Connect with us

Nasional

Subsidi Listrik Pelanggan 900 VA Akan Dicabut?

Published

on


Finroll.com – Plt Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, Sripeni Inten Cahyani mengatakan tetap menunggu keputusan pemerintah terkait rencana pencabutan subsidi listrik bagi pelanggan 900 VA.

Rencana pencabutan itu belum sempat disepakati dalam rapat bersama antara PLN dan Badan Anggaran DPR RI, beberapa hari lalu.

“Kami tunggu pemerintah ya, di Badan Anggaran memang sudah, tapi kan pemerintah yang menuangkan, tunggu ya, PLN hanya operator,” kata Sripeni saat ditemui usai usai mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi Energi DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 10 September 2019.

Ditemui di lokasi yang sama, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rida Mulyana, mengatakan, pemerintah dan DPR pada dasarnya ingin membuat subsidi listrik lebih tepat sasaran. Kendati demikian, Ia tidak memastikan kelanjutan dari pencabutan ini. “Saya bilang sekali lagi, kemarin itu (rapat Banggar) baru kesepakatan, bukan keputusan, keputusan itu kalau sudah jadi UU APBN,” kata dia.

Meski demikian pada 6 September 2019, Pemerintah dan Banggar telah menyetujui pemangkasan subsidi listrik sebesar Rp 7,4 triliun.

“Akibat penurunan asumsi ICP dan juga adanya penajaman sasaran penerima subsidi golongan 900 VA,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di kompleks gedung DPR, Jakarta, Jumat, 6 September 2019.

Sebelumnya pada dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN 2020) subsidi listrik dianggarkan sebesar Rp 62,2 triliun. Kini, angka itu disepakati berubah menjadi Rp 54,8 triliun.

Sehubungan dengan pemangkasan subsidi listrik tersebut, maka tarif listrik untuk daya terpasang 900 VA rumah tangga mampu (RTM) bakal dinaikkan mulai tahun depan. Dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sepakat untuk mencabut tarif listrik subsidi yang tercatat dinikmati 24,4 juta pelanggan kelas 900 VA tersebut.

Nasional

Jokowi Minta Aparat yang Tak Bisa Atasi Karhutla; Kata KSAD Semua Sudah Berusaha Maksimal

Published

on

By

Presiden Jokowi meminta pucuk pimpinan TNI dan Polri mencopot jajarannya yang tak bisa menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Bagaimana tanggapan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa?

Ditemui wartawan usai ziarah ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara Yogyakarta, Andika tak bisa berkomentar banyak. Ia hanya menyebut seluruh jajaran TNI di lokasi sedang bekerja keras untuk memadamkan api.

“Wah kalau itu (perihal sanksi kepada yang gagal memadamkan api) saya tidak tahu, tidak tahu. Tapi yang jelas semua sudah berusaha maksimal Mas. Semua di wilayah nggak ada yang tidak serius, semua berusaha keras,” katanya, Kamis (19/9/2019).

“Tapi memang api kan sudah terlanjur ya, sudah terlanjur meluas. Ya sekarang ini menurut saya fokusnya adalah bagaimana membuat api itu kemudian padam,” sambungnya.

Terlepas dari persoalan sanksi ke jajarannya, Andika menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas para pelaku pembakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan. Dalam penanganan Karhutla ini pihaknya bekerjasama dengan Polri.

“Memang salah satu tugas (aparat) bagaimana harus ada pelajaran bagi mereka yang memang kemudian terbukti membakar (hutan dan lahan) ya memang harus ada proses hukum. Itu (penindakan) pasti akan terus dilakukan Mas,” pungkas Andika.

Continue Reading

Nasional

Lathanud Perkasa “D” 2019 Tingkatkan Kesiapsiagaan Oprasional

Published

on

Finroll.com — Panglima Kohanudnas Marsekal Muda TNI Imran Baidirus, S.E. selaku Direktur Latihan Perkasa “D” secara resmi membuka Latihan Hanud Perkasa “D” tahun 2019 melalui video conference (vicon) di ruang Yudha Popunas Kohanudnas,Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (18/9).

Acara pembukaan Latihan Perkasa “D” ini dihadiri pejabat Makohanudnas seperti Kaskohanudnas Marsma TNI Arif Mustofa, M.M., para asisten, Staf Ahli dan pejabat Makohanudnas lainnya. Vicon diikuti oleh jajaran Kosekhanudnas I, II, III, IV dan unsur-unsur hanud lainnya yang terlibat latihan.

Dalam sambutanya Panglima Kohanudnas menyampaikan,”Latihan Perkasa “D” merupakan latihan hanud tingkat Kohanudnas untuk menghadapi ancaman nyata di wilayah tanggung jawab tiap Kosekhanudnas, melalui uji aplikasi, piranti lunak, serta kesiapan Kosekhanudnas dan jajarannya dalam menghadapi kontijensi guna mewujudkan Sistem Pertahanan Udara Nasional (Sishanudnas) yang handal.

Latihan Perkasa “D” dilaksanakan di wilayah Kosekhanudnas IV, dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan Kosekhanudnas IV beserta unsur operasional jajarannya dalam menghadapi kontinjensi di wilayahnya, sehingga secara riil akan tercapai kesiapan operasional berbagai unsur tersebut dalam pertahanan nasional di wilayah timur NKRI, dalam upaya pertahanan udara nasional serta mengantisipasi ancaman, tantangan, gangguan dan hambatan yang datang melalui wilayah udara,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan,”Melalui Latihan Perkasa D, akan dapat terwujud kemampuan perorangan maupun satuan di Kosekhanudnas IV dalam mengaplikasikan dan menerapkan doktrin-doktrin operasi dan angkatan terkait dalam rangka menyusun rencana operasi yang disiapkan berdasarkan analisa kontijensi yang diperkirakan akan terjadi,” jelas Pangkohanudnas.

Dalam Latihan Perkasa “D” TA. 2019 ini dilibatkan satu flight pesawat Tempur Sergap Su 27/30 dari Skadron Udara 11 Lanud Hasanuddin, pesawat F 28 dari Lanud Pattimura, Heli Penerbad dan Sar Paskhas Lanud Hasanuddin, Heli Penerbad dan Sar Paskhas dari Lanud Pattimura, Satrad 242 Tanjung Warari, Satrad 243 Timika, Satrad 244 merauke, Satrad 245 Saumlaki.

Keterangan gambar : Panglima Kohanudnas Marsekal Muda TNI Imran Baidirus, S.E. selaku Direktur Latihan Perkasa “D” saat membuka Latihan Hanud Perkasa “D” tahun 2019 melalui video conference di ruang Yudha Popunas Kohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (18/9) dengan seluruh jajaran Kosekhanudnas I, II, III, IV dan unsur-unsur Hanud yang terlibat latihan.(red)

Continue Reading

Nasional

Panglima TNI Ziarah ke Makam Soekarno

Published

on

Finroll.com — Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji S.E., M.M.,  dan Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, M.M. melaksanakan ziarah ke Makam Ir. Soekarno (Bung Karno) di Blitar, Jawa Timur, Rabu (18/9/2019).

Turut serta mendampingi Panglima TNI antara lain, Irjen TNI Letjen TNI M. Herindra, M.A., M.Sc., Pangkostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan, Dansesko TNI Marsdya TNI Trisno Hendradi, Danjen Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., para Asisten Panglima TNI dan Pejabat TNI lainnya.

Di makam Presiden RI pertama, Panglima TNI bersama Kepala Staf Angkatan dan rombongan  melakukan tabur bunga serta memanjatkan doa untuk Proklamator Indonesia semoga arwahnya ditempatkan yang sebaik-baiknya.

Selanjutnya di hadapan awak media, Panglima TNI menjelaskan bahwa kegiatan ziarah merupakan tradisi TNI dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI yang selalu diperingati setiap tanggal 5 Oktober.

“Usai ziarah ke makam Proklamator, kita akan ziarah ke makam K.H. Abdulrahman Wahid (Gus dur), dan besok tanggal 19 September 2019 akan ke makam H. Muhammad Soeharto serta ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman,” jelas Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Ikut serta dalam ziarah tersebut, Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto, Ketua Umum Jalasenastri Ny. Manik Siwi Sukma Adji, Ketua Umum PIA Ardhya Garini Ny. Ayu Yuyu Sutisna, dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad Ny. Tari Besar Harto Karyawan.(red)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending