Connect with us

MotoGP

Setelah Indonesia, MotoGP Bakal Bergulir di Brasil

Published

on


Finroll.com, Jakarta — MotoGP mengonfirmasi kerja sama lima tahun untuk menghelat ajang itu di Brasil pada kalender balap 2022. Dengan bertambahnya Brasil, total balapan menjadi 22 seri.

Terakhir kali Brasil menggelar Grand Prix ialah pada 2004. Jacarepagua menjadi tuan rumah Grand Prix Rio de Janeiro pada 1995 dan 2004, sedangkan Grand Prix Brasil berlangsung di Goiania pada 1987 dan 1989 dan Interlagos pada 1992.

BACA JUGA : 

“Brasil akan menggelar MotoGP 2022. Ini merupakan kemajuan besar bagi kota kami,” kata Marcelo Crivella, Walikota Rio de Janeiro, seperti dikutip dari Crash.

“Pembangunan sirkuit Deodoro adalah proyek yang spektakuler, dengan investasi luar biasa dan menjadikan Rio mendapatkan kembali peran utama dalam ajang besar,” lanjutnya.

Tahun lalu, Dorna menandatangani perjanjian awal untuk MotoGP Brasil pada tahun 2021 dengan trek baru yang sedang dibangun di Rio de Janeiro melalui perusahaan lokal Rio Motorsport.

Panjang sirkuit Deodoro 4,5 km dengan perkiraan waktu putaran 1m 38detik. Sirkuit ini diharapkan selesai pada 2021.

“Saya sangat bangga mengumumkan bahwa MotoGP akan kembali digelar di Rio de Janeiro, satu di antara kota yang benar-benar ikon di dunia dan di negara yang luar biasa,” kata Carmelo Ezpeleta, CEO Dorna Sports.

Tertunda 8 Tahun

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, berusaha mengejar Fabio Quartararo, pada MotoGP Thailand di Sirkuit Buriram, Minggu (6/10). Pembalap asal Spanyol itu menyudahi balapan 26 lap dengan catatan waktu 39 menit 36,223 detik. (AP/Gemunu Amarasinghe)

Menurut Ezpeleta, MotoGP Brasil akan mendatangkan sesuatu yang berbeda.

“Brasil adalah pasar penting untuk sepeda motor, balap motor, dan motorsport, dengan sejarah yang bisa dibanggakan dan masa depan cerah,” tegasnya.

Brasil sebelumnya menargetkan kembali ke kalender MotoGP pada 2014. Namun, rencana tersebut gagal diwujudkan. (bola.com)

 

MotoGP

Honda Curi Start, Paling Cepat Geber Uji Coba Motor Anyar Jelang MotoGP 2020

Published

on

By

Pembalap penguji Honda, Stefan Bradl. (Twitter/Repsol Honda)

Finroll.com, Jakarta – Honda Racing Corporation (HRC) langsung curi start dalam mengetes motor anyar yang dipakai untuk MotoGP 2020. Mereka menjadi pabrikan MotoGP pertama yang menjalani uji coba perdananya pada 2020, demikian yang dilansir MotoGP.com.

Sang test rider, Stefan Bradl, akan turun lintasan di Sirkuit Jerez, Spanyol, pada Selasa (21/1/2020).

Para pebalap reguler MotoGP memang tengah menjalani masa larangan uji coba pada Desember dan Januari. Mengingat Bradl berperan sebagai test rider, maka ia diperbolehkan menjalani uji coba lebih dulu.

Bradl pun akan berbagi lintasan dengan para rider WorldSBK, yang akan menjalani uji coba pramusim perdana mereka pada 21-23 Januari. Tes resmi pertama MotoGP 2020 akan dimulai di sirkuit Sepang pada Februari nanti.

Seluruh pembalap MotoGP biasanya “turun gunung” setelah menikmati jeda cukup panjang.

Uji Coba Sebelum Rider Honda Lainnya

Stefan Bradl ( AFP PHOTO / Juan Mabromata)

Juara dunia Moto2 2011 ini akan menjajal hasil evolusi RC213V selama musim dingin, yang kemudian akan dijajal oleh duet rider Repsol Honda, Marc Marquez dan Alex Marquez, serta rider LCR Honda, Cal Crutchlow.

Ketimbang Marc dan Crutchlow, Alex yang berstatus debutan, akan menjalani uji coba lebih dulu, yakni dalam uji coba pramusim shakedown di Sepang, Malaysia pada 2-4 Februari. Di sana, ia juga akan didampingi Bradl.

Setelahnya, Alex akan bergabung dengan Marc, Crutchlow, dan para pebalap MotoGP lainnya dalam uji coba pramusim selanjutnya di trek yang sama pada 7-9 Februari nanti.

 

Sumber asli: MotoGP

Continue Reading

MotoGP

Alasan Marc Marquez Tak Banyak Membantu Adiknya pada Tes MotoGP

Published

on

By

Marc, anak pertama yang lahir pada tahun 1993 in memiliki adik laki-lak yang sama-sama jadi pembalap motor. Alex Marquez, pembalap muda kelahiran 1996 ini memulai karier profesionalnya pada tahun 2012 dan jadi juara dunia Moto3 pada periode 2014. (Liputan6.com/IG/@marcmarquez9)

Finroll.com, Jakarta – Marc Marquez dan Alex Marquez tampaknya mulai membangun tembok transparan di antara mereka sejak bertandem di Repsol Honda. Pada hari pertama uji coba pascamusim MotoGP Jerez, Spanyol, Senin (25/11/2019), keduanya tak banyak mengobrol, apalagi soal hal-hal teknis.

Alex secara mendadak bergabung dengan Repsol Honda setelah Jorge Lorenzo memutuskan pensiun akhir musim ini. Pada uji coba Valencia pekan lalu, Alex memulai debutnya dengan kru Takaaki Nakagami di LCR Honda, namun mulai bergabung dengan garasi berwarna oranye di Jerez.

Marc Marquez tak memberi banyak bantuan pada sang adik, karena punya tugas sendiri mengembangkan RC213V 2020. Dalam uji coba Jerez saja, ia harus melakukan perbandingan tiga motor. Kepada Marca, ia memberikan kesan-kesan berbagi garasi dengan sang adik untuk pertama kalinya.

“Rasanya sama saja seperti tandem-tandem saya yang lainnya. Kami fokus pada masing-masing garasi. Satu-satunya hal yang kami lakukan bersama adalah traveling, karena kami meninggalkan dan tiba di tempat yang sama,” tutur Marc Marquez.

Peraih gelar juara dunia delapan kali ini juga yakin bantuannya takkan punya pengaruh signifikan pada sang adik, karena Alex punya gaya balap dan kebutuhan berbeda dibanding dirinya. Atas alasan ini, lebih baik mereka bekerja sendiri-sendiri.

“Alex fokus pada garasi dan kantornya sendiri, begitu pula saya. Masing-masing rider punya dinamikanya sendiri, arah pengembangannya sendiri, dan ia yang tahu apa yang terbaik untuk dirinya sendiri,” ungkap Marc Marquez.

Fokus Masing-masing

Marc Marquez dan Alex Marquez merupakan saudara yang sama-sama terjun ke dunia balap motor. Sang kakak, Marc Marquez tentunya sudah banyak yang mengetahui bahwa dirinya adalah salah satu pembalap MotoGP berbakat diusianya yang masih muda. (Liputan6.com/IG/@marcmarquez93)

Komentar senada pun dilontarkan Alex kepada Marca. Juara dunia Moto3 2014 dan Moto2 2019 ini bahkan mengaku sama sekali tak bertatap muka dan berdiskusi dengan sang kakak selama enam jam menjalani uji coba.

“Saya tak bertemu dengannya. Semua fokus pada tugas masing-masing. Marc punya banyak perangkat yang harus dijajal, sementara saya fokus pada diri saya sendiri. Saya coba memperbaiki diri selangkah demi selangkah. Saya ingin lebih dekat dengan para rider terdepan,” tuturnya.

Dalam uji coba Valencia dan Jerez, Alex masih berlatih dengan motor RCV 2019, belum diketahui kapan ia akan diberi kesempatan menjajal RCV 2020.(bola.com)

Sumber: Marca

Continue Reading

MotoGP

Kesan Lorenzo Setelah Menjalani Balapan Terakhir di MotoGP

Published

on

By

Pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, memutuskan pensiun dan menjalani balapan terakhirnya di MotoGP yang berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (17/11/2019) malam WIB. (AFP/PIERRE-PHILIPPE MARCOU)

Finroll.com, Jakarta – Jorge Lorenzo meluapkan kebahagiaan setelah menjalani balapan terakhirnya di MotoGP Valencia di Sirkuit Ricardo Tomo, Minggu (17/11/2019).

Alih-alih bersedih, Lorenzo menyebut merasakan kebebasan setelah menuntaskan balapan pada ujung kariernya itu. Tiga hal yang penting bagi Lorenzo ialah ia dalam kondisi sehat dan menikmati hidup. Itu merupakan alasan yang sangat kuat untuk merasa bahagia.

BACA JUGA : 

“Saya benar-benar bahagia,” kata Lorenzo, dikutip dari Crash.

“Saya merasakan banyak kebahagiaan. Saya merasa bebas. Saya meninggalkan olahraga ini dengan sehat, masih muda, dan dengan kemungkinan untuk menikmati hidup lebih lama,” imbuhnya.

Jorge Lorenzo mengakhiri kariernya di MotoGP dengan finis di posisi ke-13, sedangkan rekannya, Marc Marquez, meraih gelar juara.

Lorenzo tak sungkan untuk meluapkan perasaannya di depan media. Ini mungkin menjadi yang pertama kalinya sejak dia pulih dari cedera punggung yang dideritanya di Assen.

Pembalap asal Spanyol itu berbicara secara terbuka tentang emosinya sebelum balapan. Dia fokus menikmati balapan terakhirnya di MotoGP, tidak terobsesi, dan menghindari crash.

Merasa Kehilangan

Dua pembalap Repsol Honda, Marc Marquez (kiri) dan Jorge Lorenzo (kanan), diperkenalkan sebagai pembalap untuk MotoGP 2019 di Madrid, Rabu (23/1/2019). (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Satu-satunya kesedihan Lorenzo adalah ia tak lagi merasakan podium dan mengendarai motor.

“Juga orang-orang di sekitar saya,” katanya.

Lorenzo tentu saja emosional dan ada perasaan pedih ketika memutuskan berhenti. Sepanjang karier di lintasan MotoGP, Lorenzo meraih 68 kemenangan, 69 posisi pole, 152 podium, dan lima gelar juara dunia.(bola.com)

Sumber: Crash

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending