Connect with us

News

Situng KPU 82,35 Persen, Jokowi-Maruf Unggul 15,74 Juta Suara Atas Prabowo-Sandi

Published

on


Situng KPU 82,35 Persen, Jokowi-Maruf Unggul 15,74 Juta Suar Atas Prabowo-Sandi

Finroll.com – Data Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU hingga Rabu pukul 05.30 WIB menunjukkan perolehan suara pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul 15,74 juta suara dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut data Situng tersebut, perolehan suara pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebesar 70.945.538 suara (56,24 persen) dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 55.198.953 suara (43,76 persen).

Penghitungan suara sudah mencapai 669.845 dari 813.350 tempat pemungutan suara (TPS) atau 82,35 persen.

Sementara itu dari 34 provinsi, empat provinsi telah menyelesaikan menyalin data Formulir C1 100 persen ke dalam Situng KPU, yakni Bengkulu, Bangka Belitung, Bali, dan Gorontalo.

Dari keempat provinsi tersebut, Jokowi unggul di tiga provinsi (Kepulauan Bangka Belitung, Bali, dan Gorontalo) dan Prabowo menang di satu provinsi (Bengkulu).

Jokowi-Maruf Amin menang di Kepulauan Bangka Belitung dengan perolehan 495.510 suara, sedangkan Prabowo-Sandi 288.097 suara. Di Provinsi Bali, Jokowi-Ma’ruf mampu meraih suara 2.342.435 suara dan Prabowo-Sandi 212.577 suara.

Jokowi-Ma’ruf juga unggul di Gorontalo dengan raihan 369.277 suara, dibandingkan Prabowo-Sandi yang memperoleh 344.653 suara. Sedangkan Prabowo-Sandi menang tipis di Bengkulu dengan perolehan 585.598 suara dibanding Jokowi-Ma’ruf 582.845 suara.

KPU menyatakan data yang ditampilkan di Situng bukan merupakan hasil resmi penghitungan perolehan suara. Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam rapat pleno terbuka.

Data yang ditampilkan pada Situng KPU adalah data yang disalin apa adanya/sesuai dengan angka yang tertulis pada Salinan Formulir C1 yang diterima KPU Kabupaten/Kota dari KPPS.

Apabila terdapat kekeliruan pengisian data pada Formulir C1, dapat dilakukan perbaikan pada rapat pleno terbuka rekapitulasi di tingkat kecamatan. Jika terdapat perbedaan data antara entri di Situng dan Salinan Formulir C1, akan dilakukan koreksi sesuai data yang tertulis di Salinan Formulir C1.

 

source: republika

Nasional

Keberangkatan Belum Jelas, Kuota Haji Sisa 11 Ribu Orang

Published

on

Finroll – Jakarta, Kementerian Agama (Kemenag) mencatat kuota haji untuk Indonesia masih tersisa sekitar 11 ribu jelang penutupan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahap kedua pada Rabu (20/5).

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis mengatakan hingga Selasa (19/5) sore, baru 188.375 orang dari kuota 221 ribu yang telah melakukan pelunasan biaya haji dan siap diberangkatkan.

“Masih ada 11.143 kuota jemaah haji reguler yang belum terlunasi,” kata Yanis dalam keterangan tertulis di situs kemenag.go.id seperti dikutip CNNIndonesia.com, Rabu (20/5).

Yanis menuturkan sebanyak 179.584 orang melakukan pelunasan pada tahap pertama yang tutup 15 April. Sementara 10.014 baru melakukan pelunasan pada tahap kedua.

Dia juga menyampaikan masih ada sekitar 1.700 petugas haji yang belum melunasi BPIH. Jumlah itu terdiri dari 198 orang Pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dan 1.478 Petugas Haji Daerah (PHD).

Meski proses pelunasan berjalan, Yanis mengaku belum tahu terkait keputusan pemberangkatan haji tahun ini. Pemerintah masih menunggu pengumuman dari Arab Saudi.

“Semoga segera ada keputusan. Apapun keputusannya, dana jemaah haji aman,” ucap Yanis.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR RI bersama Kemenag, Rabu (15/4), Kepala BPKH Anggito Abimanyu mengatakan ada tren penurunan jemaah haji di Indonesia dalam kondisi pandemi virus corona.

Anggito menduga penurunan pendaftar haji terjadi karena dampak ekonomi dari pandemi. Saat itu, baru baru sekitar 160 ribu orang yang telah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

“Pada saat ini kami harus akui pimpinan bahwa pendaftar haji tahun ini turunnya hampir 50 persen karena kondisi ekonomi masyarakat kita memang tertekan,” kata Anggito dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR RI bersama Kemenag, Rabu (15/4).

Jika haji digelar, Indonesia rencananya akan mengirim 221 ribu orang jemaah mulai 26 Juni. Namun Presiden Joko Widodo belum memutuskan apakah akan memberangkatkan jemaah atau tidak di tengah pandemi. Ia masih menunggu kabar dari Saudi hingga 1 Juni.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

International

Sumpah Xi Jinping: China Siap Sebar Vaksin ke Dunia!

Published

on

Presiden China Xi Jinping buka suara merespons sederet tudingan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dalam sejumlah kesempatan, Trump menuding China gagal menangani virus corona baru penyebab Covid-19 sehingga menjadi pandemi.

FINROLL.COM — Dalam pidato untuk Majelis Kesehatan Dunia (WHA), Xi mengatakan China sudah sangat transparan terkait Covid-19. Ia bahkan menyebut Negeri Tirai Bambu sudah melakukan berbagai cara menolong negara lain.

“China selalu memiliki sikap terbuka, transparan dan bertanggung jawab,” ujarnya sebagaimana dikutip AFP, Senin (18/5/2020).

Xi menambahkan China juga mendukung evaluasi komprehensif terhadap pandemi. Tapi, ia meminta penyelidikan harus dipimpin oleh WHO dan memegang prinsip objektivitas.

Di kesempatan yang sama, dia menjanjikan bakal membagikan vaksin segera setelah ditemukan. Vaksin, kata dia, ketika sukses dibuat akan menjadi barang umum milik global. “Ini akan menjadi kontribusi China untuk memastikan aksesibilitas dan keterjangkauan vaksin di negara-negara berkembang,” katanya sebagaimana ditulis juga oleh The Strait Times, Selasa (19/5/2020)

Xi pun akan memberi bantuan pada WHO hingga US$ 2 miliar.

Sebelumnya Trump menuding China gagal membendung Covid-19. Ia pun sempat berujar memiliki bukti, yang bisa mengaitkan awal COVID-19 dengan sebuah laboratoriun virologi di Wuhan. Wuhan sendiri adalah ibu kota provinsi Hubei, di China tengah. Kota itu menjadi pusat pertama penyebaran virus corona baru itu di akhir 2019.

Trump pun sempat berujar enggan berkomunikasi dengan Xi. Ia bahkan mengancam memutus hubungan dengan China. Hal itu membuat global khawatir akan ancaman babak baru perang dagang.

Hingga kini, berdasarkan data Worldometers, total kasus Covid-19 global mencapai 4,8 juta jiwa. Di mana sebanyak 212 negara dan teritori terinfeksi. (CNBCIndonesia.com)

Continue Reading

International

India Perpanjang Lockdown, dalam 24 Jam Ada 4.987 Kasus Corona

Published

on

Finroll – Jakarta, Pemerintah India menyatakan lockdown atau penguncian masih berlanjut hingga 31 Mei mendatang. Kementerian Dalam Negeri India mengatakan, perpanjangan ini menyusul kasus infeksi virus corona yang masih tinggi.

Hingga Minggu (17/5), dilaporkan terjadi lonjakan terbesar kasus infeksi dengan rekor 4.987 kasus hanya dalam 24 jam terakhir.

Di bawah pedoman baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri, pemerintah India memberikan kepada negara-negara bagian dan wilayah untuk membuat keputusan dalam fase keempat penguncian India.

Pergerakan kendaraan penumpang dan bus di seluruh negara akan diizinkan di daerah-daerah yang tidak terkontaminasi virus, tentu dengan persetujuan bersama dari negara bagian dan wilayah serikat pekerja.

Pun demikian dengan daerah zona merah, hijau, dan oranye keputusannya diambil oleh masing-masing pemerintah negara bagian dan wilayah serikat pekerja berdasarkan pedemoan dari Kementerian Kesehatan India.

Pedoman baru yang dikeluarkan oleh Departemen Dalam Negeri pada hari Minggu juga mengimbau agar masyarakat bekerja dari rumah.

Menurut perintah Kementerian sebelumnya, perpindahan orang akan tetap dilarang keras sejak pukul 19.00 hingga 07.00 pagi, kecuali untuk kegiatan penting.

Sekolah dan perguruan tinggi akan tetap ditutup dengan dialihkan ke belajar online.

Pemerintah juga menutup perjalanan jalur udara untuk domestik dan internasional, kecuali jika diizinkan oleh Departemen Kesehatan.

Juga layanan kereta api, bioskop, pusat perbelanjaan akan tetap ditutup. Termasuk tempat pertemuan sosial, politik, olahraga, agama dan budaya juga tetap dilarang di India.

India telah melakukan lockdwon di seluruh negeri sejak akhir Maret.

India juga menjadi negara tertinggi kedua kasus infeksi corona di Asia, melampaui China. Dengan tambahan 4.987 kasus pada Minggu (17/5), maka total kasus infeksi di India tembus 90.927 kasus.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending