Connect with us

Politik

Sandiaga dan Fadli Zon Ramaikan Bursa Menteri Pengganti Edhy

Published

on


FINROLL.COM – Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari, menyatakan bahwa politikus Partai Gerindra Sandiaga Uno dan Fadli Zon berpeluang menjadi menteri pengganti Edhy Prabowo di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dia meyakini kursi Menteri Kelautan dan Perikanan akan tetap akan diberikan Presiden Joko Widodo untuk Partai Gerindra.

“Jadi tentunya yang paling berpeluang adalah dari tokoh Gerindra, dilihat dari latar belakang kelima nama elite Partai Gerindra yang berpeluang masuk menggantikan Edhy Prabowo sebetulnya ada dua nama, Sandiaga Uno dan Fadli Zon,” kata Qodari kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/11).

Qodari menerangkan peluang Sandi-sapaan akrab Sandiaga Uno-menduduki Menteri Kelautan dan Perikanan terbuka karena Sandi merupakan calon wakil presiden pendamping Prabowo di Pilpres 2019.

Menurutnya, rekonsiliasi politik akan semakin komplit serta Kementerian Kelautan dan Perikanan akan memiliki kinerja lebih bagus bila Sandi yang terpilih menjadi pengganti Edhy.

“Kalau dia [Sandi] masuk, wah komplit ini rekonsiliasi politik dan di sisi yang lain dengan masuknya Sandi maka harusnya peluang kinerja yang lebih bagus juga akan terjadi,” ujarnya.

Qodari pun meyakini Sandi tidak akan mengulang perbuatan Edhy yang diduga melakukan tindak pidana korupsi.

“Saya haqul yakin tidak sampai korupsi apa lagi buat beli barang-barang mewah, karena Sandi sudah amat sangat kaya, dia tidak perlu korupsi untuk bisa beli barang-barang mewah yang dibeli Edhy dan istrinya di Hawai itu,” ujarnya.

Qodari melanjutkan, jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan akan menjadi menarik bila kelak diberikan kepada Fadli. Pasalnya, dia menuturkan, Fadli masih rajin mengkritik pemerintah, meskipun Gerindra masuk koalisi pendukung pemerintah.

Jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan bisa menjadi tempat Fadli membuktikan apakah memiliki kinerja lebih bagus dibandingkan menteri-menteri lainnya.

Selain Sandi dan Fadli, menurut Qodari tiga kader Partai Gerindra lain juga memiliki peluang mengisi jabatan yang telah ditinggalkan oleh Edhy tersebut.

Menurutnya, tiga kader Gerindra lainnya itu adalah Sufmi Dasco Ahmad, Sugiono, serta Ahmad Muzani.

Qodari menerangkan bahwa pengganti Edhy nantinya wajib memenuhi sejumlah kriteria seperti berasal dari pejabat tinggi di Partai Gerindra dan memiliki kedekatan sejarah serta pribadi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Kalau kita lihat latar belakang Edhy Prabowo itu punya beberapa ciri. Pertama, jabatannya tinggi yaitu Wakil Ketua Umum Gerindra, kedua punya sejarah kedekatan pribadi dengan Prabowo,” ungkapnya.

Qodari menambahkan, sosok Menteri Kelautan dan Perikanan selanjutnya harus lebih baik untuk menutup citra buruk yang ditimbulkan oleh Edhy. Menurutnya, potensi itu berada di sosok Sandi.

“Jadi menteri pengganti Edhy harus jauh lebih bagus, karena harus menutup citra yang jelek dari yang ditimbulkan Edhy dan saya melihat potensi itu ada di Sandi,” ujar Qodari.

Edhy telah mundur sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan setelah menjadi tersangka izin ekspor benur.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pihaknya menunggu keputusan Jokowi terkait sosok pengganti Edhy di jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan.

Menurutnya, partainya tak mau mencampuri urusan yang merupakan hak prerogatif Jokowi sebagai Presiden RI.

Iwan Hidayat Bergabung Dengan Finroll Media Group Tahun 2012

Politik

Sandiaga dan Lufti , Teman Nongkrong Erick Thohir Jadi Menteri

Published

on

Jakarta – Lewat instagram pribadinya @erickthohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengunggah foto saat dirinya masih muda. Dalam foto itu, tampak pula dua temannya yakni Sandiaga Uno dan Muhammad Luthfi.

Dalam keterangan foronya, Erick menyebutkan bahwa mereka adalah teman nongkrong bareng.

“Kayaknya asik nih recreate foto ini bareng bang @sandiuno dan Mas Lutfi? Dulu nongkrong bareng, berkarya bareng, sekarang bareng-bareng membantu pak @jokowi,” tulis Erick dalam akun Instagramnya, @erickthohir, Selasa (22/12/2020).

Seperti yang diketahui, saat ini, Sandiaga ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sandiaga menggantikan posisi Wishnutama Kusubandio.

Sandiaga Uno sebelumnya menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta dan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Sandiaga juga mantan calon Wakil Presiden pada pemilihan Presiden tahun lalu.

Di sisi lain, Jokowi menunjuk Muhammad Luthfi sebagai Menteri Perdagangan untuk menggantikan Agus Suparmanto.

Luthfi saat ini menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat. Sebelumnya, dia pernah menjadi Menteri Perdagangan di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), serta Dubes RI untuk Jepang.

Sumber Berita : Kontan.co.id

Continue Reading

Politik

Gibran Bantah Keras Terlibat Korupsi Bansos Covid

Published

on

Jakarta – Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka membantah dengan tegas bahwa dirinya terlibat dalam korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19. Menurutnya, tudingan tersebut tak berdasar lantaran ia belum pernah bertemu dengan eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara.

“Itu enggak benar itu. Saya itu tidak pernah merekomendasikan atau memerintah atau ikut campur dalam urusan bansos ini. Itu berita yang tidak benar,” katanya usai menyalurkan bantuan asupan gizi kepada warga RT 01 RW 02, Kelurahan Banyuagung, Kecamatan Banjarsari, Senin (21/12).

Sebelumnya, Gibran disebut-sebut merekomendasikan PT Sri Rejeki Isman (Sritex) untuk mengerjakan pembuatan tas kain (goodie bag) bansos Covid-19.

Akan tetapi, Gibran membantah keras. Meski berstatus sebagai putra presiden Jokowi, Gibran mengaku tidak pernah bertemu dengan Juliari P Batubara. Apalagi berkomunikasi terkait pengadaan tas kain untuk penyaluran Bansos Covid-19.

“Kenal sih kenal. Tapi belum pernah ketemu sama sekali. Apalagi merekomendasikan goodie bag. Enggak pernah sekalipun,” ucap Gibran.

“Kalau mau korupsi kenapa baru sekarang, enggak dulu-dulu? Kalau pengen proyek ya proyek yang lebih gede. PLN, Pertamina, jalan tol. Itu nilainya triliunan. Tapi saya enggak pernah seperti itu,” sambungnya.

Gibran juga menampik isu bahwa uang hasil korupsi bansos Covid-19 mengalir ke sejumlah calon kepala daerah yang diusung PDIP di Pilkada 2020. Dia mempersilakan semua pihak untuk memeriksa aliran dana kampanye yang ia gunakan di Pilkada Kota Solo 2020.

“LHKPN, dana kampanye, silakan dicek saja. Semuanya online kok. kalau mau jelas ya ketemu Bu Roro (Bendahara DPC PDIP Solo, Roro Indradi Sarwo Indah). Saya nggak pernah ada yang ditutup-tutupi,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo mengaku tidak tahu menahu mengenai

Menurutnya, dana operasional tim pemenangan PDIP Solo dihimpun dari patungan kader-kader PDIP.

“Kaos kita bikin sendiri, patungan kader partai, eksekutif, dan legislatif,” katanya.

Ia juga mengaku tidak pernah mencampuri dana kampanye yang dihimpun oleh Gibran dan timnya.

“Saya nggak ngerti, wong saya juga nggak pernah minta uang kok. Mas Gibran dananya dari mana ya silakan tanya ke sana sendiri. Tugas saya cuma memenangkan,” katanya.

Sumber Berita : CNN Indonesia

Continue Reading

Politik

Gibran Gunakan Hak Pilih di TPS 22 Manahan

Published

on

FINROLL.COM – Calon Walikota Solo nomor urut 1, Gibran Rakabuming Raka, menggunakan hak suaranya bersama istri, Selvi Ananda, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 22, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/12) pagi.

Berdasarkan pantauan putra sulung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu tiba di TPS bersama Selvi sekitar pukul 08.30 WIB.

Gibran tiba menggunakan mobil Mitsubishi Pajero putih bernomor polisi AD 7777 VA miliknya diiringi beberapa mobil lain. Mobil milik Gibran parkir sekitar 100 meter dari TPS.

Pada kegiatan untuk menyalurkan hak suaranya tersebut, Gibran terlihat berbusana semiformal. Dia menggunakan kemeja garis-garis berwarna-warni. Dia memadukannya dengan celana panjang semata kaki dan sepatu sneaker. Sementara Selvi terlihat mengenakan blouse motif bunga dipadankan dengan kulot warna hitam.

Tak banyak bicara kepada wartawan, Gibran berjala bersama Selvi menuju TPS. Seperti warga lainnya, ia dan istri mencuci tangan sebelum memasuki area TPS 22. Selanjutnya, Gibran menjalani pemeriksaan suhu tubuh.

“36,5 derajat mas,” kata petugas TPS yang memeriksa menggunakan thermometer

Gibran mengangguk menyambut pemberitahuan petugas soal suhu tubuhnya tersebut.

Ia kemudian berjalan untuk mengambil sarung tangan plastik sekali pakai yang disediakan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) setempat. Gibran dan Selvi sempat melambaikan tangan kepada wartawan yang meliput pencoblosan suara di TPS Gibran itu. Saat Gibran mengenakan sarung tangan plastik, adiknya, Kaesang Pangarep datang menyusul.

Gibran dan istrinya hanya berada di TPS sekitar 2 menit untuk menyalurkan suaranya. Ia langsung keluar untuk kembali ke kediamannya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari. Saat berada di pintu keluar TPS, belasan awak media berusaha mewawancarai anak Presiden Jokowi itu.

Namun Gibran enggan menanggapi panjang lebar. Ia beralasan timnya sudah menyiapkan acara jumpa pers di Posko Pemenangan sore nanti. Ia justru mengingatkan awak media untuk mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak.

“Jangan berkerumun. Nanti warga takut. Nanti sore saja,” katanya sambil berjalan menuju mobil.

Dalam Pilwalkot Solo ini, Gibran yang kini merupakan kader PDIP berpasangan dengan politikus PDIP Teguh Prakosa. Paslon ini bersaing dengan paslon independen Bagyo Wahyono-FX Supardjo (BaJo).

Continue Reading

Trending