Connect with us

Komoditi

Rembuk Dagang AS-China Tekan Emas Jadi Rp754 Ribu per Gram

Published

on


Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berada di posisi Rp754 ribu per gram pada Senin (14/10). Posisi ini merosot Rp2.000 atau 0,3 persen dari Rp756 ribu per gram pada Minggu (13/10).

Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) yang turun Rp2.000 atau 0,3 persen dari semula Rp677 ribu menjadi Rp675 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp401,5 ribu, 2 gram Rp1,45 juta, 3 gram Rp2,16 juta, 5 gram Rp3,59 juta, 10 gram Rp7,11 juta, 25 gram Rp17,68 juta, dan 50 gram Rp35,28 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp70,5 juta, 250 gram Rp176 juta, 500 gram Rp351,8 juta, dan 1 kilogram Rp711,6 juta.

Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berada di posisi Rp754 ribu per gram pada Senin (14/10). Posisi ini merosot Rp2.000 atau 0,3 persen dari Rp756 ribu per gram pada Minggu (13/10).

Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) yang turun Rp2.000 atau 0,3 persen dari semula Rp677 ribu menjadi Rp675 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp401,5 ribu, 2 gram Rp1,45 juta, 3 gram Rp2,16 juta, 5 gram Rp3,59 juta, 10 gram Rp7,11 juta, 25 gram Rp17,68 juta, dan 50 gram Rp35,28 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp70,5 juta, 250 gram Rp176 juta, 500 gram Rp351,8 juta, dan 1 kilogram Rp711,6 juta.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.490,8 per troy ons atau menguat 0,14 persen. Sebaliknya harga emas di perdagangan spot justru melemah 0,24 persen ke US$1.485,41 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pergerakan harga emas akan tertekan karena sinyal positif dari hasil negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China. Meski, kesepakatan kedua negara dengan ekonomi terbesar itu masih berupa poin-poin sementara.

Sebab, Negeri Paman Sam sebenarnya masih membebani Negeri Tirai Bambu dengan berbagai pengenaan tarif bea masuk impor atas produk dari China. Namun, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan kembali dijadwalkan bertemu untuk menandatangani kesepakatan itu.

“Kesepakatan parsial itu juga masih akan dibahas dan dituangkan ke perjanjian, jadi masih butuh waktu. Namun, harga emas sudah mendapat tekanan dari kesepakatan parsial tersebut,” kata Ariston kepada CNNIndonesia.com, Senin (14/10).

Kendati begitu, Ariston melihat kesepakatan sementara ini sejatinya juga bisa memberikan prospek baik bagi pergerakan harga emas ke depan. “Pembahasan dagang antar kedua negara ke depan mungkin masih alot dan bisa mendorong kenaikan harga emas lagi,” terangnya.

Lebih lanjut, ia memperkirakan harga emas di pasar internasional akan bergerak di rentang US$1.475 hingga US$1.495 per troy.

Advertisement

Komoditi

Harga Emas Naik, Ketakutan Virus Kembali Meningkat

Published

on

By

FINROLL.com – Harga emas mencapai level tertinggi dalam 10 hari pada Jumat (14/02) pagi lantaran buyer kembali berpindah hati ke logam kuning di tengah laporan lonjakan baru jumlah kematian dan infeksi epidemi virus Covid-19 di Cina.

Emas berjangka COMEX untuk penyerahan April di New York ditutup naik $7,70, atau sebesar 0,5%, di $1,575.10 per ons. Emas ini memuncak ke $1.581,35 sebelumnya, tingkat tertinggi sejak 3 Februari.

Emas spot, yang mencerminkan perdagangan langsung fisik emas, naik $10,58, atau sebesar 0,7%, ke $1.575,91 pada pukul 02:30 PM ET (19:30 GMT).

Cina pada Kamis melaporkan lonjakan besar jumlah kematian dan infeksi dari virus baru setelah Provinsi Hubei, yang menderita serangan virus paling parah, menerapkan sistem klasifikasi baru yang memperluas cakupan diagnosa untuk wabah tersebut dan telah menyebar ke lebih dari 20 negara.

Korban tewas di Cina mencapai 1.367 orang, bertambah 254 orang dari hari sebelumnya. Jumlah kasus yang dikonfirmasi melonjak 15.152 menjadi 59.804. Peningkatan yang luar biasa besar ini disebabkan oleh perubahan metode diagnosa tim medis di Hubei.

Jepang melaporkan kematian pertamanya yakni seorang wanita berusia 80-an yang telah dirawat di rumah sakit sejak awal Februari. Korban tersebut merupakan kematian ketiga yang dikonfirmasi di luar Cina, setelah kematian di Filipina dan Hong Kong.

TD Securities mengatakan dalam catatan bahwa perdagangan emas yang terbatas baru-baru ini hampir seluruhnya dikaitkan dengan perkembangan virus Covid-19.

“Memang, kami yakin pembalikan arus safe haven ini, didorong oleh kekhawatiran bahwa virus Wuhan dapat mencemari kebijakan reflasi global, tampaknya menjadi kandidat (pendorong) yang jelas untuk pembalikan yang didorong oleh narasi,” katanya.

“Emas adalah perdagangan yang ramai, meskipun aliran kecil sehari-hari tampaknya didorong oleh perubahan sentimen risiko seiring kaitannya dengan permintaan safe haven.” (Investing)

Continue Reading

Komoditi

Kasus Virus Korona Bertambah Dorong Kenaikan Emas

Published

on

By

Jakarta, FINROLL — Emas menguat pada Kamis (13/02) pagi di tengah tanda-tanda aksi penghindaran risiko di pasar ekuitas. Tetapi tren positif pasar komoditas ini semakin ditantang oleh kurangnya faktor aksi pembelian besar.

Emas berjangka COMEX untuk penyerahan April di New York ditutup naik $1,50, atau sebesar 0,1%, di $1,571.60 per ons.

Emas spot, yang mencerminkan perdagangan langsung fisik emas, turun $1,30, atau sebesar 0,1%, di $1,566.12 pada pukul 2:38 PM ET (19:48 GMT).

S&P 500 berjangka saat ini turun 0,30% di 3,370.62. Indeks Nikkei Jepang juga melemah sebesar 0,10% di 23,854.50 menurut laporan yang dilansir FXStreet Kamis (13/02) pagi.

Sentimen aksi jual ini dapat dikaitkan dengan ketakutan terbaru virus covid-19 yang dipicu kenaikan kasus virus ini dalam jumlah besar di Cina.

Pemerintah Provinsi Hubei melaporkan 14.840 kasus baru sebelumnya hari ini – naik signifikan dari angka hari Rabu 1.638. Namun, peringatan kondisinya adalah bahwa jumlah sekarang itu termasuk pasien yang didiagnosis secara klinis – pasien yang memiliki gejala, tetapi belum diuji positif.

“Di antara semua insiden signifikan mulai dari potensi perang dengan Irak dan rapat dengar pendapat pemakzulan presiden AS, hingga pecahnya virus covid-19, pasar ini telah naik dan turun oleh tajuk berita utama dan masih belum berhasil menentukan arah yang jelas untuk jangka pendek hingga jangka menengah,” urai Eric Scoles, ahli strategi komoditas RJO Futures di Chicago.

“Ada posisi beli bersih yang besar dari trader emas yang telah membatasi reaksi kenaikan harga dan menciptakan risiko pembersihan posisi beli untuk waktu yang lama, tetapi ada juga banyak katalis potensial bagi banyak trader yang bersedia mengambil risiko posisi jual pada emas.”

Ketakutan terhadap virus korona, yang sekarang dikenal sebagai Covid-19, pada awalnya mendorong emas mendekati tingkat tertinggi tujuh tahun di Januari di atas $1.600 per ons. Tetapi dalam beberapa minggu terakhir, status logam kuning sebagai lindung nilai yang lebih disukai terhadap virus telah sedikit berkurang.

Cina mengatakan Rabu bahwa jumlah kasus baru virus covid-19 yang dikonfirmasi di dalam negeri telah menurun selama dua hari berturut-turut. Pada hari Rabu, Cina mencatatkan 1.114 kematian akibat penyakit ini. Satu-satunya kematian lainnya adalah di Filipina.

Tatkala penurunan tingkat infeksi di Cina ini dapat menunjukkan bahwa tindakan pengendalian tegas yang dilaksanakan oleh negara itu membantu, kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa masih mungkin bahwa banyak kasus yang bersembunyi tidak terdeteksi di seluruh dunia, sehingga wabah yang lebih lokal dapat muncul. Jika itu terjadi, apa yang masih dianggap sebagai epidemi Cina dapat tumbuh menjadi pandemi global.

“Investor mungkin akan melakukan bargain hunter (berburu di harga murah, red) pada emas segera jika kita melihat harga melemah,” ungkap George Gero, analis logam mulia RBC Wealth Management di New York.

Continue Reading

Komoditi

Gapmmi : Produksi Industri Mamin Bakal Terancam Karena Stok Gula Rafinasi Menipis

Published

on

Finroll.com — Adhi S Lukman selaku Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), menyebutkan stok Gula Kristal Rafinasi (GKR) sebagai bahan baku industri makanan dan minuman di Indonesia telah menipis dan sebagian telah habis.

Seperti di lansir dari Antara, ” Bahwa stok bahan baku (raw sugar) telah menipis dan sebagian telah habis,” kata Adhi dalam surat kepada Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, di Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Pada surat tertanggal 16 Januari 2020 dan bernomor 007/DPP/GAPMMI/IX/2019 itu, Adhi menegaskan pihaknya mengkhawatirkan pasokan yang akan terhenti dengan habisnya stok bahan baku anggotanya.

Adhi memprediksikan bahwa pada semester I 2020 ini, khususnya mendekati bulan Ramadhan, tepatnya April 2020, akan terjadi peningkatan kebutuhan gula rafinasi.

Adhi tidak merinci posisi stok gula kristal rafinasi saat ini. Hanya saja, dia mengharapkan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dapat mempertimbangkan surat Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Nomor 007/AGRI/I/2020 tentang Penerbitan Persetujuan Impor Gula Mentah (raw sugar).

“Itu demi terjaganya ketersediaan pasokan bahan baku guna mencukupi kebutuhan industri makanan dan minuman anggota kami, terutama peningkatan produksi menjelang persiapan Lebaran,” katanya.

Sebelumnya, Adhi menyebut sedikitnya empat pabrik makanan dan minuman berhenti produksi karena kehabisan stok gula kristal rafinasi.
“Stok di pabrik, gula sudah habis. Hari ini sudah empat pabrik yang habis,” kata Adhi (21/1).

Kekurangan stok tersebut disebabkan belum adanya persetujuan impor (PI) gula mentah (raw sugar) untuk semester I tahun 2020. Padahal kuota impor bahan mentah sudah dikeluarkan dalam rapat koordinasi terbatas sebelumnya.

Kebutuhan gula kristal rafinasi industri makanan dan minuman pun mendesak seiring mendekati bulan puasa. Konsumsi yang meningkat pada bulan puasa membuat produksi harus bertambah.

“Kebutuhan semester I tahun ini sekitar 1,9 juta ton hingga 2 juta ton,” kata Adhi.

Saat ini penerbitan persetujuan impor masih dalam pembahasan bersama dengan Kementerian Perdagangan (Kemdag).

Diharapkan persetujuan impor segera keluar karena memerlukan waktu agar gula mentah yang diimpor bisa digunakan oleh industri.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending