Connect with us

Komoditi

Tensi Perang Dagang Mengendur, Harga Emas Terkoreksi

Published

on


Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp763 ribu per gram pada Senin (4/11). Harga emas tercatat turun Rp1.000 dari perdagangan Jumat (1/11) yang berada di level Rp764 ribu per gram.

Sementara, harga pembelian kembali (buyback) juga ikut terkoreksi Rp1.000 dari semula Rp684 ribu menjadi Rp683 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp406 ribu, 2 gram Rp1,47 juta, 3 gram Rp2,19 juta, 5 gram Rp3,63 juta, 10 gram Rp7,2 juta, 25 gram Rp17,9 juta, dan 50 gram Rp35,73 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp71,4 juta, 250 gram Rp178,25 juta, 500 gram Rp356,3 juta, dan 1 kilogram Rp701,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara itu, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.515,2 per troy ons atau menguat 0,25 persen. Di perdagangan spot, harga emas turun tipis 0,1 persen ke level US$1.512,84 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan harga emas sepanjang hari ini berada dalam rentang US$1.490 per troy ons sampai US$1.515 per troy ons.

Menurutnya, harga emas rentan melemah dipengaruhi kelanjutan perundingan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang hampir mencapai kesepakatan.

“Ada potensi pelemahan harga emas dari sinyal positif penandatanganan perjanjian dagang antara AS dan China pada November ini,” ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Penandatanganan itu akan menjadi kesepakatan tahap pertama antara AS dan China mengenai perang dagang antar keduanya. Salah satu pejabat AS sebelumnya memastikan pihaknya akan meneken perjanjian tersebut bulan ini.

Advertisement

Komoditi

Harga Emas Rekor, Sentuh Level Tertinggi 7 Tahun

Published

on

By

Mengawali hari pertama perdagangan pekan ini Senin (24/2/2020), harga emas dunia di pasar spot mencetak rekor tertinggi barunya. Harga emas saat ini berada di level US$ 1.660,59/troy ons, naik 1,05% dibanding harga penutupan minggu lalu dan menandai harga tertinggi sejak 11 Februari 2013.

FINROLL.COM — Harga emas tak bosan terus mencatatkan rekor tertinggi barunya. Ganasnya virus corona yang telah merebak di lebih dari 25 negara membuat aset minim risiko ini kembali digandrungi.

Mengawali hari pertama perdagangan pekan ini Senin (24/2/2020), harga emas dunia di pasar spot mencetak rekor tertinggi barunya. Harga emas saat ini berada di level US$ 1.660,59/troy ons, naik 1,05% dibanding harga penutupan minggu lalu dan menandai harga tertinggi sejak 11 Februari 2013.

Sepakan kemarin harga emas di pasar spot mencatatkan kinerja yang ciamik dengan mencatatkan penguatan sebesar 3,95%. Harga emas saat ini sedang bertengger di level tertingginya dalam 7 tahun.

Virus corona masih menjadi sentimen utama yang menggerakkan harga si logam mulia ini. Hingga hari ini, data dari John Hopkins University CSSE menunjukkan sudah ada 79.157 kasus orang yang positif terinfeksi virus corona secara global. Patogen mematikan ini telah merenggut nyawa 2.470 orang.

Secara mengejutkan jumlah kasus di luar China bertambah secara signfikan terutama di Korea Selatan. Jumlah orang yang positif terinfeksi virus ganas ini mencapai 763 orang dan sudah ada 7 kematian di laporkan di Korea Selatan.

Lonjakan kasus juga terjadi di Italia. Di Italia sudah ada 157 kasus orang yang terinfeksi virus corona. Tiga orang dinyatakan meninggal akibat serangan virus mematikan ini, berdasarkan data John Hopkins University CSSE.

Hal ini membuat pelaku pasar semakin cemas bahwa virus yang masih satu keluarga dengan penyebab SARS 17 tahun silam akan jadi pandemi dan menggerogoti perekonomian global yang belum sehat betul.

Akibatnya bursa saham global mengalami tekanan. Pada pagi ini mayoritas bursa saham utama kawasan Asia begerak di zona merah. Indeks Shang Hai Composite terkoreksi 0,42%, indeks Hang Seng ambles 1,72%, indeks Kospi anjlok 3,02%, indeks Nikkei225 turun 0,39% dan indeks Straits Times juga melemah 0,76%.

Tak hanya bursa saham Asia saja yang bergerak di zona merah. Indeks futures Dow Jones juga harus terpangkas 300 poin merespons perluasan penyebaran virus corona di luar China. Pagi tadi indeks futures Dow Jones Industrial Average terpangkas 352,421 poin.

Kekhawatiran ini membuat si logam mulia sebagai aset minim risiko kembali dilirik oleh investor walaupun harganya sudah mahal. Akibatnya harga emas pun ikut terangkat.

Ketidakpastian masih menyelimuti perekonomian global. Jika tahun lalu ketidakpastian sumbernya adalah perang dagang AS-China, tahun ini adalah virus corona.

Continue Reading

Komoditi

Harga Emas Naik, Ketakutan Virus Kembali Meningkat

Published

on

By

FINROLL.com – Harga emas mencapai level tertinggi dalam 10 hari pada Jumat (14/02) pagi lantaran buyer kembali berpindah hati ke logam kuning di tengah laporan lonjakan baru jumlah kematian dan infeksi epidemi virus Covid-19 di Cina.

Emas berjangka COMEX untuk penyerahan April di New York ditutup naik $7,70, atau sebesar 0,5%, di $1,575.10 per ons. Emas ini memuncak ke $1.581,35 sebelumnya, tingkat tertinggi sejak 3 Februari.

Emas spot, yang mencerminkan perdagangan langsung fisik emas, naik $10,58, atau sebesar 0,7%, ke $1.575,91 pada pukul 02:30 PM ET (19:30 GMT).

Cina pada Kamis melaporkan lonjakan besar jumlah kematian dan infeksi dari virus baru setelah Provinsi Hubei, yang menderita serangan virus paling parah, menerapkan sistem klasifikasi baru yang memperluas cakupan diagnosa untuk wabah tersebut dan telah menyebar ke lebih dari 20 negara.

Korban tewas di Cina mencapai 1.367 orang, bertambah 254 orang dari hari sebelumnya. Jumlah kasus yang dikonfirmasi melonjak 15.152 menjadi 59.804. Peningkatan yang luar biasa besar ini disebabkan oleh perubahan metode diagnosa tim medis di Hubei.

Jepang melaporkan kematian pertamanya yakni seorang wanita berusia 80-an yang telah dirawat di rumah sakit sejak awal Februari. Korban tersebut merupakan kematian ketiga yang dikonfirmasi di luar Cina, setelah kematian di Filipina dan Hong Kong.

TD Securities mengatakan dalam catatan bahwa perdagangan emas yang terbatas baru-baru ini hampir seluruhnya dikaitkan dengan perkembangan virus Covid-19.

“Memang, kami yakin pembalikan arus safe haven ini, didorong oleh kekhawatiran bahwa virus Wuhan dapat mencemari kebijakan reflasi global, tampaknya menjadi kandidat (pendorong) yang jelas untuk pembalikan yang didorong oleh narasi,” katanya.

“Emas adalah perdagangan yang ramai, meskipun aliran kecil sehari-hari tampaknya didorong oleh perubahan sentimen risiko seiring kaitannya dengan permintaan safe haven.” (Investing)

Continue Reading

Komoditi

Kasus Virus Korona Bertambah Dorong Kenaikan Emas

Published

on

By

Jakarta, FINROLL — Emas menguat pada Kamis (13/02) pagi di tengah tanda-tanda aksi penghindaran risiko di pasar ekuitas. Tetapi tren positif pasar komoditas ini semakin ditantang oleh kurangnya faktor aksi pembelian besar.

Emas berjangka COMEX untuk penyerahan April di New York ditutup naik $1,50, atau sebesar 0,1%, di $1,571.60 per ons.

Emas spot, yang mencerminkan perdagangan langsung fisik emas, turun $1,30, atau sebesar 0,1%, di $1,566.12 pada pukul 2:38 PM ET (19:48 GMT).

S&P 500 berjangka saat ini turun 0,30% di 3,370.62. Indeks Nikkei Jepang juga melemah sebesar 0,10% di 23,854.50 menurut laporan yang dilansir FXStreet Kamis (13/02) pagi.

Sentimen aksi jual ini dapat dikaitkan dengan ketakutan terbaru virus covid-19 yang dipicu kenaikan kasus virus ini dalam jumlah besar di Cina.

Pemerintah Provinsi Hubei melaporkan 14.840 kasus baru sebelumnya hari ini – naik signifikan dari angka hari Rabu 1.638. Namun, peringatan kondisinya adalah bahwa jumlah sekarang itu termasuk pasien yang didiagnosis secara klinis – pasien yang memiliki gejala, tetapi belum diuji positif.

“Di antara semua insiden signifikan mulai dari potensi perang dengan Irak dan rapat dengar pendapat pemakzulan presiden AS, hingga pecahnya virus covid-19, pasar ini telah naik dan turun oleh tajuk berita utama dan masih belum berhasil menentukan arah yang jelas untuk jangka pendek hingga jangka menengah,” urai Eric Scoles, ahli strategi komoditas RJO Futures di Chicago.

“Ada posisi beli bersih yang besar dari trader emas yang telah membatasi reaksi kenaikan harga dan menciptakan risiko pembersihan posisi beli untuk waktu yang lama, tetapi ada juga banyak katalis potensial bagi banyak trader yang bersedia mengambil risiko posisi jual pada emas.”

Ketakutan terhadap virus korona, yang sekarang dikenal sebagai Covid-19, pada awalnya mendorong emas mendekati tingkat tertinggi tujuh tahun di Januari di atas $1.600 per ons. Tetapi dalam beberapa minggu terakhir, status logam kuning sebagai lindung nilai yang lebih disukai terhadap virus telah sedikit berkurang.

Cina mengatakan Rabu bahwa jumlah kasus baru virus covid-19 yang dikonfirmasi di dalam negeri telah menurun selama dua hari berturut-turut. Pada hari Rabu, Cina mencatatkan 1.114 kematian akibat penyakit ini. Satu-satunya kematian lainnya adalah di Filipina.

Tatkala penurunan tingkat infeksi di Cina ini dapat menunjukkan bahwa tindakan pengendalian tegas yang dilaksanakan oleh negara itu membantu, kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa masih mungkin bahwa banyak kasus yang bersembunyi tidak terdeteksi di seluruh dunia, sehingga wabah yang lebih lokal dapat muncul. Jika itu terjadi, apa yang masih dianggap sebagai epidemi Cina dapat tumbuh menjadi pandemi global.

“Investor mungkin akan melakukan bargain hunter (berburu di harga murah, red) pada emas segera jika kita melihat harga melemah,” ungkap George Gero, analis logam mulia RBC Wealth Management di New York.

Continue Reading
Advertisement

Advertisement

Trending