Connect with us

Property

Tanah Abang Diproyeksikan Akan Seperti SCBD 8 Tahun Kedepan

Published

on


Tanah Abang

Pemprov DKI Jakarta akan menata kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, seperti Sudirman Central Business District (SCBD). Rencana tersebut diawali dengan pembebasan lahan.

Finroll.com – Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan enggan membeberkan titik-titik mana saja lokasi pembebasan lahan untuk membangun SCBD.

“Kunci penataan Tanah Abang itu harus pengadaan lahan. Sekarang pengadaan lahannya sudah dimulai. Lagi jalan kan Sarana Jaya juga punya lahan di sana,” ujarnya.

Mengenai desain penataan jangka panjang itu, dia menyebut baru selesai dalam waktu 1–2 bulan. Tentu harus melapor ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlebih dulu. “Target selesai dengan pengerjaan selama delapan tahun,” katanya.

Tanah Abang

Yoory hanya sedikit menggambarkan nanti akan memperluas dan menambah badan jalan, memperbesar Kali Krukut, dan mengintegrasikan gedung-gedung dengan rumah susun (rusun).

Sementara pembangunan jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge di Jalan Jatibaru Raya merupakan solusi jangka menengah penataan kawasan Tanah Abang. Saat ini proyek skybridge terus dikebut dan sudah mencapai 85%. Pengerjaan fokus pada pembuatan jalur (ramp) turun naik yang jumlahnya empat unit.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Siap Meresmikan Jembatan Musi IV di Palembang

Dalam pembangunan ramp banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti utilitas bawah tanah kabel dan pipa. “Jangan sampai peristiwa bocornya pipa milik PAM Jaya saat awal pengerjaan terulang kembali,” ucapnya.

Dia memastikan pengerjaan skybridge rampung akhir bulan ini. Sebanyak 446 pedagang kaki lima (PKL) juga sudah bisa berjualan di kioskios yang disediakan berikut rolling door agar barang dagangan tidak dibawa naik turun.

Advertisement

Millennium Industrial Estate, Gudang Mutiguna Cikupa, Kawasan Indsutri Super, Bebas & Bebas Kuli, Penghuni Internasional. (021)-3916363

Millennium Industrial Estate, Gudang Mutiguna Cikupa, Kawasan Indsutri Super, Bebas & Bebas Kuli, Penghuni Internasional. (021)-3916363

“Mengganggu sih enggak (pembukaan jalan), cuma kecepatannya tidak bisa seperti waktu kita tutup. Jadi ketika alat berat masuk, baru kita tutup sekian jam, pas selesai baru kita buka lagi. Memperlambat, tapi nggak apa-apa masih bisa diatasi,” ujar Yoory.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menilai ada kebijakan yang salah dalam penataan kawasan Tanah Abang. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai ikon pusat grosir Tanah Abang terkenal di Jakarta bisa hilang begitu saja akibat kebijakan yang dilakukan Pemprov DKI.

Tanah Abang

“Fraksi saya sempat minta pendapat Pak Gubernur mengenai masalah Tanah Abang. Coba kita lihat dulu lalu lintasnya sudah baik, ada ikon republik untuk Jakarta di mana-mana dikenal, bagaimana Tanah Abang UMKM-nya, sekarang runtuh,” katanya.

Sebelumnya Pemkot Jakarta Pusat bersama Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta telah mengundi kios bagi pedagang di kawasan Jatibaru selama tiga hari.

Baca Juga: Bumi Serpong Damai Capai 75% Dari Target Marketing Sales 2018

Pengundian dilakukan Kamis (11/10) hingga Sabtu (13/10). Sebanyak 650 pedagang yang diundi terdiri atas 372 pedagang yang berjualan di tenda, 165 pedagang di trotoar, dan 113 pedagang di Jalan Jatibaru Bengkel, tepatnya trotoar depan pintu keluar Stasiun Tanah Abang baru. Dari 650 pedagang yang diundi, sebanyak 446 akan ditempatkan di skybridge dan 204 ditempatkan di Blok F.

Skybridgemerupakan jembatan penghubung Stasiun Tanah Abang hingga Blok G sekaligus menjadi jembatan antarmoda yang berintegrasi langsung dengan stasiun. Nanti di dekat pintu keluar Stasiun Tanah Abang terletak di bawah flyover Jatibaru akan dipasang ramp untuk memudahkan pejalan kaki dan penyandang disabilitas saat melintasi skybridge. Jembatan penyeberangan multiguna ini dibangun sepanjang 386,4 meter dengan lebar 12,6 meter. (Okezone.com)

Advertisement

Property

Co-working Space Kian Diminati, Bagaimana Nasib Perkantoran?

Published

on

By

Ruang kerja bersama atau co-working space diramal bakal terus berkembang pesat sepanjang 2020 mendatang, mengingat fleksibilitas yang ditawarkannya.

“Karena kebutuhan terhadap co-working space itu memang ada, salah satunya adalah masalah fleksibilitas yang ditawarkan, dengan kondisi itu, banyak pelaku usaha berminat ke sana, terutama start-up baru,” ujar Senior Associate Director Colliers Ferry Salanto di Gedung World Trade Center I, Jakarta Selatan, Rabu (8/1/2020).

Tak hanya menarik bagi pelaku usaha baru, menurut Ferry, co-working space bahkan cukup diminati bagi pelaku usaha yang sudah matang sekalipun.

“Company yang sudah mapan pun cukup berminat, terutama saat mereka masih perlu satu space yang bisa dikembangkan tapi nggak mau juga terlalu investasi besar-besaran ke sana atau mungkin kebutuhannya untuk short-term saja, daripada buat leasing office itu kan bisa tahunan, 3 tahun harus bayar, terikat di situ, dan harus feed out, dan itu kan juga mahal,” paparnya.

Lantas, bagaimana nasib perkantoran dengan perkembangan kebutuhan tersebut?

Berdasarkan Laporan Pasar Properti Jakarta Kuartal IV-2019 dari Colliers International, tingkat okupansi atau hunian perkantoran di Jakarta sepanjang 2020 mendatang diperkirakan bakal turun menjadi 82,5% dari keterisian hingga akhir 2019 sebanyak 83,4%.

“Perkirakan okupansi akan turun, walaupun jumlahnya tidak terlalu tinggi terutama di kawasan CBD (central business district) di angka sekitar 82,5% dari 83,5%. Sementara di luar kawasan CBD penurunan akan lebih tinggi,” katanya.

Hal ini lah yang menurut Ferry membuat pembangunan segmen properti ini di sepanjang 2019 tak juga mengalami kenaikan signifikan.

“Kalau kita lihat di sini memang, pasokan tahunannya baik dalam CBD maupun di luarnya, memang secara umum, pengembang itu sudah mulai hati-hati karena selama tahun 2019 kita belum mendengar lagi ada gedung perkantoran baru yang akan di-launching (di 2020) jadi mereka sudah mulai meredam,” imbuhnya.

Dengan demikian, wajar bila harga sewa perkantoran di Jakarta pun sudah mulai diturunkan sejak pertengahan tahun lalu.

“Sewa yang ditawarkan juga sudah diturunkan, sudah mulai realistis, tidak lagi memasang harga tinggi, dan bisa dinego,” tutupnya.

Sebagaimana dicatat Colliers International, rata-rata tarif sewa perkantoran yang ditawarkan sepanjang 2019 turun 2,7% (year on year/yoy) menjadi sebesar Rp 276.456 per meter persegi. Tren penurunan harga sewa ini diprediksi bakal berlanjut hingga 2020 mendatang menjadi Rp 270.000 per meter persegi.

Continue Reading

Property

Lippo Jual Pejaten Village dan Binjai Supermall, Siapa Pembelinya?

Published

on

By

LMIRT Management Ltd, pengelola Lippo Malls Indonesia Retail Trust (LMIR Trust) memutuskan untuk melepas dua aset mal yakni Pejaten Village dan Binjai Supermall. Kedua mal itu dibeli oleh PT Nirvana Wastu Pratama (NWP Retail).

Melansir CNBC Indonesia, Minggu (5/1/2019) transaksi itu tertuang dalam perjanjian jual beli bersyarat (conditional sales and purchase agreement/CSPA) yakni mencapai US$ 92 juta atau Rp 1,30 triliun (asumsi kurs Rp 14.200/US$).

MWP Retail sendiri merupakan perusahaan yang memiliki beberapa mal di Indonesia. Perusahaan ini merupakan perusahaan patungan antara Warburg Pincus dan PT City Retail Developments Tbk (NIRO).

Penjualan aset mal dilakukan melalui REITs (real estate investment trust) atau DIRE (dana investasi real estate). Hal itu resmi diinformasikan perusahaan dalam situs resmi NWP Retail pada 31 Desember lalu.

LMIR Trust adalah satu-satunya produk REITs (real estate investment trust) atau DIRE (dana investasi real estate) milik perusahaan Indonesia yang tercatat di Bursa Singapura (SGX) sejak 19 November 2007.

Dengan REITs ini, perusahaan properti dan real estate dapat menjual aset yang dimilikinya kepada publik melalui skema penerbitan instrumen ini.

Pejaten Village di Kemang (Jakarta Selatan) memiliki luas 89.157 meter persegi dan Binjai Supermall dengan luas 36.000 meter persegi berlokasi di Binjai (Sumatera Utara) yang merupakan kota satelit kedua terbesar di luar Pulau Jawa. Kedua mal ini memiliki tingkat hunian lebih dari 90%.

Presiden Direktur dan CEO NWP Retail Timothy Daly mengatakan akuisisi ini memperkuat pengembangan bisnis perusahaan di lokasi kota tier-1 dan tier-2 di Indonesia.

“Akuisisi ini merupakan tonggak dalam ekspansi cepat NWP Retail. Ini akan memperkuat kehadiran perusahaan di pasar-pasar utama di kota Tier-1 dan Tier-2 di Indonesia dan memperluas pasar lebih jauh posisi terdepan sebagai platform pusat perbelanjaan ritel independen terbesar di Indonesia,” kata Timothy.

Continue Reading

Property

Rumah Khusus Milenial Lagi Disiapkan, Begini Bentuknya

Published

on

By

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggodok konsep hunian bagi milenial. Dirjen Perumahan PUPR Khalawai Abdul Hamid menyatakan konsepnya berupa rumah vertikal alias rumah susun sewaan.

Yang jelas hunian bagi milenial ini akan berada di pusat kota.

“Kita sedang siapkan seperti rumah kos-kosan, rumah singgah di pusat kota. Kan kalau milenial dia nggak mau di pinggiran. Itu yang lagi dikonsepkan sama kita,” ucap Khalawi, di Kantor Ditjen SDA PUPR, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

Selain berbentuk vertikal, hunian ini dipatok dengan sewa murah. Khalawi menegaskan konsep ini juga bisa mensukseskan klusterisasi alias penggolongan milenial.

Dia menjelaskan bahwa konsep hunian vertikal tengah kota ini cocok bagi generasi milenial yang baru meniti karir dan belum punya banyak uang untuk memulai KPR.

“Ini rumahnya vertikal, dengan sewa yang ringan. Masih digodok ya, yang jelas ini upaya klusterisasi milenial. Jadi bagi milenial yang baru kerja belum cukup uang, maka sewa dulu dengan harga murah,” ucap Khalawi.

Khalawi menambahkan pihaknya akan meminta pengembang swasta untuk melakukan KPBU dalam pembangunan hunian vertikal pusat kota ini. Nantinya, akan dicari lahan pemerintah di pusat kota untuk pembangunannya.

“Jadi nanti mungkin ada tanah pemerintah kita bangunkan rumah vertikal minta KPBU sama swasta. Kemudian kita sewakan dengan harga murah,” papar Khalawi.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending