Connect with us

Keuangan

Sentimen Damai Dagang AS-China Kerek Rupiah ke Rp13.732

Published

on


Nilai tukar rupiah menguat ke Rp13.732 per dolar AS atau sebesar 0,28 persen pada perdagangan pasar spot, Senin (13/1) pagi. Sebelumnya, mata uang Garuda berada di Rp13.772 per dolar AS pada penutupan pasar Jumat (10/1).

Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Terpantau, won Korea menguat 0,33 persen, ringgit Malaysia 0,15 persen, baht Thailand menguat 0,11 persen, serta lira Turki menguat 0,04 persen.

Pelemahan hanya terjadi pada yen Jepang sebesar 0,10 persen, serta dolar Singapura yang melemah tipis sebesar 0,01 persen terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,20 persen, dan dolar Kanada melemah 0,12 persen, dolar Australia 0,01 persen, serta euro melemah tipis 0,02 persen terhadap dolar AS.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan rupiah ini disebabkan oleh sentimen kesepakatan dagang antara AS dan China.

“Pekan ini pasar fokus ke penandatanganan kesepakatan dagang fase satu AS-China, dan jadwal pembahasan fase dua,” terang Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (13/1).

Optimisme tersebut, lanjut Ariston, muncul karena pihak AS cukup yakin kesepakatan akan ditandatangani pada pekan ini. Sementara, pemberitaan dari pihak China pun tidak memberikan indikasi batalnya penandatanganan tersebut.

Menurut Ariston, semakin baiknya hubungan dagang antara AS dan China dapat membantu memulihkan pertumbuhan ekonomi global termasuk Indonesia.

“Karena pasar masih cukup optimis, rupiah pun masih berpeluang menguat hari ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.700 hingga Rp13.800 per dolar AS pada hari ini.

Advertisement

Keuangan

Digempur Pasukan Asia, Dolar AS Ambruk Parah!

Published

on

Jakarta, FINROLL — Nilai tukar dolar AS bergerak penuh tekanan pada perdagangan spot, Rabu (12/02/2020). Wabah virus corona yang kian meburuk menjadi amunisi utama bagi mata uang global untuk menekan dolar AS, termasuk di antaranya dolar Australia, poundsterling, dolar Kanada, dolar New Zealand, dan franc.

Baca Juga: Emas Dunia Bersinar Terang, Bye-Bye Dolar AS Sayang!

Ikut memanfaatkan momen, sebagian besar mata uang Benua Kuning juga ikut menyerang dan membuat mata uang Paman Sam ambruk signifikan, misalnya dolar Taiwan, baht, dolar Singapura, won, dolar Hong Kong, yuan, dan rupiah. Hanyalah yen yang saat ini enggan masuk dalam pasukan.

Asal tahu saja, kala pembukaan pasar spot pagi tadi, rupiah mampu mengukir apresiasi 0,15% ke level Rp13.665 per dolar AS. Kendati mulai menipis, hingga pukul 09.57 WIB, rupiah masih unggul 0,07% ke level Rp13.655 per dolar AS. Mata uang Garuda itu juga terpantau menguat terhadap euro sebesar 0,09%, namun terkoreksi -0,23% terhadap dolar Australia dan -0,02% terhadap poundsterling.

Pergerakan rupiah di Asia variatif dengan kecenderungan menguat. Sang Garuda perkasa terhadap yen (0,19%), ringgit (0,18%), dolar Hong Kong (0,06%), yuan (0,05%), dan dolar Singapura (0,02%), namun melemah terhadap dolar Taiwan (-0,18%), won (-0,17%), dan baht (-0,14%).

Sumber Berita : Wartaekonomi.co.id

Continue Reading

Keuangan

PLN Klaim Bisa Hemat Rp4 Triliun Berkat Substitusi BBM ke Gas

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta – PT PLN (Persero) mengklaim bisa menghemat biaya operasional senilai Rp4 triliun dengan kebijakan substitusi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke gas. Gas digunakan untuk operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan perseroan telah melakukan kajian substitusi BBM ke gas sejak setahun terakhir. Kajian itu dilakukan pada penggunaan PLTD di lima wilayah kerja.

Dari hasil kajian tercatat kebutuhan konsumsi BBM mencapai 2,6 juta kiloliter (kL) pada 2019. Dari jumlah itu sekitar 1,6 juta kL atau setara 61,53 persen bisa dipenuhi dengan penggunaan gas.

“Jadi penurunan konsumsi BBM dari 2,6 juta kL menjadi 1,6 juta kL akan mengurangi biaya operasi. Estimasi pengurangan biaya operasi sebesar Rp4 triliun,” ungkap Zulkifli, Selasa (28/1).

Ia mengatakan kajian ini merupakan tindak lanjut perusahaan atas Keputusan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penugasan Pelaksanaan Penyediaan Pasokan dan Pembangunan Infrastruktur LNG, serta Konversi Penggunaan BBM dengan LNG dalam Penyediaan Tenaga Listrik.

Beleid hukum itu dikeluarkan untuk mengejar target penggunaan gas pada pembangkit listrik mencapai 12 ribu megawatt (MW) atau sekitar 22 persen dari total bauran energi nasional. Target itu ditetapkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028.

“Maka dari itu, PLN telah melakukan identifikasi untuk memetakan perencanaan konstruksi pembangkit dan pengoperasian pembangkit yang menggunakan BBM dan gas,” jelasnya.

Pemerintah berharap substitusi BBM ke gas pada pengoperasian pembangkit listrik bisa menekan konsumsi minyak. Sebab, kebutuhan minyak tersebut umumnya ditutup dari aktivitas impor.

Sementara impor minyak yang tinggi membuat defisit neraca perdagangan meningkat. Persoalan ini kemudian menjalar ke Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang ikut defisit.

Di sisi lain, pemerintah juga berusaha mengurangi impor minyak dengan program mandatori biodiesel sebanyak 20 persen (B20) pada tahun lalu dan 30 persen (B30) pada tahun ini. PLN pun jadi sasaran implementasi program ini dengan menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar pembangkit listrik.(cnnindonesia.com)

 

Continue Reading

Keuangan

Di Acara Muslim Fashion Festival 2020 (Muffest), BNI Syariah Berikan Solusi Transaksi Keuangan

Published

on

Finroll.com — Dalam acara Muslim Fashion Festival 2020 (MUFFEST), BNI Syariah ikut serta yang akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), pada 20-23 Februari 2020. Peran BNI Syariah dalam acara ini adalah sebagai penyedia jasa pembayaran transaksi dengan menggunakan BNI iB Hasanah Card.

Pada Senin, (27/1/2020), kemarin diselenggarakan press conference di Goodrich Suites by Artotel, Jl. Pangeran Antasari Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hadir dalam kesempatan ini

Pemimpin Divisi Kartu Pembiayaan BNI Syariah, Rima Dwi Permatasari berharap keikutsertaan BNI Syariah dalam acara MUFFEST 2020 dapat meningkatkan literasi dan awareness masyarakat mengenai produk BNI Syariah khususnya BNI iB Hasanah Card.

Keikutsertaan BNI Syariah dalam Muffest 2020 ini juga merupakan bentuk dukungan BNI Syariah terhadap pertumbuhan ekosistem halal di Indonesia salah satunya terkait industri halal fashion.

Selain itu keikutsertaan BNI Syariah di Muffest  2020 sebagai komitmen BNI Syariah dalam mengusung tema di tahun ini yaitu “Embracing New Opportunities” dimana BNI Syariah siap meraih peluang-peluang baru untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis dan menjadi partner yang lebih baik salah satunya pada fenomena hijrah yang beberapa tahun belakangan bahkan menjadi gaya hidup.

BNI Syariah juga mendukung sustanainle fashion karena  konsep ini mengutamakan bahan baku saja tapi juga memperhatikan keberlangsungan kesejahteraan pekerja, kepedulian lingkungan, memanfaatkan limbah dengan lebih eco friendly. Sustainable fashion bisa memberikan keuntungan simbiosis mutualisme antara desainer, pekerja, perajin, konsumen, hingga industri mode secara keseluruhan.

Sebagai Hasanah Banking Partner, BNI Syariah siap memberikan solusi bagi pelaku industri maupun konsumen fashion muslim dalam rangka memenuhi kebutuhan jasa perbankan syariah.

“Melalui produk BNI iB Hasanah Card, BNI Syariah mengajak segenap masyarakat untuk bijak dalam mengelola keuangan, bukan mendorong konsumerisme berlebihan,” kata Rima. Dengan adanya kartu ini, diharapkan bisa membuat masyarakat berhijrah ke yang Hasanah, seperti dilansir dari Kontan.co.id.

BNI Syariah berkomitmen meningkatkan kemudahan transaksi, dimana kartu BNI iB Hasanah Card dapat digunakan di seluruh merchant Mastercard di seluruh dunia dengan kurs  yang kompetitif.

Dengan memiliki BNI iB Hasanah Card, pengguna bisa mendapatkan promo-promo menarik seperti diskon/cashback untuk transaksi, baik untuk pembelian kebutuhan sehari-hari, tiket, maupun kebutuhan lainnya. BNI Syariah juga menawarkan promo hotel, restoran, paket umroh dan paket wisata muslim.

BNI iB Hasanah Card merupakan kartu pembiayaan yang berfungsi sebagai kartu kredit yang berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Kartu ini dikembangkan sebagai solusi pembayaran kebutuhan sehari-hari berlandaskan prinsip syariah.

Kartu ini mempunyai berbagai keunggulan, diantaranya adanya akad yang melandasi penerbitan kartu, sistem perhitungan ujroh/fee, pembatasan transaksi, dan kategori biaya yang muncul. Kartu ini hanya dapat bertransaksi di merchant halal di seluruh dunia pada merchant yang berlogo MasterCard.

Berbagai macam promo terbaru seperti diskon/cashback di e-commerce baik untuk pembelian kebutuhan sehari-hari maupun untuk pembelian tiket. Ecommerce yang telah bekerjasama diantaranya Pegipegi, JDID, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Traveloka, dan Tiket.com.

Untuk memperkuat positioning Hasanah Card sebagai Travel Card, BNI Syariah bekerjasama dengan hotel syariah seperti Hotel Noer di Bandung dan Hotel Namira di Surabaya. Selain itu BNI Syariah juga ikut serta di dalam event-event travel fair yang dilaksanakan oleh BNI Induk seperti Japan Airline Travel Fair.

BNI Syariah juga menyediakan promo diskon 10% menggunakan Kartu BNI iB Hasanah Card di Booth Irna Mutiara.

Pada 2020, BNI Syariah menargetkan transaksi kartu pembiayaan sebesar Rp 1,2 triliun dengan jumlah kartu BNI iB Hasanah Card di akhir tahun 2020 sebanyak 350.000 kartu.

Disamping target bisnis, dalam acara MUFFEST 2020 BNI Syariah juga berharap dapat mengedukasi  masyarakat terkait kartu pembiayaan berbasis syariah melalui produk BNI iB Hasanah Card.

Sampai September 2019, pembiayaan BNI Syariah ke industri halal diantaranya halal food, halal education, halal fashion, halal hospital, halal travel sebesar Rp2,54 triliun naik 6% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode sama 2018 sebesar Rp2,4 triliun.

Pembiayaan BNI Syariah ke industri halal diantaranya halal food, halal education, halal fashion, halal hospital, halal travel menyumbang 8% dari total pembiayaan BNI Syariah. Sedangkan untuk pembiayaan ke industri halal fashion tercatat sebesar Rp38,2 miliar atau 2% dari total pembiayaan BNI Syariah ke industri halal diantaranya halal food, halal education, halal fashion, halal hospital, halal travel.

Muffest merupakan ajang fashion festival yang mempertemukan pelaku industri busana muslim se-Indonesia, baik dari brand besar, maupun dari usaha kecil dan menengah.

Tentang BNI Syariah

BNI Syariah bermula sebagai Unit Bisnis Strategis bagian dari BNI yang mulai beroperasi sejak 29 April 2000. Pada 19 Juni 2010 status BNI Syariah meningkat menjadi Bank Umum Syariah (BUS).Komposisi kepemilikan saham BNI Syariah adalah 99,94% dimiliki oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan sisanya dimiliki oleh PT BNI Life. BNI Syariah senantiasa mendapatkan dukungan teknologi informasi dan penggunaan jaringan saluran distribusi infrastruktur BNI Induk diantaranya layanan lebih dari 16.000 ATM BNI, ditambah ribuan jaringan ATM Bersama, ATM Link Himbara serta ATM berlogo Maestro dan Cirrus di seluruh dunia, fasilitas 24 jam BNI Call (021-1500046), SMS Banking, dan BNI Internet Banking. Saat ini BNI Syariah telah didukung oleh jaringan yang cukup luas di seluruh Indonesia yaitu 375 outlet syariah yang tersebar di seluruh Indonesia, serta didukung oleh lebih dari 1.746 Outlet BNI yang melayani pembukaan rekening syariah. ***

Tentang Hasanah

Hasanah merupakan corporate campaign BNI Syariah yang memiliki makna “segala kebaikan” bagi diri sendiri, masyarakat, maupun bangsa dan Negara baik di dunia maupun di akhirat (QS. Al Baqarah 201). Hasanah merupakan sebuah nilai yang disarikan dari Al – Quran dan menjadi identitas BNI Syariah dalam menebarkan kebaikan melalui insan hasanah dan produk / layanannya. Cita – cita mulia yang ingin disampaikan melalui nilai Hasanah adalah kehadiran BNI Syariah dapat membawa kebaikan bagi seluruh pihak serta menjadi Rahmatan Lil’ Alamin. Hasanah didasari oleh Maqoshid Syariah yang berarti tujuan dari ditetapkannya syariah (hukum agama) yaitu untuk melindungi keyakinan, keberlangsungan hidup, dan hak asasi manusia terdiri dari lima hal yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan dan menjaga harta.

Tentang Hasanah Banking Partner

BNI Syariah sebagai mitra bisnis yang memberikan layanan terbaik sesuai dengan prinsip syariah. Sehingga bisnis yang dijalankan tidak hanya berorientasi terhadap keuntungan semata tetapi juga memperhatikan faktor keberkahan dengan nilai kebaikan. BNI Syariah berkomitmen untuk menjadi partner pada setiap tahapan kehidupan.

Dewan Pengawas Syariah: Ketua: Dr. Hasanudin, M.Ag; Anggota: Ah.Azharuddin Lathif, M.Ag., M.H.(belum  efektif, masih proses persetujuan OJK).

Dewan Komisaris: Komisaris utama: Fero Poerbonegoro; Komisaris: Imam Budi Sarjito; Komisaris Independen: Max Niode;  Komaruddin Hidayat (belum efektif, masih dalam proses fit & proper test).

Direksi: Direktur Utama: Abdullah Firman Wibowo; Direktur Bisnis: Dhias Widhiyati; Direktur Kepatuhan dan Risiko: Tribuana Tunggadewi; Direktur Keuangan dan Operasional: Wahyu Avianto; SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan: Iwan Abdi.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending