Connect with us

Sepakbola

Shin Tae-yong Bakal Bawa Timnas Indonesia U-19 ke Thailand, Jepang, Jerman, dan Belanda

Published

on


Pelatih baru Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, saat diperkenalkan kepada publik pada jumpa pers di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (28/12). Dirinya dikontrak selama empat tahun oleh PSSI. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Finroll.com, Jakarta –  Shin Tae-yong sudah resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia senior, serta kelompok usia yakni U-22, U-20, dan U-16. Kontrak pelatih asal Korea Selatan itu berdurasi hingga empat tahun ke depan.

Saat ini Shin Tae-yong masih berada di negara asal. Mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu dijadwalkan akan bertolak ke Jakarta pada Minggu (5/1/2020) dan mulai melakukan tugasnya secara resmi, Senin (6/1/2020).

Kepada Ilgan Sports, Shin Tae-yong mengungkapkan rencana yang sudah disusunnya pada masa awal kebersamaannya di Timnas Indonesia.

Pelatih berusia 50 tahun ini menyeleksi 60 pemain dari kisaran usia 17, 18, dan 19 tahun di Bali selama satu pekan. Nantinya, ia akan memilih 28 pemain, dan pemain terpilih akan diboyong menjalani pemusatan latihan di Thailand hingga Februari 2020.

“Mengikuti itu, saya akan memanggil pemain untuk timnas senior dan memulai latihan. Setelah itu, saya akan memanggil pemain U-19 sekali lagi dan membawa mereka mengikuti turnamen di Jepang. Sekembali dari sana, saya akan memanggil pemain timnas senior lagi untuk menyiapkan mereka untuk laga putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia melawan Thailand serta Uni Emirat Arab,” ujarnya, dilansir dari Korea JoongAng Daily.

“Setelah itu, saya akan menggelar TC sekali lagi dengan tim U-19 di Jerman dan Belanda. Pada Juni, timnas senior akan melakoni laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Vietnam dan memainkan laga persahabatan internasional. Setelah semua itu tuntas, saya pikir saya akan kembali ke Korea untuk break,” lanjutnya.

Shin Tae-yong menegaskan ia memang sudah menjadwalkan semuanya. Tentu ada alasan di balik itu.

Jadwal yang ketat ini memungkinkan saya untuk mengenal dan mengetahui pemain lebih cepat,” jawabnya.

Piala Dunia U-20 2021

Shin Tae-Yong saat perkenalan pelatih baru Timnas Indonesia di Ruang VVIP Stadion Pakansari, Kab Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/12/2019). Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-Yong resmi menandatangani kontrak sebagai pelatih Timnas Indonesia selama 4 tahun. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Di sisi lain, Shin Tae-yong terlihat fokus pada Timnas U-19 dalam masa era awal kepelatihannya. Hal ini bisa dimaklumi mengingat ia juga punya tugas membawa Timnas Indonesia U-19 “berbicara” di Piala Dunia U-20 2021.

Program training center di Thailand, Belanda, Jerman termasuk tampil di kompetisi di Jepang merupakan rangkaian perjalanan menuju turnamen elite usia muda yang akan digelar di Indonesia tersebut.

Pemain yang ada saat ini mayoritas berusia 18 tahun, yang akan berusia tepat 20 tahun pada Piala Dunia U-20 2021.

Timnas Indonesia U-19 terlebih dulu tampil di Piala AFC U-19 yang dimainkan di Uzbekistan, 14-31 Oktober 2020.

Sementara untuk timnas senior, peluang Tim Garuda ke putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2022 sudah tertutup, dan agenda bergengsi terdekat adalah Piala AFF 2020 yang masih belum dipastikan jadwal pelaksanaannya.

“Lantaran timnas senior sudah kalah dalam lima pertandingan di putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022, saya tak akan terlalu memperhatikan hasil itu. Namun, saya ingin mengantar tim mencapai hasil bagus di Piala AFC U-19, Oktober mendatang,” kata Shin Tae-yong.(bola.com)

Sumber: Korea JoongAng Daily

Sepakbola

Liga Champion : Real Madrid vs Manchester City (1-2)

Published

on

By

Featured Video Play Icon
Continue Reading

Sepakbola

Zinedine Zidane Ragu Eden Hazard Bisa Merumput Lagi Musim Ini

Published

on

By

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, dan Eden Hazard. (AFP/Jose Jordan)

Finroll.com, Jakarta – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane tak yakin apakah Eden Hazard bisa menuntaskan musim ini atau tidak. Akan tetapi, ia menegaskan bahwa gelandang serang itu mendapatkan penanganan cedera yang baik oleh tim medis klub.

Real Madrid mengumumkan Eden Hazard mengalami patah tulang fibula di kaki kanannya. Cedera tersebut didapatnya ketika tampil membela Los Blancos menghadapi Levante.

Selepas pertandingan, Hazard menjalani pemeriksaan di pusat medis Real Madrid. Hasilnya, eks pemain Chelsea itu mengalami patah tulang di engkel kanannya.

“Setelah dilakukan pemeriksaan hari ini kepada pemain kami Eden Hazard oleh Layanan Medis Real Madrid, yang bersangkutan didiagnosis mengalami cedera distal fibula fracture di engkel bagian kanan. Pengamatan terus dilakukan,” bunyi pernyataan resmi El Real.

Cedera tersebut membuat Eden Hazard lagi-lagi harus absen membela Real Madrid. Padahal, dia baru saja pulih dari cedera patah tulang pergelangan kaki dan menepi selama 64 hari.

Pada sesi konferensi pers jelang laga antara Madrid kontra Manchester City, Zidane mengaku tidak tahu apakah Hazard bisa menuntaskan musim ini atau tidak.

“Saya tidak bisa mengatakannya. Saya tidak tahu sampai Hazard melalui operasi, yang jelas dia tidak bahagia,” kata Zidane.

“Dia absen selama tiga bulan, lalu bermain dua pertandingan, kemudian mendapatkan cedera lagi. Tentu ini situasi yang sulit buat dia, dan harus saya katakan, saya sendiri tidak tahu apakah dia bisa bermain sebelum musim ini berakhir,” kata Zidane lagi.

Dalam Penanganan Terbaik

Eden Hazard kembali membela Real Madrid setelah absen karena cedera. Ia tampil dalam laga kontra Celta Vigo di Santiago Bernabeu, Senin (17/2/2020). (AFC/Pierre-Philippe Marcou)

Meski terkesan pesimistis, Zidane tetap berharap Hazard bisa lekas sembuh. Ia mengklaim saat ini gelandang berusia 29 tahun itu dalam penanganan tim medis terbaik bersama Real Madrid.

“Saya hanya bisa berharap dia bisa segera pulih. Tim medis sedang berupaya sebaik mungkin, dia dalam penanganan terbaik. Itu yang dia inginkan. Ini situasi yang sulit buat dirinya,” ujar Zidane.

“Tak akan mudah buat Hazard. Dia selalu berusaha membantu tim ini, dan kami semua mendoakannya. Mengetahui dia tidak bisa bermain adalah sesuatu yang tidak bagus, buat saya, buat tim, buat dirinya sendiri,” ujar Zidane memungkasi.

Sumber: Goal International

(bola.com)

Continue Reading

Sepakbola

Petuah Jurgen Klopp di Ruang Ganti Selamatkan Liverpool dari Kekalahan Saat Meladeni West Ham

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta  – Sempat tertinggal, Liverpool akhirnya sukses keluar sebagai pemenang dalam laga kontra West Ham yang digelar di Anfield pada Selasa (25/2/2020) dini hari WIB. Dan sang pelatih, Jurgen Klopp, memiliki andil besar dalam kesuksesan tersebut.

Pertandingan pekan ke-27 Premier League itu berlangsung dengan sengit. Liverpool yang bertindak selaku tuan rumah pada saat itu langsung mencetak gol melalui aksi Georginio Wijnaldum pada menit ke-9.

Sayang keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Mereka kebobolan gol Issa Diop tiga menit setelahnya. Dan setelah jeda, West Ham kembali mencetak gol melalui aksi Pablo Fornals dan membuat skor berubah jadi 2-1.

Untungnya Liverpool punya Mohamed Salah dan Sadio Mane. Kedua penyerang tersebut mencetak gol masing-masing pada menit ke-68 dan 81 hingga membuat skor berubah jadi 3-2.

Saat kedudukan masih imbang, Klopp sempat menggelar diskusi dengan para pemainnya guna mencari cara untuk mengatasi permainan West Ham. Terutama dalam hal penguasaan bola.

“West Ham tahu cara agar bisa bertahan di permainan, bola kedua dan bola mati, keduanya tak begitu bagus (dari kami) pada malam ini,” ujar Klopp dikutip dari Liverpool Echo.

Mengubah Formasi Secara Darurat

Pemain Liverpool merayakan gol yang dicetak oleh Georginio Wijnaldum ke gawang West Ham United pada laga Premier League di Stadion Anfield, Inggris, Selasa (25/2/2020). Liverpool menang dengan skor 3-2. (AP/Jon Super)

Kehilangan bola pertama masih mungkin karena (Michail) Antonio dan setelahnya (Sebastian) Haller terlalu bagus, anda tidak bisa memenangkan bola sama sekali,” lanjutnya.

“Tapi bola kedua, kami harus lebih baik. Formasinya tidak begitu bagus. Kami menunjukkannya kepada anak-anak di babak kedua. West Ham sangat bagus dalam eksekusi bola mati, kami tidak begitu jelas dalam situasi itu. Begitulah cara mereka mencetak gol pertama,” tambahnya.

Klopp berkata, kalau timnya mengalami masalah lain yakni penyelesaian akhir. Itu memaksa dirinya untuk mengubah formasi agar bisa mendapatkan gol kedua dan ketiga.

“Kami mencoba untuk mengubahnya di jeda babak pertama dengan formasi yang berbeda. Kami menunjukkannya ke mereka dua situasi sepak bola yang sangat bagus, di mana kami berada dan di sekitar bola dan melakukan apa yang seharusnya, bermain mudah dan cepat,” pungkasnya.

Pada akhirnya, Liverpool menang. Ini adalah kemenangan ke-26 Liverpool pada musim ini. Mereka hanya butuh empat kemenangan lagi untuk mengunci gelar Premier League di musim ini.

 

Sumber asli: Liverpool Echo

(bola.com)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending