Connect with us
[adrotate group="1"]

Komoditi

Sanksi AS Terhadap Minyak Venezuela, Harga Minyak Dunia Menguat

Published

on


Harga Minyak Dunia Rebound Satu Persen Akibat Penurunan Stok AS

Finroll.com – Sanksi Amerika Serikat kepada perusahaan minyak milik pemerintah Venezuela(PDVSA) mendongkrak penguatan harga minyak dunia pada perdagangan Rabu, (30/1/2019) WIB atau Selasa (29/1/2019) Waktu AS.

Dinukil dari cnn yang juga melansir Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent menguat US$1,31 menjadi US$61,24 per barel. Secara bulanan, bulan ini, harga Brent masih akan mencatatkan penguatan terbesar sejak April 2016.

Penguatan juga terjadi pada harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$1,32 menjadi US$53,31 per barel.

Venezuela terbukti memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Namun, potensi tersebut belum tergali sepenuhnya karena investasi yang minim. Sebagai anggota OPEC, Venezuela juga menjalankan kebijakan pemangkasan produksi untuk mendongkrak harga.

“Sebagian besar negara Amerika Latin merupakan produsen minyak mentah yang lebih berat, tepat seperti yang diinginkan oleh kilang (di Teluk AS),” ujar PVM dalam catatannya.

Setelah pengenaan sanksi kepada Venezuela, pengelola kilang AS harus mencari pasokan minyak dari negara lain seperti Meksiko, Arab Saudi, dan Irak untuk memenuhi kebutuhan minyak mentah sejenis. Hal itu bakal mengakibatkan lonjakan harga minyak.

Berdasarkan data pengiriman kapal Refinitiv dan data perdagangan lain, ekspor minyak Venezuela pada 2018 merosot dari 1,7 juta barel per hari (bph) pada 2017 menjadi sedikit di atas 1 juta bph.

Meski memiliki perbedaan pandangan politik, selama ini AS merupakan konsumen minyak terbesar Venezuela dengan porsi berkisar 50 persen. Setelah itu, China dan India mengekor.

Petromatrix memperkirakan pengenaan sanksi bakal menekan ekspor Venezuela sebesar 500 ribu bph.

Sementara itu, lapangan minyak terbesar Libya El Sharara akan tetap berhenti beroperasi hingga kelompok bersenjata meninggalkan lapangan tersebut. Pernyataan itu disampaikan oleh perusahaan minyak pelat merah Libya National Oil Corp.

Kendati demikian, pasokan minyak global masih tetap tinggi. Sebagian besar akibat melesatnya produksi minyak mentah AS sebesar 2 juta bph menjadi rata-rata 11,9 juta bph pada tahun lalu.

“Perhatian akan lebih besar pada data persediaan minyak AS esok hari, dengan ekspektasi bakal ada peningkatan stok lebih jauh,” ujar Cantor Fitzgerald Europe dalam catatannya.

Selain itu, ada pula kekhawatiran terhadap perlambatan permintaan minyak mentah.

Jajak pendapat analis Reuters memperkirakan aktivitas manufaktur China bakal merosot selama dua bulan berturut-turut pada Januari.

Peringatan dari Caterpillar dan Nvidia terkait pelemahan permintaan China yang disampaikan pada awal pekan ini juga menambah kekhawatiran investor.

 

Baca juga: Rebound, IHSG Dibuka Zona Hijau ke Level 6.445

Komoditi

Hari Ini 24 Juli, Harga Emas Naik ke Rp984 Ribu per Gram

Published

on

Finroll – Jakarta, Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) atau Antam berada di level Rp984 ribu per gram pada Jumat (24/7). Posisi itu naik Rp7 ribu dari Rp977 ribu per gram pada Kamis (23/7).

Sementara harga pembelian kembali (buyback) naik Rp7 ribu per gram dari Rp877 ribu menjadi Rp884 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp522 ribu, 2 gram Rp1,9 juta, 3 gram Rp2,83 juta, 5 gram Rp4,7 juta, 10 gram Rp9,33 juta, 25 gram Rp23,21 juta, dan 50 gram Rp46,34 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp92,61 juta, 250 gram Rp231,26 juta, 500 gram Rp462,32 juta, dan 1 kilogram Rp924,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.883,8 per troy ons atau turun 0,33 persen. Hal yang sama juga terjadi pada harga emas di perdagangan spot yang minus 0,17 persen ke US$1.884,18 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan kenaikan harga emas akan terus terjadi hari ini. Kenaikan kasus virus corona masih memberikan sentimen positif untuk harga emas.

“Kekhawatiran pasar masih tinggi terkait isu covid-19,” kata Ariston kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/7).

Selain corona, kenaikan juga dipicu memanasnya hubungan Negeri Paman Sam dengan China baru-baru ini. Pasar khawatir konflik kedua negara itu akan semakin menekan ekonomi global sehingga mendorong mereka mengalihkan investasi ke aset yang lebih aman seperti emas.

“Harga emas masih berpotensi menguat hari ini dengan kisaran US$1.860 per troy ons hingga US$1.900 per troy ons,” pungkas Ariston.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Komoditi

Hari Ini 17 Juli, Harga Emas Turun ke Rp944 Ribu per Gram

Published

on

Finroll – Jakarta, Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp944 ribu per gram pada Jumat (17/7). Posisi itu turun Rp5.000 dari Rp949 ribu per gram pada Kamis (16/7).

Sementara harga pembelian kembali (buyback) turun Rp4.000 per gram dari Rp849 ribu menjadi Rp844 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp504 ribu, 2 gram Rp1,83 juta, 3 gram Rp2,73 juta, 5 gram Rp4,52 juta, 10 gram Rp8,98 juta, 25 gram Rp22,33 juta, dan 50 gram Rp44,59 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp89,11 juta, 250 gram Rp222,51 juta, 500 gram Rp444,82 juta, dan 1 kilogram Rp889,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.796,4 per troy ons atau melemah 0,22 persen. Kemudian, harga emas di perdagangan spot melemah 0,01 persen ke level US$1.796,89 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan harga emas masih berpotensi menguat hari ini. Pelaku pasar masih mengincar emas di tengah kasus penularan virus corona yang masih meningkat.

“Harga emas hari ini kemungkinan masih bergerak dengan kisaran yang sama dengan beberapa hari terakhir di area US$1.790 per troy ons sampai US$1.820 per troy ons,” ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com, Jumat (17/7).

Selain karena peningkatan kasus virus corona, penguatan harga emas juga dipengaruhi oleh memburuknya hubungan Amerika Serikat (AS) dengan China. Kali ini AS mempermasalahkan klaim kepemilikan China terhadap sumber daya di Laut China Selatan.

Kemudian, pelaku pasar juga sedang menanti data survei terkait sentimen konsumen AS pukul 21.00 waktu setempat. Data tersebut akan mempengaruhi pergerakan harga emas.

“Data yang positif bisa menekan pergerakan harga emas,” pungkas Ariston.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Komoditi

Rabu 15 Juli, Harga Emas Naik ke Rp942 Ribu per Gram

Published

on

Finroll – Jakarta, Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) alias Antam berada di Rp942 ribu per gram pada Rabu (15/7). Posisi itu naik Rp4.000 dari Rp938 ribu per gram pada Selasa (14/7).

Sementara harga pembelian kembali (buyback) naik Rp5.000 per gram dari Rp836 ribu menjadi Rp841 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp501 ribu, 2 gram Rp1,82 juta, 3 gram Rp2,71 juta, 5 gram Rp4,49 juta, 10 gram Rp8,91 juta, 25 gram Rp22,16 juta, dan 50 gram Rp44,24 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp88,41 juta, 250 gram Rp219,76 juta, 500 gram Rp440,32 juta, dan 1 kilogram Rp882,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.812,1 per troy ons atau melemah 0,07 persen. Sedangkan harga emas di perdagangan spot stagnan di US$1.809,32 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pergerakan harga emas di pasar internasional akan menguat lagi pada hari ini karena sentimen kebijakan penguncian wilayah (lockdown) yang kembali dilakukan di beberapa negara bagian AS.

Lockdown dilakukan lagi karena peningkatan jumlah kasus virus corona atau covid-19 cukup tinggi sejak kebijakan itu dilonggarkan.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organizations/WHO) mencatat total sudah ada 12,96 juta kasus virus corona di dunia. Dari jumlah itu, sekitar 570 ribu diantaranya meninggal dunia.

“Meningkatnya kasus covid dikhawatirkan akan menahan laju pemulihan ekonomi. Beberapa negara mulai melakukan lockdown kembali untuk menghambat penularan,” kata Ariston kepada CNNIndonesia.com, Rabu (15/7).

Masalahnya, sambung Ariston, kebijakan lockdown lagi justru memberi sentimen negatif pada keyakinan pelaku pasar keuangan bahwa ekonomi bisa pulih. Sebab, aktivitas bisnis akan terhenti lagi, sehingga dikhawatirkan ekonomi justru akan jatuh lagi.

“Kekhawatiran ini mendorong pelaku pasar mencari aset aman seperti emas,” ucapnya.

Ariston memperkirakan harga emas di pasar internasional akan bergerak di kisaran US$1.795 sampai US$1.820 per troy ons pada hari ini.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending