Connect with us

Science & Technology

Samsung Akan Hadiahi ‘Ear Buds’ Bagi Pelanggan Yang Lakukan Pre-Order Galaxy S10

Published

on


Samsung Galaxy S10

Samsung kembali mempersiapkan gadget terbaru yang telah lama dinantikan. Jelang peluncurannya, bocoran tentang smartphone terbaru Samsung Galaxy S10 semakin banyak. Sesuai jadwal, ponsel ini bakal diluncurkan, 20 Februari 2019.

Dikabarkan GSM Arena, Samsung bakal memberikan hadiah berupa ear buds gratis kepada pelanggan yang melakukan pre-order Galaxy S10. Kabarnya, ear buds nirkabel itu bisa di-charge di punggung ponsel.

Gambar yang diunggah di akun Twitter pengamat gadget, Roland Quandt, @rduandt, memperlihatkan earphone yang berada di dalam casing putih. Bodi Samsung Galaxy S10 itu terlihat lebih glosy dari varian lainnya yang membuatnya tampil elegan.

Sayangnya, tidak dijelaskan apakah Samsung bakal memberikan ear buds itu pada varian Galaxy S10+ dan Galaxy S10e. Sebab, earphone nirkabel itu diprediksi dijual seharga 149 euro atau sekira Rp2,3 juta. Harganya memang cukup pantas untuk disandingkan dengan Galaxy S10 yang cukup mahal.

Samsung Galaxy S10 diperkirakan mulai dijual pada 8 Maret 2019, namun, beberapa negara akan lebih cepat atau lambat mendapatkan ponsel ini. Ponsel ini tetap akan tersedia dalam tiga model.

Galaxy S10 termurah ini akan memiliki layar 5,8 inci, lebih kecil dibandingkan dua versi lainnya masing-masing 6,1 inci dan 6,4 inci. Semua model Galaxy S10 diperkirakan akan memakai chipset yang sama, yang membedakan ketiga ponsel ini antara lain RAM, kapasitas internal dan kamera. Versi termahal, Samsung Galaxy S10+ akan ada varian RAM 12GB dan kapasitas penyimpanan internal 1 terabyte.

Meski pun tergolong mewah dan memakai spesifikasi tinggi, diperkirakan harga jual Smartphone itu tidak menembus USD1.000 atau Rp14 juta di Amerika Serikat, termasuk untuk versi termahal Galaxy S10. (Okezone)

Science & Technology

WhatsApp Jajaki Kerjasama Dengan Perusahaan Pembayaran Digital dan Bank di Indonesia

Published

on

Finroll.com — Konsep bisnis WhatsApp tengah menjajaki kerjasama dengan perusahaan pembayaran digital dan bank di Indonesia untuk bisa menjalankan bisnis pembayaran digital di dalam negeri.

WhatsApp hanya akan berfungsi sebagai platform di Indonesia yang mendukung pembayaran melalui dompet digital lokal seperti dikatakan Sumber Reuters.

Konsep bisnis yang dibawa ke Indonesia ini berbeda dengan rencana WhatsApp di India yang akan menawarkan layanan pembayaran peer-to-peer secara langsung. Sebab, WhatsApp melihat regulasi terkait sistem pembayaran digital di Indonesia cukup ketat.

Sugeng selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) mengatakan, BI melalui ketentuan baik Peraturan Bank Indonesia (PBI) atau Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) telah memberikan pokok-pokok yang harus dipenuhi bagi siapapun yg ingin menyediakan jasa sistem pembayaran di Indonesia, baik mengajukan izin atau persetujuan kerja sama.

Proses perizinanya akan tergantung dari jenis instrumen atau layanan sistem pembayaran yang akan disediakan oleh perusahaan tersebut.

“Jika telah ada pengajuan izin resmi, baru BI akan melihat dan dapat menganalisis lebih dalam,” ujarnya.(red)

Continue Reading

Science & Technology

Aplikasi Baru Pesaing Gojek dan Grab, Tarif Mobil Mulai Rp 5.000

Published

on

By

Finroll.com-  Masyarakat di Banjarmasin dapat memesan mobil atau sepeda motor di layanan internasional Maxim melalui aplikasi seluler dan situsid.taximaxim.com. Maxim akan menjadi pesaing Gojek dan Grab.

“Biaya perjalanan langsung dapat diketahui setelah rute dicantumkan: perjalanan dengan sepeda motor akan dikenakan biaya mulai dari Rp3.000, dalam mobil biasa – mulai dari Rp5.000. Biaya tidak tergantung pada kondisi lalu lintas dan tidak berubah di akhir perjalanan. Berkat hal tersebutlah, para penumpang akan dapat dengan mudah mengatur biaya pengeluaran mereka untuk transportasi,” dalam keterangan resmi Maxim yang diterima Tempo, Selasa 20 Agustus 2019.

Salah satu fungsi-fungsi unik yang terdapat di dalam aplikasi ini ialah peluang untuk membuat reservasi dan mencantumkan rute yang rumit, yang terdiri atas beberapa alamat sekaligus, komunikasi gratis dengan pengemudi yang terjamin keamanannya.

Untuk preferensi, dapat dicantumkan pula mengenai pengangkutan bagasi atau hewan peliharaan, meminta bantuan dari pengemudi, menuliskan jumlah nominal uang Anda, yang memerlukan kembalian. Pengguna, yang ingin berbagi kepada orang lain tentang lokasi keberadaan mereka di perjalanan, dapat mengirimkan tautan menuju peta berisi rute perjalanan.

Ini sangat nyaman untuk dilakukan, terutama ketika Anda perlu menjemput teman di perjalanan atau memastikan perjalanan orang terdekat Anda nyaman dan lancar.

Order akan dipenuhi oleh para mitra layanan – armada taksi dan angkutan prbadi. Dalam aplikasi Taxsee Driver, mereka memilih jenis kendaraan, yang akan mereka gunakan dan melihat order berdasarkan tarif mereka sendiri di berbagai wilayah kota.

Dalam hal ini, aplikasi langsung menunjukkan biaya order dan mengizinkan mereka untuk memenuhi yang terdekat dari lokasi mereka saat itu.

Dengan demikian, para pengemudi akan selalu mengetahui jumlah yang mereka hasilkan, mempersingkat waktu mengemudi tanpa penumpang, sekaligus menghemat bahan bakar.

Selain Banjarmasin, layanan pesaing Gojek ini juga beroperasi di Jakarta, Surakarta, Pekanbaru, Bandar Lampung, Balikpapan dan Yogyakarta.

Continue Reading

Science & Technology

Kemenperin Cari Peluang Inovasi Pendukung Kendaraan Listrik

Published

on

Finroll.com — Kalangan peneliti maupun pengambil kebijakan yang terlibat dalam melakukan kegiatan inovasi perlu memiliki pemahaman mengenai paten. Hal tersebut beralasan, karena paten terkait dengan hak cipta.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan lndustri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara mengatakan, melalui paten, kita mengetahui celah-celah mana yang harus kita miliki dan melakukan proses inovasi pembela­jaran lebih lanjut untuk menyempurnakan apa yang telah dilakukan orang lain. Jadi, terhindar dari masalah gugatan hukum, serta tidak terjadi tumpang-tindih,” ujar dalam siaran pers di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Dalam etimologinya, paten adalah hak eksklusif inventor atas invensi di bidang teknologi dalam kurun waktu tertentu untuk melaksanakan sendiri atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakan invensinya.

Sementara itu, hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Terkait hal tersebut, Kemenperin sedang mendorong pemanfataan Patent Mapping bagi para pelaku industri manufaktur di Indonesia. Patent Mapping merupakan suatu metode untuk melakukan identifikasi dan pemetaan teknologi yang sedang berkembang melalui pengolahan dan pemanfaatan database paten di seluruh negara anggota World Intellectual Property Organization (WIPO).

“Hasil dari Patent Mapping dimaksudkan untuk dapat dijadikan acuan rekomendasi kebijakan dalam penyusunan strategi yang tepat,” tuturnya.

Ngakan menyebutkan, salah satu pemanfaatan Patent Mapping tools ini, misalnya untuk melakukan identifikasi dan pemetaan perkembangan teknologi daur ulang baterai di berbagai negara. Dalam hal ini, Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung, salah satu unit kerja di bawah BPPI, sedang melakukan penelitian terkait daur ulang limbah baterai ion lithium.

“Jadi, nanti hasilnya diharapkan sebagai salah satu solusi dalam mengatasi potensi permasalahan lingkungan atas baterai kendaraan listrik di masa depan,” ungkapnya.

Ngakan menjelaskan, bahwa dalam pengembangan kendaraan listrik, 60% kuncinya ada pada baterai dan bahan untuk membuat baterai. “Dalam perkembangannya ke depan, perlu dipertimbangkan bagaimana tata kelola penggunaan baterai dari kendaraan listrik, agar nantinya tidak menimbulkan permasalahan terhadap lingkungan,” tuturnya.

Apalagi, lanjut Kepala BPPI, pemerintah telah menerbitkan regulasi untuk menstimulus percepatan pengembangan produksi kendaraan listrik di dalam negeri. Ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

“Oleh karena itu, BPPI sebagai unit kerja di lingkungan Kemenperin yang bertanggung jawab men­jalankan program pembentukan ekosistem inovasi, terus fokus men­dorong terciptanya ekosistem inovasi dengan melibatkan parti­sipasi dari seluruh stakeholder,” paparnya.(red)

Continue Reading
Advertisement

Trending