Connect with us

International

RI-Jepang Sepakat Kerja Sama Terkait Isu Laut China Selatan

Published

on


FINROLL.COM – Indonesia dan Jepang sepakat untuk menjalin kerja sama secara erat terkait isu Laut China Selatan (LCS). Kedua negara juga sepakat bekerjasama pada isu Korea Utara.

Hal itu disampaikan oleh Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dalam pernyataan pers usai dijamu oleh Presiden RI Jokowi di Istana Bogor, Selasa (20/10).

“Sehubungan dengan isu-isu regional, termasuk Korea Utara dan Laut Tiongkok Selatan, kami sepakat bahwa Jepang dan Indonesia akan bekerja sama secara erat,” ucap Suga dalam bahasa Jepang yang telah diterjemahkan oleh penerjemah di Istana, dikutip dari siaran langsung Youtube Sekretariat Negara.

Suga kemudian meminta kerja sama dari Indonesia agar isu penculikan warga Jepang oleh Korea Utara dapat segera diselesaikan.

Dia menegaskan bahwa Indonesia-Jepang akan terus bekerjasama dan bergandengan tangan bagi perdamaian di kawasan.

“Jepang akan bekerjasama dan bergandengan tangan dengan Indonesia bagi perdamaian dan kesejahteraan kawasan ini, berlandaskan kemitraan strategis kedua negara kita yang diperkokoh kunjungan saya ke Indonesia kali ini,” tuturnya.

Dalam pertemuan itu, Suga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Jokowi karena telah menyambutnya dengan baik.

Suga merasa sangat senang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang dia kunjungi sebagai lawatan perdana internasionalnya sejak menjabat sebagai perdana menteri bulan lalu.

Sementara itu, Jokowi juga menyambut baik kedatangan Suga ke Indonesia. Terutama di masa pandemi virus corona seperti ini Jokowi yakin bahwa melakukan kunjungan kenegaraan bukan hal yang mudah.

“Saya meyakini keputusan berkunjung ke luar negeri khususnya Indonesia di masa pandemi ini tidak mudah, oleh sebab itu saya sangat menghargai kunjungan Yang Mulia. Dan kunjungan ini merupakan sebuah simbol komitmen yang kuat,” ujar Jokowi.

Indonesia dan Jepang memang memiliki histori yang baik dalam hubungan bilateral. Negeri Matahari terbit diketahui pernah menjajaki kerja sama khususnya di bidang infastruktur dengan Indonesia.

Adapun sebelum mengunjungi Indonesia, Suga lebih dulu ke Vietnam. Di sana ia bertemu dengan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc.

Kedua negara menetapkan kesepakatan dasar yang memungkinkan Jepang untuk mengekspor peralatan dan teknologi pertahanan ke Vietnam.

Jepang memang tengah mengejar perjanjian semacam itu dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan hubungan dengan Asia Tenggara dan mempertahankan industri pertahanannya sendiri.

Serupa seperti saat mengunjungi negara tersebut, Suga kembali menyatakan bahwa baik Indonesia maupun Vietnam merupakan kunci untuk mengejar visi “Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka” saat bertemu Jokowi.

Laut China Selatan menjadi perairan rawan konflik terutama setelah China mengklaim sepihak sebagian besar wilayah perairan itu. Klaim historis Beijing itu bertabrakan dengan wilayah kedaulatan sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, bahkan hingga Taiwan.

Indonesia sendiri tidak pernah menempatkan diri sebagai negara yang turut bersengketa dalam perebutan wilayah di Laut China Selatan. Namun, belakangan aktivitas Beijing di dekat perairan Natuna kian mengkhawatirkan Jakarta.

Kapal China diketahui beberapa kali mencoba menerobos masuk ke wilayah kedaulatan lIndonesia. Paling anyar terjadi pada bulan lalu.

Badan Keamanan Laut RI (Bakamla) melalui KN Nipah 321 mengusir kapal coast guard China yang berkeliaran di zona eksklusif ekonomi Indonesia, Laut Natuna Utara, pada Sabtu (12/9).

Kapal China dengan nomor lambung 5204 terdeteksi pada pukul 10.00 WIB. KN Nipah 321 yang berjarak 9,35 kilometer pun langsung meningkatkan kecepatan, mendekati kapal China itu.

Petugas sempat melakukan kontak dengan kapal China melalui radio. Namun, pihak yang bersangkutan bersikeras tengah melakukan patroli di wilayah teritorial laut China. (Cnnindonesia.com)

Iwan Hidayat Bergabung Dengan Finroll Media Group Tahun 2012

International

Cina Kaji Kirim Wahana ke Tepi Tata Surya, 100 Kali Jarak Bumi-Matahari

Published

on

By

Sejumlah ilmuwan Cina sedang mengevaluasi kelayakan sebuah proyek untuk mengirim wahana antariksa ke tepi tata surya, ujar Wu Weiren, Kepala Perancang Program Eksplorasi Bulan Cina.

Wahana antariksa Cina tersebut akan menempuh jarak sekitar 100 kali lipat dari jarak antara Matahari dan Bumi pada 2049, saat perayaan 100 tahun berdirinya Republik Rakyat Cina, kata Wu dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan surat kabar industri Cina Space News.

Jarak Matahari ke Bumi disebut Satuan Astronomi (SA), yaitu sekitar 150 juta kilometer.

Proyek itu bertujuan untuk melakukan eksplorasi dan eksperimen ilmiah di tepi tata surya, sebuah wilayah berjarak sekitar 15 miliar kilometer dari Bumi.

“Jika proyek tersebut dapat diimplementasikan, itu akan menjadi kontribusi Cina untuk dunia dan umat manusia,” tutur Wu.

“Industri antariksa Cina memiliki kekuatan untuk mencapai tujuan ini,” tambah sang ilmuwan.

Continue Reading

International

Cerita Jokowi Telepon Menteri Kesehatan India, Tanya soal Strategi “Micro Lockdown”

Published

on

Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa saat ini terjadi lonjakan kasus Covid-19 di India. Padahal, beberapa waktu lalu Negeri Anak Benua itu berhasil menurunkan laju kasus virus corona. Bahkan, kala itu Jokowi sempat menelepon Menteri Kesehatan India untuk bertanya tentang strategi pengendalian Covid-19 di negara mereka. “Saya ingat di bulan Januari kita telepon kepada Menteri Kesehatan India, kuncinya (pengendalian Covid-19) apa? Dan beliau menyampaikan, kuncinya adalah micro lockdown,” kata Jokowi saat memberikan arahan ke kepala daerah se-Indonesia, ditayangkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/4/2021).

Strategi micro lockdown India itu lantas diadopsi Pemerintah Indonesia menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. Kebijakan itu diterapkan di Tanah Air sejak Januari 2021. Jokowi menyebut, India pernah berhasil menurunkan laju penularan virus menjadi 10.000 kasus Covid-19 per hari. Penurunan itu terjadi selama Oktober 2020 hingga Januari 2021.

Namun, kini kasus aktif Covid-19 di negara tersebut mencapai 350.000 dalam sehari. Berkaca dari hal tersebut, Jokowi meminta seluruh gubernur, bupati, dan wali kota di Indonesia berhati-hati. “Hati-hati dengan perkembangan yang ada di India, dan juga tidak hanya di India, ada di Tukri, kemudian ada di Brazil, dan beberapa di Uni Eropa. Hati-hati,” ucap dia.

Jokowi mengatakan, kasus aktif Covid-19 harian di Indonesia saat ini berada di angka 4.000-6.000 kasus. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan Januari lalu yang mencapai 14.000-15.000 kasus aktif dalam sehari. Namun, Jokowi menyebut, saat ini beberapa daerah mulai mengalami kenaikan kasus Covid-19 seperti Sumatera Selatan, Aceh, Lampung, Jambi, Kalimatan Barat, Nusa Tenggara Timur, Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, hingga Kepri.

Ia meminta para kepala daerah di wilayah-wilayah itu terus waspada dan meningkatkan kehati-hatian. “Sekecil apa pun kasus aktif di provinsi, di kabupaten, di kota yang bapak ibu pimpin, jangan kehilangan kewaspadaan, ikuti angka-angkanya, ikuti kurvanya, ikuti harian. Begitu naik sedikit, segerakan untuk ditekan kembali agar terus menurun,” kata dia.

Continue Reading

International

Ekonomi Cina Melesat 18,3 Persen, Mantan Menteri BUMN Sebut Ini Gila-gilaan

Published

on

By

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyoroti ekonomi Cina yang tumbuh hingga 18,3 persen pada kuartal I pada tahun 2021, atau setahun lebih selepas pandemi Covid-19. Pertumbuhan ini melebihi beberapa negara lain seperti Singapura yang hanya tumbuh 0,2 persen, Amerika Serikat 5,4 persen, dan India 12 persen.

“Ini gila-gilaan,” kata mantan CEO Jawa Pos Group tersebut dalam blognya disway.id pada Kamis, 22 April 2021.

Menurut Dahlan, pertumbuhan ekonomi 18,3 persen ini baru pertama kali dalam sejarah Cina sejak 1979. Adapun untuk tahun ini, lembaga seperti International Monetary Fund (IMF) pun memperkirakan Cina bakal tumbuh 8,4 persen sepanjang 2021.

Tak hanya itu, pertumbuhan ini juga membuat Dahlan geleng-geleng kepala. Sebab, sumbangan terbesar justru berasal dari Provinsi Hubei, yang memiliki ibu kota Wuhan atau lokasi awal penyebaran Covid-19.

Menurut Dahlan, Hubei tumbuh hampir 60 persen. “Itu seperti sulapan. Padahal tiga bulan pertama tahun lalu minus 40 persen,” kata dia.

Ia pun menilai Wuhan memang begitu cepat berubah. Meski, Wuhan yang paling menderita karena harus mengalami lockdown selama 76 hari di awal tahun 2020. “Cepat bertindak lalu cepat bangkit,” kata Dahlan.

Dahlan pun menilai kunci dari kebangkitan Cina ini adalah karena negara tersebut melakukan lockdown yang sangat awal. Lalu, manajemen tracing Covid-19 melalui aplikasi sangat dini dan melakukan tes Covid-19 berdasarkan kawasan.

Kemudian, mengatur kedatangan pesawat dari luar negeri hanya di empat kota dan mengiring semua penumpang ke lokasi karantina sejak dari bandara. Terakhir, menemukan vaksin lebih awal dan memperioritaskan vaksinasi untuk pelayan kesehatan dan mereka yang akan keluar negeri untuk berbisnis.

Dengan cara ini, maka bisnis di Cina bisa jalan terus. Negara ini pun akhirnya bisa mulai bangkit sejak pertengahan tahun 2020. “Dengan menceritakan itu saya hanya akan menunjukkan bahwa semangat maju memang seperti itu. Di segala bidang,” ujar Dahlan Iskan.

Continue Reading

Trending