Connect with us

Sepakbola

Suporter Juventus Minta Cristiano Ronaldo Membuat Maurizio Sarri Dipecat

Published

on


Cristiano Ronaldo dan Maurizio Sarri. (AFP Photo/Kirill Kudryavtsev)

Finroll.com, Jakarta – Suporter Juventus mulai tidak percaya dengan kemampuan Maurizio Sarri untuk menangani klub tersebut. Hal itu mereka ungkapkan setelah Juventus kalah dari Lazio dengan skor 1-3.

Juventus gagal ke puncak klasemen Serie A setelah kalah dari Lazio. Padahal, Inter Milan meraih hasil imbang ketika berhadapan dengan AS Roma.

Hal itu membuat suporter Juventus murka. Mereka meminta bantuan Cristiano Ronaldo untuk membuat Sarri dipecat.

Hal itu dikarenakan hubungan Sarri dan Ronaldo merenggang setelah pemain asal Portugal itu menilai strategi Sarri tak cocok dengan gaya permainannya. Sejak Juventus ditangani Sarri, Ronaldo tak tampil produktif.

“Sarri tak bisa mengeluarkan seluruh kekuatan Ronaldo. Lebih baik ia dipecat,” ujar seorang suporter.

“Sarri tak pantas mendapatkan Ronaldo. Lebih baik Juventus memecatnya dan mendatangkan Mauricio Pochettino,” timpal suporter lainnya.

Sejauh musim 2019-20 bergulir, Cristiano Ronaldo baru mencetak delapan gol dari 18 penampilan untuk Juventus.

Pembelaan Maurizio Sarri

Maurizio Sarri masih belum puas dengan performa Juventus. (International Champions Cup/Thananuwat Srirasant)

Maurizio Sarri tak tinggal diam dengan gugatan suporter Juventus. Ia memberikan pembelaannya. Menurutnya, kehadiran Ronaldo memunculkan masalah di skuat Juventus.

“Memainkan Ronaldo, Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala bukanlah ide yang baik,” ujar Sarri.

“Saya tak bisa menyalahkan Dybala karena bermain terlalu ke dalam, lalu pada saat yang sama, Ronaldo justru bermain melebar.”

“Hal itu tak mendukung taktik yang saya gunakan,” ungkap Sarri.(bola.com)

Sumber: Daily Star

Sepakbola

Liga Champion : Real Madrid vs Manchester City (1-2)

Published

on

By

Featured Video Play Icon
Continue Reading

Sepakbola

Zinedine Zidane Ragu Eden Hazard Bisa Merumput Lagi Musim Ini

Published

on

By

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, dan Eden Hazard. (AFP/Jose Jordan)

Finroll.com, Jakarta – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane tak yakin apakah Eden Hazard bisa menuntaskan musim ini atau tidak. Akan tetapi, ia menegaskan bahwa gelandang serang itu mendapatkan penanganan cedera yang baik oleh tim medis klub.

Real Madrid mengumumkan Eden Hazard mengalami patah tulang fibula di kaki kanannya. Cedera tersebut didapatnya ketika tampil membela Los Blancos menghadapi Levante.

Selepas pertandingan, Hazard menjalani pemeriksaan di pusat medis Real Madrid. Hasilnya, eks pemain Chelsea itu mengalami patah tulang di engkel kanannya.

“Setelah dilakukan pemeriksaan hari ini kepada pemain kami Eden Hazard oleh Layanan Medis Real Madrid, yang bersangkutan didiagnosis mengalami cedera distal fibula fracture di engkel bagian kanan. Pengamatan terus dilakukan,” bunyi pernyataan resmi El Real.

Cedera tersebut membuat Eden Hazard lagi-lagi harus absen membela Real Madrid. Padahal, dia baru saja pulih dari cedera patah tulang pergelangan kaki dan menepi selama 64 hari.

Pada sesi konferensi pers jelang laga antara Madrid kontra Manchester City, Zidane mengaku tidak tahu apakah Hazard bisa menuntaskan musim ini atau tidak.

“Saya tidak bisa mengatakannya. Saya tidak tahu sampai Hazard melalui operasi, yang jelas dia tidak bahagia,” kata Zidane.

“Dia absen selama tiga bulan, lalu bermain dua pertandingan, kemudian mendapatkan cedera lagi. Tentu ini situasi yang sulit buat dia, dan harus saya katakan, saya sendiri tidak tahu apakah dia bisa bermain sebelum musim ini berakhir,” kata Zidane lagi.

Dalam Penanganan Terbaik

Eden Hazard kembali membela Real Madrid setelah absen karena cedera. Ia tampil dalam laga kontra Celta Vigo di Santiago Bernabeu, Senin (17/2/2020). (AFC/Pierre-Philippe Marcou)

Meski terkesan pesimistis, Zidane tetap berharap Hazard bisa lekas sembuh. Ia mengklaim saat ini gelandang berusia 29 tahun itu dalam penanganan tim medis terbaik bersama Real Madrid.

“Saya hanya bisa berharap dia bisa segera pulih. Tim medis sedang berupaya sebaik mungkin, dia dalam penanganan terbaik. Itu yang dia inginkan. Ini situasi yang sulit buat dirinya,” ujar Zidane.

“Tak akan mudah buat Hazard. Dia selalu berusaha membantu tim ini, dan kami semua mendoakannya. Mengetahui dia tidak bisa bermain adalah sesuatu yang tidak bagus, buat saya, buat tim, buat dirinya sendiri,” ujar Zidane memungkasi.

Sumber: Goal International

(bola.com)

Continue Reading

Sepakbola

Petuah Jurgen Klopp di Ruang Ganti Selamatkan Liverpool dari Kekalahan Saat Meladeni West Ham

Published

on

By

Finroll.com, Jakarta  – Sempat tertinggal, Liverpool akhirnya sukses keluar sebagai pemenang dalam laga kontra West Ham yang digelar di Anfield pada Selasa (25/2/2020) dini hari WIB. Dan sang pelatih, Jurgen Klopp, memiliki andil besar dalam kesuksesan tersebut.

Pertandingan pekan ke-27 Premier League itu berlangsung dengan sengit. Liverpool yang bertindak selaku tuan rumah pada saat itu langsung mencetak gol melalui aksi Georginio Wijnaldum pada menit ke-9.

Sayang keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Mereka kebobolan gol Issa Diop tiga menit setelahnya. Dan setelah jeda, West Ham kembali mencetak gol melalui aksi Pablo Fornals dan membuat skor berubah jadi 2-1.

Untungnya Liverpool punya Mohamed Salah dan Sadio Mane. Kedua penyerang tersebut mencetak gol masing-masing pada menit ke-68 dan 81 hingga membuat skor berubah jadi 3-2.

Saat kedudukan masih imbang, Klopp sempat menggelar diskusi dengan para pemainnya guna mencari cara untuk mengatasi permainan West Ham. Terutama dalam hal penguasaan bola.

“West Ham tahu cara agar bisa bertahan di permainan, bola kedua dan bola mati, keduanya tak begitu bagus (dari kami) pada malam ini,” ujar Klopp dikutip dari Liverpool Echo.

Mengubah Formasi Secara Darurat

Pemain Liverpool merayakan gol yang dicetak oleh Georginio Wijnaldum ke gawang West Ham United pada laga Premier League di Stadion Anfield, Inggris, Selasa (25/2/2020). Liverpool menang dengan skor 3-2. (AP/Jon Super)

Kehilangan bola pertama masih mungkin karena (Michail) Antonio dan setelahnya (Sebastian) Haller terlalu bagus, anda tidak bisa memenangkan bola sama sekali,” lanjutnya.

“Tapi bola kedua, kami harus lebih baik. Formasinya tidak begitu bagus. Kami menunjukkannya kepada anak-anak di babak kedua. West Ham sangat bagus dalam eksekusi bola mati, kami tidak begitu jelas dalam situasi itu. Begitulah cara mereka mencetak gol pertama,” tambahnya.

Klopp berkata, kalau timnya mengalami masalah lain yakni penyelesaian akhir. Itu memaksa dirinya untuk mengubah formasi agar bisa mendapatkan gol kedua dan ketiga.

“Kami mencoba untuk mengubahnya di jeda babak pertama dengan formasi yang berbeda. Kami menunjukkannya ke mereka dua situasi sepak bola yang sangat bagus, di mana kami berada dan di sekitar bola dan melakukan apa yang seharusnya, bermain mudah dan cepat,” pungkasnya.

Pada akhirnya, Liverpool menang. Ini adalah kemenangan ke-26 Liverpool pada musim ini. Mereka hanya butuh empat kemenangan lagi untuk mengunci gelar Premier League di musim ini.

 

Sumber asli: Liverpool Echo

(bola.com)

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending