Connect with us

Keuangan

Sudah 6 Hari Rupiah Melemah di Kurs Tengah BI

Published

on


Dolar AS

Finroll.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Bahkan pelemahan hari ini merupakan yang keenam secara berturut-turut

Pada hari Kamis (16/5/2019), kurs tengah BI, atau kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) berada di posisi Rp 14.458. Rupiah melemah 10 poin atau 0,07% dibanding posisi perdagangan Rabu (15/5/2019) kemarin.

Sementara di pasar spot pukul 10:30 WIB, US$ 1 setara dengan Rp 14.445 atau menguat 10 poin atau 0.07%. Namun penguatan rupiah masih rentan karena pergerakan hari ini masih fluktuatif.

Akan tetapi, sebagian besar mata uang utama Benua Kuning memang sedang melemah hari ini. Tercatat hanya rupee India, baht Thailand, ringgit Malaysia, dan yen Jepang saja yang berhasil menguat terhadap dolar hari ini.

Artinya investor memang sedang cenderung tak bergairah untuk masuk ke pasar keuangan negara berkembang. Setidaknya untuk hari ini.

Sejumlah sentimen negatif yang datang dari luar negeri sedikit banyak mendorong investor untuk memasang mode main aman.

Kemarin (15/5/2019), penjualan barang-barang ritel Amerika Serikat (AS) periode April 2019 diumumkan terkontraksi 0,2% dibanding bulan sebelumnya. Padahal konsensus yang dihimpun Reuters memprediksi adanya kenaikan hingga 0,2%.

Sebelumnya, China juga mengumumkan hal yang serupa. Penjualan barang-barang ritel di Negeri Tirai Bambu periode April 2019 hanya tumbuh sebesar 7,2% YoY. Lebih rendah ketimbang prediksi konsensus yang sebesar 8,6% YoY.

Artinya permintaan barang barang ritel di dua negara raksasa ekonomi dunia tersebut sedang lesu. Tentu saja bukan berita baik untuk pasar, karena mengindikasikan perlambatan ekonomi global belum sirna.

Disamping itu, potensi eskalasi perang dagang juga masih membuat investor enggan mengambil risiko di pasar keuangan negara berkembang.

Setelah AS mengumumkan kenaikan tarif untuk produk China senilai US$ 200 miliar pekan lalu, kini ancaman tarif muncul kembali untuk barang-barang lain. Kantor Perwakilan Dagang AS dikabarkan telah mengajukan proposal untuk memberlakukan tarif impor sebesar 25% terhadap produk China lain senilai US$ 300 miliar. Sebelumnya pada produk-produk tersebut tidak ada bea masuk, yang artinya aman dari kemelut perang dagang.

Sebenarnya rencana tersebut sudah pernah tercetus dari Presiden AS, Donald Trump pada hari Jumat pekan lalu. Tapi dengan adanya proposal ini, menandakan bahwa rencana Trump bukan sekedar gertak sambal.

Setelah ini akan ada jajak pendapat pada tanggal 17 Juni yang akan diikuti oleh proses diskusi selama setidaknya satu minggu. Produk-produk yang berencana dikenakan tarif meliputi telepon genggam, komputer, pakaian, dan sepatu.

Ini artinya, tensi perang dagang masih bisa meningkat. Bila tarif baru dikenakan untuk produk-produk yang sebelumnya aman-aman saja, tentu saja China akan bereaksi.

Advertisement

Keuangan

Sentimen Positif Brexit Kerek Rupiah ke Rp14.144 per Dolar AS

Published

on

By

Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.144 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Jumat (18/10) pagi. Posisi tersebut menguat 0,08 persen dibandingkan Kamis (17/10) kemarin, Rp 14.155 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Tercatat, won Korea menguat 0,57 persen, rupee India 0,38 persen, yuan China 0,22 persen, dolar Hong Kong 0,02 persen, baht Thailand 0,05 persen, dolar Singapura 0,01 persen, dan lira Turki 0,19 persen.

Sementara itu, kurs ringgit Malaysia dan yen Jepang masing-masing terpantau melemah 0,06 dan 0,01 persen terhadap dolar AS.

Sementara, nilai tukar peso Filipina terpantau stagnan.

Di negara maju, pergerakan mata uang juga terpantau bervariasi terhadap dolar AS. Penguatan terjadi pada dolar Australia sebesar 0,14 persen dan euro 0,02 persen. Namun, poundsterling Inggris melemah 0,22 persen.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan penguatan rupiah disebabkan sentimen positif dari potensi terjadinya kesepakatan Brexit antara Inggris dan Irlandia.

“Ada potensi rupiah menguat lagi karena sentimen positif dari potensi tercapainya kesepakatan Brexit,” kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (18/10).

Selain itu, lanjut Ariston, penguatan rupiah juga dipengaruhi potensi pemangkasan suku bunga acuan AS akibat melemahnya data penjualan ritel AS pada bulan September, yang dirilis Rabu (16/10) lalu.

“Data indeks manufaktur AS bulan Oktober yang di bawah ekspektasi yang dirilis tadi malam juga menjadi penopang penguatan rupiah,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.100 sampai dengan Rp14.190 per dolar AS pada akhir pekan ini.

Continue Reading

Keuangan

Pemerintah Yakin Ekonomi RI Masih Bertahan Meski IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Global

Published

on

Finroll.com — Ekonomi Indonesia masih bertahan meski Dana Moneter Internasional (IMF) kembali merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia yang turun 0,2 persen menjadi 3 persen, jelas Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman.

Luky mengatakan, “Indonesia negara besar dengan populasi 260 juta dan pertumbuhan masyarakat pendapatan menengah bertumbuh serta menikmati bonus demografi,” katanya saat hadir dalam diskusi Trade Expo di Tangerang, Banten, Rabu (16/10/2019).

Luky menyebutkan, Kepada para pembeli dan penjual mancanegara dalam eksibisi itu, salah satu sumber pertumbuhan ekonomi terbesar Indonesia berasal dari konsumsi.

Menurut Luky, sektor konsumsi berkontribusi sebesar 56 persen kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menjadi peluang besar bagi perdagangan.

Sedangkan dilihat dari sektor, lanjut Luky manufaktur menduduki posisi pertama diikuti pertanian dan ketiga, sektor perdagangan berkontribusi terhadap produk domestik bruto.

Sementara dalam hal pertumbuhan ekonomi dalam tataran global, lanjut dia, Indonesia menduduki posisi ketiga setelah China dan India dalam grup negara-negara G-20.

“Jika kami bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi sekitar 5-6 persen setiap tahun, maka tahun 2050 Indonesia bisa menjadi kekuatan ekonomi nomor empat dunia karena ekonomi kami masih solid,” katanya.

Lebih lanjut Luky menambahkan Lembaga pemeringkat global, Standard and Poors (S&P), beberapa waktu lalu menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi BBB dari minus BBB.

Dengan rating positif itu, membuat Indonesia semakin menjadi negara yang layak untuk investasi.

Luky mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2010 sempat di atas 6 persen namun turun menjadi 4,9 persen tahun 2015 karena saat itu Indonesia banyak bertumpu pada perdagangan komoditas yang sempat anjlok harganya.

Kemudian, lanjut Luky, ekonomi Indonesia mengalami perbaikan tahun 2016-2017 setelah pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla fokus pada strategi pembangunan infrastruktur uang menstimulus pertumbuhan ekonomi.

“Perlahan tapi meyakinkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu (2018) mencapai 5,2 persen,” katanya.(Antara)

Continue Reading

Business

Cashwagon Kerjasama OJK dan UNDIP Seminar Keuangan Digital, Fintech Talks in Campus

Published

on

Finroll.com — PT Kas Wagon Indonesia (Cashwagon) kerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Himpunan Mahasiswa Departemen Manajemen Universitas Diponegoro gelar Seminar Keuangan Digital, Fintech Talks in Campus bertajuk “Financial Technology and Digital Transformation In the Financial Industry What’s Good for Society?”. Hal ini dilakukan untuk berkontribusi pada inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Bertempat di Lab Kewirausahaan, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, Semarang Selasa (15/10/2019).

CEO Cashwagon Indonesia, Asri Anjarsari menjelaskan, seminar Keuangan Digital Fintech Talks in Campus ini bertujuan untuk, membahas seputar Financial Technology beserta manfaatnya, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Selain itu, acara ini juuga untuk mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya mahasiswa UNDIP tentang Financial Technology dan memberikan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Asri.

Acara seperti ini sangat berhubungan erat dengan misi Cashwagon, yakni, berkontribusi pada inklusi keuangan masyarakat Indonesia. “Saya pikir ini adalah momen yang baik bagi kita untuk secara langsung berkontribusi dalam memperkenalkan financial technology (fintech) kepada masyarakat luas untuk pencapaian inklusi keuangan,” tambahnya.

Lebih lanjut Asri Menjelaskan, PT. Kas Wagon Indonesia (Cashwagon) adalah perusahaan Fintech yang mengoperasikan platform P2P online yang menghubungkan peminjam dengan pemberi pinjaman.

“P2P adalah layanan yang diberikan kepada pelanggan untuk memfasilitasi kebutuhan keuangan mereka. Dengan inovasi dan terobosan baru yang terus dilakukan oleh perusahaan fintech pinjaman peer to peer, terutama Cashwagon, saya berharap nantinya platform peer to peer lending dapat meluncurkan berbagai inovasi sehingga dapat menjadi unicorn di masa depan,” jelasnya.

Sesuai dengan misi perusahaan, Cashwagon selalu berupaya memberikan layanan terbaik bagi pelanggan. “Kami ingin semua warga negara Indonesia mendapatkan pelayanan di jasa keuangan, siapapun orangnya tanpa ada perbedaan. Hal ini juga pastinya akan berdampak pada makro ekonomi,” ujar Asri.

Beberapa bentuk perhatian Cashwagon untuk pelanggan adalah selalu memastikan keamanan dan privasi data pribadi, mitigasi risiko dunia maya, dan penanganan keluhan pelanggan.

Saat ini, Cashwagon telah memperoleh beberapa sertifikasi berkenaan dengan hal-hal ini, seperti sertifikasi ISO 27001: 2013 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi dari British Standard Institution (BSI), serta sertifikasi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia terkait dengan Teknis Indeks Keamanan Informasi.

“Cashwagon selalu bekerja dengan mengikuti aturan dan kode etik Asosiasi Fintech serta dengan mengikuti persyaratan sertifikasi untuk keamanan dan kenyamanan pelanggan kami,” pungkas Asri.(red)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending