Connect with us

Business

Soal PHK Bukalapak, Komentar Achmad Zaky

Published

on


Finroll.com –  Pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan yang dilakukan Bukalapak disebutkan salah satu startup e-commerce unicorn tersebut sebagai upaya restrukturisasi. Sang CEO Achmad Zaky buka suara mengenai keputusan ini.

“Bukalapak ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih BEP (break even point) atau bahkan keuntungan dalam waktu dekat,” demikian keterangan Zaky kepada detikcom, Rabu (11/9/2019).

Dijelaskan Zaky, PHK dilakukan setelah mempertimbangkan pendapatan Bukalapak sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA/earnings before interest, taxes, depreciation and amortization) baik.

“Pada saat ini kami sudah memiliki modal yang cukup dari para pemegang saham untuk meraih EBITDA positif, tentunya apabila semua rencana kami berjalan lancar tanpa halangan,” jelasnya.

Zaky mengungkapkan, hingga saat ini, Bukalapak adalah unicorn terakhir Indonesia yang jumlah sahamnya dimiliki secara signifikan oleh investor domestik Indonesia. Alumni ITB ini pun tetap bakal berikhtiar seperti itu, mempertahankan kepemilikan saham mayoritas lokal.

“Kami berupaya keras untuk menjaga kepercayaan itu agar kontribusi kami nyata untuk pergerakan ekonomi di level usaha kecil,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Bukalapak melakukan PHK sejumlah karyawan di berbagai divisi. Secara total, disebutkan Bukalapak jumlah karyawannya saat ini adalah sekitar 2.500 orang.

“Sebagai perusahaan dengan jumlah karyawan total 2.500-an, kami menata diri secara terbatas dan selektif untuk bisa mewujudkan visi kami sebagai sustainable e-commerce,” kata juru bicara Bukalapak soal PHK.

Tidak disebutkan berapa jumlah karyawan yang kena PHK sehingga jumlah karyawan terkini Bukalapak belum jelas. Bukalapak sebelumnya menyatakan sedang melakukan penataan internal dalam bentuk restrukturisasi, rasionalisasi, dan rekrutmen secara terfokus untuk mendukung implementasi strategi bisnisnya.

Advertisement

Business

Awal Tahun Ini, Proyek Jasa Migas Radiant Utama Interinsco (RUIS) di Meliwis Bakal Rampung

Published

on

Finroll.com — Tahun 2020, perusahaan jasa minyak dan gas (migas) PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) tak hanya disibukkan mencari kontrak baru. RUIS juga tengah menyelesaikan proyek  Mobile Offshore Production Unit  (MOPU) di lapangan Meliwis.

Sebagai informasi, RUIS melakukan proyek kegiatan operasional berupa penyambungan ladang minyak Meliwis dengan MOPU milik perusahaan yang berada di Sumur Maleo.

Direktur Utama RUIS Sofwan Farisyi menyampaikan, pengerjaan proyek MOPU sudah hampir rampung.Ia juga memastikan proyek tersebut akan selesai secara bertahap di awal kuartal pertama 2019 dan kemudian terakhir di kuartal kedua tahun ini.

Untuk menggarap proyek MOPU di sumur Meliwis, RUIS mengucurkan  capital expenditure  (capex) atau belanja modal sekitar US$ 17,2 juta. Belum disebutkan realisasi penyerapan capex hingga akhir tahun kemarin, namun perusahaan sudah menggunakan dana belanja modalnya sebanyak US$ 13,5 juta per September lalu.

“Kami juga tidak menyediakan tambahan capex untuk proyek sumur Meliwis tersebut,” ujar dia, Senin (27/1).Yang pasti, RUIS akan memperoleh manfaat besar ketika proyek MOPU telah selesai.

Hitungan Sofwan, berkat keberadaan proyek tersebut, RUIS akan meraih tambahan pendapatan sekitar US$ 7 juta untuk 3 tahun ke depan.

Di luar itu, Sofwan mengaku RUIS masih mengerjakan sejumlah proyek di sektor jasa penunjang operasi pada tahun ini. Namun, ia tidak menjabarkan proyek-proyek yang dimaksud. Ia bilang, pihakRUIS tidak mengalokasikan capex khusus untuk proyek tersebut.

RUIS juga mengupayakan peningkatan kinerja pada tahun ini. Perusahaan membidik pertumbuhan pendapatan sekitar 20%-30% pada tahun ini.

Selain mengandalkan hasil dari proyek-proyek yang ada, RUIS juga akan mencari kontrak-kontrak baru yang ditargetkan sekitar Rp 2 triliun guna mendongkrak kinerja di tahun ini. Jumlah tersebut lebih rendah ketimbang target kontrak baru perusahaan di tahun lalu di kisaran Rp 3,5 triliun.

Manajemen RUIS tidak ingin gegabah dalam mencari kontrak baru jasa migas sepanjang tahun ini. Adapun kontrak baru yang hendak diprioritaskan RUIS di tahun ini berasal dari sektor bisnis jasa inspeksi dan jasa penunjang konstruksi.”Kedua sektor ini dipilih dengan pertimbangan bahwa perusahaan mencari marjin keuntungan yang lebih tinggi,” ungkap Sofwan.(red)

Continue Reading

Business

Kemenkop dan UKM Bersama Kementan Sepakat Bangun Korporatisasi Petani Berbasis Koperasi

Published

on

Finroll.com — Salah satu syarat utama terwujudnya korporatisasi petani adalah adanya kelembagaan ekonomi petani yang kuat. Tidak lagi individualistik dan tidak lagi sendiri-sendiri.

“Karenanya, kita harus mendorong petani berkoperasi. Koperasilah yang akan menjaga setiap anggota mendapatkan keuntungan yang sama, dan bilamana rugi resikonya dibagi ke seluruh anggota sehingga ruginya tidak terasa”, kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, usai penandatanganan MoU dengan Kementerian Pertanian terkait pengembangan Korporasi Petani Berbasis Koperasi Dalam Rangka Industrialisasi Pertanian, dalam siaran pers, pada acara Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2020, di Jakarta, Senin (27/1/2020).

Menurut Teten, koperasi menjadi instrumen yang paling mungkin mengkonsolidasikan lahan-lahan yang kecil-kecil menjadi berskala. Mengkonsolidasikan pembiayaan, dan melakukan kemitraan dengan usaha besar, bahkan mengakses pasar dalam porsi lebih berkeadilan.

“Tak ada jalan lain, percepatan agenda korporatisasi petani harus sama-sama kita lakukan dengan berbasis koperasi”, tegas Teten.

Untuk itu, lanjut Teten, Kementan dan Kemenkop dan UKM dapat berkolaborasi mengawalnya.

“Kami usul, agar lebih konkrit, kita perlu membuat pilot project perberasan di Koperasi Citra Kinaraya, Mlatiharjo, Demak Jawa Tengah”, ungkap Menkop dan UKM.

Jika dapat disepakati, menurut Teten, ada empat pekerjaan rumah yang akan dilakukan bersama. Yaitu, pertama, memperluas inisiatif dari saat ini 100 hektar menjadi 1.000 hektar.

Kedua, memperkuat koperasi primer petani di Demak, Sragen, Grobogan dan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah yang ingin diintegrasikan. Ketiga, pembesaran RMU. Keempat, skema pembiayaan.

Teten mencontohkan, pertanian di negara-negara lain. Diantaranya, Malaysia dengan Felda dan Felcra-nya. Atau, koperasi pertanian di Belanda yang berkembang pesat.

“Intinya, konsolidasi lahan yang kecil-kecil harus dilakukan, begitu juga konsolidasi komoditi melalui clustering pertanian dan perkebunan harus dilakukan.

Termasuk konsolidasi program lintas KL harus dilakukan. “Sehingga, pada akhirnya pengelolaan sektor pertanian dan perkebunan menjadi lebih berskala dan efisien”, papar Teten.

Teten mengakui, inisiatif semacam itu mudah ditemukan dalam manajemen korporasi. Tapi, petani tak harus menjadi korporasi untuk memiliki manajemen semacam itu. Cukup, perkuat koperasinya sehingga memiliki manajemen usaha berskala seperti korporasi. “Inilah yang yang disebut korporatisasi petani”, tandas Menkop dan UKM.

Terlebih lagi, di mata Teten, iklim politik kebijakan nasional saat ini memungkinkan untuk korporatisasi petani diterapkan secara luas dalam empat tahun ke depan. “Kita sudah punya kebijakan Perhutanan Sosial sebagai afirmasi akses petani terhadap lahan. Kita sudah punya BLU, KUR dan ragam fintech pertanian untuk afirmasi akses pembiayaan bagi petani”, ungkap Teten.

Selain itu, Teten menambahkan, pihaknya juga sudah memiliki berbagai platform digital untuk menghubungkan langsung antara petani dengan konsumen.”Bahkan, kita sedang menyiapkan Rumah Produksi Bersama dan Rumah Ekspor untuk produk-produk pertanian yang hendak masuk ke pasar global”, ucap Teten.

Komitmen Bersama

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menekankan pentingnya komitmen bersama lintas sektoral dan kementerian agar pertanian nasional bisa maju dan mandiri. “Perintah Presiden Jokowi sudah jelas, yaitu membangun pertanian yang mandiri dan maju. Kita harus berkolaborasi mewujudkan itu dalam meningkatkan produktifitas sektor pertanian”, tandas Mentan.

Mentan pun menegaskan bahwa dirinya bersama Menkop dan UKM akan terus mendorong program ekspor sektor pertanian.

“Hampir seluruh dunia membutuhkan komoditas pertanian. Dan sebagai negeri tropis, kita memiliki semua komoditas yang dibutuhkan, dari mulai sayur-sayuran hingga buah-buahan”, kata Mentan.

Terkait program korporasi petani, Mentan Syahrul mengungkapkan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa dijadikan satu kekuatan utama untuk mewujudkan itu.

“Saya yang akan langsung mengontrol KUR di sektor pertanian bersama para Gubernur, ketika ada penyaluran KUR untuk petani sebesar Rp1 triliun untuk satu provinsi”, ucap Mentan.

Mentan berharap, petani yang akan mendapatkan KUR, minimal sebesar Rp50 juta per petani, harus sudah terdaftar dalam Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan.

“Gapoktan itu merupakan bentuk sharing company, yang di dalamnya ada UKM-nya”, pungkas Mentan.(red)

Continue Reading

Business

7 Keuntungan Yang Diperoleh Pemberi Pinjaman di Cashwagon

Published

on

Finroll.com — Cashwagon memberikan 7 (tujuh) Keuntungan yang dapat diperoleh pemberi pinjaman. Ketujuh keuntungan tersebut antara lain adalah, dapat memulai dengan uji coba (trial) hanya dengan Rp 500.000 selama 10 hari. Dapat meraih bunga sampai 30% per tahun. Jangka waktu pendanaan yang bervariasi dari 10 sampai 360 hari. Interface platform yang mudah digunakan. Selain itu Cashwagon juga memberikan Permohonan pinjaman hanya dapat diperoleh oleh peminjam yang sudah dievaluasi oleh sistem teknologi berbasis A.I (Artificial Intelligence).

Penyaluran dana dari pemberi pinjaman diatur secara cermat menjadi sejumlah besar pinjaman jangka pendek. Serta semua detail, syarat dan ketentuan dibuka secara transparan, sehingga tak ada biaya dan klausul yang merugikan.

Demikian hal tersebut diungkapkan CEO PT. Kas Wagon Indonesia, Asri Anjarsari dalam acara Talk Show Cashwagon The Rich Club, di The Maj, Senayan Jakarta, Senin (20/1/2020).

Asri menjelaskan, Cashwagon (Kas Wagon) Indonesia yang diluncurkan pada November 2017, muncul sebagai platform P2P (Peer-to-Peer) inovatif, yang mengubah cara orang memperoleh dana tambahan dan mengakses cicilan jangka pendek secara online.

Platform ini membantu menghubungkan para pemberi pinjaman, yang dapat meraih keuntungan minimal Rp 500.000, dengan para peminjam yang sudah diverifikasi oleh sebuah software peniliaian berbasis Artificial Intelligence yang dimiliki Cashwagon,” jelasnya.

Selain sebagai platfotm P2P yang inovatif lanjut Asri, Cashwagon juga ingin memberikan kontribusi positif dengan memberikan edukasi tentang pendanaan kepada semua pihak dalam ekosistemnya. Salah satu contohnya adalah dengan menggelar Cashwagon The Rich Club,” lanjutnya.

Masih kata Asri, Cashwagon telah mengalami pertumbuhan yang signifikan, hanya dalam waktu dua tahun sudah lebih dari 350.000 peminjam yang telah terverifikasi.

Cashwagon memang menjadi jawaban atas tantangan literasi keuangan dan keterbatasan institusi tradisional saat ini.

Selain itu Cashwagon juga membuka akses pinjaman jangka pendek untuk masyarakat Indonesia yang sangat membutuhkan dana. Sementara di sisi lain, para pemberi pinjaman juga dapat memperoleh keuntungan signifikan dari kesepakatan tersebut.

Para pemberi pinjaman dapat meraih Presentase Bunga Tahunan (APR) hingga 25% hanya dengan mendaftar, memilih strategi pendapatan, dan menyalurkan dananya.

Cashwagon juga sudah menyiapkan tawaran spesial di ulang tahun ke-2 nya, yaitu berupa tambahan bonus bunga 5 % APR. Penawaran spesial ini juga memungkinkan para pemberi pinjaman memilih produk dengan total bunga tahunan maksimal 30% per tahun. Tawaran ini berlaku dari 20 Januari sampai 31 Januari 2020.

Untuk pendanaan dengan tenor 180 hari atau lebih, Cashwagon membuat pilihan pembayaran bunga bulanan yang menjadikan pendanaan P2P platform ini terasa klasik.

Jika pemberi pinjaman memilih pendapatan dalam jangka pendek, ia akan mendapatkan semua bunga pada saat jatuh tempo. Dan tentunya, pemberi pinjaman dapat memilih untuk menarik uang serta pendapatannya, atau mempercayakannya lagi pada Cashwagon, untuk menghasikan lebih banyak lagi.

“Kami terus mengusahakan yang terbaik untuk para pemberi pinjaman dalam mencari tambahan penghasilan, dan para peminjam yang merasa terabaikan oleh lembaga keuangan tradisional,” ucap, Asri Anjarsari.

Ia juga menambahkan seputar keberhasilan Cashwagon sampai saat ini, “Sistem penilaian berbasis teknologi A.I (Artificial Intelligence) yang kami miliki, memungkinkan kami dengan cepat menentukan kemampuan seorang peminjam dalam membayar cicilan, untuk efisiensi dan keamanan,” pungkasnya.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending