Connect with us

MotoGP

Senjakala Karier Valentino Rossi

Published

on


Rossi Crash di GP Sepang, Lorenzo Tetap Beri Pujian

Finroll.com –  Valentino Rossi semakin dekat ke akhir kariernya. Penampilan pemilik 9 gelar juara dunia itu terus menurun, paruh musim 2019 jadi yang terburuk untuknya di kelas MotoGP .

Setelah musim MotoGP 2019 menuntaskan separuh musim (9 race), Rossi baru mengumpulkan 80 angka. Hanya dua kali naik podium dan tiga kali gagal finis, The Doctor tertinggal 105 poin dari Marc Marquez yang kini ada di posisi paling atas klasemen MotoGP.

Jika dibandingkan dengan partisipasinya di kelas MotoGP sejak 2002, ini adalah paruh musim terburuk Rossi. Bahkan ketika dua musim memperkuat Ducati, yang dianggap sebagai dua tahun terburuk, Rossi punya poin lebih banyak. Di musim 2011 dan 2012 ketika itu Rossi berturut mengumpulkan 98 dan 82 angka

Rossi, sehebat apapun dia, tak bisa membohongi usianya sendiri. Kini berumur 40 tahun, dia kerepotan berkompetisi dengan rider lain yang usianya 10, 15, dan bahkan 20 tahun lebih muda.

Tim Monster Energy Yamaha MotoGP sadar betul akan kondisi tersebut. Di akhir pekan lalu Lin Jarvis mengungkapkan kalau Rossi bukan lagi masa depan Yamaha di kelas MotoGP. Dengan tetap menaruh hormat besar pada Rossi, Jarvis dan Yamaha berharap pebalap legendaris itu bertahan bersama mereka untuk menduduki posisi sebagai brand ambassador.

MotoGP

FP3 MotoGP Jepang: Dalam Kondisi Basah, Danilo Petrucci Kalahkan Marc Marquez

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Pembalap Ducati Team, Danilo Petrucci, berhasil mencatatkan waktu tercepat pada sesi latihan bebas ketiga (FP3) MotoGP Jepang. Petrucci berhasil mengungguli jagoan tim Repsol Honda, Marc Marquez.

Latihan bebas ketiga yang berlangsung di Twin Ring Motegi, Sabtu (19/10/2019) pagi WIB, berjalan dalam kondisi basah. Dari awal hingga akhir sesi, hujan terus mengguyur sirkuit.

BACA JUGA : 

Meski begitu, Marquez mampu tampil impresif. Marc Marquez yang telah mengunci gelar juara dunia MotoGP 2019 berhasil mencatatkan waktu tercepat 1 menit 54,884 detik.

Akan tetapi, torehan waktu pembalap asal Spanyol itu sukses dilampaui Danilo Petrucci pada menit-menit akhir sesi. Petrucci sukses mengukir waktu terbaik 1 menit 54,710 detik, unggul 0,174 detik atas Marquez yang berada di tempat kedua.

Sementara itu, Franco Morbidelli berada di peringkat ketiga, dan terpaut 0,465 detik dari Danilo Petrucci. Di sisi lain, Maverick Vinales dan Sylvain Guintoli melengkapi posisi lima besar.

Berikut ini adalah hasil latihan bebas ketiga (FP3) MotoGP Jepang:

Hasil FP3 MotoGP Jepang:

1. Danilo Petrucci (Ducati Team) 1 menit 54,710 detik

2. Marc Marquez (Repsol Honda) +0,174 detik

3. Franco Morbidelli (Petronas Yamaha) +0,465 detik

4. Maverick Vinales (Monster Yamaha) +0,748 detik

5. Sylvain Guintoli (Suzuki Ecstar) +0,880 detik

6. Andrea Dovizioso (Ducati Team) +1,012 detik

7. Alex Rins Suzuki Ecstar (GSX-RR) +1,086 detik

8. Fabio Quartararo (Petronas Yamaha) +1,101 detik

9. Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory) +1,114 detik

10. Miguel Oliveira (Red Bull KTM Tech3) +1,150 detik

11. Joan Mir (Suzuki Ecstar) +1,262 detik

12. Valentino Rossi (Monster Yamaha) +1,520 detik

13. Mika Kallio (Red Bull KTM Factory) +1,533 detik

14. Aleix Espargaro (Factory Aprilia Gresini) +1,687 detik

15. Takaaki Nakagami (LCR Honda) +1,827 detik

16. Karel Abraham (Reale Avintia Ducati) +2,099 detik

17. Cal Crutchlow (LCR Honda) +2,102 detik

18. Jack Mille (Pramac Ducati) +2,130 detik

19. Francesco Bagnaia (Pramac Ducati) +2,466 detik

20. Andrea Iannone (Factory Aprilia Gresini) +2,516 detik

21. Hafizh Syahrin (Red Bull KTM Tech3)+2,845 detik

22. Jorge Lorenzo (Repsol Honda) +2,895 detik

23. Tito Rabat (Reale Avintia Ducati) +3,911 detik

(bola.com)

Continue Reading

MotoGP

Marc Marquez Lebih Nyaman Tunggangi Honda RC213V 2019

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, mengaku lebih nyaman memacu motor RC213V 2019 ketimbang versi sebelumnya. Meski lebih sulit untuk dikendarai, Marquez menilai motor tahun ini jauh lebih cepat dibandingkan 2018.

RC213V memiliki tenaga yang lebih besar, namun membuat corner speed Honda turun drastis. Hal tersebut kemudian dikeluhkan Jorge Lorenzo (Repsol Honda) dan Cal Crutchlow (LCR Honda).

BACA JUGA : 

Uniknya, Marc Marquez justru sukses meraih gelar juara dunia MotoGP musim ini. Dari 15 seri yang sudah dijalani, Marquez berhasil meraih 14 podium, yang terdiri dari sembilan kemenangan dan lima posisi kedua.

“Dalam beberapa aspek, mesin 2018 memang lebih mudah, tetapi catatan waktunya 0,2 sampai 0,3 detik lebih lamban,” ujar Marquez.

“Anda harus paham, Anda ingin motor yang mudah dikendarai atau motor yang lebih cepat. Saya sih tak peduli jika motor kami sulit dikendarai selama bisa melaju lebih cepat,” lanjutnya.

“Saya adalah orang pertama yang ingin mempertahankan tenaga mesin, tetapi di sisi lain juga ingin traksi lebih dan mesin yang lebih halus, dan itulah yang diminta semua rider Honda”.

“Tetapi, mesin Honda selalu sama sejak saya tiba di MotoGP pada 2013, dan itu takkan berubah sekarang,” lanjut Marc Marquez.

Keluhan Cal Crutchlow

Pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow menyemprotkan sampanye pada salah satu krunya saat merayakan kemenangannya pada balapan MotoGP Argentina di atas podium Sirkuit Termas de Rio Hondo, Minggu (8/4). (AP/Natacha Pisarenko)

Di lain sisi, Crutchlow meski mengeluhkan RC213V versi 2019, tetap optimistis Honda akan memberikan perubahan pada versi 2020. Apalagi, Honda memiliki target bisa mempunyai motor yang lebih mudah dikendarai.

Dia juga yakin Honda takkan terlena oleh kesuksesan Marc Marquez yang berstatus delapan kali juara dunia, dan akan mendengarkan masukannya.

“Jika punya motor terbaik di dunia dan menang dengan unggul 40 detik, Anda pasti tetap ingin meningkatkan performa. Jadi Honda tahu arah mana yang harus dituju,” ucap Crutchlow.

“Saya menjajal prototipe 2020 di Brno dan lebih baik dari versi 2019, tetapi saya mengendarainya lagi di Misano dan tak merasakan keunggulan. Namun ini normal saja,” ujar rider LCR Honda ini.(bola.com)

Continue Reading

MotoGP

Valentino Rossi Kecewa Johann Zarco Tak Jadi Bergabung ke Yamaha

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, merasa kecewa Johann Zarco urung bergabung dengan timnya sebagai test rider pada musim ini. Bagi Rossi, Zarco bisa membawa dampak positif untuk Yamaha.

Johann Zarco masih terikat kontrak dengan KTM sampai 31 Desember 2019. Akan tetapi, dia telah dibebaskan dari balapan sejak MotoGP Aragon, Spanyol, 22 September lalu.

BACA JUGA : 

Sejak saat itu, pembalap berusia 29 tahun tersebut mengincar jabatan test rider, demi kembali berkompetisi di MotoGP 2021 mendatang. Mendengar pengakuan itu, Yamaha segera mendekati Zarco.

Meski begitu, kesepakatan batal tercapai karena Johann Zarco menerima tawaran dari LCR Honda untuk tiga seri terakhir MotoGP musim ini. LCR dan Honda kebetulan membutuhkan pembalap pengganti sementara untuk Takaaki Nakagami, yang akan menjalani operasi bahu setelah menjalani pekan balap di Motegi.

“Sungguh disayangkan. Bukan rahasia lagi bahwa Yamaha mengincar Johann sebagai test rider, dan dia bakal sangat penting bagi kami,” ujar Rossi.

“Kini dia justru mendekat ke Honda, dan kami harus lihat apa yang akan dia lakukan pada 2020,” lanjut Valentino Rossi.

Cari Test Rider yang Ideal

2. Johann Zarco – Pebalap kelahiran Prancis yang sempat menarik perhatian usai catatkan performa gemilang di awal musim 2018. Tercatat musim lalu enam podium berhasil diraih bersama Monster Yamaha Tech 3. (AFP/Franck Fife)

Rossi pun yakin Yamaha harus bekerja lebih keras mencari orang dengan potensi tinggi untuk memegang jabatan test rider.

“Tampaknya kami harus mencari test rider cepat lainnya, dan sangat sulit mencari seseorang seperti Johann,” ungkap 9 kali juara dunia asal Italia tersebut.

Zarco sejatinya bukan sosok yang asing bagi Yamaha. Setelah meraih gelar juara dunia Moto2 pada musim 2015 dan 2016, Zarco naik ke MotoGP pada 2017 dan membela Monster Yamaha Tech 3 selama dua musim.

Selama di tim satelit Yamaha itu, dia sukses meraih enam podium, empat pole, dan konsisten bertarung di papan atas.

Pada musim ini, dia pindah ke Red Bull KTM Factory Racing. Namun, Zarco kesulitan beradaptasi dengan RC16 dan harus susah payah masuk 10 besar.

Hasil terbaiknya di MotoGP musim ini hanyalah finis di posisi ke-10 dalam balapan di MotoGP Catalunya, Spanyol, pada Juni lalu.(bola.com) 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending