Connect with us

Property

Sedia Payung Sebelum Hujan! Berikut Kiat Jitu Agar Atap Rumah Tidak Bocor

Published

on


Rumah

Tak terasa kini sudah masuk musim penghujan. Selain masalah banjir kerap melanda, masalah lainnya ialah rumah bocor.

Finroll.com – Penyebab kebocoran atap pun beragam. Atap bocor bukan hanya karena ada yang bolong. Bisa juga karena kemiringan atap yang kurang curam, pemasangan genting yang kurang baik, permasalahan talang air, celah di bubungan atap, atau sampah di atap.

Nah, sebelum hal itu terjadi pada Anda, sebaiknya menyiapkan beberpa hal agar hunian tidak mengalami kebocoran. Jangan sampai, kebocoran malah dapat merugikan Anda nantinya. Pasalnya, mau tak mau Anda harus memperbaiki atap yang bocor. Lebih baik mencegah bukan?

Teliti kemiringan atap

Ingat, kemiringan atap tidak boleh terlalu landai, bisa dibilang batasnya 25 derajat- 40 derajat. Kemiringan atap yang sesuai akan mampu menangkal air hujan yang tertiup angin kencang, sehingga meminimalisasi bocor dan dinding rembes.

Namun, kemiringan lebih dari 40 derajat berpotensi membuat genting merosot. Jika desain atap rumah mengharuskan dibuat curam lebih dari 40 derajat, genting harus dipaku, atau gunakan jenis atap sirap yang tidak mudah jatuh.

Cek Rutin Rangka Atap

Pastikan rangka atap dalam kondisi baik. Anda perlu lakukan pengecekan rutin pada bagian plafon. Jika ditemukan kayu yang sudah mulai lapuk sebaiknya segera ganti dengan kayu baru.

Kayu yang lapuk bisa menyebabkan genting jatuh dan bocor. Jangan sampai, rusaknya rangka atap dapat membahayakan keselamatan Anda serta keluarga, apalagi saat musim hujan.

Talang Atap

Pilih ukuran dan bentuk talang yang sesuai dengan debit dan jumlah air. Minimalisasi adanya sambungan pada talang yang bisa meningkatkan potensi kerusakan dan kebocoran. Bersihkan talang secara rutin agar tidak ada sampah menumpuk yang dapat menghambat saluran air.

Pelapis anti bocor

Kalau pun Anda belum memperhatikan hal-hal di atas, jika atap rumah mengalami kebocoran, pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan adalah memperbaikinya dengan melapisi cat pelapis anti bocor.

Perlu diingat, memillih cat pelapis anti bocor ialah kualitasnya. Jangan sampai, Anda memilih sembarang merek. Alhasil, malah kerugian dan atap tetap bocor.

Salah satu cat pelapis anti bocor yang sudah teruji dan dipercaya ialah No Drop dari Avian Brands.

Cat pelapis anti bocor itu mempunyai sifat elastis, kedap air, serta tahan terhadap segala bentuk cuaca baik panas maupun hujan, sehingga cocok digunakan pada permukaan tembok, beton, dan asbes.

No Drop juga ideal digunakan pada berbagai ruangan di rumah mulai dari tembok kamar mandi, dinding samping rumah, atap rumah, maupun area lain yang sering terpapar air hujan. Ada berbagai pilihan warna cat menarik yang dihadirkan sehingga bisa memberikan sentuhan dekoratif pada rumah.

Advertisement

Property

Co-working Space Kian Diminati, Bagaimana Nasib Perkantoran?

Published

on

By

Ruang kerja bersama atau co-working space diramal bakal terus berkembang pesat sepanjang 2020 mendatang, mengingat fleksibilitas yang ditawarkannya.

“Karena kebutuhan terhadap co-working space itu memang ada, salah satunya adalah masalah fleksibilitas yang ditawarkan, dengan kondisi itu, banyak pelaku usaha berminat ke sana, terutama start-up baru,” ujar Senior Associate Director Colliers Ferry Salanto di Gedung World Trade Center I, Jakarta Selatan, Rabu (8/1/2020).

Tak hanya menarik bagi pelaku usaha baru, menurut Ferry, co-working space bahkan cukup diminati bagi pelaku usaha yang sudah matang sekalipun.

“Company yang sudah mapan pun cukup berminat, terutama saat mereka masih perlu satu space yang bisa dikembangkan tapi nggak mau juga terlalu investasi besar-besaran ke sana atau mungkin kebutuhannya untuk short-term saja, daripada buat leasing office itu kan bisa tahunan, 3 tahun harus bayar, terikat di situ, dan harus feed out, dan itu kan juga mahal,” paparnya.

Lantas, bagaimana nasib perkantoran dengan perkembangan kebutuhan tersebut?

Berdasarkan Laporan Pasar Properti Jakarta Kuartal IV-2019 dari Colliers International, tingkat okupansi atau hunian perkantoran di Jakarta sepanjang 2020 mendatang diperkirakan bakal turun menjadi 82,5% dari keterisian hingga akhir 2019 sebanyak 83,4%.

“Perkirakan okupansi akan turun, walaupun jumlahnya tidak terlalu tinggi terutama di kawasan CBD (central business district) di angka sekitar 82,5% dari 83,5%. Sementara di luar kawasan CBD penurunan akan lebih tinggi,” katanya.

Hal ini lah yang menurut Ferry membuat pembangunan segmen properti ini di sepanjang 2019 tak juga mengalami kenaikan signifikan.

“Kalau kita lihat di sini memang, pasokan tahunannya baik dalam CBD maupun di luarnya, memang secara umum, pengembang itu sudah mulai hati-hati karena selama tahun 2019 kita belum mendengar lagi ada gedung perkantoran baru yang akan di-launching (di 2020) jadi mereka sudah mulai meredam,” imbuhnya.

Dengan demikian, wajar bila harga sewa perkantoran di Jakarta pun sudah mulai diturunkan sejak pertengahan tahun lalu.

“Sewa yang ditawarkan juga sudah diturunkan, sudah mulai realistis, tidak lagi memasang harga tinggi, dan bisa dinego,” tutupnya.

Sebagaimana dicatat Colliers International, rata-rata tarif sewa perkantoran yang ditawarkan sepanjang 2019 turun 2,7% (year on year/yoy) menjadi sebesar Rp 276.456 per meter persegi. Tren penurunan harga sewa ini diprediksi bakal berlanjut hingga 2020 mendatang menjadi Rp 270.000 per meter persegi.

Continue Reading

Property

Lippo Jual Pejaten Village dan Binjai Supermall, Siapa Pembelinya?

Published

on

By

LMIRT Management Ltd, pengelola Lippo Malls Indonesia Retail Trust (LMIR Trust) memutuskan untuk melepas dua aset mal yakni Pejaten Village dan Binjai Supermall. Kedua mal itu dibeli oleh PT Nirvana Wastu Pratama (NWP Retail).

Melansir CNBC Indonesia, Minggu (5/1/2019) transaksi itu tertuang dalam perjanjian jual beli bersyarat (conditional sales and purchase agreement/CSPA) yakni mencapai US$ 92 juta atau Rp 1,30 triliun (asumsi kurs Rp 14.200/US$).

MWP Retail sendiri merupakan perusahaan yang memiliki beberapa mal di Indonesia. Perusahaan ini merupakan perusahaan patungan antara Warburg Pincus dan PT City Retail Developments Tbk (NIRO).

Penjualan aset mal dilakukan melalui REITs (real estate investment trust) atau DIRE (dana investasi real estate). Hal itu resmi diinformasikan perusahaan dalam situs resmi NWP Retail pada 31 Desember lalu.

LMIR Trust adalah satu-satunya produk REITs (real estate investment trust) atau DIRE (dana investasi real estate) milik perusahaan Indonesia yang tercatat di Bursa Singapura (SGX) sejak 19 November 2007.

Dengan REITs ini, perusahaan properti dan real estate dapat menjual aset yang dimilikinya kepada publik melalui skema penerbitan instrumen ini.

Pejaten Village di Kemang (Jakarta Selatan) memiliki luas 89.157 meter persegi dan Binjai Supermall dengan luas 36.000 meter persegi berlokasi di Binjai (Sumatera Utara) yang merupakan kota satelit kedua terbesar di luar Pulau Jawa. Kedua mal ini memiliki tingkat hunian lebih dari 90%.

Presiden Direktur dan CEO NWP Retail Timothy Daly mengatakan akuisisi ini memperkuat pengembangan bisnis perusahaan di lokasi kota tier-1 dan tier-2 di Indonesia.

“Akuisisi ini merupakan tonggak dalam ekspansi cepat NWP Retail. Ini akan memperkuat kehadiran perusahaan di pasar-pasar utama di kota Tier-1 dan Tier-2 di Indonesia dan memperluas pasar lebih jauh posisi terdepan sebagai platform pusat perbelanjaan ritel independen terbesar di Indonesia,” kata Timothy.

Continue Reading

Property

Rumah Khusus Milenial Lagi Disiapkan, Begini Bentuknya

Published

on

By

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggodok konsep hunian bagi milenial. Dirjen Perumahan PUPR Khalawai Abdul Hamid menyatakan konsepnya berupa rumah vertikal alias rumah susun sewaan.

Yang jelas hunian bagi milenial ini akan berada di pusat kota.

“Kita sedang siapkan seperti rumah kos-kosan, rumah singgah di pusat kota. Kan kalau milenial dia nggak mau di pinggiran. Itu yang lagi dikonsepkan sama kita,” ucap Khalawi, di Kantor Ditjen SDA PUPR, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

Selain berbentuk vertikal, hunian ini dipatok dengan sewa murah. Khalawi menegaskan konsep ini juga bisa mensukseskan klusterisasi alias penggolongan milenial.

Dia menjelaskan bahwa konsep hunian vertikal tengah kota ini cocok bagi generasi milenial yang baru meniti karir dan belum punya banyak uang untuk memulai KPR.

“Ini rumahnya vertikal, dengan sewa yang ringan. Masih digodok ya, yang jelas ini upaya klusterisasi milenial. Jadi bagi milenial yang baru kerja belum cukup uang, maka sewa dulu dengan harga murah,” ucap Khalawi.

Khalawi menambahkan pihaknya akan meminta pengembang swasta untuk melakukan KPBU dalam pembangunan hunian vertikal pusat kota ini. Nantinya, akan dicari lahan pemerintah di pusat kota untuk pembangunannya.

“Jadi nanti mungkin ada tanah pemerintah kita bangunkan rumah vertikal minta KPBU sama swasta. Kemudian kita sewakan dengan harga murah,” papar Khalawi.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending