Connect with us

Property

SouthCity Laksanakan Groundbreaking Apartemen The Parc SouthCity

Published

on


Finroll.com — SouthCity (PT. Setiawan Dwi Tunggal) laksanakan Groundbreaking Apartemen The Parc SouthCity pertamanya di kawasan Pondok Cabe, Jakarta Kamis (19/9/2019).

Direktur SouthCity, Peony Tang mengatakan Groundbreaking hari ini adalah bukti komitmen SouthCity untuk tidak mengecewakan para pelanggan.

“The Parc merupakan proyek apartemen pertama di area Pondok Cabe Cinere,” ujarnya dalam sambutannya pada acara Seremony Groundbreaking SouthCity.

“Groundbreaking ini dilaksanakan lebih awal dari yang telah dijadwalkan,” tambahnya.

Peony Tang menjelaskan, saat ini kalau kita akan membeli Apartement harga tertinggi dapat mencapai 60 Miliar dan harga terendah sampai harga 100.jutaan.

Kita bisa bayangkan dengan selisih harga yang begitu besar hampir 200 kali lipat, berapa opsi yang dapat dipilih oleh para pemilik Apartmen saat ini,” jelasnya.

Menurutnya, SouthCity adalah proyek Apartemen pertama di area pondok cabe dan Cinere yang mengalokasikan lebih dari 75 % tanahnya untuk fasilitas umum, tempat rekreasi dan taman yang jumlah lahannya begitu terbatas di wilayah Tangsel.

Kami berkomotmen akan menginvestasikan 1 triliun rupiah untuk mengembangkan asset tersebut yang dapat memenuhi kebutuhan kaum millenial,” tuturnya.

The Parc bekerja sama dengan beberapa Bank untuk menawarkan cara bayar yang sangat ringan sebagai solution untuk millenial sekarang ini. “Intinya cukup dengan menyisihkan 1,5 juta perbulan atau sekiar 50.000 /hari anda bisa memiliki sebuah Apartement,” ungkapnya.

SouthCity bakal membangun apartemen low rise 3 tower setinggi 13 lantai yang akan menyediakan 1.701 unit apartamen di atas lahan seluas 15.500 m2.

Peony optimis, dengan dibangunnya apartemen The Parc, geliat ekonomi di Pondok Cabe akan kembali bergerak dan menjadi incaran investor dalam berinvestasi. Hal tersebut tampak dari dimulainya berbagai pembangunan infrastruktur yang di prakarsai pemerintah, terutama di kawasan Selatan Jakarta.

Beberapa di antaranya adalah pembangunan jalan Tol Depok-Antasari melalui pintu Tol Andara dan Brigif dan jalan Tol Cinere-Jagorawi melalui Pintu Tol Clnere, serta pembangunan jalur MRT Fatmawati dan Lebak Bulus.

Pondok Cabe kini semakin diperhitungkan sebagai kawasan yang pertumbuhan ekonominya berkembang sangat pesat,” kata Peony.

Peony optimistis kehadiran The Parc sebagai hunian coliving pertama di Indonesia akan menjadi angin segar bagi tren pertumbuhan properti di Indonesia, khusunya Jabodetabek. Apalagi trend hunian coliving mejadi salah satu daya tarik bagi generasi milenial yang merupakan target market bagi SouthCity.

Ditempat terpisah Associate Director SouthCity, Stevie Faverius Java mengatakan, SouthCity (PT. Setiawan Dwi Tunggal) sebagai pengembang optimis, kehadiran proyek apartemen dengan investasi hingga 1 triliun ini dapat memberi angin segar bagi para investor maupun end user terutama para generasi milenial yang menginginkan hunian sesuai dengan kebutuhan serta lifestyle mereka,” ujarnya.

The Parc Apartemen untuk tower pertama direncanakan mulai dibangun pada akhir tahun ini menyediakan 3 tipe, yakni Studio (22,55 m2), 1 Bedroom (30,06-37,49 m2) dan 2 Bedroc (46,60 m2). Saat ini, The Parc dibandrol dengan harga promo dan terjangkau mulai dari Rp 357 juta sampai dengan Rp 731 jutaan per unit.

Konstruksi tower 1 ditargetkan akan selesai pada akhir tahun ini,” pungkasnya.

Hadir dalam acara, Walikota Tangsel yang diwakili oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kota Tangerang Selatan Bambang Noertjahjo, SE. Ak., Direktur SouthCity, Peony Tang., Ir. Lucky Budiman Santosa dari PT. Trimatra Jasa Prakasa., Professor Roesdiman dari PT. Satu Rekayasa Optima., Rafal Kapusta dari OOZN Design Pre Ltd., Herry Putranto dari PT. Indonesia Pondasi Raya
– Bpk. Iwan Sanjaya dari PT. Indonesia Pondasi Raya,. Tjandra Budiman dari PT. Mitra Karya Pranata,. Ichwan Susilo dari PT. Pratama Savindo Oetama. Perwakilan dari Partner serta Perwakilan dari Bank BPN, Bank Permata, BRI, BNI, dan Bank Panin.

Advertisement

Property

Waskita Karya Tbk Bukukan Nilai Kontrak Baru Rp 15 Triliun Pada September 2019

Published

on

Finroll.com — PT Waskita Karya Tbk (WSKT) membukukan nilai kontrak baru per September 2019 sebesar Rp 15 triliun. Dari perolehan tersebut, nilai kontrak terbesar berasal dari Tol Trans Sumatra sebesar Rp 5 triliun.

Shastia Hadiarti selaku Sekretaris Perusahaan PT Waskita Karya Tbk menjelaskan hingga akhir tahun perusahaan berharap bisa mencapai target nilai kontrak baru sekitar Rp 40 triliun hingga Rp 44 triliun.

Oleh karenanya, apabila target kontrak baru tercapai, maka Waskita mencatatkan pertumbuhan kontrak baru 62,96% dari tahun 2018 yang tercatat Rp 27 triliun.

Sebagai informasi saja, target kontrak baru Waskita sudah melalui penyesuaian dari target awal Rp 55 triliun menjadi Rp 44 triliun.

“Saat ini Waskita sedang mengikuti beberapa tender proyek di Kalimantan dan di luar negeri,” jelas Shastia yang dilansir dari Kontan.co.id, Selasa (15/10/2019).

Sementara Waskita menyebutkan beberapa proyek bisa mendorong perusahaan untuk mencapai target kontrak baru.

Antara lain pembangunan jalan tol 20%, pekerjaan sipil lain 21%, precast 17%, gedung 15%, LRT dan jalur kereta api 13%, energi dan transmisi 4%, bendungan 4% dan irigasi 1%.

Selain itu di lain sisi, per September 2019 Waskita telah menerima pembayaran proyek sebesar Rp 15 triliun.

Dana tersebut berasal dari pembayaran turnkey sekitar Rp 3 triliun dan proyek konvensional sekitar Rp 10 triliun.

“Salah satunya dari pembayaran proyek LRT Palembang sebesar Rp 2,3 triliun,” jelas dia.

Sepanjang 2019, Waskita menargetkan penerimaan pembayaran proyek sebesar Rp 40 triliun. Di mana sebesar Rp 26 triliun berasal dari proyek turnkey dan sebesar Rp 14 triliun berasal dari proyek konvensional. Dus, Waskita masih menunggu pencairan proyek Rp 35 triliun lagi.

“Perolehan dana tersebut akan digunakan untuk mendanai belanja modal tahun ini yang sebagian besar dialokasikan untuk pengembangan jalan tol,” jelas Shastia.

Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk meningkatkan posisi rasio keuangan Waskita.

Sampai Juni 2019 serapan belanja modal Waskita tercatat sebesar Rp 8 triliun dari anggaran tahun ini sebesar Rp 22 triliun.(red)

Continue Reading

Property

Begini Awal Mula Terbongkarnya Mafia Tanah Triliunan Rupiah

Published

on

By

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama Polri mengungkap keberadaan mafia tanah triliunan rupiah.

Direktur Jenderal Penanganan Masalah Agraria Pemanfaatan Ruang dan Tanah Raden Bagus Agus Widjayanto mengatakan, awal mula kasus mafia tanah terungkap pada tahun 2018. Pengungkapan ini berawal dari pengaduan seorang pemilik tanah.

Ia bercerita, bahwa ada seorang pemilik tanah tidak merasa menjadikan tanah tersebut sebagai jaminan utang.

“Berawal dari pengaduan pemilik tanah. Dia tidak pernah menjadikan tanahnya itu sebagai jaminan hutang, tiba-tiba kok itu menjadi jaminan utang. Itu ditagih ke pemilik tanah,” tutur Raden saat dihubungi detikcom, Sabtu (12/10/2019).

Raden bilang, bahwa oknum mafia tanah ini bekerja secara berkelompok dan sangat sistematis. Ada yang pura-pura menjadi calon pembeli tanah, hingga seorang notaris beserta kantornya yang diatur sedemikian rupa.

Awal kronologinya, ada pembeli palsu dari oknum mafia tersebut yang pura-pura membeli tanah dari pemiliknya. Kemudian, pembeli palsu tersebut memberikan uang muka agar si pemilik tanah tidak curiga.

Setelah itu, pemilik tanah diajak ke kantor notaris dengan membawa sertifikat tanah. Di sanalah sertifikat tanah tersebut dipalsukan oleh oknum mafia.

“Jadi ada orang yang menanyakan dia mau menjual tanah atau tidak, kemudian ada calon pembeli gitu kan, kemudian beri uang muka dibawa ke kantor notaris ya dia percaya kalau itu notaris. Ditinggal sertifikatnya, ternyata sertifikatnya dipalsu,” kata dia.

Diserahkan sertifikat aslinya ke pembeli tanah kemudian ini dijadikan jaminan dengan nilai yang lumayan besar,” kata Raden saat menjelaskan kronologinya.

Setelah di cek sertifikatnya di kantor pertanahan, barulah si pemilik tanah menyadari bahwa pembeli tanah miliknya adalah penipu. Hal itu dilihat dari kantor notaris yang tidak terdaftar.

“Notarisnya itu pura-pura, tidak terdaftar,” ungkap Raden.

Untuk diketahui, akibat kasus ini baik perusahaan maupun masyarakat umum yang menjadi korban mengalami kerugian hingga Rp 200 miliar

Continue Reading

Property

Senilai Rp2 Triliun, 4 Korporasi Pelat Merah Garap Proyek BUMN Center

Published

on

Finroll.com — 4 korporasi pelat merah yaitu PT PP (Persero) Tbk (PTPP) bersama dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM PT Danareksa (Persero), dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menjalin sinergi dalam pembangunan dan pengembangan BUMN Center.

Adapun BUMN Center adalah suatu kawasan perkantoran yang terintegrasi, agile dan modern yang didesain oleh Kementerian BUMN untuk meningkatkan efisiensi dan sinergi antara perusahaan milik negara.

Sementara luas lahan yang akan dibangun dan dikembangkan sekitar 24.694 m2 dengan rincian seluas 9.300 m2 dimiliki Danareksa, seluas 11.439 m2 dimiliki oleh Telkom, dan seluas 3.955 m2 dimiliki oleh Garuda Indonesia.

Direktur Utama PT PP Lukman Hidayat di Kementerian BUMN mengatakan, “BUMN Center terletak di lokasi yang strategis, berada di kawasan pemerintahan pusat di tengah kota Jakarta dan akan didukung dengan berbagai fasilitas yang memadai,” ujarnya, Kamis (3/10/2019).

Nilai investasi untuk pembangunan ini disebutkan Lukman lebih dari Rp2 triliun dan diproyeksikan rampung pada 2024.

Saat ini, perseroan sedang memproses izin kawasan secara keseluruhan dan masing-masing bangunan yang dimiliki oleh Danareksa, Telkom, dan Garuda Indonesia agar sesuai dengan konsepnya.

Fasilitas yang akan dibangun antara lain  modern agile office, communal outdoor space, indoor communal space, green open space, healthcare facilities, leisure area, main lobby, food court, meeting room, ballroom, dan lainnya.
Kawasan ini juga dibangun dengan konsep green building yang ditargetkan akan mendapat predikat Gold setelah disertifikasi oleh lembaga Green Building Council Indonesia.

BUMN Center mengusung konsep desain Burung Garuda di mana kepak kedua sayapnya merupakan gedung kembar yang menyerupai sayap burung Garuda yang berada di sebelah kanan dan kiri Gedung Kementerian BUMN,sedangkan kepala dari burung Garuda diwakili oleh Gedung Kementerian BUMN.(red)

Pembangunan BUMN Center dilakukan dengan pendayagunaan aset antara Kementerian BUMN, Telkom, Danareksa dan Garuda Indonesia untuk menghadapi persaingan global.

Kementerian BUMN bersama perusahaan-perusahaan BUMN membutuhkan suatu sarana untuk berkomunikasi dengan cepat yang diwujudkan dalam bentuk fisik berupa  working space yang nyaman.

Penyelarasan Gedung Kementerian BUMN dan gedung milik BUMN di sekitarnya diharapkan dapat menjadi simbol keterikatan dan keterpaduan seluruh komponen BUMN sebagai sebuah keluarga besar.(red)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending