Connect with us

Ragam

Setelah Gundala, Kisah 5 Superhero Indonesia ini Layak Dijadikan Film

Published

on


Finroll.com – Hollywood kebanjiran film adaptasi tokoh superhero dari komik-komik, seperti DC, Marvel, dan Dark Horse. Tahun ini saja, ada 11 film superhero yang dirilis, mulai dari ‘Shazam!’, ‘Avengers: Endgame’, hingga Spider-Man: Far From Home’.

Indonesia sendiri sebentar lagi akan punya film superhero sendiri, yakni ‘Gundala’ garapan Joko Anwar. Selain Gundala, inilah tokoh-tokoh superhero lain yang juga layak diadaptasi ke layar lebar.

1. Godam
Godam adalah sebuah planet yang dipimpin oleh seorang tiran bernama Ratu Chandalani. Merasa planetnya semakin berantakan dan kacau, sepasang suami-istri berusaha memberontak dan kabur dari kejaran tentara Chandalani.

Setelah berhasil kabur, sang istri melahirkan seorang putra yang diberi nama Godam. Setelah ayahnya, Gedibalbanda, mati, Godam coba untuk berjuang sendiri dan ia pun menemui Dewi Pengasuh Sukma, sosok bijaksana yang memberinya kostum sakti dan jubah terbang.

Namun, Godam tak mampu menggunakan kekuatan supernya dengan baik. Dewi Pengasuh Sukma pun marah dan ia dikurung dalam sebuah cincin sakti yang pada akhirnya diberikan pada Bapa Kebenaran di Bumi.

Hadirlah sosok Awang, supir truk antar kota yang sederhana, gemar menolong sesama, dan jago bela diri silat. Suatu tragedi membuat Bapa Kebenaran memilihnya sebagai pewaris cincin sakti Godam.

Meski dari segi kostum Godam mirip seperti Superman, kekuatan dari cincin sakti membuatnya terlihat sama seperti Green Lantern. Sepertinya dalam waktu dekat tokoh ini akan diangkat ke layar lebar, mengingat di film ‘Gundala’ anak dari Cecep Arif Rahman, Faris Fadjar, akan memerankan tokoh Awang muda.

2. Aquanus
Sosok ini bisa dikatakan sebagai Aquaman-nya Indonesia. Saat planet Zyba diserang bangsa Burbur, Dhanus kecil dikirim ke Bumi oleh orang tuanya. Karena bukan orang Bumi, Dhanus memiliki tubuh bak hewan amfibi yang mampu bertahan hidup di darat dan air.

Ketika dewasa, Dhanus menjelma menjadi pahlawan super bernama Aquanus. Ia juga menjadi orang pertama yang menginisiasi terbentuknya tim superhero Patriot bersama jagoan-jagoan lain, seperti Gundala, Godam, dan Sri Asih.

Jika para jagoan Avengers di MCU memiliki Avengers Tower, Patriot juga memiliki markas tersendiri di kediaman Aquanus, yakni Teluk Berhala. Di sinilah para Patriot menyimpan semua pusaka sakti sekaligus menyusun berbagai siasat untuk mengalahkan para penjahat.

Memanfaatkan banyaknya perairan indah di Indonesia, Aquanus sepertinya bisa dengan mudah diadaptasi ke layar lebar. Terlebih lagi, sekarang perairan Indonesia sedang sering diinfiltrasi oleh nelayan-nelayan asing dan film Aquanus bisa mengangkat topik ini.

3. Mandala
Sejak kecil, Mandala sudah dibesarkan oleh Nyi Nara Sati, Ratu Siluman Buaya Putih. Tidak suka dengan pribadi sang ibu yang jahat, Mandala dewasa melarikan diri dari Negeri Siluman dan menemui sang paman, Batara Si Pendekar Lengan Tunggal.

Bersama sang paman, Mandala belajar untuk hidup sebagai pendekar pembela kebenaran. Ia akhirnya memiliki jurus tenaga dalam bernama Gelombang Batu Karang yang berkekuatan dashyat.

Tokoh ini diceritakan sering menenami Si Buta dari Goa Hantu untuk membela kebenaran. Karena saat ini sutradara Timo Tjahjanto sedang menggarap film ‘Si Buta dari Goa Hantu’, mungkin Mandala adalah tokoh selanjutnya yang diadaptasi.

Dalam film, tokoh Mandala juga bisa menghidupkan berbagai kisah klenik dan supranatural di tanah jawa. Sebab, tokoh ini memang diceritakan sering beraksi di kawasan Yogyakarta dan Jawa Tengah.

4. Sri Asih
Sri Asih adalah salah satu tokoh komik superhero asli Indonesia pertama yang rilis pada 1954. Sang penulis, R.A Kosasih, sengaja membuat tokoh Sri Asih sebagai perwujudan Srikandi dari pewayangan Jawa.

Nama asli Sri Asih adalah Nani Wijaya dan mirip seperti Shazam–dia mendapat kekuatan super dengan cara berteriak ‘Dewi Asih’. Kekuatan yang didapat pun cukup banyak, mulai dari menggandakan diri, memperbesar tubuh, tubuh anti-peluru, dan bisa terbang.

Pada era ’50-an, tokoh ini sempat diadaptasi ke layar lebar oleh sutradara Turino Djunaedy dan Sri Asih dibintangi oleh Mimi Mariani. Karena dalam komik tokoh ini adalah salah satu anggota Patriot bersama Gundala, bisa jadi akan ada adaptasi film yang baru.

Teman baik Sri Asih dalam komik, Merpati, juga akan muncul di film ‘Gundala’ garapan Joko Anwar. Merpati dalam film itu diperankan oleh Tara Basro.

5. Setan Jalanan
Komik ‘Setan Jalanan’ dibuat oleh drummer Naif, Pepeng alias Franky Indrasmoro. Komik mengisahkan tentang perjuangan Kelana, seorang laki-laki biasa yang menyukai motor dan membenci tindak kriminal di jalan raya.

Bukan pahlawan atau penjahat, Setan Jalanan adalah anti-hero yang berani melakukan segala cara untuk membela kebenaran. Geng motor Roda Gila yang kerap merusuh di jalanan menjadi musuh utamanya.

Sekilas, tokoh ini mirip seperti The Punisher dari Marvel Comics yang berani membunuh semua musuh-musuhnya. Namun, kostum Setan Jalanan memang terlihat mirip seperti Ghost Rider tanpa semburat api.

Maraknya begal yang terjadi di kota-kota besar bisa menjadi topik utama yang diangkat dalam film. Jika memasukkan unsur komedi, film ‘Setan Jalanan’ sangat mungkin bernuansa seperti ‘Deadpool’.

Tokoh ini sebenarnya sudah pernah diangkat sebagai acara radio beberapa tahun lalu. Artinya, sudah ada cukup banyak kisi-kisi untuk mengangkat tokoh ini ke layar lebar.

Advertisement Valbury

Bulutangkis

Taklukkan Shesar Hiren, Anthony Ginting Kampiun PBSI Home Tournament

Published

on

By

Anthony Sinisuka Ginting menjuarai Mola TV PBSI Home Tournament setelah di final mengalahkan Shesar Hiren Rhustavito, Jumat (10/7/2020). (PBSI)

Finroll.com, Jakarta – Unggulan pertama, Anthony Sinisuka Ginting, merebut gelar juara pada ajang Mola TV PBSI Home Tournament. Bertanding pada final di Pelatnas Cipayung, Jumat (10/7/2020), Anthony mengalahkan Shesar Hiren Rhustavito dua gim langsung, 21-19, 21-15.

Tak hanya di final, Anthony Sinisuka Ginting tampil baik di semua pertandingan sepanjang Mola TV PBSI Home Tournament. Ia bahkan tak pernah kehilangan satu gim pun. Menikmati setiap permainannya menjadi kunci bagi Anthony untuk tampil cemerlang.

“Puji Tuhan saya bisa menyelesaikan turnamen ini dengan baik. Kuncinya coba menikmati permainan meskipun ini home tournament, tapi saya anggap seperti turnamen resmi. Apalagi sudah hampir empat bulan tidak ada turnamen. Dari pikiran, mental dan semuanya disiapin banget,” ujar pemain asal klub SGS PLN Bandung ini, melalui rilis dari PBSI.

Anthony sempat tertinggal di awal gim pertama. Namun pelan-pelan ia mulai menyusul dan balik mengungguli Shesar. Anthony bisa meredam serangan-serangan Shesar yang cukup tajam.

“Waktu ketinggalan itu saya terburu-buru mau dapat poin, mau menyerang tapi pertahanan Shesar sudah siap,” ungkap Anthony.

“Dari permainan depan netnya jangan sampai ketinggalan. Saya lebih mengontrol pergerakan dia dan maksimalkan perhitungan dari panjang lebar lapangan untuk akurasi pukulan saya. Jangan sampai Shesar netting dan pengembalian saya ke atas. Dia kan pemain menyerang, jadi saya berusaha meredam semua kelebihan dia,” beber Anthony Sinisuka Ginting.

Shesar Akui Keunggulan Anthony

Meskipun tampil cemerlang di turnamen ini, Anthony tetap mengevaluasi performanya dan mempersiapkan diri lebih baik lagi jelang turnamen resmi.

“Saya harus kurangi kesalahan sendiri, mental dan fokus yang paling utama. Dari pertandingan pertama sampai final ini, masih banyak bola-bola saya yang enggak seharusnya mati malah mati. Kalau fokus hilang sedikit bisa banyak poin yang hilang,” ujar Anthony.

Sementara itu, Shesar mengatakan Anthony lebih taktis dan efisien dalam melakukan serangan, sehingga membuatnya kesulitan.

“Di gim pertama saya sudah memimpin dan kehilangan fokus. Saya kurang disiplin dan gampang memberi bola serangan buat Anthony. Pada gim kedua saya mau mempercepat permainan tapi kurang taktis dibanding Anthony,” ucap Shesar.(Bola.com)(GE)

Continue Reading

Ragam

Arab Saudi Mulai Pendaftaran Haji Bagi Warga Asing

Published

on

FINROLL.COM. Pemerintah Arab Saudi memulai proses pendaftaran calon jemaah haji bagi warga asing yang bermukim di sana mulai hari ini, Senin (6/7).

Mereka memperkirakan persentase warga asing yang beribadah haji pada tahun ini mencapai 70 persen dari total keseluruhan jemaah, setelah pemerintah setempat memutuskan menggelar ibadah tahunan itu secara terbatas akibat pandemi virus corona.

Seperti dilansir AFP, Arab Saudi hanya mengizinkan sekitar seribu warga asing yang sudah berada di sana untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Mereka akan memulai rangkaian ibadah pada akhir bulan ini.

Menurut keterangan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, proses pendaftaran calon haji bagi warga asing akan digelar sampai Jumat (10/7) mendatang. Mereka harus mendaftar melalui situs kementerian di https://localhaj.haj.gov.sa.

Warga asing yang diizinkan beribadah haji hanya yang berusia 20 sampai 65 tahun. Mereka juga harus dinyatakan tidak memiliki penyakit bawaan seperti diabetes atau jantung.

Sedangkan warga Saudi yang diizinkan melakukan ibadah haji kemungkinan besar hanya mencapai 30 persen dari jumlah keseluruhan jemaah. Para tenaga medis dan keamanan yang baru sembuh dari Covid-19 diperkenankan menunaikan ibadah haji.

“Mereka akan diseleksi berdasarkan basis data siapa saja yang sembuh dari infeksi virus,” demikian keterangan Kementerian Haji dan Umrah seperti dikutip dari kantor berita Arab Saudi, Saudi Press Agency.

Seluruh calon jemaah haji wajib menjalani pemeriksaan virus corona sebelum diizinkan memasuki Mekah. Setelah beribadah haji, mereka juga harus menjalani karantina.

Keputusan Arab Saudi menggelar haji terbatas menuai beragam tanggapan. Sebagian memuji langkah itu, tetapi pihak lainnya menyatakan kecewa karena Saudi tidak melakukan dialog dan menetapkan keputusan sepihak.

Di sisi lain, kasus infeksi virus corona di Arab Saudi sampai saat ini tercatat mencapai lebih dari 213 ribu orang, dengan hampir 2.000 pasien di antaranya meninggal.

Continue Reading

Ragam

Syarat Rapid Test Digugat, Gugas Covid Diadukan ke Ombudsman

Published

on

FINROLL.COM.Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dilaporkan ke Ombudsman RI terkait syarat rapid test bagi penumpang yang akan bepergian menggunakan transportasi publik di tengah pandemi virus corona (covid-19). Sebelumnya ia telah menggugat aturan syarat rapid test tersebut ke Mahkamah Agung.

Syarat rapid test ini tertuang dalam Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 9 Tahun 2020 bagi penumpang yang akan bepergian menggunakan pesawat, kereta api, maupun kapal laut.

“Kami mengadukan Gugus Tugas ke Ombudsman terkait aturan perubahan kewajiban rapid test bagi penumpang transportasi umum seperti diatur dalam SE Nomor 9 Gugus Tugas,” ujar pelapor, Muhammad Sholeh, melalui keterangan tertulis yang diterima, Selasa (7/7)

Diketahui, ketentuan dalam Surat Edaran tersebut mengubah masa berlaku rapid test yang semula tiga hari menjadi 14 hari. Ketentuan ini berlaku pula untuk masa berlaku tes PCR yang semula tujuh hari menjadi 14 hari.

“Meski sudah diubah dari tiga hari menjadi 14 hari tetap menyusahkan penumpang. Kami menuntut dihapus kewajiban rapid test, bukan diubah masa berlakunya,” katanya.Sholeh tak mempermasalahkan masa berlaku tes tersebut. Namun menurutnya kewajiban rapid test itu menyusahkan penumpang yang akan bepergian.

Sholeh menilai, Gugus Tugas tak berwenang mengatur syarat penumpang. Menurutnya, ketentuan tentang penumpang yang akan bepergian di tengah pandemi menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan.

“Kebijakan rapid test berbiaya mahal ini sangat merugikan calon penumpang. Sebab tidak semua penumpang orang kaya,” ucap Sholeh.

Ia juga mengkritik pihak maskapai penerbangan yang saat ini mengadakan rapid test dengan biaya murah. Sholeh khawatir rapid test itu sekadar menjadi kepentingan bisnis alih-alih kesehatan.

“Ini sangat berbahaya sebab maskapai bukan rumah sakit, bukan lab kesehatan, sehingga tidak berwenang menggelar rapid test,” tuturnya. Sholeh sebelumnya telah menggugat kewajiban rapid test ke Mahkamah Agung (MA) dengan berpedoman pada SE Gugus Tugas Nomor 7 Tahun 2020. Dalam Surat Edaran tersebut masih mengatur masa berlaku hasil rapid test negatif tiga hari dan tes PCR tujuh hari.Laporan ini disampaikan Sholeh pada Senin (6/7) sore secara daring. Ia meminta Ombudsman segera menginvestigasi syarat wajib rapid test bagi penumpang agar dihapus.

Tak lama muncul Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2020 yang mengubah masa berlaku hasil rapid test dan tes PCR menjadi 14 hari.

 

 

Continue Reading
Advertisement

Advertisement
Advertisement

Trending