Connect with us

Sepakbola

Resmi ke Arsenal, Harga Transfer David Luiz Cuma Rp 138 Miliar

Published

on


Finroll.com – David Luiz secara resmi dilepas Chelsea ke Arsenal dengan harga transfer 8 juta pound sterling atau sekitar Rp 138 miliar. Bek tengah dan mantan kapten tim nasional Brasil berusia 32 tahun ini akan mengikat kontrak dua tahun di Arsenal.

Luiz akan menjalani tes kesehatan di Arsenal hari ini, Kamis 8 Agutus 2019, sebelum menandantangani surat kontrak tepat pada hari jendela transfer Liga Primer Inggris ditutup hari ini.

Manajer Arsenal, Unai Emery, juga siap membeli bek Celtic, Kieran Tierney, dengan harga 25 juta pound sterling atau sekitar Rp 431,15 miliar.

David Luiz yang menandatangani sebuah kontrak baru dua tahun pada Mei lalu akan menjadi pemain dengan status bebas transfer di Chelsea. Sebelumnya, Chelsea melakukan hal tidak biasa dengan menawari kontrak pemain berusia di atas 30 tahun seperti Luiz lebih dari satu tahun.

Tapi, kedatangan Frank Lampard sebagai manajer baru Chelsea membawa ketidakpastian buat masa depan Luiz. Pasalnya, Lampard tidak bisa memberikan jaminan kepada Luiz untuk menjadi pilihan pertamanya sebagai bek tengah atau gelandang bertahan.

Itulah sebabnya David Luiz dikabarkan meminta pindah dari klub yang bermarkas di Stadion Stamford Bridge, London, itu, setelah mengetahui Arsenal tertarik untuk merekrutnya.

Sepakbola

Barcelona Pastikan Mengejar Neymar Lagi

Published

on

By

Pemain PSG, Neymar. (AFP/Lionel Bonaventure)

Finroll.com, Jakarta – Direktur Barcelona, Eric Abidal, mengatakan kalau Blaugrana akan selalu memantau kondisi Neymar. Menurutnya, Barcelona akan mencoba membawa pulang Neymar jika mendapat peluang.

Neymar hampir meninggalkan PSG pada bursa transfer musim panas 2019. Saat itu, ia ingin kembali ke Spanyol.

BACA JUGA : 

Real Madrid dan Barcelona menjadi klub yang tertarik untuk mendatangkan Neymar. Pada akhirnya, dua klub tersebut sulit mendapat kesepakatan dengan PSG.

Namun, Abidal memastikan kalau Barcelona akan kembali mengejar Neymar.

“Neymar adalah pemain top. Ia sangat memahami filosofi Barcelona. Ia adalah satu di antara pemain terbaik di dunia dan kami akan selalu berusaha untuk mendapatkannya lagi,” ujar Abidal.

“Saya mengatakan hal tersebut berdasarkan aspek teknik. Namun, jika berbicara masalah finansial, kami tak bisa memberikan keterangan yang jelas.”

“Namun, saya bisa pastikan kalau kami akan berusaha mendatangkannya jika mendapat kesempatan,” ungkap Abidal.

Neymar meninggalkan Barcelona pada 2017. Saat itu, ia memilih untuk bergabung ke PSG agar bisa lepas dari bayang-bayang Lionel Messi.

Neymar Sudah Tak Betah di PSG

Pemain PSG, Neymar. (AFP/Geoffroy van der Hasselt)

Neymar masih menantikan untuk bisa hengkang dari PSG. Hubungannya dengan suporter dan petinggi klub sudah tidak baik karena keinginannya untuk hengkang.

Neymar mengatakan kalau Barcelona akan selalu menjadi opsi utama. Namun, ia menyadari kalau valuasinya akan sangat tinggi.

Karena itu, Neymar akan menerima pinangan Real Madrid jika klub tersebut bisa memboyongnya keluar dari Prancis.

Sumber: Sky Sports

(bola.com)

Continue Reading

Sepakbola

3 Fakta Dylan Levitt, Remaja yang Diyakini Jadi Bintang Masa Depan Manchester United

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Manager Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, memiliki misi mulia sejak awal musim 2019/2020. Pelatih asal Norwegia itu ingin memberi kesempatan pemain muda unjuk penampilan.

Solskjaer berusaha menciptakan calon bintang Manchester United di masa depan. Misi itulah yang membuat Solskjaer merekrut pemain muda pada bursa transfer musim panas 2019.

BACA JUGA : 

Mereka adalah Daniel James, Aaron Wan-Bissaka, dan Harry Maguire. Sayang, misi Solskjaer tersebut menemui jalan buntu.

MU justru tampil tak meyakinkan sepanjang dihelatnya kompetisi Premier League musim 2019/2020. Setan Merah mendapat angka cantik dari 12 penampilan yang telah dijalani.

Pemain Manchester United, Dylan Levitt. (dok. Manchester United)

Marcus Rashford dan kawan-kawan merengkuh empat kali kemenangan, empat kali kekalahan, dan empat kali hasil seri. Torehan tersebut membuat MU bercokol di posisi tujuh klasemen sementara dengan raihan 16 poin.

Kabar yang tengah beredar, managemen Setan Merah akhirnya putus asa dengan misi yang dibawa sang pelatih. Pada bursa transfer musim dingin 2020, MU disebut akan mendatangkan pemain yang lebih senior asal Juventus yakni Mario Mandzukic.

Meski managemen tampak putus asa, namun sejumlah fans meyakini MU masih memiliki talenta muda yang menjanjikan. Melansir dari Manchester Evening News, Jumat (16/11/2019), Dylan Levitt menjadi nama yang disebut-sebut jadi calon bintang masa depan Manchester United.

Dylan Levitt sendiri merupakan remaja kelahiran tahun 2000 yang kini merumput bersama Mancheter United U-23. Jika Anda penasaran dengan kelebihan Dylan Levitt hingga membuatnya digadang-gadang jad bintang masa depan Manchester United, berikut Bola.com menyajikan informasinya untuk Anda.

1. Andalan Coach Ryan Giggs

Bukan hanya Daniel James yang bersinar di Timnas Wales, Dylan Levitt juga mencatatkan prestasi yang sama di bawah asuhan coach Ryan Gigs. Melansir dari Manchester Evening News, remaja kelahiran Bodelwyddan, Wales itu bahkan sudah tiga kali masuk dalam skuat senior.

Penampilannya sebagai gelandang berhasil mencuri perhatian Ryan Gigs. Bahkan, Levitt tidak lama lagi akan melakukan debut internasional pertamanya bersama Timnas Wales.

2. Tampil Apik Bersama Manchester United U-23

Bukan hanya berhasil mencuri hati Ryan Giggs, Dylan Levitt juga tampil meyakinkan bersama Manchester United U-23. Di bawah asuhan Neil Wood, Levitt mempersembahkan delapan kemenangan dari sepuluh pertandingan yang telah dilalui.

pencapaian tersebut membuat Manchester United U-23 bercokol di peringkat dua Premier League 2 Divisi 2 serta menang dalam tiga pertandingan di EFL Trophy.

Menurut Manager Identifikasi Bakat Nasional untuk Asosiasi Sepakbola Wales Trust, Gus Williamns, Levitt adalah talenta muda di lini tengah Timnas Wales.

“Dylan tak pernah gagal mengesankan staff dan staff pelatih Timnas Wales. Dia seorang anak laki-laki yang telah memiliki kemampuan teknis yang hebat, pemahaman tentang permainan dan pengetahuan layak diapresiasi,” kata Gus Williams.

3. Memiliki Pengamatan yang Akurat

Meski usianya masih 18 tahun, namun Dylan Levitt disebut cukup pandai membaca arah bola. Masih menurut Gus Williams, pengamatan remaja yang akan merayakan ulang tahun ke-19nya pada (17/11/2019) itu hampir selalu akurat.

“Dia itu hebat. Dylan memiliki pemahaman tentang permainan dan pengetahuan untuk mengetahui ke mana umpan itu pergi. sebelum dia menerima bola. Dia hanya membuatnya terlihat mudah, dan itu adalah kemampuan yang unik,” tambah Gus Williams.

(bola.com)

Continue Reading

Sepakbola

Manchester United Bikin Gerard Pique Jadi Bek Top Dunia

Published

on

By

Gerard Pique tampil buruk bersama Barcelona belakangan ini (AP Photo/Manu Fernandez)

Finroll.com, Jakarta – Bek Barcelona, Gerard Pique, menyebut Manchester United memiliki peran penting dalam perjalanan kariernya. Bagi Pique, MU telah membuat dirinya menjadi satu di antara bek terbaik di dunia.

Pada 2004, Pique yang masih berusia 17 tahun terbang ke Manchester untuk menghadapi tantangan baru, meninggalkan akademi Barca. Saat itu, Gerard Pique berharap bisa menjadi bek inti The Red Devils di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.

BACA JUGA : 

Sayangnya, kesempatan itu tak kunjung datang. Tim inti Manchester United dipenuhi pemain hebat, dan Pique tak banyak mendapatkan kesempatan.

Hanya mencatatkan 13 penampilan bersama tim inti, pemain asal Spanyol itu memutuskan pulang ke Barcelona, setelah empat tahun meninggalkannya.

Bagi Gerard Pique, meski jarang tampil yang lebih penting adalah bisa bermain dan berlatih bersama pemain-pemain top seperti Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo. Juga dilatih Ferguson merupakan kebanggaan tersendiri.

“Ketika saya meninggalkan teman-teman saya di sana (Barcelona) untuk menghabiskan empat tahun di MU, itu sangat sulit. Namun, pada saat yang sama itu merupakan pengalaman berharga bagi saya,” ucap Pique kepada Observer via Goal internasional.

“Saya banyak berkembang di Manchester United. Saya bisa menjadi pemain seperti sekarang ini karena pengalaman saya di MU, meski saya tidak banyak bermain,” tambahnya.

Sulit Tembus Tim Inti

Gerard Pique saat membela Manchester United (Dailystar)

Jarang mendapat kesempatan untuk tampil, Pique tidak menyalahkan pelatih atau siapa pun. Dia menyadari persaingan sangat sulit dengan adanya bek senior seperti Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand.

“Namun, di posisi bermain saya, saat itu ada dua bek tengah yang berada dalam daftar tiga bek tengah terbaik di dunia (Ferdinand dan Vidic),” lanjut Pique.

“Juga, dengan berada di rumah (Barcelona) dan menjalani karier seperti ini telah menjadi sumber kepuasan luar biasa dan saya sangat bangga untuk itu,” tandasnya.

Sumber asli: Goal International

Disadur dari: Bola.net (Penulis: Richard Andreas/Published: 17/11/2019)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending