Connect with us

Ragam

Review Realme X: Smartphone Kelas Menengah Rasa Flagship

Published

on


Finroll.com – Realme terus menghadirkan smartphone-smartphone terbaru, dan kali ini realme X hadir kembali di Indonesia. Sejak awal kemunculannya di tanah air, realme selalu menjadi brand yang menghadirkan spesifikasi dan harga paling bersaing. Bahkan realme telah mengakui bahwa DNA yang dibangun realme adalah “mengungguli model smartphone lainnya di kelas yang sama, meningkatkan pengalaman ke yang lebih tinggi.” Sebuah

Kali ini realme X juga dihadirkan oleh realme dengan tagline spirit “Dare to Leap” , yang akan menjadi standar baru di segmen harga yang dituju. Realme X hadir mengadopsi beberapa teknologi yang sebelumnya hanya ada pada smartphone kelas flagship, dan membawanya di kelas harga yang jauh lebih terjangkau.

Penasaran dengan fitur-fitur dan keunggulan yang ditawarkan realme X. Simak ulasan lengkapnnya berikut ini!
Desain

Realme terbilang konsisten untuk terus menghadirkan produk dengan desain yang elegan di setiap produknya termasuk yang kali ini yaitu itu realme X. Melangkah lebih jauh dari seri-seri sebelumnya, realme X terlihat membawa desain yang lebih mewah dan juga punya kesan lebih premium. Mulai dari estetika desain hingga material body yang digunakan, realme X memang bisa dibilang smartphone realme yang paling flagship saat ini.

Ukuran presisi yang dimilikinya yaitu 161.3 x 76.1 mm dengan ketebalan 8.6mm dan bobot yang dimilikinya yaitu 191g. Realme X mengusung layar 6,53 inci dengan bezel yang sangat tipis dan juga tanpa notch. Rasio layar yaitu 19,5: 9 sedangkan rasio screen-to-body-nya yaitu 91,2%. Di bagian depan hanya terlihat layar yang penuh mengisi body perangkat, dan kita tidak akan bisa melihat langsung kamera depan seperti smartphone pada umumnya. Ya, smartphone ini yang satu ini sudah mengusung desain pop-up untuk kamera selfienya. Di samping itu, sensor-sensor seperti ambience light juga tersembunyi di dalam layar.

Kamera depan pop-up realme X menggunakan kaca safir yang kokoh dan tahan gesekan. Slide pop kamera secara otomatis akan memasukkan kamera jika smartphone terjatuh atau kecelakaan lain saat penggunaan, karena realme mengklaim telah memasang beberapa sensor yang dapat mendeteksi saat jatuh atau kecelakaan lain pada smartphone.

Kami juga mencoba menguji dengan menekan pop-up kamera, dan secara otomatis kamera langsung masuk ke dalam body perangkat. Realme juga mengklaim, pop-up kamera selfie ini telah teruji bisa bertahan selama kurang lebih 200 ribu kali penggunaan, atau sekitar 10 tahun jika melakukan selfie sebanyak 50 kali dalam sehari.

Tak hanya itu, smartphone ini juga telah mengadopsi fingerprint di dalam layar. Realme X menggunakan sensor sidik jari optik dengan ukuran piksel 44% lebih besar, sehingga pengenalan sidik jari 30% lebih cepat dan akurat.

Perangkat ini mengusung material polycarbonate pada bagian cover dan frame, yang dibalut dengan kaca Gorilla Glass 5 baik pada sisi depan maupun sisi belakang. Dengan material yang cukup kuat tersebut, tentunya pengguna tidak perlu lagi khawatir apabila perangkat mengalami benturan keras ataupun goresan, karena material tersebut akan cukup bertahan selama dalam batas wajar. Varian warna yang kami uji adalah Polar White, disamping warna lain yang tersedia yaitu Space Blue.

Melihat ke sisi bagian belakang, perangkat ini membawa dua buah kamera yang bersusun vertikal di bagian tengah bodi. Terdapat ring dengan aksen emas pada sensor kamera utama yang dimilikinya, sebagai ciri khas yang selalu dibawa di setiap produk mereka. Sedangkan logo realme tertera di bagian bawah, juga dengan posisi vertikal. Bodi bagian belakang memiliki permukaan melengkung di bagian sisi, membuatnya pas dalam genggaman tangan pengguna.

Beralih ke tombol dan slot, realme X memiliki tombol power di sisi bagian kanan sedangkan tombol volume berada di sisi bagian kiri. Untuk slot SIM Card, tersedia di sisi bagian kanan. Smartphone ini tidak memiliki slot micro SD, mungkin realme sudah cukup pede dengan kapasitas memori besar yang dihadirkannya.

Di sisi bagian bawah terdapat port USB type C, jack 3,5mm, microphone, dan juga grill speaker. Sementara di sisi bagian atas, tentunya pop up kamera selfie dan juga terdapat microphone sekunder.

Secara keseluruhan, desain yang dihadirkan oleh realme X sangat menarik. Realme mampu menghadirkan ukuran layar yang terbilang sangat besar yaitu 6,53 inci dengan form factor yang tidak terlalu besar, mirip seperti smartphone berukuran 6 inci pada umumnya. Namun dengan layar yang lebih luas, pengguna bisa menikmati konten lebih puas. Ditambah lagi, desain baru pop up kamera selfie dan under display fingerprint, membuat pengguna merasakan teknologi paling up to date di dunia smartphone yang kini telah diadopsi oleh realme.
Spesifikasi

Lebih detail mengenai spesifikasi yang diusung oleh realme X, layar 6.53-inci dengan aspek rasio 19,5:9 beresolusi FullHD+ (1080x2340p) ini telah menggunakan teknologi panel Super AMOLED. Layar ini memiliki kerapatan piksel 394ppi dengan tingkat kecerahan sekitar 450 nits. Warna layar memang terlihat sangat cerah dan berkat teknologi OLED, kontras yang dimilikinya sangat baik. Warna hitam benar-benar terlihat gelap sempurna. Layar realme X terlihat seperti smartphone kelas atas yang harganya diatas 10 juta.

Adapun dapur pacunya, realme X dibekali dengan SoC yang mirip dengan produk yang belum lama mereka luncurkan yaitu realme 3 Pro. Realme X juga mengusung SoC Snapdragon 710 dari Qualcomm (Octa-core CPU 2×2.2 GHz Kryo 360 Gold & 6×1.7 GHz Kryo 360 Silver & GPU Adreno 616).

Sedangkan untuk memori, smartphone ini hadir dengan RAM berkapasitas mulai dari 4GB, 6GB hingga 8GB, sedangkan untuk internal storage yang tersedia yaitu 64GB dan 128GB. Untuk varian yang kami uji memiliki kapasitas memori yang paling besar yaitu 8GB RAM dan 128GB internal storage.

Pada fitur kamera, realme X dibekali dengan sensor kamera 48MP (Sony IMX 586) + kamera sekunder 5MP. Kamera utama memiliki sensor 1/2.0 inci dengan ukuran piksel 1,6um dan aperture f/1.7 yang besar. Perekaman video maksimal yaitu 4K, 30fps atau 1080P, 30/60fps. Perekaman video juga sudah didukung dengan teknologi EIS, sehingga pengambilan gambar akan lebih stabil. Fitur andalan realme seperti Nightscape , Chroma Boost dan HDR juga tesedia. Adapun pada kamera selfie, smartphone ini memiliki sensor 16MP (Sony IMX 471) dengan aperture f/2.0.

Smartphone ini dibekali dengan baterai berkapasitas yang tidak begitu besar, jika dibandingkan dengan realme 3 pro bahkan masih lebih kecil. Yaitu 3765mAh. Namun perangkat ini juga dibekali dengan pengisian VOOC 3.0, yang memiliki output hingga 20W (5V4A). Seberapa baik manajemen daya dari perangkat ini akan diulas pada pembahasan baterai di halaman selanjutnya.

Realme X tentunya berjalan menggunakanColorOS 6.0, yang diadopsi dari basis sistem Android Pie 9.0. Perangkat ini mendukung jaringan selular dengan dual SIM dual VoLTE 4G, Wi-Fi: 802.11a / b / g / n / ac, (2.4 / 5Ghz), sistem posisi GPS, aGPS, GLONASS, sistem navigasi Beidou, Bluetooth 5.0 yang mendukung aptX & aptX HD & LDAC.

Untuk sensor, realme X juga sudah dilengkapi berbagai sensor mulai dari Accelerometer, ambience light, proximity, compass dan juga gyroscope. Adapun pada paket penjualannya, realme X dilengkapi dengan kabel USB Type-C, Adaptor charger VOOC 3.0, casing smartphone, SIM ejector, buku panduan serta kartu garansi.

 

jagatreview.com

Ragam

Korban Gempa Sulbar , Data Terbaru 81 Orang Tewas

Published

on

Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa M6,2 di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat terus bertambah.

Berdasarkan data per 17 Januari 2021 pukul 20.00 WIB, jumlah warga korban gempa meninggal dunia tercatat menjadi 81 orang, dengan rincian 70 orang dari Kabupaten Mamuju dan 11 orang di Kabupaten Majene.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, BPBD Kabupaten Majene, Mamuju serta Polewali Mandar terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan TNI – Polri, Basarnas serta sukarelawan maupun instansi lainnya dalam proses evakuasi masyarakat terdampak.

“Selain itu, Pusdalops BNPB juga memutakhirkan data kerugian materil di Kabupaten Majene antara lain 1.150 unit rumah rusak yang masih dalam proses pendataan serta 15 unit sekolah terdampak,” ucap Raditya dalam keterangan Senin (18/1) pagi.

Dalam upaya pemenuhan kebutuhan para pengungsi, BNPB juga telah menyalurkan bantuan logistik ke Kelurahan Malunda, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene berupa 140 dus mie instan dan 10 dus air mineral pada Minggu (17/1).

Sebelumnya BNPB juga telah menyerahkan bantuan awal untuk operasional kebutuhan pokok penanganan gempa Sulbar sebesar Rp 4 miliar pada Sabtu (16/1).

“Bantuan tersebut diserahkan sebesar Rp 2 miliar untuk Provinsi Sulbar dan masing-masing Rp 1 miliar untuk Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene,” terangnya.

Selain itu, BNPB mendistribusikan 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji.

Kemudian sebanyak 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 pcs masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit Genset 5 KVA.

Sebelumnya Kepala BNPB Doni Monardo yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 memberikan dukungan berupa alat tes cepat antigen untuk memeriksa dan menelusuri adanya penularan COVID-19 di lingkungan pengungsian.

“Nanti akan ada proses swab antigen, untuk kita menjamin para pengungsi tidak terpapar COVID-19,” kata Doni, Minggu (17/1). Apabila terdapat warga pengungsi yang reaktif swab antigen, maka akan segera mendapatkan tindak lanjut dari Dinas Kesehatan setempat.

Selain itu, Doni juga meminta penanganan pengungsian warga yang terdampak gempa Sulbar agar memisahkan antara kelompok rentan dengan usia muda guna mencegah penularan, dan mengantisipasi adanya potensi risiko penyebaran COVID-19 di tempat pengungsian.

Sumber Berita : JPNN.com

Continue Reading

Ragam

Mengintip Gaji Komjen Listyo Sigit Calon Kapolri

Published

on

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajukan nama Komjen Listyo Sigit Prabowo ke DPR RI sebagai calon tunggal Kapolri. Saat ini, ia menjabat sebagai Kabareskrim Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.

Sebelum menjabat Kabareskrim, Listyo Sigit Prabowo menjabat sebagai Kadiv Propam Polri. Pria kelahiran Ambon ini merupakan jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991.

Sebagai polisi berpangkat bintang tiga, berapa gaji sebulan yang diterima Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai polisi?

Gaji polisi diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2019 tentang Perubahan Keduabelas atas Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Untuk gaji jenderal polisi dengan bintang 1 sampai bintang 4 ditetapkan paling kecil Rp 3.290.000 per bulan dan paling tinggi Rp 5.930.800 per bulan.

Besaran gaji polisi tersebut disesuaikan dengan jumlah bintang dan masa kerjanya. Berikut rincian gaji jenderal polisi sesuai dengan Perpres Nomor 17 Tahun 2019.

Untuk polisi berpangkat Komjen Pol, gaji per bulan dari negara ditetapkan sebesar antara Rp 5.079.300 hingga Rp 5.930.800 per bulan.

Selain gaji, pejabat polisi berpangkat jenderal polisi mendapatkan tunjangan kinerja atau tukin yang diatur dalam Peraturan Presiden.

Presiden Jokowi terakhir kali melakukan revisi regulasi terkait remunerisasi tunjangan kinerja pada pegawai Polri yakni lewat Peraturan Presiden Nomor 103 Tahun 2018 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Besaran tukin yang diterima perwira tinggi polisi mengacu pada kelas jabatan dalam lingkungan Kepolisian Republik Indonesia.

Merujuk pada aturan tersebut, polisi berpangkat Komjen masuk dalam kelas jabatan 17 dengan besaran tunjangan kinerja polisi sebesar Rp 29.085.000 per bulan.

Kelas jabatan Kabareskrim tersebut sama dengan posisi penting lain di Polri antara lain Kabarharkam, Kalemdikpol, Asops Kapolri, Asrena Kapolri, As SDM Kapolri, dan Assarpras Kapolri.

Untuk tunjangan kinerja, level jabatan Kabareskrim hanya satu tingkat di bawah Wakapolri yang berada di kelas jabatan 18 dengan tunjangan kinerja sebesar Rp 34.902.000 per bulan.

Di luar tunjangan kinerja Polri, anggota polisi menerima berbagai macam tunjangan lain yang besarnya bervariasi tergantung pangkat, jabatan, dan daerah penempatan. Besaran tunjangan ini relatif lebih kecil dibandingkan tunjangan kinerja.

Beberapa tunjangan yang melekat pada anggota Polri (tunjangan polisi) selain tunjangan kinerja antara lain tunjangan keluarga, tunjangan lauk pauk, tunjangan jabatan, tunjangan khusus daerah Papua, dan tunjangan daerah perbatasan.

Anggota Polri tak boleh bergaya hidup mewah

Sementara itu, Kapolri Jenderal Idham Azis telah memerintahkan semua anggota Polri tidak bergaya hidup mewah atau hedonisme dalam kehidupan sehari-hari.

Perintah Kapolri tersebut dituangkan secara resmi dalam Surat Telegram Rahasia (TR) Nomor ST/30/XI/HUM 3.4/2019/DIVPROPAM tanggal 15 November 2019.

  • Tidak menunjukkan, memakai, dan memamerkan barang-barang mewah dalam kehidupan sehari-hari, baik di kedinasan maupun di ruang publik.
  • Hidup sederhana di lingkungan internal Polri maupun kehidupan bermasyarakat.
  • Tidak mengunggah foto dan video pada media sosial yang menunjukkan gaya hidup hedonis karena dapat menimbulkan kecemburuan sosial.
  • Menyesuaikan norma hukum, kepatutan, kepantasan dengan kondisi lingkungan tempat tinggal.
  • Menggunakan atribut Polri yang sesuai dengan pembagian dan untuk penyamarataan.
  • Para pimpinan, kasatwil, dan perwira dapat memberikan contoh perilaku dan sikap yang baik, dengan tidak memperlihatkan gaya hidup hedonis.

Sumber Berita : Kompas.com

Continue Reading

Ragam

Published

on

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan pemerintah siap menghadapi gugatan Uni Eropa terhadap kebijakan larangan ekspor ore nikel ke Organisasi Pedagang Dunia (WTO).

Sebagai negara yang menjunjung tinggi hukum, kata Lutfi, Indonesia menghargai sikap tersebut dan akan membentuk tim terbaik untuk membantah semua tuduhan yang diarahkan Uni Eropa.

“Kami akan melayani sengketa ini di WTO dan saya menganggap secara pribadi, sebagai negara yang menjunjung tinggi hukum, ini adalah proses yang baik dan benar,” ujarnya dalam konferensi pers Kementerian Pedagang, Jumat (15/1).

Lutfi menilai dalam hal ini kedua pihak juga tengah berjuang untuk membela kepentingannya masing-masing.

Uni Eropa menganggap kebijakan larangan ekspor nikel mengganggu produktivitas industri stainless steel mereka yang melibatkan 30 ribu pekerja langsung dan 200 ribu pekerja tidak langsung.

Sementara di sisi lain, Indonesia tengah melakukan pemanfaatan sumber daya alam secara maksimal dengan melakukan hilirisasi produk-produk pertambangan.

“Kami tentu merasa berkeyakinan aturan-aturan yang kami kerjakan itu bukan saja untuk menjaga sumber daya alam agar menjadi baik, itu basis utamanya. Kedua adalah memastikan bahwa barang-barang itu adalah milik pemerintah Indonesia,” tuturnya.

Namun ia juga mengaku kecewa sebab hal tersebut seharusnya bisa didiskusikan secara bilateral tanpa perlu pergi ke WTO. “Tentunya kami sangat kecewa konsultasi yang sudah begitu lama, saya pikir sudah beda. Tapi dalam waktu dekat kami bisa pastikan tidak ada dampaknya,” terangnya.

Seperti diketahui, pemerintah menetapkan larangan ekspor bijih nikel per 1 Januari 2020 dengan mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM nomor 11 tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara.

Jadwal pelarangan ini lebih cepat dua tahun dari Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017 tentang perubahan keempat atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara yang memperbolehkan ekspor tersebut hingga 2022.

“Kita pastikan bahwa kami akan mempelajari apa saja yang dituntut Uni Eropa dan kami akan ikut proses tuntutan ini sesuai dengan aturan yang sudah kita sepakati,” tandasnya.

Sumber Berita : CNN Indonesia

Continue Reading

Trending