Connect with us

Keuangan

Solusi Tepat BNI Syariah Smart Lewat “Umroh Duluan Cicil Belakangan”

Published

on


Finroll.com — BNI Syariah dalam mengakomodir tingginya minat masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh, namun terbatas secara finansial.

Dirut Arrayyan Multi Kreasi (AMK) Bambang Hamid Sujatmiko pemiliki travel haji dan umroh manggandeng BNI Syariah dengan menggelar BNI Syariah Islamic Tourism Expo 2019 untuk merespon dan mempercapat serta memudahkan masyarakat mewujudkan mimpinya dalam meningkatkan religiusitas pribadi dan keluarganya.

Lewat slogan “Umroh Duluan Cicil Belakangan” agaknya memudahkan masyarakat yang selama ini menunggu kesempatan untuk pergi umroh agar lebih cepat.

“Kalau menabung terlebih dahulu, mungkin masih memerlukan waktu cukup lama, tetapi dengan slogan “Umroh Duluan Cicil Belakangan” – solusi tepat BNI Syariah smart, masyarakat akan lebih cepat mewujudkan mimpi-mimpinya,” kata Bambang.

Lamanya waktu tunggu umroh tak lepas dari tinggginya minat masyarakat untuk mempertebal keimanannya dengan cara umroh ke Tanah Suci.

Saat ini, sekitar sejuta penduduk muslim Indonesia melakukan umroh setiap tahunnya, dan realitas ini menempatkan Indonesia sebagai negara kedua paling banyak yang mengirim jamaah umroh setelah Pakistan.

BNI Syariah pun menyadari fenomena itu. Menurut Bambang, dengan semakin banyaknya jumlah jamaah umroh di Tanah Air, sudah selayaknya mereka memperoleh informasi dari bisnis layanan umroh secara transparan.

“Di ajang BNI Syariah Islamic Tourism Expo ini semua travel agent yang terlibat memiliki kualifikasi dan resmi, sehingga bisa memberikan layanan yang baik dan profesional kepada para jamaah,” tambahnya.

Sementara Corporate Secretary BNI Syariah Rima Dwi Permatasari, menjelaskan, pameran ini merupakan satu diantara sekian bentuk komitmen BNI Syariah dalam mengembangkan ekosistem halal, dimana industri halal termasuk wisata halal memiliki potensi yang sangat besar yaitu mencapai US$10 miliar.

Selain itu, kata Rima, pameran ini digelar untuk menjawab antusiasme masyarakat Indonesia beribadah haji dan umroh. Bahkan, lanjut Rima, kuota haji Indonesia saat ini terbesar di dunia dengan 231 ribu jamaah.

Lebih lanjut Rima menambahkan, melalui event yang berisi berbagai macam industri ini dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dan sarana konsultasi, terutama dalam menjalankan ibadah haji dan umrah serta wisata halal.

“Kami berharap dapat mempertemukan para stakeholders dari negara-negara tujuan wisata halal di dalam satu kegiatan pameran bertaraf internasional serta mengedukasi masyarakat mengenal perjalanan haji dan umroh,” katanya.

Dalam event ini akan ada berbagai promo paket umroh, haji khusus, dan wisata halal dengan harga terbaik.

“Demi memudahkan masyarakat dalam beribadah haji dan umroh, kami juga menyediakan program umrah duluan-cicil belakangan,” papar Rima.

Dalam pameran ini ratusan tenant supply chain yang menyokong kegiatan haji umroh dan membentuk ekosistem halal turut berpartisipasi.

Diantaranya adalah perusahaan yang bergerak di bidang haji dan umroh yaitu penyedia jasa hotel, transportasi, visa, katering dan telekomunikasi; perusahaan penyelenggara resmi perjalanan umroh dan haji khusus; serta perwakilan negara-negara sahabat dari tujuan wisata halal yang datang dari negara-negara di Timur Tengah, Central Asia, Eropa dan Asia.

Untuk menambah kemeriahan selama pameran berlangsung, akan ada talkshow dan seminar bagi para profesional, pelaku bisnis, serta masyarakat umum diantaranya destinasi wisata muslim dari NTO (National Tourism Organization), government talk bidang pengembangan wisata dari Bekraf, dan product knowledge dari BNI Syariah. (Red)

Advertisement Valbury

Keuangan

Tertiup Kabar The New Normal Rupiah Melemah ke Rp14.865

Published

on

Finroll – Jakarta, Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.865 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (18/5) pagi. Mata uang Garuda melemah 5 poin atau 0,03 persen dibandingkan Rp14.860 pada akhir pekan lalu.

Rupiah melemah bersama beberapa mata uang Asia. Mulai dari ringgit Malaysia yang melemah 0,07 persen, yen Jepang minus 0,04 persen, yuan China minus 0,03 persen, hingga dolar Hong Kong minus 0,01 persen.

Sementara, mata uang Asia lain berhasil menguat dari dolar AS, seperti dolar Singapura 0,13 persen, baht Thailand 0,07 persen, peso Filipina 0,06 persen, won Korea Selatan 0,03 persen.

Sedangkan mayoritas mata uang utama negara maju berhasil ke zona hijau, seperti dolar Australia menguat 0,47 persen, dolar Kanada 0,21 persen, rubel Rusia 0,08 persen, poundsterling Inggris 0,04 persen, euro Eropa 0,02 persen. Hanya franc Swiss yang stagnan dari mata uang Negeri Paman Sam.

Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan kurs rupiah bergerak di rentang Rp14.800 sampai Rp14.950 per dolar AS pada hari ini.

Menurutnya, pergerakan rupiah dipengaruhi oleh wacana new normal atau kembali masuk kerja setelah bekerja dari rumah di tengah pandemi virus corona atau covid-19.

Wacana ini mengemuka dari Menteri BUMN Erick Thohir yang menyatakan bahwa pekerja di perusahaan pelat merah akan kembali masuk kerja mulai 25 Mei 2020 atau setelah lebaran.

Wacana ini lebih cepat dari perkiraan awal di mana kegiatan bisa berjalan lagi mulai 1 Juni 2020 setelah puncak pandemi corona yang diprediksi berakhir di penghujung Mei 2020.

“Apa yang dilakukan pemerintah melalui Menteri BUMN ini menambah kepercayaan pasar walaupun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pembatasan antar wilayah dan dikritik tajam oleh pemerintah maupun masyarakat,” ungkap Ibrahim kepada CNNIndonesia.com.

Sementara dari global, pergerakan mata uang akan mendapat sentimen dari data ekonomi sejumlah negara yang masih cukup buruk di tengah pandemi corona.

Bahkan, pelonggaran penutupan wilayah (lockdown) di beberapa negara di Erapa dan AS justru menambah panjang kasus virus corona.

“Ini melemahkan optimisme investor dari sebelumnya mempercayai ekonomi akan segera kembali normal,” tandasnya.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Keuangan

Mulai 1 Juli 2020, Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi

Published

on

Finroll – Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk menaikkan iuranBPJS Kesehatan lagi nyaris 2 kali lipat dari posisi saat ini. Keputusan ini dilakukan tak lama setelah Mahkamah Agung (MA) membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen yang diberlakukan Jokowi mulai awal 2020 lalu.

Kenaikan tersebut tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Pada pasal 34 ayat 1 poin disebutkan iuran peserta mandiri di ruang perawatan kelas III, yaitu untuk 2020 sebesar Rp25.500 per orang per bulan. Lalu, pada pasal 34 ayat 1 poin b disebutkan iuran untuk 2021 dan tahun berikutnya sebesar Rp35 ribu.

Itu berarti, iuran peserta mandiri kelas III naik 37,25 persen. Lebih lanjut, pasal 34 ayat 2 menyebutkan iuran peserta mandiri dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas II yaitu sebesar Rp100 ribu per orang per bulan.

Kemudian, pasal 34 ayat 3 menyebutkan iuran bagi peserta mandiri dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas I sebesar Rp150 ribu per orang per bulan.

Kemudian, pada pasal 34 ayat 6 disebutkan ketentuan mengenai besaran iuran tersebut mulai berlaku pada 1 Juli 2020. Itu berarti, iuran peserta mandiri kelas II mengalami kenaikan 96,07 persen dari Rp51 ribu menjadi Rp100 ribu dan peserta mandiri kelas I naik 87,5 persen dari Rp80 ribu menjadi Rp 150 ribu.

Dalam aturan itu, Jokowi juga resmi membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan bagi peserta mandiri yang berlaku mulai Januari 2020. Dengan demikian, maka iuran peserta mandiri kelas III yang naik menjadi Rp42 ribu kembali menjadi Rp25.500, kelas II dari Rp110 ribu kembali menjadi Rp51 ribu, dan kelas I dari Rp160 ribu menjadi Rp80 ribu.

Namun, tarif awal itu hanya berlaku pada April, Mei, dan Juni untuk peserta mandiri kelas I dan II. Selanjutnya, peserta mandiri kelas I dan II akan membayar menggunakan tarif baru di Juli 2020. Lalu, mandiri kelas III ikut naik di tahun depan.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading

Keuangan

Khawatir Gelombang Kedua Corona, Rupiah Dekati Rp15 Ribu

Published

on

Finroll – Jakarta, Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.951 per dolar AS pada pembukaan perdagangan pasar spot Selasa (12/5) pagi. Posisi ini melemah 56 poin atau 0,38 persen dari Rp14.895 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya.

Hal yang sama terjadi pada beberapa mata uang lainnya di Asia. Tercatat, Won Korea Selatan minus 0,57 persen, peso Filipina 0,11 persen, dan ringgit Malaysia 0,38 persen.

Kemudian, mata uang utama negara maju juga tampak melemah. Dolar Australia terkoreksi 0,66 persen, rubel Rusia 0,05 persen, poundsterling Inggris 0,22 persen, dolar Kanada 0,31 persen, euro Eropa 0,11 persen, dan franc Swiss 0,11 persen.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan rupiah bakal bergerak di zona merah hari ini. Pemicunya, investor khawatir terjadi gelombang kedua kasus penyebaran virus corona secara global khususnya di sejumlah negara yang mulai melonggarkan penutupan wilayah (lockdown).

“Pagi ini China melaporkan penambahan 15 kasus orang tanpa gejala (OTG) dan satu kasus positif. Kemarin, China juga sudah melaporkan ada tambahan lima kasus baru,” ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Selain itu, negara lainnya, seperti Jerman dan Korea Selatan juga melaporkan penambahan pasien yang terinfeksi virus corona. Hal ini terjadi setelah pemerintah setempat melonggarkan aturan lockdown.

“Sentimen negatif ini bisa mendorong pelemahan aset berisiko. Rupiah berpotensi melemah ke arah resistance Rp15.150 per dolar AS dengan potensi support di Rp14.800 per dolar AS,” kata Ariston.

Sumber : CNN Indonesia

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending