowi Maret lalu juga dipermasalahkan karena dianggap memberikan kelonggaran para pekerja asing untuk merebut pasar kerja lokal. Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menjelaskan Perpres tersebut hanya memudahkan prosedur perizinan TKA di Indonesia sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Kami minta jangan digoreng. Kami perlu jelaskan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari Perpres ini. [Perpres] hanya memudahkan dari sisi prosedur,” kata Hanif, 24 Maret lalu.

Cina memang salah satu penyumbang TKA terbesar di Indonesia. Disusul Jepang dan Korea Selatan. Pada 2007, 13,07 persen atau 4.301 TKA berasal dari Cina. Jumlahnya meningkat menjadi 24.804 orang atau setara 28,85 persen dari total TKA pada 2017. Peningkatan ini tak lepas dari jumlah investasi dan proyek asal Cina di Indonesia.

Selama beberapa tahun terakhir, Cina memang fokus menyebar modal ke negara-negara “menguntungkan” buat mereka. Salah satu tujuan negara adidaya ini adalah fokus pada pembangunan infrastruktur, terutama Jalur Sutera abad ke-21. Visi itu dekat dengan “Poros Maritim Dunia”-nya Jokowi.

Namun, apakah “hubungan dekat” investasi Cina dan pemerintahan Jokowi yang jadi isu sensitif ini bakal berpengaruh pada nasib Jokowi pada Pilpres 2019?

Sumber Berita : Tirto.id
Reporter: Aulia Adam

Nasional

Pangkohanudnas Tutup Latihan Perkasa “D” Tahun 2019

Published

on

Keterangan Gambar : Pangkohanudnas Marsda TNI Imran Baidirus, S.E., beserta staf di ruang Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional (Popunas), menutup Latihan Hanudnas Perkasa “D” melalui video conference (vicon) dengan seluruh Kosekhanudnas dan unsur-unsur Hanud Kosekhanudnas IV, Biak, Papua, di Ruang Yudha Popunas, Kohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (23/9). 

Finroll.com — Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsda TNI Imran Baidirus, S.E., menutup Latihan Hanudnas Perkasa “D” melalui video conference (vicon) dengan seluruh Kosekhanudnas dan unsur-unsur Hanud Kosekhanudnas IV, Biak, Papua, di ruang Yudha Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional (Popunas), Makohanudnas, Halim Perdanakusuma Selasa (24/9).

Panglima didampingi Kas Kohanudnas Marsma TNI Arif Mustofa beserta pejabat Kohanudnas. Melalui vicon tersebut Pangkohanudnas selain menyampaikan apresiasi atas terlaksanananya latihan dengan aman juga memberikan arahan serta menutup Latihan Hanudnas Perkasa “D” tahun 2019.

Pangkohanudnas Marsda TNI Imran Baidirus, S.E., selaku Direktur Latihan (Dirlat) menyatakan “Selama beberapa hari para peserta Latihan Hanudnas Perkasa “D” telah mencurahkan tenaga dan pikirannnya semaksimal mungkin, untuk mencapai tujuan dan sasaran yang ditentukan. Dari dinamika latihan, kita mengetahui dan memahami pentingnya koordinasi dan mengasah kemampuan secara terus-menerus agar kemampuan kita mengaplikasikan perangkat lunak maupun perangkat keras hanud dapat diwujudkan secara nyata.

Selain itu juga dari pelaksanaan Latihan Hanudnas Perkasa “D” ini dapat ditemukan berbagai permasalahan yang terkait dengan kesiapan hardware serta software yang dimiliki, untuk dijadikan bahan pemikiran dalam upaya pembangunan kemampuan dan kekuatan, jika dihadapkan pada tugas-tugas yang sebenarnya di masa mendatang”, tegas Pangkohanudnas.

Lebih lanjut disampaikan “melalui latihan ini profesionalisme kita diuji seberapa baik kita mengimplementasikan perangkat lunak dan perangkat keras Hanud serta menjalin koordinasi dan interoperabilitas dengan unsur-unsur Hanud juga pihak terkait lainnya. Mengingat tugas-tugas kedepan akan terus berkembang, maka wajib bagi kita untuk terus belajar dan meng up date pengetahuan maupun keterampilan, sehingga kita professional dalam bidang tugas kita.

Personel terlibat dalam latihan tersebut yang meliputi personel dari Kosekhanudnas IV, Satrad jajaran Kosekhanudnas IV (Satrad 242, Satrad 243, Satrad 244 dan Satrad 245), juga unsur-unsur hanud seperti unsur tempur 1 flight SU 27/30 dari Lanud Hasanuddin, 1 flight Fokker 28 dari Lanud Pattimura, 1 Heli Penerbad dan SAR Paskhas dari Lanud Hasanuddin serta 1 Heli Penerbad dan SAR Paskhas di Lanud Pattimura.(red)

Continue Reading

Nasional

Analisa Siapa Dibalik #Turunkan Jokowi yang Menjadi Trending Topic Saat Ramai Demo Mahasiswa

Published

on

By

Gerakan tagar di Twitter yang memprotes kinerja pemerintah beberapa hari ini makin menguat. Beberapa waktu lalu, muncul tagar #MahasiswaBergerak yang disusul #GejayanMemanggil seiring aksi pada Senin 23 September 2019.

Setelah kedua tagar tersebut, muncul tagar #TurunkanJokowi. Siapa sih di balik gerakan tagar ini? Apa narasi yang dibawa pada tagar ini?

Pantauan analisis percakapan media sosial Drone Emprit menunjukkan tagar #TurunkanJokowi ternyata sudah muncul sejak kemarin lho, namun menjelang Senin tengah malam 23 September 2019 baru muncul di trending topic Twitter. Penasaran informasi dibalik #TurunkanJokowi? Simak data temuan dari Drone Emprit ini ya.

Kapan muncul #TurunkanJokowi

Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi mengungkapkan, tagar #TurunkanJokowi muncul pada Senin 23 September 2019 pukul 11.00. Pada pukul 21.00, tagar ini naik pesat dan menjelang tengah malam kian melambung.

Satu kluster

Dari peta analisis media sosial Drone Emprit, ujar Ismail, tagar #TurunkanJokowi ini punya kluster sendiri yang disokong oleh akun-akun yang berbeda dengan akun penggerak tagar #GejayanMemanggil lho.


Bukan klaster #GejayanMemanggil

Jika dibandingkan dengan kluster percakapan #GejayanMemanggil, Drone Emprit menunjukkan tagar #Turunkan Jokowi bukan bagian dari mereka yang mengangkat tagar #GejayanMemanggil.

Ismail menduga tagar #TurunkanJokowi digulirkan oleh kelompok oposisi, beda dengan #GejayanMemanggil yang dimotori mahasiswa dan kaum akademik.


Akun influencer #TurunkanJokowi

Kalau dilihat dari data Drone Emprit tuh, tagar ini digawangi oleh akun influencer yaitu @opposite6890, @localhost911, do_ra_dong, @candraidw_md, dan @Aisyadiaa.


Relasi kuat

Meski beda kluster, namun gerakan kedua tagar tersebut, menurut pantauan Drone Emprit, punya relasi kuat. Lha kok bisa ya?

Relasi itu terlihat di peta analisis percakapan media sosial. Relasi menandakan dukungan oposisi pada gerakan #GejayanMemanggil. Tapi oposisi memilih melahirkan tagar baru #TurunkanJokowi.

“Akun mahasiswa tidak mengamplifikasi tagar ini (#TurunkanJokowi)” tulis Ismail.

Nah tahu kan, artinya mahasiswa sejauh ini masih fokus dengan agenda mereka. Tak mau ikut larut di luar fokus mereka.


Untuk itu, Ismail mengingatkan agar gerakan mahasiswa hati-hati dengan narasi yag mencoba menyusup pada agenda di luar fokus mereka. Waspadai penyusup di media sosial maupun saat aksi di lapangan.
Share

Sumber: viva.co.id

Continue Reading

Nasional

33 Penerbangan Dibatalkan Karena Kabut Asap Di Pekanbaru

Published

on

Finroll.com — Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengakibatkan 33 penerbangan dari dan menuju Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru batal pada Senin (23/9/2019).

“Saat ini yang batal karena cuaca sebanyak 33 penerbangan, yakni 17 keberangkatan dan 16 kedatangan,” ujar Petugas Jasa (OIC) Bandara SSK II Benni Netra seperti dikutip dari Antara.

Lebih lanjut Benni menyebutkan kabut asap pekat menyelimuti Pekanbaru sehingga jarak pandang hanya tersisa 500 meter. Namun, pada sore hari, jarak pandang berangsur membaik. Terlebih, hujan turun di sekitar Bandara SSK II sekitar pukul 16.00 WIB.

“Alhamdulillah di Bandara SSK II sedang diguyur hujan dan asap segera hilang,” katanya.

Executive General Manager Bandara SSK II Yogi Prasetyo menambahkan tidak semua penerbangan dibatalkan karena secara berangsur ada yang sudah mendarat di Pekanbaru.

Misalnya, pesawat Lion Air JT 124 dari Kuala Namun, Sumatera Utara, sempat dialihkan ke Bandara Minangkabau Padang pada Senin siang, dan kini sudah melanjutkan penerbangan ke Pekanbaru.

“Yang dialihkan sepanjang hari ini cuma satu, yakni JT 124 dari Kuala Namu dialihkan ke Padang, sekarang pesawatnya sudah kembali ke Pekanbaru,” jelasnya.

Selain itu, terdapat satu pesawat tujuan Pekanbaru yang kembali ke bandara asal (return to base/RTB), yakni pesawat dari maskapai Scoot 252 dari Singapura. Pesawat tersebut, sambung ia, sempat berputar-putar di angkasa sebelum akhirnya kembali ke Bandara Changi Singapura.

Pembatalan sejumlah penerbangan menyebabkan konsumen maskapai Citilink mengantre di loket maskapai Group Garuda Indonesia itu. Pesawat yang batal terbang di antaranya tujuan Jakarta, Medan, dan Yogyakarta.

Para penumpang terlihat mengeluh karena sudah menunggu sejak Senin (23/9) pagi. Bahkan, ada yang sudah tiba di Bandara SSK II sejak Minggu (22/9) malam lantaran rumahnya jauh dari bandara.

Antrean di loket terjadi karena pihak maskapai menjanjikan pengembalian 100 persen uang akibat pembatalan tersebut. Beberapa dari mereka mengeluhkan kabut asap yang mengganggu penerbangan. Padahal, mereka ingin naik pesawat untuk mengungsi.

“Kabut asapnya di Pekanbaru sangat pekan dan berbahaya, makanya saya mau mengungsi ke Yogyakarta. Saya memesan tiket Citilink tetapi batal penerbangannya,” kata Rini, seorang konsumen Citilink.(red)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending