Connect with us

Sepakbola

Soal Piala Dunia, PSSI : Kami Tidak Sedang Bermimpi

Published

on


Finroll.com –  Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tak mau asal-asalan dalam menetapkan target tampil di Olimpiade 2024 dan maju di pencalonan tuan rumah Piala Dunia U-20. Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Ratu Tisha Destria menuturkan ada strategi yang disiapkan dan sudah mulai bergulir sejak 2018.

Ia menjelaskan dalam dua tahun terakhir federasi tengah giat menyiapkan pembinaan pemain muda melalui Elite Pro Academy atau Liga 1 U-16 dan sertifikasi pelatih. Menurut alumnus Institut Teknologi Bandung itu, peningkatan sertifikasi penting sebab pengembangan akademi harus ditunjang oleh keberadaan pelatih yang berkualitas. “Pada 2018 kami gencarkan kursus kepelatihan,” ucapnya di Jakarta.

Tisha menyebut pembinaan pemain melalui Elite Pro Academy merupakan modal utama federasi menuju target lolos Olimpiade 2024. Namun di tengah belum optimalnya infrastruktur penunjang sepak bola yang dimiliki klub, lanjut Tisha, harus ada percepatan yang dilakukan PSSI.

Percepatan itu berupa mengajukan diri dalam pencalonan tuan rumah Piala Dunia U-20 dan pembentukan tim Garuda Select. Tisha menyatakan langkah itu merupakan percepatan dalam hal organisasi dan pembinaan pemain. “Kami tidak lagi bermimpi. Jadinya semakin terbayang,” tuturnya.

Meski demikian, jalan tim nasional menuju Olimpiade tidak akan mudah. Total hanya ada 16 negara yang akan berpartisipasi di Olimpiade. Zona Asia mendapat jatah tiga tiket yang diperoleh melalui turnamen Piala Asia U-23 pada 2024. Tiga tiket itu menjadi hak juara Piala Asia U-23, tim runner up, dan tim terbaik ketiga.

Sebelum tampil di putaran final, Indonesia harus mengikuti kualifikasi Piala Asia U-23 yang biasanya berjalan setahun sebelumnya atau 2023. Terakhir kali Timnas Indonesia bermain di Olimpiade ialah pada 1956 di Melbourne, Australia. Saat itu Timnas gagal melaju ke final karena dihentikan Rusia di babak semifinal.

Sepakbola

Prediksi Timnas Indonesia U-22 Vs Iran

Published

on

By

Finroll.com, Gianyar – Timnas Indonesia U-22 menjamu Iran dalam pertandingan uji coba yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (13/11/2019) sore WIB. Laga ini jadi tolok ukur kesiapan pasukan Indra Sjafri jelang SEA Games 2019.

Bakal bertempur di SEA Games 2019, Timnas Indonesia U-22 sudah melakukan sejumlah laga uji coba. Lawan yang dihadapi merupakan tim-tim jempolan di Asia.

Timnas Indonesia U-22 pernah menghadapi China, Yordania, dan Arab Saudi. Namun, hasilnya bisa dibilang belum memuaskan karena meraih sekali imbang dan dua kali kalah.

Meski demikian, secara permainan Timnas Indonesia U-22 tidak kalah. Hal itu dibuktikan dengan penampilan di lapangan yang mampu merepotkan lawan.

Pelatih Indra Sjafri juga menjadikan laga uji coba ini sebagai seleksi pemain terakhir untuk SEA Games 2019. Indra Sjafri akhirnya akan mengerucutkan 28 pemain menjadi 20 nama yang akan diboyong ke Filipina.

Iran secara kualitas merupakan lawan yang tak akan mudah ditaklukkan. Apalagi Iran secara level permainan berada satu tingkat di atas Timnas Indonesia U-22.

Iran juga tak akan memandang sebelah mata laga ini. Pasukan Hamid Estili juga menjadikan laga uji coba ini sebagai persiapan menuju Piala AFC U-23 2020 yang akan digelar di Thailand. Jadi, bisa dipastikan Iran bakal memberikan perlawanan sengit untuk Timnas Indonesia U-22.

Timnas Indonesia U-22 memiliki catatan buruk melawan tim asal Timur Tengah. Dalam catatan satu dekade terakhir, Garuda Muda belum pernah menang dengan rincian enam kali kalah dan tiga kali imbang.

Prakiraan susunan pemain

Timnas Indonesia U-22 (4-3-3): Muhammad Riyandi (kiper), Asnawi Bahar, Andy Setyo, Bagas Adi, Firza Andika (belakang), Luthfi Kamal, Syahrian Abimanyu, Evan Dimas (tengah), Egy Maulana Vikri, Witan Sulaiman, Muhammad Rafli (depan)

Pelatih: Indra Sjafri (Indonesia)

Iran (4-3-3): Meraj Esmaeili (kiper), Omid Nourafkan, Alireza Arta, Mehdi Noorollahi, Sina Zamiraman (belakang), Mohammad Moslemipour, Mohammad Khodabandelou, Younes Delfi (tengah), Reza Jabireh, Mehdi Ghaedi, Amir Roostaei (depan)

Pelatih: Hamid Estili (Iran)

Continue Reading

Sepakbola

Pelatih Timnas Inggris: Mencoret Raheem Sterling adalah Keputusan Tepat

Published

on

By

Finroll.com — Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate menganggap keputusannya mencoret Raheem Sterling adalah langkah tepat meski menurutnya sulit untuk membat keputusan tersebut.

Keputusan ini diambil setelah Raheem Sterling terlibat percekcokan dengan Joe Gomez di area kantin St Goerge’s Park. Awalnya para skuat The Three Lions mengira mereka sedang bercanda.

Sterling dikabarkan mencekik leher Gomez. Awalnya, para pemain lainnya mengira kedua pemain hanya bercanda, sampai kejadian tersebut menjadi sangat intens.

Satu di antara pemain Timnas Inggris bahkan sampai harus melompati meja untuk mengakhiri perseteruan meraka. Melihat hal ini, Southgate kesal dan harus melakukan tindakan lebih lanjut.

Southgate memutuskan untuk mencoret Sterling pada pertandingan Kualifikasi Euro 2020 kontra Montenegro. Ia merasa itu adalah keputusan yang perlu dan tepat.

“Saya harus membuat keputusan. Prioritas saya adalah memastikan mental dan fisik pemain dalam kondisi terbaik. Tidak memasukkan nama Raheem Sterling adalah keputusan saya, dan itu adalah keputusan terbaik,” kata Southgate.

“Mohon maaf, saya tidak berhak untuk menjelaskan detail insiden tersebut. Sudah banyak gosip yang bertebaran di sana. Yang penting semua orang sudah move on.”

“Pada akhirnya, saya harus membuat keputusan. Ini tidak mudah, saya harus sebijak mungkin kepada anak-anak. Mungkin saya tidak selalu benar, tapi saya adalah manajernya. Raheem Sterling adalah pemain penting buat saya, tapi saya merasa saya telah melakukan keputusan tepat,” tambah Southgate.

Permintaan Maaf Raheem Sterling

Menyadari kesalahan yang dibuatnya, Raheem Sterling pun menuliskan permintaan maaf di akun media sosialnya.

“Pertama dan terpenting semua orang tahu apa arti permainan itu bagi saya. Semua orang tahu saya cenderung tidak seperti itu,” tulis Sterling.

“Baik Joe dan aku sudah bicara dan memikirkan semuanya dan melupakannya. Kami berada dalam olahraga di mana emosi berjalan tinggi dan saya cukup jantan mengakui emosi berhasil membutakan saya.”

“Kami bergerak maju, inilah mengapa kami memainkan olahraga ini karena kecintaan kami. Saya dan @JoeGomez5, kami berdua mengerti itu adalah 5-10 detik untuk bergerak maju dan tidak memperbesar masalah itu.”

“Mari kita fokus pada permainan kita pada hari Kamis.”

Continue Reading

Sepakbola

5 Momen Cristiano Ronaldo Ngambek Gara-gara Diganti

Published

on

By

Penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo menegur pelatih Maurizio Sarri yang menariknya keluar selama pertandingan melawan Lokomotiv Moscow pada Grup D Liga Champions di stadion RZD Arena, Rusia (6/11/2019). Ronaldo ditarik keluar saat Juventus masih bermain imbang 1-1. (AFP Photo/Kirill Kudryavtsev)

Finroll.com, Jakarta –  Cristiano Ronaldo sedang menjadi perbincangan di kalangan pencinta sepak bola karena kelakuannya. Pemain berusia 34 tahun itu terlihat marah saat ditarik keluar pada pertandingan antara Juventus melawan AC Milan, Senin (11/11/2019).

Cristiano Ronaldo yang digantikan Paulo Dybala pada menit ke-55 itu langsung menuju ke ruang ganti tanJUpa bersalaman dengan pemain atau staff pelatih di bench. Di sisi lain, Paulo Dybala yang menggantikan Cristiano Ronaldo justru menjadi penentu kemenangan Juventus lewat golnya pada menit ke-78.

BACA JUGA : 

Setelah ditarik keluar, Ronaldo juga langsung meninggalkan Allianz Stadium tiga menit sebelum pertandingan usai. Momen Ronaldo digantikan saat kondisi mencari gol memang jarang dilakukan.

Apalagi Cristiano Ronaldo merupakan pemain yang sangat produktif dalam urusan mencetak gol. Wajar tentunya jika Ronaldo terlihat ngambek saat diganti.

Dilansir dari Give Me Sports, Selasa (12/11/2019), Cristiano Ronaldo tak hanya sekali terlihat marah saat diganti. Berikut Bola.com merangkum empat momen lain ketika Cristiano Ronaldo ngambek saat ditarik keluar.

Manchester United Vs Manchester City

Cristiano Ronaldo (Real Madrid). (AFP/Paul Ellis)

Cristiano Ronaldo terlihat marah-marah setelah diganti Sir Alex Ferguson. Dalam perjalanan menuju bench pemain, Ronaldo tampak kesal. Pemain asal Portugal itu juga terlihat menyambar pakaian olahraga dari asisten Kit Man, sebelum melemparkannya ke tanah dan tampak kesal di bangku cadangan.

Momen tersebut terjadi pada 2009 saat Manchester United berhadapan dengan Manchester City. Setelah itu ia hanya bermain dalam tiga pertandingan sebelum memutuskan hengkang ke Real Madrid.

Real Madrid Vs Las Palmas

Cristiano Ronaldo. (EPA/Emilio Naranjo)

Saat pertandingan Real Madrid melawan Las Palmas pada 2016 Cristiano Ronaldo tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Ia terlihat sangat marah saat digantikan Lucas Vazquez oleh Zinedine Zidane.

Ketika berjalan keluar, Ronaldo tak sedikit pun memandang Zinedine Zidane. Ia merasa tak pantas diganti dalam pertandingan tersebut.

“Mengapa saya? Saya melakukan segalanya untuk menjadikannya 2-1 …sialan!” ujar Cristiano Ronaldo.

Insiden tersebut diperparah karena pada menit-menit akhir Las Palmas mampu menyamakan kedudukan.

Real Madrid Vs Levante

Cristiano Ronaldo. (AFP/Gabriel Bouys)

Momen yang hampir sama juga terjadi saat Real Madrid berhadapan dengan Levante pada 2018. Dalam keadaan unggul 2-1, Zinedine Zidane memutuskan mengganti Cristiano Ronaldo dengan Marco Asensio saat pertandingan menyisakan delapan menit.

Setelah ditarik keluar, Ronaldo mengisyaratkan tak suka dengan keputusan Zinedine Zidane. Saat berada di bangku cadangan Ronaldo tertangkap kamera dan mengatakan “Fokus pada permainan. Jangan memfilmkan saya, tapi sorot pertandingan.”

Keputusan mengganti Ronaldo mungkin menjadi penyesalah Zidane dalam laga tersebut. Pada menit-menit akhir Levante mampu menyamakan kedudukan.

Juventus Vs Lokomotiv Moscow

Penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo berjalan menuju bangku cadangan selama pertandingan melawan Lokomotiv Moscow pada Grup D Liga Champions di stadion RZD Arena, Rusia (6/11/2019). Ronaldo diganti Paulo Dybala oleh pelatih Juventus, Maurizio Sarri pada menit ke-82. (AFP Photo/Kirill Kudryavtsev)

Momen Maurizio Sarri mengganti Cristiano Ronaldo dalam laga melawan AC Milan bukan yang pertama kalinya. Padahal Sarri belum setengah musim menukangi Juventus.

Namun, Maurzio Sarri sudah berani mengganti Ronaldo dua kali, yang notabene merupakan pemain bintang. Sebelumnya laga melawan AC Milan, Sarri mengganti Ronaldo saat bertandang ke kandang Lokomotiv Moscow di Liga Champions.

Sarri mengganti Ronaldo dengan Paulo Dybala pada menit ke-81. Saat Ronaldo ditarik keluar, skor dalam kondisi imbang.

Ronaldo terlihat menggerutu dan bergumam saat menuju bench pemain. Beruntung Douglas Costa mempu mencetak gol kemenangan saat tambahan waktu.

(bola.com)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending