Connect with us

Investasi

Tahun Ini, Target Penjualan Emas ANTM Mencapai Hingga 32 Ton

Published

on


Finroll.com — Sepanjang tahun 2019, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sedang berupaya keras mencapai target penjualan emas hingga 32 ton.

Tahun ini, ANTM mematok target produksi emas sama dengan tahun lalu, yakni sebesar 2 ton. Sementara target penjualan emas ANTM mencapai 32 ton, menanjak 23% dari realisasi tahun lalu seberat 26 ton.

Arie Prabowo Ariotedjo, selaku Direktur Utama ATNM mengatakan, ada beberapa strategi untuk mencapai target tersebut. Salah satunya adalah menggenjot penjualan emas melalui reseller.

“Kami juga secara berkelanjutan mendekatkan produk Logam Mulia (LM) kepada pelanggan melalui aktivitas  open booth  di lokasi strategis,” jelas Arie seperti dikutip Kontan, Senin (29/7/2019).

ANTM mencatatkan pada kuartal pertama tahun ini, penjualan dari unit logam mulia mencapai 6,3 ton. Sementara penjualan ekspor dari tambang emas Pongkor sebesar 350 kilogram (kg) atau meningkat 17% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Segmen emas secara total masih berkontribusi paling besar terhadap pendapatan ANTM yang juga anggota indeks Kompas 100 ini. Pada kuartal I-2019, produk emas membukukan penjualan Rp 3,94 triliun atau 63% terhadap total penjualan ANTM.

Meski demikian, manajemen  ATNM menyadari saat ini cadangan emas di tambang Pongkor, Bogor, Jawa Barat, semakin menipis. Oleh karena itu,  ANTM berupaya menambah cadangan emas.

Hingga akhir tahun lalu, cadangan logam emas ATNM setara 19 ton logam emas dan sumberdaya setara 42 ton emas. Jadi, selain rajin mengeksplorasi wilayah yang mereka miliki, ANTM juga membuka peluang untuk mengakuisisi tambang emas lain.

“Akuisisi tambang emas memang menjadi salah satu opsi kami, selain kegiatan eksplorasi. Namun, saat ini rencana akuisisi tersebut masih dalam tahap  desk study ,” ungkap Arie.

Sebagai catatan, berdasarkan data seperti dikutip Bisnis, ANTM mengalokasikan belanja modal senilai Rp3,4 triliun pada 2019, meningkat sedikit dari anggaran 2018 sebesar Rp3,3 triliun.

Dalam jangka panjang perseroan juga menyiapkan tiga proyek penghiliran dengan nilai investasi US$2,2 miliar. Hal ini bertujuan menunjang strategi bisnis ATNM yang tidak lagi menjual bijih mineral pada awal 2022.

Perinciannya ialah proyek nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat senilai US$1 miliar, proyek Nickel Pig Iron (NPI) Blast Furnace di Halmahera Timur dengan investasi US$350 juta, dan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, senilai US$850 juta.(red)

Advertisement

Investasi

Wow, Amazon Mau Investasi di Gojek?

Published

on

By

Finroll.com – Gojek tengah berada di atas angin. Pasalnya, raksasa toko online Amazon sedang berada dalam tahap awal untuk membeli sebagian saham perusahaan milik Nadiem Makarim tersebut.

Langkah Amazon berinvestasi di startup sebenarnya bukan berita baru. Pada awal 2019, perusahaan milik orang terkaya di dunia, Jeff Bezos, ini sudah membeli saham perusahaan pengantaran makanan asal Inggris, Deliveroo.

Di Negeri Ratu Elisabeth, Deliveroo bersaing dengan Uber Eats besutan Uber dalam bisnis pengiriman makanan.

Sementara itu, New York Times menulis bahwa Amazon bakal menjadi salah satu investor besar yang menjadi pendukung Gojek. Sebelumnya, Gojek juga sudah diguyur pendanaan jumbo dari beberapa perusahaan ternama, seperti Alibaba, Tencent, Google, hingga Visa.

Seandainya kerja sama kedua pihak berjalan mulus, nilai valuasi Gojek yang saat ini berada di kisaran 10 miliar dolar AS akan bertambah, sekaligus menguatkan posisi mereka sebagai startup decacorn.

Gojek bakal bersaing sengit dengan Grab, terutama di kawasan Asia Tenggara dengan permodalan yang besar. Seperti yang sudah diketahui, Gojek telah berekspansi di Vietnam, Thailand, hingga Singapura.

Sementara kabar terakhir, pelopor transportasi online di Indonesia itu juga telah mendapatkan lampu hijau untuk mengaspal di Malaysia, meskipun menuai pro dan kontra.

Sayangnya, baik Amazon maupun Gojek belum memberikan pernyataannya terkait rumor kerja sama ini.

Continue Reading

Investasi

Menteri PUPR : Tahun 2020, Butuh Uang Muka Rp865 Miliar Untuk Bangun Ibukota Baru

Published

on

Finroll.com — Wacana bangun ibukota, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperkirakan kebutuhan uang muka untuk membangun ibu kota baru pada 2020 mencapai Rp865 miliar. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan uang muka yang dibutuhkan untuk beberapa keperluan.

Untuk pertama menyiapkan jalan nasional non tol sebesar Rp500 miliar. Kedua, untuk penyediaan air baku, pembangunan bendungan, dan embung, serta pengendalian banjir sebesar Rp175 miliar.

Ketiga, untuk mempersiapkan sarana dan prasarana air minum dan limbah, konsultan urban design, rencana tata bangunan dan lingkungan, serta konsultan desain dasar perumahan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang kebutuhan dananya mencapai Rp90 miliar.

“Untuk program ibu kota sedang kami hitung kebutuhan uang muka. Targetnya Insya Allah paling cepat pembangunan pertengahan tahun depan,” ucap Basuki, dilansir dari CNN Indonesia, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Menurutnya, perhitungan uang muka itu belum final karena masih melakukan koordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait kepastian renovasi gedung legislatif di DKI Jakarta dan pembangunan gedung baru di Kalimantan. Makanya, PUPR belum bisa memasukkan anggaran pemindahan ibu kota dalam pagu anggaran tahun depan.

“Tadi kami terakhir kontak dengan (pihak DPR) terkait pembangunan gedung DPR, karena akan pindah masih perlu tidak dibangun di sini,” jelasnya.

Sebagai informasi, postur pagu anggaran Kementerian PUPR pada 2020 sebesar Rp120,21 triliun. Dana itu akan dikucurkan untuk sekretariat jenderal sebesar Rp520,05 miliar, inspektorat jenderal Rp111,74 miliar, Ditjen Binar Marga Rp42,95 triliun, Ditjen Cipta Karya Rp22 triliun, dan Ditjen Sumber Daya Air Rp43,97 triliun.

Lalu, Ditjen Penyediaan Perumahan mendapatkan anggaran Rp8,48 triliun, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rp263,77 miliar, Badan Penelitian dan Pengembangan Rp452,11 miliar, Ditjen Bina Konstruksi Rp725,5 miliar, Badan Pengembangan Infrastruktur Rp199,39 miliar, dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Rp525,18 miliar.(red)

Continue Reading

Investasi

Bangun Bandara di Kediri, Gudang Garam (GGRM) Gunakan Dana Internal

Published

on

Finroll.com —  Bandar udara (Bandara) Kediri, Jawa Timur bakal di bangun PT Gudang Garam Tbk (GGRM), pembangunan tersebut akan menggunakan pendanaan dari internal perusahaaan.

Sayangnya, GGRM anggota indeks Kompas100 ini, belum bisa menyebutkan nilai investasi yang akan digelontorkan untuk proyek ini.

“Kalau soal  budget , masih terus dihitung oleh konsultan kami,” kata Direktur PT Gudang Garam Tbk Istata Taswin Siddharta di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Ia juga belum bisa memastikan kapan pembangunan bandara ini akan dimulai. Pasalnya, saat ini pihaknya masih mengurus berbagai izin dan prosedur lainnya. Akan tetapi, ia memprediksi, pembangunan ini akan memakan waktu minimal tiga tahun.

Terkait perkembangan proyek, menurut Istata, pembebasan lahan untuk pembangunan Bandara Kediri sudah mencapai 90% dari lahan ideal.

Berdasarkan catatan Kontan.co.id, bandara ini rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 450 hektare.

Istata mengatakan, pembangunan Bandara Kediri dan langkah GGRM menggarap proyek infrastruktur tidak bertujuan untuk mendiversifikasi bisnis secara komersial yang mana bertujuan untuk mencari keuntungan.
“Kami juga mau berpartisipasi untuk perkembangan nasional dan daerah,” ucap dia.

Meskipun begitu, Istata mengatakan ada kemungkinan proyek infrastruktur ini menjadikan GGRM memiliki lini bisnis baru. Akan tetapi, ia memprediksi pendapatan bisnis ini tak signifikan dibanding penjualan rokok.

Ke depannya, GGRM  juga berencana untuk mengembangkan sarana penunjang bandara tersebut, seperti jalan tol.(red)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending