Connect with us

MotoGP

Terlibat Insiden di Tikungan 10, Lorenzo Minta Maaf ke Rossi, Vinales, dan Dovizioso

Published

on


Finroll.com  – Jorge Lorenzo mengaku bersalah atas insiden di tikungan 10 MotoGP Catalunya yang membuat Valentino Rossi, Maverick Vinales, dan Andrea Dovizioso jatuh. Pada ketiganya, Lorenzo meminta maaf.

Lorenzo terlihat sangat percaya diri di awal-awal balapan MotoGP Catalunya, Minggu (16/6/2019) malam WIB. Memulai race dari posisi 10, dia bisa menyeruak ke baris terdepan untuk bersaing dengan beberapa rider papan atas klasemen.

Tapi itu ternyata tak bertahan lama. Di lap kedua dia melakukan kesalahan yang berakibat jatuhnya rider lain.

Sudah berhasil mendahului Vinales dan berupaya menyalip Dovizioso dari sisi dalam pada tikungan 10, Lorenzo malah kehilangan kendali pada bagian depan motornya. Dia terjatuh serta langsung menghajar ekor Ducati tunggangan Dovi.

Honda RC213V yang terseret di lintasan lantas menghajar motor Vinales, yang langsung terlontar dari tunggangannya. Efek kerusakan yang ditimbulkan Lorenzo tak berhenti sampai di situ. Honda RC213V yang sudah berada di luar lintasan masih makan korban yakni Valentino Rossi.

“Anda tak punya pilihan lain jika terlambat mengerem, seperti itulah yang terjadi pada saya,” ucap Lorenzo usai balapan.

“Saya membuat kesalahan dan saya meminta maaf. Itu benar-benar nasib nahas, membuat Dovi, Maverick, dan Valentino tak bisa melanjutkan balapan. Itu bukan salah mereka, itu salah saya,” lanjut Lorenzo penuh penyesalan, dikutip dari akun Twitter Repsol Honda.

Kecelakaan yang diakibatkan Lorenzo memberi keberuntungan besar untuk Marc Marquez. Sang juara dunia bisa memimpin balapan tanpa terganggu rider lain hingga akhirnya bisa jadi juara.

MotoGP

Dovizioso Cerita Detik-detik Horor Tabrak Quartararo

Published

on

By

Pembalap tim Ducati, Andrea Dovizioso harus rela selisih poinnya semakin jauh dari Marc Marquez, usai motornya menabrak Yamaha tunggangan Fabio Quartararo di MotoGP Silverstone, Inggris dua pekan lalu.

Motor milik Dovi sempat mengudara selama beberapa detik, sebelum jatuh, terseret dan terbakar. Ia bahkan sempat menderita hilang ingatan, akibat kepalanya terlalu kencang membentur aspal lintasan.

Dilansir dari Crash, Jumat 13 September 2019, ingatan Dovi akhirnya berangsur pulih, dan ia dapat menceritakan kembali detik-detik menegangkan saat kecelakaan itu terjadi.

Menurut Dovi, peristiwa bermula ketika motor Suzuki Alex Rins mengalami selip, akibat dari ban yang digunakan.

“Motor Alex selip, dan sepertinya Fabio sedikit ketakutan. Akibatnya, motor Fabio jatuh dan aku tidak bisa menghindar karena terlalu dekat,” ujarnya.

Dovi menjelaskan, saat itu banyak pembalap yang memakai ban baru. Mereka juga tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan pemanasan ban.

“Banyak yang pakai kompon keras di sisi kanan ban belakang. Saat di tikungan pertama, karena ban masih dingin, jadi sangat berisiko menggeber motor,” tuturnya.

Kini, Dovi mengaku sudah sembuh 100 persen dan siap kembali mengejar ketinggalannya. Balapan akan berlangsung akhir pekan ini di negara tertua di dunia, yakni San Marino.

“Aku merasa sehat. Bahkan, aku sempat mengendarai motocross untuk memastikan semuanya baik-baik saja,” ungkapnya.

Continue Reading

MotoGP

Ini Rahasia Sukses Marc Marques yang Diungkap Honda

Published

on

By

Mengunci Gelar Juara MotoGP 2018, Marc Marquez selebrasi Main Game Ding-Dong

Finroll.com –  Marc Marquez baru saja memenangi MotoGP Republik Ceko plus mengukir rekor. Bos Honda Alberto Puig mengungkap rahasia sukses Marquez di usia yang masih muda.

Rider Repsol Honda itu dengan nyaman tampil sebagai juara di Sirkuit Brno dalam balapan Minggu (5/8/2019). Start dari posisi terdepan, Marquez nyaris tidak terkejar sehingga finis dengan selisih waktu hampir 2,5 detik dari rider Ducati Andrea Dovizioso, yang finis di belakangnya.

Kemenangan tersebut membuat Marquez menjadi pebalap keempat dengan jumlah kemenangan terbanyak [50] di kelas primer, serta menyamai jumlah kemenangan legenda balap motor Mike Hailwood [76] di seluruh kelas.

Dengan kemenangan di Brno, rider berusia 26 tahun itu di puncak klasemen MotoGP dengan keunggulan 63 poin dari Dovizioso di bawahnya. Dengan sisa sembilan seri menuju akhir musim, peluang Marquez memenangi gelar juara dunia kedelapan terbuka lebar.

“Saya tidak bisa menambah apapun lagi, saya pikir angka-angkanya mengatakan dengan sendirinya,” Puig mengatakan kepada Marca.

“Kuncinya adalah Marc tidak fokus pada angka-angka ini atau rekor-rekor ini. Dia bekerja hari demi hari, di setiap balapan, di setiap pekan, mencoba memenangi banyak balapan, gelar juara dunia… Anda bisa memeriksanya di balapan hari Minggu.”

“Dia tidak memikirkan tentang gelar juara dunia atau rekor kemenangan, dia cuma memikirkan tentang seberapa harus cepat dan mendapatkan hasil terbaik. Pendekatan semacam itulah yang menciptakan angka-angka impresif untuk Marca dan untuk tim Repsol Honda,” Puig mengakhiri.

Continue Reading

MotoGP

Senjakala Karier Valentino Rossi

Published

on

By

Rossi Crash di GP Sepang, Lorenzo Tetap Beri Pujian

Finroll.com –  Valentino Rossi semakin dekat ke akhir kariernya. Penampilan pemilik 9 gelar juara dunia itu terus menurun, paruh musim 2019 jadi yang terburuk untuknya di kelas MotoGP .

Setelah musim MotoGP 2019 menuntaskan separuh musim (9 race), Rossi baru mengumpulkan 80 angka. Hanya dua kali naik podium dan tiga kali gagal finis, The Doctor tertinggal 105 poin dari Marc Marquez yang kini ada di posisi paling atas klasemen MotoGP.

Jika dibandingkan dengan partisipasinya di kelas MotoGP sejak 2002, ini adalah paruh musim terburuk Rossi. Bahkan ketika dua musim memperkuat Ducati, yang dianggap sebagai dua tahun terburuk, Rossi punya poin lebih banyak. Di musim 2011 dan 2012 ketika itu Rossi berturut mengumpulkan 98 dan 82 angka

Rossi, sehebat apapun dia, tak bisa membohongi usianya sendiri. Kini berumur 40 tahun, dia kerepotan berkompetisi dengan rider lain yang usianya 10, 15, dan bahkan 20 tahun lebih muda.

Tim Monster Energy Yamaha MotoGP sadar betul akan kondisi tersebut. Di akhir pekan lalu Lin Jarvis mengungkapkan kalau Rossi bukan lagi masa depan Yamaha di kelas MotoGP. Dengan tetap menaruh hormat besar pada Rossi, Jarvis dan Yamaha berharap pebalap legendaris itu bertahan bersama mereka untuk menduduki posisi sebagai brand ambassador.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending