Connect with us
[adrotate group="1"]

Traveling

Sebentar Lagi Malioboro Jadi Kawasan Bebas Kendaraan Bermotor

Published

on


Sejak diujicoba empat kali menjadi kawasan Malioboro bebas kendaraan bermotor tiap Selasa Wage, Pemprov DI Yogyakarta dan Pemkot Yogyakarta segera menerapkannya sebagai aturan tetap.

Ujicoba bebas kendaraan bermotor ini berlangsung tiap lima pekan sekali, yang diawali sejak Juni 2019 itu, sedianya untuk menyiapkan Malioboro menuju kawasan semi pedestrian. Program ini bakal menjadikan Malioboro sebagai ruang publik bagi pejalan kaki, moda transportasi non kendaraan bermotor, dan melarang kendaraan bermotor pribadi melintas.

Kendaraan yang bisa melintas di Malioboro saat ujicoba semi pedestrian ini hanya andong, becak, dan sepeda. Selain itu juga kendaraan bermotor tertentu seperti bus Trans Jogja, mobil patroli, satpol PP dan kendaraan dinas kebersihan.

Lantas bagaimana kelanjutan program itu ke depan dan sampai kapan ujicoba yang dilakukan dibakukan? Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Rahardjo memberi sinyal jika pemerintah DIY menargetkan Malioboro sudah bisa menjadi kawasan semi pedestrian akhir tahun ini.

“Kami usahakan semi pedestrian untuk Malioboro bisa diterapkan penuh pada akhir tahun,” ujar Sigit kepada Tempo Selasa 1 Oktober 2019.

Sigit belum membeberkan, jika benar akhir tahun ini kawasan semi pedestrian Malioboro terwujud, regulasi apa yang akan mendasari pelaksanaannya. Apakah cukup dengan peraturan gubernur atau beleid lain yang lebih rigid seperti memuat sanksi jika ada pelanggaran, “Soal regulasinya kami masih konsultasikan dengan biro hukum,” ujar Sigit.

Mewujudkan Malioboro menjadi kawasan semi pedestrian dinilai tak gampang. Selain banyaknya pelaku usaha sektor wisata di situ juga harus mempersiapkan berbagai sarana pendukung. Khususnya kantor parkir memadai di kawasan penyangga Malioboro.

Belum lagi soal rekayasa lalu lintas yang dipersiapkan agar tumpahan arus kendaraan pribadi tak menambah kemacetan. Sebab di kawasan Malioboro juga ada kantor pemerintahan yang hanya memiliki satu akses keluar masuk dari jalan itu, seperti kantor DPRD DI Yogyakarta.

Namun yang jelas, dari sejumlah ujicoba yang sudah dilakukan membuktikan, kawasan itu tak kehilangan turis. Wisatawan tetap saja tumpah ruah di sepanjang jalan itu sejak pukul 06.00 hingga 21.00 WIB.

Selama pelaksanaan ujicoba Malioboro jadi semi pedestrian ini, sejumlah kantong parkir efektif beroperasi menampung kendaraan wisatawan. Setidaknya ada 12 titik kantong parkir di sekitar kawasan penyangga Malioboro itu, antara lain lahan eks Universitas Pembangunan Nasional atau UPN, parkir Beskalan, taman parkir Abu Bakar Ali, dan lainnya.

Rencana Malioboro menjadi kawasan semi pedestrian ini sebelumnya juga mendapat catatan dari berbagai pihak. Salah satunya perma

Hemas mendorong Pemerintah DIY bisa melaksanakan uji coba bebas kendaraan bermotor di Malioboro lebih intens. Ia meminta frekuensinya tak terpatok saat Selasa Wage atau saat Malioboro bebas pedagang kaki lima (PKL). Tapi bisa mengambil hari lain yang dilaksanakan secara bertahap yang penting lebih banyak intensitasnya.

“Harus dicoba juga ujicoba bebas kendaraan bermotor saat kondisi sedang padat, kan kemarin diujicoba saat PKL libur,” ujar Hemas. Sebab menurut anggota DPD RI itu, dampak utama yang harus diatur saat Malioboro bebas kendaraan bermotor tak lain soal parkir yang akomodatif. Ujicoba bebas kendaraan bagi Malioboro tidak akan cukup sekali langsung jadi.

Menurutnya dampak dari ujicoba tersebut baru akan dilihat setelah pemerintah melakukan uji coba kira-kira tiga atau empat kali, “Ujicoba bebas motor ini bisa dilakukan bertahap misalnya dari sebulan sekali, lalu sebulan dua kali, terus lebih intens,” ujarnya.

Kuliner

Nikmat Group Gandeng Jovi Adhiguna Launching Gildak

Published

on

Finroll.com — Sukses dengan brand kedai kopi Lain Hati dan Street Boba, kini Nikmat Group kerja sama dengan Influencer papan atas Tanah Air, Jovi Adhiguna kembali menghadirkan brand terbarunya Gildak K – Street Snack.

Deo Cardi Nathanael, selaku Vice President of Marketing Nikmat Group mengatakan, Kali ini Nikmat Group luncurkan Brand yang berbeda, kalau sebelumnya kita buat brand dengan konsepnya jepang, kali ini kita luncurkan produk dengan konsepnya Korea,” katanya saat Grand Launching Gildak di Krekot Bundar Pasar Baru Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2020).

Deo menjelaskan bahwa Nikmat Group terus berusaha untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. “Kita tau bahwa banyak masyarakat yang suka dengan jajanan snack Korea, hanya mereka tidak tau mau belinya dimana?. Gildak adalah merupakan brand makanan dengan konsep menu Korea, dengan bumbu – bumbu rasa nasional dan Korea. Kita hadir disini,” jelasnya.

“Konsep ini berawal dari Street Boba yang sudah mencapai Store yang ke 43, dimana para pelanggan banyak yang menanyakan kenapa kok tidak ada makanan yang asin -asin, disinilah awalnya tercetus ide ini,” ungkap Jovi Adhiguna.

Saat ini lanjut Jovi, Gildak telah menyajikan 10 varian menu seperti nasi, kulit ayam, ayam goreng dengan bumbu – bumbu dari rasa nasional sampai rasa Korea, dan tingkat kepedesannya pun bisa dipilih sesuai selera.

“Sampai hari ini kita baru menghidangkan sampai 10 menu saja, mudah – mudahan kedepannya kita sudah banyak menu korea lainnya,” lanjut Jovi.

“Gildak artinya ayam jalanan, sama seperti Street Boba pinggir jalan sehingga ditempat ini lengkap sudah, kita mau makan bisa, mau minum juga bisa, tempat nongkrongnya pun enak dan banyak tempat photo – photonya,” tambahnya.

Harga yang ditawarkan dari Gildak ini mulai dari harga 18ribu hingga 30ribuan. Gildak juga mempunyai makanan favorit yaitu Itawoen cryspy chiken yaitu ayam yang diberikan bumbu dan mozarela serta menu favorit lainnya.

Khusus besok pada 12 September 2020 Gildak juga akan memberikan promo spesial dengan By One Get One, Selain itu Gildak juga melakukan promo secara online melalui Grab dan Gojek yang sudah mulai Aktif Sore ini.

Dalam waktu dekat Gildak juga akan segera membuka cabang diseluruh kota – kota besar di Indonesia dan akan membuka lapangan pekerjaan.

Selain itu dalam lima hari kedepan Gildak juga akan membuka store keduanya yang berlokasi di seputaran Rawamangun,” Pungkas Deo

Continue Reading

Kuliner

Korean Garlic Bread, dari Kaki Lima sampai Viral di Indonesia

Published

on

Finroll – Jakarta, Setelah kopi dalgona, kini muncul kuliner Korea Selatan lainnya yang viral di Indonesia yakni Korean garlic cheese bread atau cream cheese garlic bread.

Jangan salah, Korean garlic cheese bread berbeda dengan garlic bread ala Eropa. Garlic bread Korea memiliki tekstur yang empuk dan creamy sedangkan garlic bread Eropa punya tekstur yang renyah dan gurih.

Sejumlah sumber menyebut Korean cheese garlic berawal dari Kota Gangneung yang berada di Provinsi Gangwon. Makanan ini awalnya merupakan kuliner kaki lima Korea atau street food.

Toko roti Pain Famille membuat olahan roti menyerupai bawang putih yang terdiri dari enam siung, dikenal juga dengan bawang putih enam sisi. Ada juga yang mengirisnya melintang seperti sosis dengan menggunakan roti yang agak panjang. Namun yang populer saat ini adalah roti bulat dengan irisan yang seperti bintang.

Dari Kota Gangneung, roti krim keju bawang putih itu dibawa ke pusat kuliner Gangnam, sebuah distrik hype dan terkenal di Seoul. Dari situ cheese garlic bread semakin diminati orang Korea dan masuk dalam daftar menu baru di banyak cafe.

“Dari tahun lalu sudah tren dan ada toko yang sampai jualan di mal-mal besar Korea. Sampai sekarang masih tren, di cafe-cafe lain juga mulai jualan,” kata salah seorang warga Korea Selatan Ryu Hanna kepada CNNIndonesia.com, Kamis (16/7).

Cream cheese garlic bread merupakan olahan roti, seperti roti burger, tapi dipotong enam sisi yang saling menyilang menyerupai siung bawang putih yang diberi keju dan dilumuri bumbu dan dipanggang. Krim keju yang meleleh dengan sensasi rasa bawang putih yang gurih memberikan sensasi yang berbeda dengan jenis roti lainnya.

Alasan Korean Garlic Cheese Bread jadi tren

Sebagai warga Korea, Hanna mengungkapkan ada beberapa alasan mengapa roti ini jadi tren di negaranya.

Alasan pertama adalah karena berbagai varian roti merupakan panganan yang sudah lama akrab dengan orang Korea Selatan. Sedangkan bawang putih adalah bumbu wajib yang tak pernah absen dalam setiap makanan baik dimakan mentah atau dipanggang.

“Roti sudah lama disukai orang Korea. Bawang putih banyak digunakan di masakan Korea jadi sudah sangat akrab, apalagi kalau panggang daging selalu ada entah dimakan mentah atau dipanggang juga.”

Begitu pula dengan keju yang kerap ditambahkan pada setiap makanan, seperti tteokbokki, ramen, dan ayam. Perpaduan roti, bawang putih, dan keju ini menciptakan rasa gurih yang nikmat.

Selain rasa yang nikmat dan bentuk yang unik, pemasaran yang tepat membuat kuliner ini semakin populer. Pemasaran yang mengandalkan media sosial seperti Instagram juga membuat panganan ini viral bahkan sampai ke Indonesia. Apalagi kini Korea tengah menjadi sorotan di dunia hiburan lewat K-Pop.

Di Indonesia, Korean cream cheese garlic banyak dijajakan di media sosial dan semakin diminati banyak orang. Selain itu Anda juga bisa membuatnya sendiri di rumah.

Proses membuatnya tak rumit, Anda hanya butuh butter, saus keju, roti bun, dan bawang putih.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Traveling

Kepulauan Togean Direncanakan Buka Kembali Agustus

Published

on

Finroll – Jakarta, Bagi yang sudah tak sabar ingin snorkeling atau diving di Kepulauan Togean, Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT) berencana membuka kembali destinasi wisata bahari di Kabupaten Tojo Unauna, Sulawesi Tengah, itu pada pertengahan Agustus 2020.

“Rencana kami seperti itu sebagaimana usulan para pihak, sebab banyak hal yang perlu dipertimbangkan jika objek wisata ini beroperasi kembali,” kata Kepala BTNKT Bustang saat dihubungi dari Palu, Sulteng, Minggu (19/7), seperti yang dikutip dari Antara.

Dia menjelaskan saat ini pihaknya sedang menyusun berbagai kebijakan adaptasi baru COVID-19 yang nantinya akan menjadi pedoman bagi setiap wisatawan berkunjung di kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean.

Destinasi wisata Kepulauan Togean berskala internasional, sehingga dipandang perlu menyusun kebijakan yang ketat agar wisatawan berkunjung betul-betul terbebas dari virus corona.

Dikemukakannya, sejumlah objek wisata di Kabupaten Tojo Unauna sudah mulai dibuka kembali berdasarkan surat edaran bupati setempat termasuk objek wisata di darat.

Kunjungan baru dibolehkan untuk wisatawan lokal.

Destinasi taman nasional yang menjadi wilayah pengawasan Taman Nasional Kepulauan Togean hingga kini belum beraktivitas, sesuai aturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), yang menyebutkan jika membuka kembali objek wisata di kawasan lindung, maka perlu dipersiapkan prosedur kunjungan sesuai protokoler kesehatan, sebab kondisi dalam negeri belum kondusif dari wabah COVID-19.

“Atas dasar itu, kami perlu koordinasi dengan pemerintah setempat, pelaku industri pariwisata, TNI/Polri hingga pemangku kepentingan agar sektor pariwisata tidak menjadi klaster baru penularan virus corona,” papar Bustang.

Menurutnya, destinasi wisata bahari Kepulauan Togean sudah tidak asing bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara, apa lagi Kepulauan Togean saat ini sudah ditetapkan sebagai cagar biosfer oleh UNESCO, yang semakin mempertegas kedudukan Togean sebagai salah satu objek wisata unggulan di Tanah Air.

Maka, aturan baku yang diterapkan pun harus ketat dengan melibatkan sejumlah unsur terkait, termasuk Tim Gugus Tugas COVID-19 bertugas memeriksa setiap pengunjung masuk di kawasan tersebut.

“Penyusunan prosedur cukup memakan waktu. Saat ini, kami masih dalam tahap persiapan, jika semua sudah mantap baru baru kami buat satu acara seremonial pengoperasian kembali destinasi ini,” demikian Bustang.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending