Connect with us

Sepakbola

Sudah Juara Liga 1 2019 Bersama Bali United, Teco Masih Singgung Persija dan Persebaya

Published

on


Para pemain dan ofisial Bali United melakukan selebrasi dadakan setelah menang 2-0 atas Semen Padang di laga pekan ke-30 Shopee Liga 1 2019 yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin (2/12/2019). Bali United memastikan diri menjadi juara Shopee Liga 1 2019. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Finroll.com, Jakarta – Stefano Cugurra Teco dikenal sebagai pelatih yang menghormati lawan-lawannya, termasuk mantan tim yang pernah ditanganinya. Saat sudah menjadi juara bersama Bali United di Shopee Liga 1 2019 pun, pelatih asal Brasil itu masih menyinggung Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya, dua klub yang pernah disinggahinya.

Ketika ditanyai wartawan pada konferensi pertandingan setelah Bali United mengalahkan Semen Padang 2-0 di Stadion H. Agus Salim, Senin (2/12/2019), Teco mengungkapkan resep keberhasilan menyabet dua trofi Liga 1 secara beruntun.

BACA JUGA : 

Menurutnya, menjaga kepercayaan antarelemen tim adalah wajib hukumnya.

Kemenangan atas Semen Padang sekaligus membuat Bali United berpesta juara Liga 1 2019, walau kompetisi masih menyisakan empat pertandingan.

“Seperti yang saya bilang sebelum-sebelumnya, ini semua tergantung pemain. Pemain yang percaya ke pelatih. Percaya dengan sistem saya. Lalu, pemain bekerja keras di latihan, dilanjutkan ke pertandingan,” kata Teco.

“Saya pikir, sistem seperti yang saya punya ini sangat bagus di Persija. Saya tahu Persija klub besar dan sudah lama menunggu untuk meraih juara.”

“Di sana, kami bekerja keras dengan pemain untuk menjadi juara. Setelah saya keluar dari Persija, manajemen Bali United mematok target lima besar. Tapi, kami bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Semua pemain ingin juara,” imbuh pelatih berusia 45 tahun itu.

Mengenang Persebaya

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, saat melawan Semen Padang pada laga Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot, Jawa Barat, Senin (11/3). Bali United menang 2-1 atas Semen Padang. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Keberhasilan menorehkan tinta emas di Bali United tidak membuat Teco lupa diri. Pelatih yang lama berkarier di Thailand ini tidak pernah melupakan kenangan di Persebaya Surabaya, klub Indonesia pertama yang memercayai kualitasnya.

Teco adalah pelatih fisik Persebaya ketika menjadi juara Divisi Utama Liga Indonesia 2004 yang ketika itu dinakhodai Jacksen Tiago.

“Tapi jangan lupa, kalau karier saya di Indonesia itu ada di Persebaya. Tim yang benar-benar membuka pintu kepada saya. Lalu di sana saya juga bisa meraih tiga gelar, meski saya bukan pelatih kepala di sana. Saya sebagai pelatih fisik. Tapi, saya belajar banyak waktu bekerja di klub sebesar Persebaya,” imbuh pelatih kelahiran 25 Juli 1974 tersebut.(bola.com)

Advertisement

Sepakbola

Hasil Liga Champions: Atalanta Hancurkan Valencia

Published

on

By

Atalanta berhasil menaklukkan Valencia dengan skor telak 4-1 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Milan, Rabu (19/2). Atalanta berhasil memimpin 1-0 saat pertandingan baru berjalan 16 menit. Gol Atalanta dipersembahkan oleh gelandang mereka, Hans Hateboer.

FINROLL.COM — Hateboer sukses menggetarkan gawang Valencia usai menerima umpan dari Alejandro Gomez yang mengarah tepat pada dirinya di depan gawang.

Setelah gol tersebut, kepercayaan diri Atalanta makin meningkat. Mereka terus menekan Valencia yang tengah dilanda krisis pemain. Atalanta terus menekan Valencia sedangkan tim asal Spanyol itu belum mampu melepaskan tembakan ke gawang.

Tiga menit jelang babak pertama bubar, Josip Ilicic menggandakan keunggulan Atalanta. Menerima sodoran bola dari Mario Pasalic, Ilicic melepaskan tendangan keras kaki kanan. Bola sudah bisa ditepis kiper Valencia, Jaume tetapi tetap meluncur deras ke dalam gawang.
Hasil Liga Champions: Atalanta Hancurkan ValenciaAtalanta tampil gemilang di leg pertama 16 besar Liga Champions. (AP Photo/Antonio Calanni)

Unggul 2-0 di babak pertama membuat Atalanta makin percaya diri. Terbukti, Atalanta mampu mendapatkan dua gol tambahan di 20 menit pertama babak kedua. Gol ketiga Atalanta dipersembahkan oleh Remo Freuler.

Gol Freuler tercipta dengan indah. Freuler melepaskan tendangan ke arah tiang jauh yang membuat Jaume tak berdaya dan tak mampu bereaksi. Hatebour kemudian kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-63.

Hateboer lepas dari kawalan lini belakang Valencia dan berlari di sisi kiri pertahanan Valencia. Hatebour lalu melepaskan tendangan keras yang menggetarkan gawang Valencia.

Tiga menit berselang, kesalahan lini belakang Atalanta dalam mengoper bola membuat Denis Cherysev mendapat bola. Pemain yang baru masuk di babak kedua itu kemudian melepaskan tendangan dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung Pierluigi Gollini.

Setelah momen tersebut, kedua tim masih bertekad untuk mencari gol tambahan sebagai bekal menghadapi leg kedua. Namun skor 4-1 untuk Atalanta bertahan hingga akhir pertandingan.

Susunan Pemain

Atalanta (3-4-1-2)

Pierluigi Gollini; Rafael Toloi, Mattia Caldara (Duvan Zapata 75), Jose Luis Palomino; Hans Hateboer, Marten de Roon, Remo Freuler, Robin Gosens; Mario Pasalic; Josip Ilicic, Alejandro Gomez (Ruslan Malinovsky 81)

Valencia (4-4-2)

Jaume; Daniel Wass, Mouchtar Diakhaby, Eliaquim Mangala, Jose Gaya; Ferran Torres, Daniel Parejo, Geoffrey Kondogbia, Carlos Soler; Gonaclo Guedes (Denis Cheryshev 64), Maximilliano Gomez (Kevin Gameiro 73) (CNN INDONESIA)

Continue Reading

Sepakbola

Fakta Menarik Kemenangan Atletico Madrid atas Liverpool di Liga Champions

Published

on

By

Bek Atletico Madrid, Sime Vrsaljko, berebut bola dengan gelandang Liverpool, Roberto Firmino, pada leg pertama 16 besar Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Rabu (19/2) dini hari WIB. Atletico menang 1-0 atas Liverpool. (AFP/Javier Soranio)

Finroll.com, Jakarta –Atletico Madrid membuktikan diri mampu menghentikan tren positif Liverpool. Namun, tentu saja kedua tim tidak bertemu di Premier League, melainkan di leg pertama 16 besar Liga Champions yang digelar di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Rabu (19/2/2020) dini hari WIB.

Atletico Madrid berhasil menang 1-0 atas Liverpool dalam pertandingan tersebut. Tim asuhan Diego Simeone itu menang berkat gol tunggal Saul Niguez yang dicetak saat laga baru berjalan empat menit.

Kekalahan Liverpool ini tak lepas dari permainan bertahan penuh yang diterapkan oleh Atletico Madrid setelah meraih keunggulan cepat. Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino tampak frustrasi untuk bisa mencetak gol tandang dalam pertandingan ini.

Tentu saja ini menjadi modal yang bagus bagi Atletico Madrid yang akan menantang The Reds di Anfield pada 11 Maret mendatang. Tapi, keunggulan satu gol tak akan membuat Atletico Madrid begitu mudah mengamankan tempat di perempat final Liga Champions.

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, bahkan sudah berjanji akan mempersiapkan tim yang lebih baik untuk memberikan pembalasan kepada Atletico Madrid di Anfield tiga pekan ke depan.

Berikut ini sejumlah fakta menarik yang terjadi dalam pertandingan 16 besar Liga Champions antara Atletico Madrid dan Liverpool.

Fakta Menarik

Bek Atletico Madrid, Santiago Arias menggiring bola saat bertanding melawan Liverpool pada pertandingan leg pertama babak 16 Liga Champions di stadion Wanda Metropolitano di Madrid, Spanyol, Selasa (18/2/2020). Atletico Madrid menang tipis atas Liverpool 1-0. (AP Photo/Manu Fernandez)

  1. Sejak musim lalu, Liverpool sudah kalah sebanyak enam kali dalam 10 laga tandang di Liga Champions. Tidak ada tim yang menelan kekalahan lebih banyak dalam partai tandang saat ini, di mana Liverpool menyamai torehan Red Star Belgrade.
  2. Jurgen Klopp selalu gagal meraih kemenangan dalam tujuh partai tandang terakhirnya melawan tim Spanyol di Liga Champions, termasuk tiga di antaranya saat sudah bersama Liverpool.
  3. Atletico Madrid berhasil memenangi 12 dari 13 laga kandangnya di semua kompetisi besar Eropa. Tim Spanyol itu juga mencatat 11 cleansheet dalam rentetan hasil positif tersebut.
  4. Dua dari tiga kekalahan Liverpool di semua kompetisi musim ini berasal dari Liga Champions, juga kalah 0-2 dari Napoli pada September 2019.
  5. Gol pembuka untuk Atletico Madrid merupakan gol tercepat yang pernah bersarang di gawang Liverpool dalam ajang Liga Champions sejak Gabriel Jesus melakukannya pada menit kedua untuk Manchester City pada April 2018.
  6. Saul Niguez menjadi pemain kedua yang berhasil mencatatkan 10 gol di Liga Champions untuk Atletico Madrid, setelah Antoine Griezmann yang sudah mencetak 21 gol saat masih berseragam Atleti.
  7. Sejak awal musim 2013-2014, kiper Atletico Madird, Jan Oblak, berhasil mencatatkan 26 cleansheet dalam 49 penampilan di Liga Champions. Tak ada kiper yang memiliki torehan lebih banyak dalam kurun waktu ini, di mana ia menyamai Marc-Andre ter Stegen yang telah mencetak 26 cleansheet dalam 57 pertandingan.

Pemain Terbaik

Gelandang Atletico Madrid, Saul Niguez berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Liverpool pada pertandingan leg pertama babak 16 Liga Champions di stadion Wanda Metropolitano di Madrid, Spanyol, Selasa (18/2/2020). Atletico Madrid menang tipis atas Liverpool 1-0. (AP Photo/Bernat Armangue)

Saul Niguez layak menjadi pemain terbaik dalam pertandingan antara Atletico Madrid dan Liverpool di leg pertama 16 besar Liga Champions itu. Bukan hanya gol penentu kemenangan yang dicetaknya, tapi Saul memang berkontribusi besar dalam kemenangan itu.

Saul tercatat sampai lima kali melakukan dribel dengan sukses, menjadi yang terbanyak di antara pemain lain yang ada dalam laga itu.

Tidak hanya itu, pemain berusia 25 tahun itu juga tampil baik saat membantu timnya menjalankan strategi bertahan, di mana ia tiga kali menang duel udara dan dua tekelnya bersihu menjadi yang kelima

Gol ke gawang Liverpool itu menjadi gol kelima Saul Niguez di fase knockout Liga Champions. Dalam edisi-edisi sebelumnya, Saul juga pernah mencetak gol di fase 16 besar, perempat final, dan juga semifinal.(bola.com)

Sumber: BBC Sport

Disadur dari: Bola.net (Yaumil Azis/Ari Prayoga, published 19/2/2020)

Continue Reading

Sepakbola

Mantan Bek Manchester United Nyaris Baku Hantam dengan Ibrahimovic

Published

on

By

Mantan bek MU, Marcos Rojo (AFP/Paul Ellis)

Finroll.com, Jakarta – Mantan bek Manchester United, Marcos Rojo, mengaku pernah hampir terlibat pertengkaran sengit dengan Zlatan Ibrahimovic. Menurut Rojo, peristiwa itu bahkan hanya masalah sepele.

Rojo dan Ibrahimovic merupakan rekan setim di Manchester United pada 2016-2018. Rojo, yang kini membela klub Argentina Estudiantes, dan Ibrahimovic, yang kini kembali berseragam AC Milan, turut andil membawa Setan Merah menjuarai Community Shield, Piala Liga dan Liga Europa.

Namun, kedua pemain itu pernah bersitegang akibat perselisihan di lapangan latihan. Hasilnya manajer MU saat itu, Jose Mourinho, harus turun tangan.

“Ibrahimovic memiliki karakter yang kuat, Ezequiel Lavezzi telah memperingatkan saya. Saya tahu dia ingin kami memberinya bola sepanjang waktu, tetapi selama fase pertandingan saya melihatnya memintanya dan saya tidak memberikan kepadanya. Saya memberikannya kepada Paul Pogba,” kata Rojo kepada Cielo Sports.

“Kemudian dia mulai meneriaki saya, mengangkat tangannya, dan mengatakan banyak hal dalam bahasa Spanyol dan Inggris. Saya berkata kepadanya, ‘Apa yang terjadi denganmu, hidung besar? Tutup mulutmu’. Saya tahu bahwa jika dia menangkap saya, dia akan membunuh saya sehingga satu-satunya hal yang harus saya lakukan adalah menghadapinya di ruang ganti Manchester United,” imbuh Rojo.

Mourinho Turun Tangan

Rojo mengatakan adu mulut antara dia dan Ibrahimovich di ruang ganti membuat Mourinho sampai turun tangan.

“Ketika Ibrahimovic memasuki ruang ganti, saya langsung menyuruhnya untuk menutup mulutnya dan berhenti berteriak. Kami mulai saling menghina, dan semua rekan tim mengawasi kami. Mourinho kemudian berusaha menenangkan kami,” Rojo menambahkan.

Kontrak Rojo

Rojo sendiri masih memiliki kontrak di MU hingga 2021. Jadi, meski kini sedang dipinjamkan ke Estudiantes, ia masih punya kemungkinan kembali Old Trafford di akhir musim nanti.

Sumber: Cielo Sports

Disadur dari: Liputan6.com (Penulis Jonatan Pandhapotan Purba/Editor Thomas, published: 19/2/2020)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending