Connect with us

Traveling

Ridwan Kamil Siap Menyulap Kota Cirebon Menjadi Destinasi Keren Se-Indonesia!

Published

on


Ridwan Kamil Siap Menyulap Kota Cirebon Menjadi Destinasi Keren Se-Indonesia!

Finroll.com – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyetuskan 5 usulan penataan kota Cirebon agar bisa menjadi kawasan pariwisata yang gak cuman sekedar indah tapi keren Se-Indonesia.

Rencana usulan ini diungkapkan melalui Akun Instagramnya. Ada 5 hal yang akan dilakukan terkait pembangunan di Cirebon yang bisa juga mendorong pariwisatanya.

Pertama, akan ada penataan alun-alun baru di tahun 2019. Kedua, penataan Main Street atau jalan utama di Cirebon seperti Jalan Malioboro atau Jalan Asia Afrika di Bandung.

Ketiga, Emil berencana menata Shopping Street yaitu ruas jalan untuk shopping atau cafe. Langkah keempat juga penting terkait warisan budaya.

“Memaksimalkan wisata keraton: Kasepuhan, Kacirebonan, Kanoman. Lima, Menkonversi gedung kolonial menjadi pusat budaya untuk kesenian. SEMOGA LANCAR DAN BERHASIL. #JABARJUARA,” tutupnya.

Advertisement

Traveling

Traveling ke Wenara Wana, Hutan Suci Suaka Bagi Monyet

Published

on

By

Wenara Wana dianggap sebagai hutan suci bagi ratusan monyet. Kala monyet dianggap hama di wilayah lain di Bali, mereka justru sangat aman di hutan suci itu. Di rerimbunan Wenara Wana, monyet datang dan pergi sesuka hatinya.

Ratusan monyet itu sangat bebas, tak ada sekat maupun kandang. Juga dinding untuk menampung mereka. Sehingga pengunjung yang datang ke Wenaea Wana bisa berinteraksi dengan monyet. Kala monyet dianggap hama di luar Wenara Wana, di hutan itu monyet dihormati dan dirawat. Mereka menjadi bagian spiritual dari pura. Mereka juga dianggap manifestasi dari Hanoman.

Wenara Wana berdiri di atas lahan 27 hektar tanah berwujud hutan lebat, jalan berliku, patung sakral, dan tiga pura yang berbeda. Lebih dari 80 spesies pohon yang berbeda telah diidentifikasi di dalam hutan. Pepohonan ini menawarkan perlindungan bagi sejumlah besar burung, kadal, tupai dan rusa, selain monyet.

Hutan suci ini juga meruakan pekuburan warga Bali sebelum menjalani ritual ngaben. Keluarga yang belum memiliki uang yang cukup untuk menggelar ngaben, menguburkan kerabat mereka di Wenara Wana. Setelah biaya ngaben cukup, jenazah itu digali kemudian diadakan kremasi secara tradisional, melalui tahapan-tahapan upacara. Selanjutnya abu kenazah didistribusikan ke tempat pemujaan keluarga.

Selain monyet, hutan yang asri, dan pemakaman, Wenara Wana merupakan lokasi pura yang berasal dari pertengahan abad ke-13: Pura Dalem Agung Padangtegal, Pura Beji dan Pura Prajapati. Tempat ini berlokasi di desa Padangtegal dan diatur oleh warga desa yang langsung bekerja di Monkey Forest Ubud.

Hutan yang menjadi cagar alam untuk monyet ini, dikelola Manajemen Mandala Suci Wenara Wena. Tugas mereka menjaga kesucian dan untuk mempromosikan Monkey Forest Ubud sebagai destinasi wisata. Pura-pura yang berusia ratusan tahun itu, memang bukan dalam bentuk aslinya karena mengalami renovasi berkali-kali. Namun fungsinya tak berubah sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa.

Ruang paling suci di Wenara Wana adalah Lingga Yoni dan pemandian — yang aliran sungainya berasal dari hutan. Dalam beberapa tahun terakhir para peneliti dari seluruh dunia, memanfaatkan kesempatan untuk mengamati monyet di Wenara Wana.

Bagian luar pura atau di pinggiran hutan, para penjaja makanan untuk monyet berderet panjang. Mereka menjual pisang yang jadi makanan favorit monyet. Tetapi pengunjung harus ingat bahwa monyet adalah hewan liar, yang dapat menggigit dan juga mungkin membawa penyakit. Jadi, pasrahkan kepada penjaga Wenara Wana untuk memberi makan mereka.

Continue Reading

Traveling

Uji Adrenalin, Tur ke Rumah Hantu dengan Hadiah Rp280 Juta

Published

on

By

Berwisata ke rumah hantu jadi salah satu alternatif bagi mereka yang menyukai tantangan mendebarkan. Salah satunya rumah McKamey Manor di Summertown, Tennessee, Amerika Serikat, yang diklaim sebagai rumah hantu paling menakutkan di dunia.

Sang pemilik, Russ McKamey, menjanjikan siapa saja yang bisa bertahan dalam rumah tersebut selama 10 jam, maka akan menerima imbalan sebesar 20 ribu dolar AS atau Rp280 juta.

“Setiap pengunjung akan diuji secara mental dan fisik sampai titik puncak mental Anda. Ini bisa menjadi pengalaman yang agresif,” tulis situs resmi McKamey Manor, seperti dilansir dari Oddity Central, Selasa, 29 Oktober 2019.

Mereka yang berani menerima tantangan ini diperbolehkan membawa teman, tapi mereka tak diizinkan untuk membalas kontak. Satu-satunya cara untuk menghentikan suasana horor terjadi adalah mengutarakan kalimat “Anda benar-benar tak mau melakukan ini.”

Untuk mendaftar tur McKamey Manor ini, peserta harus berusia 21 tahun. Selain itu, mereka harus memberikan bukti asuransi kesehatan, menyelesaikan olahraga fisik, dan menandatangani surat sebanyak 40 halaman.

Mereka yang memenuhi syarat harus menonton video informatif dua jam berjudul And Then There Were None, di mana Russ McKamey memaparkan segala yang perlu diketahui untuk mengikuti tur rumah hantu ini.

Kecoak dan Laba-Laba Hidup

Pengeloa McKamey Manor akan memberikan peserta semua informasi yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan tur, termasuk lokasi berbagai kunci yang mereka butuhkan, dan bagaimana menemukan kunci-kunci itu.

“Tidak ada yang bahkan mencapai jam awal dengan pertunjukan baru ini. Permainan mental baru itu jauh lebih sulit,” kata Russ kepada WLFA.

Berbeda dengan sebagian besar rumah berhantu memberikan ketakutan yang murah dengan bantuan suara menyeramkan, dan aktor melompat keluar dari sudut gelap.

Namun, McKamey Manor membawa segala sesuatunya ke tingkat yang sama sekali baru, seperti menempatkan kecoak hidup atau laba-laba di wajah orang, menenggelamkan laba-laba itu dalam cairan seperti darah, dan segala macam hal gila lainnya.

Seluruh pengalaman itu begitu mengerikan sehingga Russ McKamey merekam semua orang, kalau-kalau ada yang mengaku telah disiksa atau terluka secara fisik.

Continue Reading

Kuliner

Es Krim Ragusa : Es Krim Iconic Kota Jakarta

Published

on

By

Es krim adalah sebuah makanan pencuci mulut yang digemari oleh banyak orang. Rasanya yang lembut dan manis membuat semua kalangan menyukainya. Tapi belum lengkap rasanya jikalau kawan GNFI belum mencoba es krim satu ini.

Namanya Es Krim Ragusa, Camilan yang berbahan dasar susu ini sudah diperjualbelikan sejak tahun 1932 di Jakarta. Dengan aroma susu yang kental dan bangunan tua membawa pengunjung ke zaman lampau saat duduk di kedai es krim Ragusa. Kita juga dapat melihat mesin pembuat es krim terpajang di belakang kedai tersebut, gambar es krim dan foto keluarga Luigi dan Vincenzo pun masih terpajang di kedai ini.

Es krim ragusa memiliki ciri khas lain yang tentunya berbeda dengan es krim pada umumnya. Semua es krim ditempat ini diproduksi sendiri dengan resep turun-temurun. Dengan resep yang turun temurun tentunya ada sejarah yang tidak bisa kita lupakan dibalik pembuatan es krim ini.

Dahulu pemilik usaha es krim khas Italia Vincenzo Ragusa dan Luigi Ragusa menghibahkan ladang usahanya yang dibangun sejak zaman Belanda tahun 1932 kepada Sias Mawarni dan suaminya Buntoro Kurniawan (Yo Boen Kong) tahun 1977. Berawal dari ayah Sias yang bertemu dengan dua warga Italia tersebut yang ingin belajar menjahit tapi pada akhirnya beralih menjadi penjual es krim karena ketika jalan-jalan ke lembang mereka melihat adanya peternakan sapi.

Awalnya dua warga Italia tersebut menjual es krim di Jalan Naripan, Bandung. Tak lama kemudian membuka usaha dekat Monas tepatnya di Pasar Gambir. Dan akhirnya pun dikelola oleh Sias dan Suaminya Buntoro yang bekerja di kedai ragusa.

Es krim ini menawarkan kelezatan rasa dan sensasi lumer dimulut saat dicoba. Bahan-bahan yang dipilih juga tidak seperti sembarangan seperti susu dan buah-buahan. Bahan-bahan pilihan ini menjadikan es krim ragusa memiliki rasa manis yang segar dan begitu nikmat ketika disantap. Selain rasanya yang enak, keunggulan dari es krim ini adalah tidak menggunakan bahan pengawet.

Bukan hanya itu saja, kedai ini juga masih mempertahankan etnik Italia yang tradisional seperti tahun 1932. harga dari es krim Italia ini juga terjangkau mulai Rp 15.000 – Rp 35.000 itu tidak pernah naik dari masa ke masa. Kedai ini buka dari jam 09.30 WIB sampai jam 23.00 WIB setiap Senin sampai Minggu.

Ada berbagai macam varian yang ditawarkan seperti spaghetti ice cream, cassata siciliana, banana split, nougat atau chocolate sundae yang semuanya bisa mengundang selera. Salah satu varian yang menjadi favorit pengunjung di Es Krim Ragusa adalah Spaghetti Ice Cream. Es krim ini memiliki tekstur seperti spaghetti, apalagi porsinya yang besar dengan tambahan taburan kacang tanah diatasnya menjadikan kepuasan tersendiri saat memakannya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending