Connect with us

Kuliner

Sate Matang ‘Apaleh’, Kuliner Legenda di Jalur Timur Aceh

Published

on


Finroll.com – Sudah lebih dari 25 tahun, Muhammad Saleh menjadi penjual Sate Matang, di Keude (pasar) Geurugok, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh. Merintis usaha dari sebuah gerobak, kini dia telah berjualan di 11 pintu ruko.

Tempat usahanya tak pernah sepi pengunjung saban hari, disinggahi para pelintas jalan di pesisir utara-timur Aceh. Letaknya strategis, jalur tersibuk lintas Banda Aceh-Medan, sekitar 240 kilometer dari Kota Banda Aceh. Warungnya buka 24 jam.

Ditemui di warungnya, Minggu (14/7) sore, Muhammad Saleh atau akrab disapa Apaleh itu berkisah, sebelum usahanya maju seperti sekarang, dia sempat jatuh bangun sebagai penjual Sate Matang. Usaha ini dirintisnya sejak awal tahun 1990.

Dulu saat memulai hanya 5 kilogram daging sapi dalam sehari, dagingnya saya beli di pasar. Kini Alhamdulillah, 2 ekor sapi saya sembelih sendiri setiap hari,” jelas Apaleh.

Menurut lelaki 55 tahun itu, usahanya sempat meredup kala konflik berkecamuk di Aceh. Kini dengan usaha gigihnya, Apaleh telah menguasai 11 ruko. Uniknya, ruko-roko itu berderet di lokasi yang sama dan semua menjajakan Sate Matang. Ada 5 gerobak sate di sepanjang 11 pintu ruko itu.

“Tak ada resep khusus. Sama saja dengan sate-sate matang yang dijual di tempat lain. Rezeki dari Allah (kepada saya). Mungkin berkat doa-doa anak yatim yang di rumah,” kata Apaleh ketika ditanya rahasia resep satenya itu.

Sama dengan Sate Matang pada umumnya, Sate Matang ‘Apaleh’ juga disajikan dengan nasi putih, bumbu kacang, serta sepiring kuah sop hangat yang dibuat dari tulang-tulang sapi serta direbus dengan rempah dan bumbu.

Sate Matang telah dikenal sejak Indonesia merdeka sebagai kuliner khas Kota Matang Glumpang Dua, Kabupaten Bireuen. Nama “matang” merujuk pada tempat di mana makanan itu dipopulerkan pertama kali. Soal penabalan nama, mungkin sama dengan Sate Padang dan Sate Jawa.

Tahun 2013 lalu, Sate Matang telah terdaftar di UNESCO sebagai kuliner warisan dunia yang berasal dari Aceh. Di Kabupaten Bireuen, kuliner ini mudah dijumpai di sejumlah warung kopi yang buka 24 jam. Maklum, banyak penumpang bus dan truk yang melintas dari Banda Aceh ke Medan atau sebaliknya, singgah untuk “bersate ria”.

Sate Matang berbahan utama daging kambing atau daging sapi yang tampilannya tak jauh beda dengan sate lainnya. Sebelum dibakar, dimasukkan dulu dalam cairan bumbu berupa tumisan bawang putih, merah, kunyit, jahe, dan garam.

Setelah dibakar lalu dihidangkan dengan bumbu kacang tanah, campur cabe dan bumbu lainnya yang diolah sedemikian rupa, menjadi ciri khas sate ini. Kandungan bumbu inilah yang menjadi andalan sate tersebut. Khas lainnya, ada kuah soto yang membuat nasi lebih mudah dikunyah, sambil menggigit daging kambing.

Kuliner

Trian’s Brownies: Nikmati Sensasi Lembut Fluffy Pancake Ala Jepang Bertabur Boba

Published

on

Finroll.com — Boba, Bola-bola tapioka bertekstur kenyal ini memang sangat menggoda. Apalagi jika dijadikan topping pada minuman atau makanan. Jika biasanya boba jadi pelengkap dalam minuman, kini banyak yang menjadikan boba sebagai topping pada makanan.

Salah satunya adalah @triansbrownies.Trian’s Brownies yang sebelumnya mengandalkan menu kue brownies meleleh ataupun kue balok meleleh, kini meluncurkan menu baru bertema pancake lembut ala jepang dengan berbagai topping kekiniannya, varian yang disajikan untuk menu fluffy pancake ini diantaranya ada, Cheese Cream Bobalicious, Strawberry Miss You, Hawaiian Taro, Japanese Matcha dan Honey Yummy.

Berbeda dengan pancake pada umumnya, fluffy pancake ala Trian’s brownies ini lebih tebal, bertesktur sangat lembut dan ringan jadi tidak membuat konsumen merasa eneg.

Menu Fluffy Pancake dengan boba sendiri merupakan salah satu menu andalan disini. Penyajiannya dengan topping brown sugar dengan boba dan cheese cream lembut dan gurih akan membuat sensasi nagih dilidah.
Sementara menu Strawberry Miss You disajikan dengan jam strawberry segar dan taburan gula salju diatasnya. Menu yang tidak kalah menarik lainnya ada Hawaiian Taro dengan saus meleleh Taro yang legit, Japanese Matcha dengan dengan saus matcha atau greentea yang sangat autenthic ala jepang dalam segi rasanya, dan yang terakhir menu Honey Yummy menggunakan madu yang kaya manfaat sebagai toppingnya.

Pancake dibuat ketika ada pesanan karena pancake harus segera disajikan saat baru matang. Adonan pancake dipanggang di atas pan datar dengan suhu dan teknik tertentu agar bisa matang sempurna dan menghasilkan tekstur super lembut. Setelah pancake matang, kemudian disajikan dengan topping yang dipilih konsumen. Pancake lebih nikmat dimakan dalam keadaan hangat. Teksturnya sangat lembut dan bisa dibuktikan dengan menggoyangkan pancake.

Yuli selaku Manager Marketing www.triansbrownies.com mengatakan penggemar pancake lembut ala jepang ini dipasar sedang sangat antusias. Di antara banyaknya kuliner kekinian, fluffy pancake ini masih sangat diminati. Hal itu dibuktikan dengan tingginya permintaan untuk bermitra waralaba fluffy pancake ini.

“Fluffy Pancake ala Trian`s selain diburu karena sedang viral dan memang fluffy pancake tersebut memiliki rasa yang lezat, bisnis pancake kekinian ini juga memiliki margin atau keuntungan yang potensial” ujarnya

Jika bermitra, Yuli mengatakan akan menyediakan paket usaha yang lengkap termasuk booth kekinian, peralatan, resep rahasia dan video tutorial resep yang siap dikirim ke seluruh Indonesia. Tak hanya itu, bagi para mitra akan diberikan edukasi berpromosi hingga bonus produk digital.

“Harganya terjangkau, dengan booth yang kekinian tentunya mudah menarik konsumen. Khusus untuk Anda yang membaca artikel ini, akan diberikan diskon. Sebutkan kode kupon TRIANFLUFFY saat menghubungi kami (0813 2935 0757), dan dapatkan paket bermitra hanya Rp 6.4 juta saja,” tutup Yuli.

Continue Reading

Kuliner

Tahun ini, Street Boba Targetkan Buka 100 Gerai di Kota-Kota Besar di Indonesia

Published

on

Finroll.com — Nikmat Group melalui produk minuman teh susu mutiara (Boba Drink) atau yang lebih dikenal dengan nama Boba Street tahun ini mentargetkan akan membuka sebanyak 100 gerai store Street Boba yang tersebar di beberapa kota – kota besar yang ada di Indonesia.

Deo Cardi Nathanael selaku Vice President of Marketing Nikmat Group mengatakan, Street Boba merupakan brand minuman lokal yang menyajikan berbagai varian minuman dengan boba brown sugar sebagai bahan utamanya. Tahun ini Street Boba optimis dapat membuka sebanyak 100 gerai store yang tersebar di seluruh kota -kota besar di Indonesia,” kata Deo Cardi Nathanael, VP of Marketing Nikmat Group saat pembukaan gerai keduanya dibilangan Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (4/2/2020).

Deo menjelaskan, kali ini Boba Street kembali membuka gerai keduanya yang terletak di kawasan Rawa Mangun- Jakarta Timur, setelah sebelumnya sukses dengan pembukaan gerai pertamanya yang berlokasi di Ampera Raya Kemang, Jakarta Selatan,” jelasnya.

Kali ini Street Boba menghadirkan gerai yang berbeda dari yang lainya. Street Boba kali ini berkolaborasi dengan Conten Creator Beauty ternama, Jovi Adhiguna,” tambahnya.

“Dengan adanya Jovi, kita sering berdiskusi untuk menciptakan ide baru dan melakukan kolaborasi sehingga memunculkan menu baru sesuai dengan konsep dari Street Boba,” sambung Deo.

Menurut Deo, Street Boba akan terus menciptakan beragam resep otentik yang diolah dari bahan-bahan dengan kualitas premium, dengan harga yang terjangkau oleh berbagai kalangan,” tuturnya.

Sementara itu, Conten Creator Beauty, Jovi Adhiguna mengatakan konsep gerai rawamangun memang sengaja dibuat berbeda, alasanya supaya konsumen dapat menikmati suasana yang lebih menyenangkan dan Instagramable.

“Stret Boba rawamangun memiliki konsep store yang berbeda. Tapi untuk gerai yang lain nanti semua sama seperti yang diampera yang warnanya biru kuning, kalau ini memang konsepnya kita bedain supaya bisa lebih Instagrammable lebih nyaman. Ini memang kemauan saya biar beda aja supaya orang gak cuma bisa beli online tapi juga bisa datang kesini menikmati suasana,” kata Jovi.

Ditanya tentang tren yang sering pasang surut, Jovi mengatakan, pihaknya optimis jika bisnis minuman ini akan terus betahan, terlebih minuman Boba memang sudah eksis sejak lama. Selain itu pihaknya juga akan terus melakukan inovasi varian rasa baru hingga membuat menu limited edition.

“Untuk minuman boba sendiri kita gak takut musiman karena sebenernya boba sendiri itu tren sudah lama, untuk menyiasati hal tersebut kita akan terus melakukan suatu yang baru dengan variasi menu yang telah ada,” kata Jovi.

Street Boba sendiri memiliki 7 Varian rasa yang dibanderol dengan harga mulai dari Rp24 ribu hingga Rp27 ribu, diantaranya ; Shibuya Fresh Milk (Brown Sugar Boba, Fresh Milk With Macchiato), Harajuku Milk Tea (Brown Sugar Boba, Fresh Milk With Milk Tea), Namba Kawaiipon (Brown Sugar Boba, Fresh Milk With Klepon), Hokkaido Choco (Brown Sugar Boba, Fresh Milk With Chocolate), Tokyo Locama (Brown Sugar Boba, Fresh Milk With Biscoff), Osaka Saida (Strawberry, Soda With Grape Jelly), dan juga Kyoto Tiramioishii (Tiramisu, Fresh Milk With Regal).

Continue Reading

Kuliner

The Sadara Restoran Berikan Nuansa Baru di Industri F&B

Published

on

Finroll.com — The Sadara Restoran yang beralamat di Jalan Taman Surya 5, Ruko Palm Crown Blok HH 4 No 1, Pegadungan, Jakarta Barat menggelar soft launching, dan Talk show, sebagai tanda mulai dibukanya tempat usaha yang mampu memberi nuansa dan warna baru di industri Food & Beverage.

Dengan mengusung konsep “Holistic Building” acara ini dihadiri oleh Dewi Puspasari, selaku founder dan kolaborator, Asa Dannatriaji, seIaku kepala dari tim arsitek Akusaradesign, Andy Dewantoro, Art Director of The Sadara, Pakar kuliner dari komunitas Jalan Sutera yang diwakilkan oleh Harnaz Tagore, serta para tamu undangan.

Dewi Puspasari, selaku founder dan kolaborator The Sadara Restoran mengatakan, ‘The Sadara Restoran bukan hanya sekedar restoran tapi juga sebagai Holistic Building. Diyakini bahwa konsep holistic building yang diusung dengan apik bersama para kolaborator dari berbagai elemen, mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat,” ujar Dewi kepada Insan Media dalam soft launching The Sadara Restoran Sabtu (11/1/2020) malam.

Setiap lantai bangunan di The Sadara lanjutnya seperti mampu “berbicara” dan memiliki filosofi di setiap ruangnya. Lantai 1 dan 2 disediakan untuk para tamu yang ingin menikmati hidangan menu Indonesian fusion yang bersifat progresif, sekaligus ambienoe Scandinavian, brutalist ideas, dan minimalist. Sedangkan dilantai 3 di salah satu sisi bangunan memiliki ambience tersendiri.

“The Sadara restoran memiliki konsep ‘function hall’ yang dapat disewa untuk kebutuhan yang berbeda seperti halnya MICE, wedding, merchandise display, yang dapat merespon para UKM, yang bisa juga menjadi “meiting pot” bagi seluruh elemen masyarakat,” jelas Dewi.

Nama The Sadara sendiri pengaruhnya berasal dari bahasa sangsekerta, yang pertama adalah sebagai Pioneer, yang belum di miliki oleh semua restoran yang ada di Jakarta Barat ini,” tukasnya.

Topik bahasan yang diangkat adalah “Bagaimana kita membuat dan menciptakan makanan Indonesia fusion? The Sadara memiliki tema yang harmonis, tema ini memiliki kesamaan pada makanannya, seperti Crispy Ayam Skin yang memiliki campuran dari asia dan digoreng kering dengan cara eropa, sehingga jadinya pushion juga,” ucap Pakar kuliner dari komunitas Jalan Sutera yang diwakilkan oleh Harnaz Tagore.

Harnaz menambahkan, The Sadara memiliki makanan favorit seperti ‘Lempah Ribs’ atau iga lempah, yang merupakan makanan tradisional Bangka. terdapat juga Rempah Ribs, yaitu iga bakar rempah. Kedua makanan tersebut yang bisa dijadikan andalan The Sadara Restoran,” tambahnya.

Selain itu lanjut Harnas The Sadara Restoran memiliki pilihan kuliner lain diantaranya terdapat juga Nasi Kecombrang, Ikan Sambal Nyonya serta Braise Bebek Rempah,” lanjutnya.

Visi dan misi dari founder dan kolaborator yang bergerak secara linier dan bersinergi dari keseluruhan element The Sadara menjadi penentu dasar. Asa Darmatriaji sebagai kepala tim arsitek Akusaradesign yang memiliki arti “Design for people” mampu mewujudkan gubahan arsitektur dan interior yang menjadi kesatuan komposisi dari salah satu seniman kenamaan Indonesia, Andy Dewantoro yang ditunjuk menjadi Art Director of The Sadara.

Andy menjelaskan, kekuatan dasar dari artwork 3D yang bertajuk “Solipsism” menjadi vocal point dan entiras dari The Sadara. Pintu mobil yang sengaja di ekspos merupakan simbol keterbukaan.

“Jadi kalau kita memulai sesuatu yang baru, tidak melupakan yang lama. Lebih cenderung simbolisnya ada karat dan ada warna, yang karat itulah identik dengan hal yang telah kita lewati,” jelasnya.

Rangkaian fotografi yang bersifat monokrom dan blur sebagai bentuk harmonisasi masalalu yang sering dianggap tidak relevan dengan keadaan saat ini. Dibutuhkan kepercayaan diri, mimpi buat kedepan, serta harapan dan semangat yang tinggi, agar mimpi itu dapat tercapai,” pungkas Andy.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending