Connect with us

Sports

Steve Nash Buka Suara Mengapa Kevin Durant Bergabung Dengan Warriors

Published

on


Steve Nash Buka Suara Mengapa Kevin Durant Bergabung Dengan Warriors

Setelah sekian lama, Steve Nash akhirnya berkomentar mengenai kepindahan Kevin Durant menuju Golden State Warriors. Nash menilai Durant diperlakukan buruk oleh tim lamanya Oklahoma City. Hal tersebut yang membuat Durant merasa tidak betah dan memilih hengkang ke tim lain.

Pada tahun 2016, Durant membuat keputusan mengejutkan hengkang dari Oklahoma City Thunder. Durant lebih memilih untuk bergabung bersama tim kontender juara lainnya yakni Golden State Warriors. Sontak, kepindahan Durant ini menuai banyak reaksi negatif dari fans Thunder. Beberapa di antaranya mengatakan bahwa Durant adalah pengkhianat yang tidak tahu rasa terima kasih kepada Thunder yang telah membesarkannya selama ini.

Kevin Durant saat bergabung dengan Golden State Warriors 2016

Namun, setelah berselang dua tahun, alasan Durant memilih hengkang mulai terungkap. Steve Nash yang menjabat sebagai konsultan tim Warriors menceritakan bagaimana Thunder menggunakan jasa Durant dengan salah. Menurut Nash, gaya bermain Durant yang seharusnya dominan dibuat mati kutu dengan strategi tim. Oleh karena itu, Durant memilih untuk pindah menuju tim yang dapat memberinya kebebasan.

“Semakin banyak ia bermain dengan menguasai bola, maka semakin hebat pula ia di lapangan. Saat masih bermain di Thunder, Durant lebih sering diinstruksikan agar mencetak poin. Hal tersebut tentu membuat Durant tidak nyaman untuk bermain secara bebas. Pasalnya, tim-tim yang sadar akan kehebatan Durant akan memfokuskannya agar tidak tampil begitu ganas,” ucap Nash ketika diwawancara.

Sepakbola

Presiden UEFA Yakin Liverpool Bakal Juara Liga Inggris

Published

on

By

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, meyakini Liverpool bakal menjadi juara Liga Inggris di tengah ketidakpastian penyelenggaraan kompetisi lantaran pandemi virus corona.

FINROLL.COM — Ceferin menyatakan Liverpool tidak mungkin gagal menjadi juara Liga Inggris musim ini jika pertandingan kembali dilanjutkan atau seandainya liga disetop.

“Jika Premier League diteruskan, Liverpool pasti bakal menjadi peraih gelar. Secara teori semua belum berakhir, tetapi secara praktik Liverpool di ambang juara. Jika pertandingan tidak dapat dilanjutkan, masih ada cara untuk memastikan hasil final, untuk menyatakan juara,” ujar pria asal Slovenia tersebut.

“Dan saya tidak dapat membayangkan, tidak dapat melihat ada skenario yang menyatakan kelak juaranya bukan Liverpool. Saya mengerti fan akan sangat kecewa jika itu terjadi di stadion yang kosong atau di kantor pengelola liga, tetapi saya percaya mereka akan mendapat gelar juara,” sambung Ceferin dalam wawancara dengan EkipaSN dikutip dari Express.

Presiden UEFA Percaya Liverpool Bakal Juara Liga InggrisLiverpool memiliki keunggulan mutlak atas pesaing-pesaing di Liga Inggris. (AP Photo/Jon Super)

UEFA sebelumnya menyatakan liga sepak bola di Eropa harus memastikan gelar juara musim ini demi kepentingan kompetisi level kontinental pada musim depan, baik Liga Champions atau Liga Europa.

Liga Inggris sampai saat ini masih belum memastikan kejelasan cara mengakhiri musim. Ada keinginan liga berlanjut tanpa penonton, sementara terdapat pula suara yang berharap kompetisi disetop.

Liverpool untuk sementara menempati peringkat pertama Liga Inggris dengan 82 poin, unggul 25 poin dari Manchester City yang menempati peringkat kedua.
Presiden UEFA Percaya Liverpool Bakal Juara Liga Inggris

Sebagian besar dari peserta Liga Inggris musim ini menyisakan sembilan pertandingan lagi, namun ada juga yang memiliki 10 laga tersisa seperti Manchester City dan Sheffield United.

Jika Liverpool menjadi juara, maka akan menjadi gelar Liga Inggris pertama di era Premier League. Kali terakhir The Reds menjadi kampiun adalah pada tahun 1990. (nva/sry)

Continue Reading

MotoGP

Rossi Disebut Bakal Kepayahan di MotoGP 2020

Published

on

By

Valentino Rossi disebut bakal kepayahan menjalani MotoGP 2020 bahkan bila seri musim ini dipangkas lebih singkat.

Rossi bakal menjalani MotoGP 2020 sebagai musim penentuan kelanjutan kariernya di dunia balap motor. Bila bisa tampil kompetitif, Rossi dinilai bakal memilih melanjutkan karier meskipun musim depan sudah tak lagi di tim pabrikan Yamaha.

Namun manajer Avintia, Ruben Xaus menganggap Rossi bakal kesulitan menjalani MotoGP 2020 yang bakal berlangsung lebih padat di paruh akhir tahun 2020 meski jumlah seri kemungkinan bakal berkurang.

“Berbicara dari sudut pandang DNA, setiap tahun berlalu, tentu Rossi bertambah tua, seperti saya. Saya bisa dalam kondisi bagus namun ketika saya berlatih, saya butuh dua hari untuk pemulihan. Sedangkan 20 tahun lalu, saya bisa berlatih tiga kali sehari, tujuh hari seminggu, dan 365 hari setahun tanpa pernah menyadari itu.”

“Meski Rossi fit, dia bakal mengalami kesulitan. Saya bukan meremehkan Rossi karena dia tetap mampu melakukan hal yang tidak bisa saya lakukan, namun saya merasa Rossi bakal lebih kesulitan tahun ini,” ucap Xaus seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

MotoGP 2020 belum bisa dimulai sebagai bentuk pencegahan penyebaran pandemi Corona. Sejumlah seri telah dijadwal ulang ke akhir tahun sedangkan sejumlah seri lainnya terancam batal. Kondisi tersebut membuat MotoGP 2020 terancam hanya berlangsung selama beberapa seri namun dengan jadwal yang lebih padat.

“Bahkan pada tahun lalu dengan dua seri beruntun, Rossi terlihat lebih lelah di seri kedua. Bila ada tiga seri setiap bulan selama empat bulan, saya rasa itu akan berat.”

“Saya tak tahu bagaimana Rossi bakal menghadapi hal itu namun musim ini bakal jadi musim yang sangat menguras fisik,” kata Xaus.

Xaus menganggap pebalap-pebalap muda bakal lebih diuntungkan bila jadwal MotoGP 2020 berlangsung padat.
Rossi Disebut Bakal Kepayahan di MotoGP 2020

“Marquez adalah favorit bersama Quartararo. Vinales juga bakal tampil kuat. Menarik untuk melihat seorang pebalap bisa bangkit setelah tampil buruk di seri pekan sebelumnya. Marquez dan Quartararo selalu jadi pebalap yang bisa bangkit dengan cepat, mereka adalah yang terkuat,” tutur Xaus. (CNNINDONESIA)

Continue Reading

Sports

Olimpiade Ditunda, BWF Akan Bekukan Peringkat Dunia Badminton

Published

on

By

Olimpiade 2020 resmi ditunda karena pandemi virus corona, Federasi Badminton Dunia (BWF) berencana membekukan untuk sementara peringkat dunia badminton.

Pembekuan itu disebut sebagai bagian dari penundaan Olimpiade 2020. Badminton sendiri masuk dalam cabang olahraga yang akan dipertandingkan dan belum merampungkan fase kualifikasi karena teradang virus corona.

“Dalam waktu dekat ini, BWF mulai melihat kemungkinan pembekuan Ranking Dunia sampai turnamen dunia dimulai lagi,” demikian keterangan resmi di situs BWF.

Meski demikian, BWF belum bisa memaparkan secara detail teknis pembekuan peringkat dunia tersebut.

“Kami masih mencari solusi teknis untuk memastikan pembekuan dan pencabutan pembekuan peringkat dunia agar bisa adil bagi semua pemain dan kami akan umumkan dalam waktu singkat,” demikian tertulis dalam keterangan itu.

“Saat ini fokus kami adalah keprihatinan terhadap orang-orang yang terpengaruh akibat pandemi [virus corona]. Sejak awal, kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan para atlet, pelatih, ofisial, dan seluruh keluarga besar badminton menjadi prioritas utama.”

Sebelumnya pada Selasa (24/3), Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden IOC Thomas Bach disebut telah mencapai kesepakatan untuk menunda pelaksanaan Olimpiade selama satu tahun dan paling lambat digelar pertengahan tahun 2021.

Semula Olimpiade 2020 Tokyo dijadwalkan berlangsung 24 Juli hingga 9 Agustus mendatang. Sekitar 11.000 atlet dijadwalkan bertanding di Olimpiade kali ini.

BWF kemudian mendukung penuh keputusan menunda Olimpiade 2020 karena darurat pandemi corona.

“Hari ini kami menyampaikan solidaritas bersama Komite Olimpiade Internasional [IOC] dan Komite Paralimpiade Internasional [IPC] menyambut penundaan Olimpiade dan Paralimpiade 2020 di Tokyo.”

“BWF mendukung penuh keputusan yang dibuat Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden IOC Thomas Bach serta Komite Penyelenggara Olimpiade Tokyo [TOCOG] untuk menjadwal ulang event ini setelah 2020, namun tak lebih dari pertengahan 2021,” BWF menyatakan. (CNN/GPH)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending