Connect with us

Komoditi

Sepanjang Juli 2019, Harga Beras Premium dan Medium Naik

Published

on


Finroll.com — Sepanjang Juli 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata harga beras premium dan medium mengalami kenaikan. Sedangkan harga beras rata-rata kualitas rendah mengalami penurunan.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, harga beras premium di tingkat penggilingan naik 0,04% menjadi Rp9.519 per kilogram (kg) dan beras kualitas medium naik 0,49% menjadi Rp 9.211 per kg. Kemudian beras kualitas rendah turun 0,89% menjadi Rp 8.931 per kg.

“Kenapa beras kualitas rendah turun? Karena kadar broken-nya masih banyak. Beras kualitas rendah lebih buruk dibanding bulan lalu itu yang sebabkan beras kualitas rendah alami penurunan,” ujarnya di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Kenaikan harga beras kualitas premium dan medium ditingkat penggilingan karena harga gabah kering giling dan panen alami kenaikan. Harga gabah kering panen di tingkat petani naik 1,46% menjadi Rp 4.618 per kg dan di tingkat penggilingan naik 1,22% menjadi Rp 4.712 per kg.

Sementara itu, rata-rata gabah kering giling ditingkat petani naik 0,60% menjadi Rp 5.277 per kg dan di tingkat penggilingan naik 0,44% menjadi Rp 5.385 per kg. Kemudian harga gabah kualitas rendah di tingkat petani naik 1,58% jadi Rp 4.254 per kg dan di tingkat penggilingan naik 1,69% jadi Rp 4.360 per kg.

“Harga gabah kering giling berdasarkan pada bulan Juli 2019 ini BPS lakukan pencatatan ada 1.734 transaksi di 27 provinsi yang lakukan transaksi gabah kalau dilihat persentase gabah paling tinggi 73,2%. Gabah kualitas rendahnya 13,68%,” jelasnya.

Ia melanjutkan, gabah kering giling lebih rendah ini terjadi karena masa panen yang sudah berlalu. Dengan demikian, maka harga gabah sudah lewat pula masa puncaknya.

“Biasanya harga gabah alami puncaknya di Januari, Februari dan di Maret, April hingga Juni mulai merambat naik,” tegasnya.(red)

Advertisement Valbury

Komoditi

Harga Emas Naik Jadi Rp944 Ribu per Gram

Published

on

By

Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp944 ribu per gram pada perdagangan Jumat (3/4) atawa naik Rp26 ribu dari Rp918 ribu per gram pada Kamis (2/4).

Sementara, harga pembelian kembali (buyback) naik Rp23 ribu per gram dari Rp822 ribu menjadi Rp845 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp496,5 ribu, 2 gram Rp1,83 juta, 3 gram Rp2,73 juta, 5 gram Rp4,54 juta, 10 gram Rp9,01 juta, 25 gram Rp22,43 juta, dan 50 gram Rp44,78 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp89,5 juta, 250 gram Rp223,5 juta, 500 gram Rp446,8 juta, dan 1 kilogram Rp893,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX, harga emas berada di posisi US$1.632,7 per troy ons atau melemah 0,31 persen. Sedangkan harga emas di perdagangan spot turun 0,24 persen ke US$1.610,18 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan harga emas di pasar internasional berbalik meguat berkat prospek kenaikan harga minyak mentah. Kenaikan harga minyak dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang telah membujuk Arab Saudi dan Rusia untuk mengurangi produksi.

Trump berharap kedua negara mau mengurangi produksi minyak sekitar 10 juta hingga 15 juta barel. Hal ini langsung membuat harga minyak mentah berjangka Brent menguat 21 persen menjadi US$29,94 per barel dan minyak mentah berjangka WTI naik 24,7 persen menjadi US$25,32 per barel.

“Prospek kenaikan harga minyak mentah dunia mengangkat harga saham big cap perusahaan minyak. Penguatan indeks saham AS ini ikut mendorong kenaikan harga emas mendekati kisaran US$1.620 per troy ons,” ujar Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Kendati begitu, ia memperkirakan penguatan harga emas tidak akan berjalan lama. Sebab, ada sentimen lain yang membayangi harga, misalnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap penyebaran penyakit covid-19 hingga turunnya data-data ekonomi dunia.

Dari sisi pandemi virus corona, kasus positif terus meningkat di dunia. Berdasarkan data Johns Hopkins University, setidaknya sudah ada 1,01 juta kasus positif corona di dunia.

Saat ini, kasus terbanyak tak lagi berada di China, namun menyebar ke beberapa negara, seperti AS mencapai 245 ribu kasus, Italia 115 ribu kasus, Spanyol 112 ribu kasus, dan Jerman 84 ribu kasus.

Masalahnya, kenaikan kasus corona membuat kewajiban fiskal pemerintah berupa tunjangan bagi pengangguran meningkat.

“AS melaporkan jumlah orang yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran mingguan meningkat tajam menembus rekor di angka 6,65 juta klaim. Padahal, rata-rata hanya di kisaran 250 ribu klaim,” katanya.

Sementara, untuk penurunan data ekonomi, pelaku pasar memperkirakan data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis malam ini menunjukkan penurunan orang yang dipekerjakan di sektor pertanian dan pemerintahan.

Pasar mengestimasi setidaknya ada penurunan jumlah orang bekerja mencapai 100 ribu orang dan tingkat pengangguran bertambah menjadi 3,8 persen. “Harga emas spot hari ini berpotensi bergerak di kisaran US$1.580 sampai US$1.630 per dolar AS,” pungkasnya. (CNN/GPH)

Continue Reading

Komoditi

Harga Emas Terjun Bebas Jadi Rp911 Ribu per Gram

Published

on

By

Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam terjun bebas turun Rp11 ribu per gram. Yakni, dari Rp924 ribu menjadi hanya Rp911 ribu per gram pada Rabu (1/4).

FINROLL.COM — Harga pembelian kembali (buyback) emas turun lebih dalam lagi mencapai Rp14 ribu per gram, yaitu dari Rp832 ribu menjadi Rp818 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp480 ribu, 2 gram Rp1,77 juta, 3 gram Rp2,63 juta, 5 gram Rp4,37 juta, 10 gram Rp8,68 juta, 25 gram Rp21,6 juta, dan 50 gram Rp43,13 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp86,2 juta, 250 gram Rp215,25 juta, 500 gram Rp430,3 juta, dan 1 kilogram Rp860,6 juta.

Lihat juga: Rupiah Kurang Darah, Melemah ke Posisi Rp16.325
Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX ada di posisi US$1.594,5 per troy ons atau melemah 0,13 persen. Sebaliknya harga emas di perdagangan spot menguat 0,24 persen jadi US$1.580,94 per troy ons.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan prospek harga emas di pasar internasional akan kembali melemah sejalan dengan pergerakan indeks saham. Proyeksinya, harga emas bergerak turun ke rentang US$1.559 sampai US$1.615 per troy ons pada hari ini.

“Harga emas kini mengikuti pergerakan indeks saham, sementara saham masih mendapat tekanan dari peningkatan penyebaran virus corona di dunia. Indeks saham AS dan Asia ditutup melemah,” ujar Ariston kepada CNNIndonesia.com, Rabu (1/4).

Lihat juga: Laju IHSG Diproyeksi Tertekan Pelemahan Rupiah
Indeks saham AS melemah karena tertekan peningkatan kasus virus corona mencapai 14 persen dalam satu hari di New York. Pelemahan indeks saham pun berlanjut pada perdagangan pagi ini.

Indeks Dow Jones jatuh 1,84 persen, S&P 500 turun 1,6 persen, dan Nasdaq Composite minus 0,95 persen. Sementara di Asia, Nikkei 225 anjlok 1,35 persen, Hang Seng turun 0,37 persen, dan Kospi melemah 0,24 persen.

Di sisi lain, prospek pelemahan harga emas datang dari rencana rilis data ketenagakerjaan dan aktivitas manufaktur Negeri Paman Sam pada malam ini.

“Kedua data ini diperkirakan memburuk karena wabah dan ini bisa menekan lagi harga emas,” ungkapnya. (cnn/GPH)

Continue Reading

Komoditi

Emas Dunia Bisa Tembus US$ 3.000, Emas Antam Bisa Berapa?

Published

on

By

Harga emas dunia melemah di perdagangan Jumat pekan lalu (27/3/2020), kendati dalam sepekan terakhir harga emas dunia masih mencetak penguatan tajam seiring dengan permintaan emas menjadi aset aman alias safe haven.

FINROLL.COM — Pergerakan emas bagai roller coaster sepanjang Maret ini. Di awal pekan, Senin (9/3/2020), harga emas sempat melesat hingga menyentuh US$ 1.702,56/troy ons yang merupakan level tertinggi sejak Desember 2012. Namun selepas itu, emas justru terus merosot.

Data Refinitiv mencatat, di penutupan perdagangan Jumat (20/3/2020), harga emas berada di level US$ 1.497,64/troy ons, atau ambles lebih dari 12% dari level tertinggi tersebut. Adapun sepanjang pekan lalu (23-27 Maret), harga logam mulia ini kembali melesat 8% di US$ 1.617,5/troy ons.

Harga emas dunia pun diprediksi bisa melesat lagi, bukan hanya sampai US$ 2.000/troy ons, tapi bahkan bisa lebih dari itu seiring dengan ketidakpastian ekonomi akibat dampak virus corona (COVID-19) di seluruh dunia.

Di AS, bank sentralnya, yakni The Fed (Federal Reserve) akan menerapkan program pembelian aset (quantitative easing/QE) dengan nilai tanpa batas. Berapapun akan digelontorkan agar likuiditas di perekonomian AS tidak mengetat.

Tak hanya bank sentral, Pemerintah AS juga menggelontorkan stimulus fiskal dengan nilai jumbo. Jumat waktu AS, Presiden AS sudah menandatangani undang-undang stimulus senilai US$ 2 triliun. Angka tersebut dua kali lipat dari nilai perekonomian Indonesia.

Banyak analis melihat kebijakan The Fed akan membawa harga emas dunia menguat naik. Namun salah satu perusahaan trading di Asia, WingCapital Investment lebih melihat peningkatan belanja pemerintah dengan gelontoran stimulus tersebut dapat menaikkan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) akan membawa harga emas terbang tinggi.

“Secara historis kami melihat rasio utang terhadap PDB memiliki korelasi yang lebih besar dibandingkan dengan balance sheet [neraca] The Fed [terhadap harga emas],” tulis analis WingCapital yang dikutip Kitco.com.

Dengan kondisi saat ini, harga emas diprediksi akan mencapai US$ 3.000/troy ons dalam 3 tahun ke depan.

Analis tersebut melihat pada periode sebelumnya ketika emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa US$ 1.920/troy ons pada September 2011, reli tersebut berakhir ketika laju kenaikan rasio utang terhadap PDB AS mulai menurun.

Untuk saat ini, belanja masif pemerintah AS guna memerangi COVID-19 diprediksi akan membengkakkan defisit anggaran, hingga rasio utang terhadap PDB akan menyamai ketika perang dunia II ketika naik sebesar 30% tahun ini. Sementara itu, beberapa analis lainnya melihat rasio tersebut akan naik sekitar 10% sampai 14%.

Satu troy ons, mengacu aturan di pasar, setara dengan 31,1 gram, sehingga besaran US$ 3.000 per troy ounce dikonversi dengan membagi angka tersebut dengan 31,1 gram, hasilnya US$ 96,46 per gram. Dengan asumsi kurs rupiah Rp 16.000/US$, maka prediksi harga emas tahun ini bisa menembus Rp 1,54 juta/gram.

Terkait dengan wabah COVID-19, jumlah korban terus bertambah. Berdasarkan data Johns Hopkins CSSE hingga Ahad (29/3) sudah lebih dari 170 negara yang terpapar COVID-19, lebih dari 660.000 orang terinfeksi, dengan 30.652 orang meninggal dunia, dan lebih dari 139.000 sembuh.

AS kini menjadi negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak di dunia mengalahkan China yang merupakan asal pandemi ini. Hingga tercatat ada 122.666 kasus positif COVID-19, dengan korban meninggal lebih dari 2.000 orang dan yang sembuh lebih dari 1.000 orang.

Banyak negara menerapkan kebijakan karantina wilayah (lockdown) yang membuat aktivitas ekonomi merosot tajam. Akibatnya, perekonomian global melambat signifikan, resesi di beberapa negara bukan lagi kemungkinan, tetapi di depan mata. (CNBC/GPH)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending