Connect with us

Peristiwa

Sosok BJ Habibie Seorang Ilmuwan Penerbangan Berkelas Dunia

Published

on


Finroll.com — Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, anak bangsa berprestasi di kancah internasional. Sosok BJ Habibie sangat dihormati oleh ilmuan dunia khususnya di bidang penerbangan.

BJ Habibie dikenal sebagai orang paling cerdas di antara ahli penerbangan, Habibie juga merupakan Presiden ke-3 Republik Indonesia (RI).

Prestasi yang begitu banyak telah ditorehkan BJ Habibie dan perannya dalam dunia penerbangan nasional maupun internasional. Dia merupakan sebuah contoh panutan bagi masyarakat bahwa setiap orang dapat berkarya dan diakui dunia.

Sebelum menjadi Presiden ketiga RI, Habibie menjabat sebagai Wakil Presiden ke-7 RI menggantikan Try Sutrisno. Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada 21 Mei 1998, kemudian digantikan oleh Habibie.

Dari sekian banyak presiden Indonesia, Habibie merupakan satu-satunya Presiden bukan berasal dari suku Jawa. Dia berasal dari Gorontalo, Sulawesi.

Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA Tuti Marini Puspowardojo. Ayahnya berprofesi sebagai ahli pertanian, sedangkan ibunya dari etnis Jawa yang merupakan anak dari spesialis mata di Yogyakarta yang bernama Puspowardjojo.

Habibie kecil sangat gemar membaca dan olah raga menunggang kuda. Karena kebiasaannya itu dia dikenal sangat cerdas ketika masih berada di sekolah dasar. Beliau kehilangan seorang ayah saat usianya masih 14 tahun karena terkena serangan jantung saat salat Isya bersamanya pada 3 September 1950.

Setelah sang ayah meninggal, kemudian ibunya menjual rumah dan kendaraan lalu pindah ke Bandung bersama Habibie dan saudaranya. Di Bandung, Habibie melanjutkan sekolah di Gouverments Middlebare School, di sekolah ini dia mulai terlihat prestasinya dan menjadi sosok favorit di kalangan siswa lainnya.

Sebagai anak yang gigih dan cerdas, Habibie melanjutkan pendidikannya di Institute Teknologi Bandung (ITB) setelah lulus dari SMA 1954. Pada masa itu namanya masih Universitas Indonesia Bandung. Dia menekuni Teknik Mesin di Fakultas Teknik di sana.

Akan tetapi baru beberapa bulan saja Habibie menempuh pendidikan di ITB, dia mendapatkan tawaran beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan pendidikannya di Jerman. Dia mendapatkan beasiswa pada saat itu karena Pemerintahan Indonesia di bawah Presiden Soekarno sedang menjalankan program dengan membiayai ratusan siswa cerdas Indonesia untuk menimba ilmu di luar negeri.

Pada 1955-1965, Habibie menempuh pendidikan di Jerman dengan mengambil spesialisasi konstruksi pesawat terbang (Teknik Penerbangan) di Rhein Westfalen Aachen Technisce Hochschule (RWTH). Semasa kuliah di Jerman dijalani Habibie dengan penuh perjuangan, karena pendidikan di sana bukan hanya sebentar.

Ketika memasuki musim liburan, Habibie tak mau berleha-leha seperti orang kebanyakan. Dia mengisinya dengan ujian dan mencari uang untuk mencari buku guna menunjang pendidikannya.

Setelah masa liburan berakhir kegiatannya hanya belajar dan kegiatan lainnya dikesampingkan oleh Habibie. Berkat kerja kerasnya, Habibie mendapatkan gelar Ing dari Technische Hochschule Jerman pada 1960.

Gelar itu dia dapatkan dengan predikat Cumlaude (sempurna) dengan perolehan nilai rata-rata 9,5. Setelah mendapatkan gelar insinyur, Habibie mengawali karirnya dengan bekerja di industri kereta api Firma Talbot di Jerman.

Saat bekerja di perusahaan tersebut Habibie dapat menyelesaikan permasalahan perusahaan Firma Talbot yang sedang membutuhkan sebuah wagon untuk mengangkut barang-barang ringan bervolume besar. Habibie memecahkan permasalahan tersebut dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip kontruksi sayap pesawat terbang.

Setelah itu, BJ Habibie melanjutkan kembali pendidikannya untuk gelar doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachen. Habibie mendapatkan gelar doktornya pada tahun 1965, dengan predikat Summa Cumlaude dengan nilai rata-rata 10.

Habibie kemudian melanjutkan karir di Messerschmitt-Bolkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman. BJ Habibie atau yang biasa disapa Rudy oleh teman temannya semasa pendidikan di Jerman, kemudian menikahi seorang wanita bernama Hasri Ainun Besari pada 12 Mei 1962.

Setelah menikah, Habibie kemudian membawa istrinya untuk tinggal di Jerman. Dari pernikahannya ini Habibie dan Ainun dikaruniai dua anak yang diberi nama Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Pada 1973, Habibie memilih kembali ke Tanah Air atas permintaan Presiden ke-2 RI, Soeharto. Sekembalinya ke Indonesia, Habibie kemudian dipercaya mengisi jabatan Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) atau Kepala BPPT.

Tak tanggung-tanggung, posisi itu diembannya sejak 1978 sampai Maret 1998. Tak hanya itu, beliau juga memimpin perusahaan BUMN Industri Strategis selama 10 tahun. Gebrakan Habibie saat menjabat Menristek diawalinya dengan keinginannya untuk mengimplementasikan “Visi Indonesia”.

Habibie berpandangan lompatan-lompatan Indonesia dalam “Visi Indonesia” bertumpu pada riset dan teknologi, khususnya pula dalam industri strategis yang dikelola oleh PT IPTN, PT Pindad, dan PT PAL.

Targetnya, Indonesia sebagai negara agraris dapat melompat langsung menjadi negara Industri dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada 1995, Habibie berhasil memimpin proyek pembuatan pesawat yang diberi nama N250 Gatot Kaca. Pesawat tersebut ialah pesawat pertama buatan Indonesia.

Pesawat yang dirancang oleh Habibie selama lima tahun itu merupakan satu satunya pesawat di dunia yang menggunakan teknologi Fly By Wire. Dengan teknologi tersebut, pesawat itu mampu terbang tanpa guncangan berlebihan. Bisa dibilang teknologi tersebut merupakan teknologi terdepan dan canggih pada masa itu.

Pada saat pesawat N250 Gatot Kaca mencapai masa jayanya dan selangkah lagi mendapatkan sertifikasi dari Federal Aviation Administration. Presiden Soeharto saat itu menghentikan industri PT IPTN karena alasan krisis moneter.

Pada zamannya, PT IPTN telah membangun pabrik di Eropa dan juga Amerika, namun sangat disayangkan hal itu harus terhenti dan 16.000 karyawan terpaksa harus mencari pekerjaan ke luar negeri.

Yang menarik dari kisah inspiratif Habibie adalah ditemukannya rumus untuk menghitung keretakan atau crack propagation on random sampai ke atom oleh Habibie.

Untuk menghargai kecerdasannya dan kontribusinya, persamaan tersebut diberi nama Faktor Habibie. Tidak hanya itu, Habibie juga dijuluki sebagai Mr Crack oleh para spesialis penerbangan. Pada 1967, beliau mendapatkan gelar Profesor Kehormatan atau Guru Besar di ITB .

Tidak hanya itu, BJ Habibie juga mendapatkan gelar tertinggi di ITB yaitu Ganesha Praja Manggala. Dengan segala kecerdasan yang dimilikinya, Habibie mendapatkan banyak pengakuan dari lembaga kelas internasional seperti Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan Jerman), The Royal Aeronautical Society London dari Inggris, The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace dari Prancis, The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences dari Swedia dan yang terakhir dari The US Academy of Engineering Amerika Serikat.

Selain pengakuan dari banyak lembaga luar negeri, Habibie pun mendapatkan beberapa penghargaan bergengsi yaitu Edward Warner Award serta Award von Karman dimana penghargaan ini hampir setara penghargaan Nobel. Selain itu, Habibie juga peraih penghargaan Theodore van Karman Award yang bergengsi di Jerman.(red)

Advertisement

Peristiwa

Daftar Wilayah Pemadaman Listrik di Jabodetabek Akibat Banjir

Published

on

By

PT PLN (Persero) menyatakan sampai dengan Jumat (3/1) ini masih ada 876 gardu distribusi listrik yang mereka padamkan akibat banjir yang melanda Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Jumlah tersebut mencapai 15 persen dari total gardu induk sebanyak 5.740 gardu yang terdampak banjir di Jabodetabek.

“Sebanyak 4.864 atau 85 persen gardu lainnya sudah dinyalakan,” kata Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, I Made Suprateka dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Jumat (3/1).

Ia menjelaskan dengan kebijakan tersebut sejumlah daerah di Jabodetabek masih mengalami pemadaman. Wilayah tersebut antara lain, Cengkareng, Bandengan, Kebun Jeruk, Jasinga, Nanggung, Cibitung, Wanasari.

Sementara itu untuk di wilayah Banten, Made mengatakan banjir telah mengakibatkan 598 gardu distribusi listrik terdampak. Tapi, sampai dengan saat ini, 480 di antaranya sudah dinyalakan dan 118 lainnya masih dipadamkan.

Ia menyatakan belum bisa menyalakan semua gardu listrik. Pasalnya, untuk menyalakan, PLN perlu memastikan bahwa gardu, jaringan dan isntalasi pelanggan aman.

Untuk memastikan keamanan tersebut, PLN melakukan inspeksi, pembersihan, pengeringan dan pengecekan gardu distribusi yang terkena dampak banjir.

“PLN akan menyalakan aliran listrik setelah penandatanganan berita acara dengan Ketua RT/RW atau tokoh masyarakat setempat yang menyatakan instalasi listrik di rumah warga aman,” katanya.

Continue Reading

Peristiwa

Data dan Fakta Banjir Jakarta

Published

on

By

JakartaBanjir menerjang Ibu Kota di awal tahun 2020. Belasan ribu warga mengungsi dan sejumlah orang meninggal dunia.

Gubernur DKI Anies Baswedan menyampaikan instruksi untuk para jajarannya guna mengatasi banjir yang melanda Jakarta. Keselamatan warga menjadi yang utama.

“Karena itu saya instruksikan kepada seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk turun tangan langsung, datangi kantor kelurahan terdekat, bekerja di bawah koordinasi para lurah, membantu untuk menyelamatkan warga,” perintah Anies dalam pesan suara, disampaikan Humas Pemprov DKI, Rabu (1/1/2020).

Anies mengatakan perkantoran hingga gedung sekolah disiagakan untuk pengungsian.A nies meminta warga melaporkan kebutuhan, terutama untuk evakuasi lewat nomor 112 atau langsung ke kelurahan setempat jika lebih mudah atau dekat.

“Seluruh Jajaran Pemprov DKI Jakarta bersiaga. ⁣Faktanya ada banjir di Jabodetabek, termasuk di berbagai wilayah di Jakarta. ⁣Kami ambil sikap bertanggung-jawab: semua yang menjadi kebutuhan dasar keselamatan dalam kondisi banjir ini akan ditanggulangi,” kata Anies.

Berikut data dan fakta banjir di Jakarta:

1. Korban Meninggal Dunia

BNPB mencatat ada sembilan orang korban meninggal dunia akibat banjir yang meladan DKI Jakarta dan wilayah sekitarya.

Berikut ini daftar korban tewas banjir dan longsor di DKI dan sekitarnya versi BNPB:

1. M Ali (82), Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (korban mengalami hipotermia)
2. Siti Hawa (72), Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (korban mengalami hipotermia)
3. Willi Surahman, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (korban mengalami hipotermia)
4. Rumsinah (68), Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok (korban tertimbun tanah longsor)
5. N (8), Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok (korban tertimbun tanah longsor)
6. Amelia (27), Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok (korban tertimbun tanah longsor)
7. Marsdianto (20), Perumahan Puri Citayam Permai 2, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor (korban terseret arus banjir saat aliran kali yang berada persis di depan rumahnya menjebol tanggul).
8. Arfiqo Alif (16) warga Kemayoran, Jakarta Pusat. Kesetrum listrik.
9. Ibu Kusmiyati (30 thn), korban tertimpa tanah longsor, Tanah Sereal, Kota Bogor.

2 Warga Meninggal di Cipinang Melayu Versi Polisi dan Camat

Petugas mengevakuasi pasangan suami dan istri, Muhammad Ali dan Tihawah, yang terjebak banjir di Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur. Ali selamat, sedangkan Tihawah meninggal dunia.

“Alhamdulillah satu bisa diselamatkan, yang Muhammad Ali,” kata Dir Samapta Polda Metro Jaya Kombes M Ngajib saat ditemui di lokasi banjir di Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020).

Ngajib mengatakan Ali berhasil menyelamatkan diri di atas meja saat banjir melanda rumahnya. Kondisi Ali setelah dievakuasi masih lemas.

“Posisi yang bersangkutan itu bisa menyelamatkan diri, cuma kesulitannya itu ada kendala untuk keluar dari rumah itu. Pintu didobrak, kebetulan yang bersangkutan masih bisa diselamatkan,” ujar dia.

2. 19.709 Warga Mengungsi

Anies mengatakan konsentrasi pihaknya dalam penanganan banjir, yakni menyelamatkan warga yang terkena dampak. Hingga pukul 16.00 WIB, sudah ada sekitar 19 ribu warga yang mengungsi di beberapa titik.

“Titik pengungsian paling banyak ada di Jakarta Timur ada jumlah pengungsi 9.248 orang, Jaksel 5.080, sepanjang Kali Grogol dan Pesangrahan, di situ banyak kawasan terendam, lalu Jakbar 3.535 orang pengungsi, Jakut 888 orang, Jakpus 310 orang, totalnya 19.709 pengungsi, dan ini ditangani oleh jajaran Pemprov,” kata Anies di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (1/1/2020).

Anies menuturkan ada sekitar 120 ribu petugas yang dikerahkan di semua kawasan yang terkena banjir. Anies mengatakan keselamatan warga merupakan yang utama.

“Sekarang posisi siaga semua. Ada 120 ribu petugas di lapangan,” ujarnya.

3. BMKG: Potensi Hujan Lebat Masih Terjadi sampai Seminggu ke Depan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan hujan ringan dan hujan lebat masih berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan. Saat ini wilayah Jabodetabek belum memasuki puncak musim hujan.

“Curah hujan masih sampai ke minggu depan. Dan yang perlu kita cermati saat ini adalah belum memasuki puncak musim hujan. Jadi potensi hujan rendah dan hujan lebat masih ada sampai seminggu ke depan,” kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Fachri Radjab, di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (1/1/2019).

4. Anies Tak Mau Salahkan Siapapun

Anies Baswedan mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak mau menyalahkan pihak manapun terkait banjir yang terjadi hari ini. Anies menegaskan siap bertanggung jawab menanggulangi masalah banjir.

“Pemprov DKI mengambil sikap bertanggung jawab atas masalah yang sekarang muncul. Kami respons cepat, kami bantu tangani. Pada saat ini kami tidak mau nyalahkan siapapun dan apapun sekarang adalah saatnya memastikan warga selamat dan terlindungi,” kata Anies saat ditemui meninjau tanggul di Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, seperti dilansir Antara, Rabu (1/1/2020).

Menurutnya, prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah mengevakuasi masyarakat dari banjir. Sehingga tidak ada korban akibat hujan dengan curah tinggi yang mengguyur Jakarta sejak sore kemarin.

“Saya sampaikan kepada seluruh jajaran Pemprov DKI tidak ada saling menyalahkan pada fase ini. Tidak usah menyalahkan orang pada fase ini. Prioritas saat ini seluruh warga Jakarta terselamatkan,” kata Anies.

5. Jokowi: Nomorsatukan Keselamatan Warga

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan keselamatan warga dalam menghadapi situasi bencana banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya. Jokowi meminta pihak terkait, seperti BNPB, pemprov, dan SAR, bersinergi.

“Pertama, urusan banjir yang paling penting ini adalah yang berkaitan dengan keselamatan warga dinomorsatukan. BNPB, pemerintah provinsi, SAR, semuanya harus segera bergerak bersama-sama untuk memberikan rasa aman, memberikan keselamatan kepada warga yang terkena bencana banjir,” ujar Jokowi di Gedung Agung Yogyakarta, dalam siaran pers dari Sekretariat Presiden, Rabu (1/1/2020).

6. Jokowi Instruksikan Normalisasi

Presiden Jokowi memberikan arahan untuk normalisasi. Jokowi pun meminta pemerintah pusat dan pemerintah provinsi bekerja sama dalam menanggulangi banjir.

“Yang berkaitan dengan normalisasi untuk fasilitas-fasilitas umum karena ini sudah masuk di Jakarta sudah masuk ke Halim, sudah masuk ke tol Cikampek, kemudian juga di beberapa objek vital, saya kira ini harus segera dinormalisasi sehingga fungsi-fungsi itu kembali menjadi normal,” kata Jokowi di Gedung Agung Yogyakarta, dalam siaran pers dari Sekretariat Presiden, Rabu (1/1/2020).

7. Silang Pendapat Menteri Basuki dan Anies soal Normalisasi Ciliwung

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur DKI Anies Baswedan silang pendapat soal normalisasi Kali Ciliwung. Basuki awalnya mengatakan normalisasi sepanjang Kali Ciliwung yang ditangani hanya 16 km dari 33 km. Maka yang belum dinormalisasi terlihat genangan air.

“Namun mohon maaf Bapak Gubernur selama penyusuran Kali Ciliwung ternyata sepanjang 33 km itu yang sudah ditangani dinormalisasi 16 km. Di 16 km itu kita lihat insyaallah aman dari luapan, tapi yang belum dinormalisasi tergenang,” kata Basuki di lapangan Monas, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (1/1/2020).

Atas hal tersebut, Basuki mengaku pihaknya akan berdiskusi dengan Anies membahas normalisasi Kali Ciliwung. Anies disebutnya juga sudah mengambil langkah pembebasan lahan.

“Termasuk di kali Pesanggarahan juga dengan sodetan Kali Ciliwung ke Banjir Kanal Timur, beliau mengambil langkah-langkah untuk pembebasan lahannya karena 1,2 km, 600 meter sudah kita kerjakan. Kami menunggu sekarang kesepakatan dengan masyarakat,” ujarnya.

“Alhamdulillah menurut beliau masyarakat sudah diskusi dan insyaallah masyarakat bisa menerima itu, mudah-mudahan bisa kita tangani,” sambung dia.

Menanggapi Basuki, Anies mempunyai pendapat yang berbeda. Menurut Anies, selain normalisasi, harus ada pengendalian air dari Bogor yang masuk ke Jakarta.

“Mohon maaf, Pak Menteri, saya harus berpandangan karena tadi bapak menyampaikan. Jadi, selama air dibiarkan dari selatan masuk ke Jakarta dan tidak ada pengendalian dari Selatan, maka apa pun yang kita lakukan di pesisir termasuk di Jakarta tidak akan bisa mengendalikan airnya,” jelas Anies.

Menurut Anies, Kali Ciliwung sudah dilakukan normalisasi, namun Kampung Melayu tetap banjir pada Maret 2019 sehingga yang terpenting, bagi Anies pengendalian air sebelum masuk ke Jakarta.

“Kita sudah menyaksikan bulan Maret lalu di Kampung Melayu yang sudah dilakukan normalisasi itu pun mengalami banjir ekstrem. Artinya, kuncinya itu ada pada pengendalian air sebelum masuk pada kawasan pesisir,” kata Anies. (Detikcom)

Continue Reading

Peristiwa

Korban Meninggal Banjir dan Longsor Jabodetabek Jadi 16 Orang

Published

on

By

Jakarta, — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia bencana banjir di Jabodetabek mencapai 16 orang. Korban meninggal dunia terbanyak berada di Jakarta yaitu delapan orang.

“Kota Bekasi satu orang, Kota Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota dan Kabupaten Tangerang serta Tangerang Selatan masing-masing satu orang,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulis, Kamis (2/1).

Sebelumnya, BNPB mencatat ada 169 titik banjir di seluruh wilayah Jabodetabek dan Banten. Agus Wibowo memaparkan titik banjir terbanyak berada di Provinsi Jawa Barat 97 titik, DKI Jakarta 63 titik dan Banten 9 titik.
Di Provinsi Banten mempunyai 9 dengan rincian Kota Tangerang 3 titik dan Tangerang Selatan 6 titik.

DKI Jakarta mempunyai 63 titik dengan rincian Jakarta Barat 7 titik, Jakarta Pusat 2 titik, Jakarta Selatan 39 titik, Jakarta Timur 13 titik, dan Jakarta Utara 2 titik. Sedang di Jawa Barat mempunyai 97 titik banjir dengan rincian Kota Bekasi 32 titik, Kota Bekasi 53 titik dan Kabupaten Bogor 12 titik.

Sementara itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan khusus wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berpotensi hujan petir pada siang jelang sore hari. Prediksi tersebut dikutip dari laman resminya, Kamis (2/1).

“Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada siang dan sore hari,” demikian peringatan dini dari petugas prakiraan cuaca (forecaster) BMKG.

Daftar Korban Banjir Jabodetabek:Jakarta
1. M Ali (82), Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (korban mengalami hipotermia)
2. Siti Hawa (72), Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (korban mengalami hipotermia)
3. Willi Surahman, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (korban mengalami hipotermia)
4. Sutarmi (73 th), TKP. RT 16/ RW 02, Kel. Batu Ampar, Kramat Jati, Jaktim (tersengat listrik)
5. Agus (19th), TKP. Kali BKT RT 05/ RW 11, Kel. Duren Sawit, Jaktim (tenggelam)
6. Sanusi, TKP. Kali BKT RT 05/ RW 11, Kel. Duren Sawit, Jaktim (masih dalam proses pencarian)
7. Arfiqo Alif (16) Jl. Kp. Irian Gg. 2 RT 12/06, Kel. Serdang, kec. Kemayoran, Jakarta Pusat (Kesetrum listrik)
8. Yuda Irawan (29 th), TKP. Jl. Inspeksi Kali Grogol RT 01/ RW 03, Kel. Palmerah, Kec. Pal Merah, Jakbar (tenggelam)

Kota Bekasi
1. Andika Pradika (14 th), TKP. Perum Bumi Bekasi Baru Blok V RT 002 / RW 030, Kel. Bojong, Kec. Rawa Lumbu, Bekasi (tenggelam saat bermain di selokan)

Kota Depok
1. Amelia Susanti (27), Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok (Korban tertimbun tanah longsor)
2. Lusinah (68), Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok (Korban tertimbun tanah longsor)
3. Nizam Saputra (8), Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok (korban tertimbun tanah longsor)

Kota Bogor
1. Kusmiyati (30 thn), Tanah Sereal, Kota Bogor (rumah korban tertimpa tanah longsor)

Kabupaten Bogor
1. Marsdianto (20), Perumahan Puri Citayam Permai 2, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor (korban terseret arus banjir saat aliran kali yang berada persis di depan rumahnya menjebol tanggul).

Tangerang Kota
1. Jamilah (55th), TKP. Jl. Garuda RT. 02/ RW 06, Kel. Batu Jaya, Batu Ceper, Tangkot (tersengat listrik)

Tangerang Selatan
1. Teguh Taufik (36 th), TKP. Perumahan Ciputat Baru, Jl. Gelatik no.12 RT 07/ RW 08, Kel. Sawah, Kec. Ciputat Tangsel (tersengat listrik) (ain/pmg)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Asco Global

Trending